Stockholm, 13 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO DI MALMO IKUTAN JINGKRAK ONDEL-ONDELNYA DHARMINTA YANG KEDODORAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU BIMO TEJOKUSUMO SAMBIL BUNGKUK-BUNGKUK BERJINGKRAK-JINGKRAK IKUTAN JINGKRAK ONDEL-ONDELNYA MATIUS DHARMINTA YANG KEDODORAN DI SURABAYA

"Hehehe, mbah Ustadz, setelah lagu Makan makan sendiri, tidur-tidur sendiri, itu lagu duangdutnya Meggy Z, entar kalo Aceh rukunan sama NKRI, damai bahagia baldatun toyyibatun warabbun ghafur, ini lagunya mbah Ahmad Sudirman: sunyi sepi sendiri setelah kau tinggal pergi kudoakan agar kau bahagia. Hidup Aceh Hidup NKRI Hidup semuanya, alkisah mbah Ahmad Sudirman jadinya kesepian di negeri kafir Swedia. Lha yang dibela pada pulang kampung ke Aceh mbah Ahmad tetap tidak bisa pulang kampung. Kalau pulang mungkin akan dijewer sama Mang Kabayan, Mang Endang Suwarya yang jadi Panglima TNI sebentar lagi, goyang terus, Mang." (Bimo Tejokusumo , bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk ,Wed, 13 Apr 2005 13:24:40 +0100 (BST))

Baiklah Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia

Bimo Tejokusumo ini memang kerjanya kalau tidak menjiplak, ya itu, ikutan ekor orang saja. Seperti, ketika itu Dharminta muncul dari lobang pasir timbunan mbah Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyantok umpan Warwick, sambil gesek-gesek mata, yang sudah hampir rabun tertutup pasir. Eh, muncul pula dibelakang ekor Dharminta, budak satu dari Malmo ini, dengan cekikikan, dan berjingkrak-jingkrak, mulutnya kunyam-kunyem melagukan lagu-lagu model India-keling keturunan serdadu gurkha yang dibawa Sekutu dulu yang sebagian tinggal di dekat kampungnya Bimo di Jawa Tengah yang berkawinan dengan mbak-mbak Jawa yang jualan jamu, meniru-niru mbak Mega yang jualan jamu ampas pancasila hasil perasan mbah Soekarno.

Bimo, kalau memang sudah tidak mampu bercuap di mimbar bebas ini, untuk mempertahankan Acheh, lebih baik duduk saja dipinggir sana, dekat itu bangku yang sudah reyot itu. Duduk, jangan banyak cuap, nanti lalat masuk ke mulut. Kalau juga mau bercuap, berpikir dulu seribu kali, karena di mimbar bebas ini tidak bisa bicara sembarangan, salah-salah kena jerat.

Lihat dan perhatikan saja, ketika itu Bimo ketangkap basah menceritakan Ahmad Sudirman dibelakang, eh, ketika ketahuan, pura-pura saja, seperti tidak tahu, diam menyuruk disudut kursi sana. Nasib baik ada tari ondel-ondelnya Dharminta, lalu, ikutan pula berjingkrak model senggolan ondel-ondelnya Dharminta dari Jawa Surabaya itu, dengan harapan biar Ahmad Sudirman lupa atas ocehan kesimpulan gombalnya tentang Ahmad Sudirman.

Tidak tanggung-tanggung Bimo sambil sempoyongan ikutan tari gaya keling gurkha yang sudah diklaim sebagai tarinya orang Jawa Tengah dekat kampungnya Bimo, dengan mulutnya manyun-manyun sambil menyanyikan sair pancasila gubahan mbah Soekarno dengan logat jawanya, membuat telinga sakit mendengarnya, sambil diiringi musik gendang penca model orang-orang dari Burma sana.

Tujuan Bimo menampilkan tari gaya keling gurkha yang sudah diklaim sebagai tari Jawa Tengah-nya ini adalah untuk menunjukkan kepada para peserta di mimbar bebas ini bahwa katanya Ahmad Sudirman kesepian, karena "yang dibela pada pulang kampung ke Aceh".

Ini yang ditunjukkan Bimo adalah persis seperti itu pengklaiman mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan mas Endriartono Sutarto serta mas Djoko Santoso. Dimana mereka itu pandainya hanya membuat propaganda, dengan bunyinya bahwa rakyat Acheh sudah berada dibelakang mbah Susilo dengan didekap oleh sayap burung garuda sambil melagukan lagu bersama yang berjudul hiduplah mpu Tantular, hiduplah bhineka tunggal ika.

Nah itulah, memang kepandaian Bimo Tejokusumo yang sekarang sedang corat-coret mendalami ilmu-ilmu kejawennya untuk dipakai memperkuat benteng jawa-nya agar supaya Acheh tidak jatuh dan kembali ketangan rakyat Acheh.

Celakanya jampi-jampi kejawen yang dipelajari Bimo adalah ilmu kejawen campuran jampi-jampi hindu, buddha, animisme, ditambah sedikit dengan cairan yang diseduk dari Islam, biar bisa dikatakan itu ada bau-bau Islamnya. Jadi kalau jumpa dengan orang muslim yang mukmin bisa sedikit pententengan bahwa ilmu kejawennya itu masih ada ramuan-ramuan Islamnya, seperti yang diajarkan oleh Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah itu yang menghapus tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya" diganti dengan tiga kata model trisakti yaitu "yang maha esa."

Eh, Bimo, jangan ngantuk kalau belajar, buat malu saja. Itu kalau Dharminta berjingkrak-jingkrak meniru ondel-ondel Surabayanya jangan ikutan, karena itu Dharminta, berjingkrak karena memang ada yang dituju, yaitu agar itu Jawa Pos nya bisa laku dengan hasil coretan mengenai cerita tentang mpu Tantular yang kebakaran jenggot karena bhineka tunggal ikanya yang tercantum dalam buku sutasoma-nya sudah tidak laku lagi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Wed, 13 Apr 2005 13:24:40 +0100 (BST)
From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Subject: Lagu Duandhut, lalu Lagu Nostalgia
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, silver_cat@plasa.com, a.supardi@chello.nl, hermanpamungkas65@yahoo.com, fadly_mtg@yahoo.com, sobrona@hotmail.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com, harapan_aceh@yahoo.com, sekred@mediaindonesia.co.id

Hehehe, mbah Ustadz, setelah lagu Makan makan sendiri, tidur-tidur sendiri, itu lagu duangdutnya Meggy Z, entar kalo Aceh rukunan sama NKRI, damai bahagia baldatun toyyibatun warabbun ghafur, ini lagunya mbah Ahmad Sudirman: sunyi sepi sendiri setelah kau tinggal pergi kudoakan agar kau bahagia.

Hidup ACEH Hidup NKRI Hidup semuanya, alkisah mbah Ahmad Sudirman jadinya kesepian di negeri kafir swedia lha yang dibela pada pulang kampung ke Aceh mbah Ahmad tetap tdk bisa pulang kuampung. Kalau pulang mungkin akan dijewer sama Mang Kabayan, Mang Endang Suwarya yg jadi Panglima TNI sebentar lagi, goyang terus, Mang.

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------