Stockholm, 14 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA KELUYURAN DI ACHEH SAMBIL ACUNGKAN BENDERA MPU TANTULAR DAN SODORKAN KARTU JAWA POS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAMBIL TERIAK: "SANGGUP PERTAHANKAN ACHEH TANPA BAJAK LAUT ", ITU MATIUS DHARMINTA SAMBIL TERGOPOH-GOPOH LARI DIBELAKANG MAS DJOKO SANTOSO & MANG ENDANG SUWARYA

"He he he heee, ma'af bung dir (A.Sudirman) aku cuma mampir kok, lagian aku udah kagak tertarik lagi dengan bualan anda yang udah guoombal itu lho. Lagian aku segera balik ke Aceh yang udah dua minggu aku tinggalkan. Atau mungkin bung dir mau titip salam atau pesan khusus buat orang-orang yang telah anda kianati ? he he he heee. Salam bung !" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , 14 april 2005 05:52:32)

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia.

Itu kelihatan dengan jelas, bagaimana Matius Dharminta yang katanya wartawan Jawa Pos dari Surabaya dapat tugas ke Acheh, sambil teriak-teriak: "sanggup pertahankan Acheh tanpa bajak laut". Padahal itu Dharminta tidak tahu dirinya sedang lari dibelakang ekor mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso, sambil mengacung-acungkan bendera bajak lautnya yang bergambar siliwangi dan kepala mpu Tantular dengan merek bhineka tunggal ika yang ditulis dibawah kaki burung garuda.

Dipikir Dharminta, itu Ahmad Sudirman bisa saja ditipu dengan cerita gombal: "ma'af bung dir (A.Sudirman) aku cuma mampir kok, lagian aku udah kagak tertarik lagi dengan bualan anda yang udah guoombal itu lho. Lagian aku segera balik ke Aceh yang udah dua minggu aku tinggalkan."

Rupanya, itu Dharmimnta dapat masuk ke Negeri Acheh karena memang ikutan pegang buntut mang Endang Suwarya dan dapat kartu izin masuk mas Djoko Santoso dan Pemda Acheh dibawah Azwar Abu Bakar, dengan alasan mau ikut berpartisipasi dalam rangka terus menggalang kekuatan sakti burung garuda dengan menyebarkan kampanye jamu gendong pancasila-nya mbak Mega hasil perasan mbah Soekarno, agar supaya bisa diminum oleh rakyat Acheh, dan bisa dijadikan obat kuat dalam rangka mendalami UU No.18/2001 yang isinya merupakan jampi-jampi dari mpu Tantular yang dicampur dengan kejawen dan sedikit ramuan Islam sebagai daya tarik bagi rakyat muslim Acheh.

Dan celakanya, itu Dharminta bercuap pula di mimbar bebas ini: "Lagian aku segera balik ke Aceh yang udah dua minggu aku tinggalkan."

Coba perhatikan, itu Dharminta, yang mengaku: "aku udah kagak tertarik lagi dengan bualan anda yang udah guoombal itu lho". Padahal, dia sendiri tidak punya kekuatan hukum yang bisa dijadikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang bisa dipakai sebagai alasan legalisasi Acheh masuk ke perut RI. Paling yang disodorkan Dharminta adalah: "bualan anda yang udah guoombal itu lho"

Nah, kan kelihatan, siapa yang gombal atau kosong, Dharminta yang otaknya otak udang, yang pandainya hanya menyodorkan kata-kata "usang, lapuk, basi", ataukah Ahmad Sudirman yang telah menjelaskan dan menerangkan secara terperinci dan berurutan mengenai sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh.

Dan mana pernah, itu Dharminta menggoreskan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, paling hanya menyatakan baca saja buku kurikulum pelajaran sejarah.

Nah, itu buktinya, Dharminta memang memakai cara bajak laut mbah Soekarno penipu licik. Dipikirnya, itu Dharminta dengan berteriak: "sanggup pertahankan Acheh tanpa bajak laut" telah bisa dijadikan fakta dan bukti, bahwa Dharminta tidak pakai bantuan bajak laut. Padahal fakta dan buktinya itu Dharminta kelihatan dengan jelas ikutan lari-lari dibelakang ekornya mbah Soekarno, mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso, ditambah tentu saja dengan mengacung-ngacungkan tali jerat labah-labah BIN-nya Syamsir Siregar sebagai tempat mencari sampah-sampah cerita hasil perasan mbah Soekarno tentang Acheh.

Jadi Dharminta, apa yang kalian lambungkan di mimbar bebas ini, hanyalah sebagai alat untuk menipu rakyat Acheh saja. Mana bisa ditipu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Paling itu rakyat Acheh asal transmigran dari Jawa, dari kampungnya Matius Dharminta, yang pandainya hanya enggeh enggeh saja kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya dibawah mas Djoko Santoso dan mang Endang Suwarya.

Nah, Dharminta, kalau kalian hanya pandai mengekor bajak-bajak laut mas Djoko Santoso dan mang Endang Suwarya dengan bendera bajak laut berlambangkan siliwangi, mana kalian bisa terus berpura-pura sebagai pembela rakyat Acheh, padahal kalian dilihat dari hakekat dan fakta serta bukti hukumnya justru menduduki, membunuh, menganeksasi dan menjajah negeri Acheh.

Dharminta, itu Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu dengan cerita gombal kalian. Begitu juga rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan pemerintah negara pancasila dibawah mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla beserta TNI-nya, tidak bisa ditipu dengan cerita mpu Tantular kalian itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Date: 14 april 2005 05:52:32
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
CC: mr_dharminta@yahoo.com
Subject: DHARMINTA SANGGUP PERTAHANKAN ACHEH TAMPA BAJAK LAUT

He he he heee, ma'af bung dir (A.Sudirman) aku cuma mampir kok, lagian aku udah kagak tertarik lagi dengan bualan anda yang udah guoombal itu lho. Lagian aku segera balik ke Aceh yang udah dua minggu aku tinggalkan. Atau mungkin bung dir mau titip salam atau pesan khusus buat orang-orang yang telah anda kianati ?? he he he heee. Salam bung..!!

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------