Stockholm, 15 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SELF-GOVERNMENT UNTUK ACHEH MODEL MBAH YUDHOYONO & MBAH SOEKARNO TERUS DIGOYANG-GOYANG
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

HAMID AWALUDDIN & SOFYAN DJALIL MENGGOYANG-GOYANG SELF-GOVERNMENT UNTUK ACHEH MODEL MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & MBAH SOEKARNO DIDEPAN HIDUNG ASNLF

"Dear Ahmad Sudirman, at this stage I cannot answer you in detail. There will be more information on this matter when President Ahtisaari has the press conference during the weekend." (Maria-Elena Cowell , CMi Media Liaison Officer , Project@cmi.fi , Fri, 15 Apr 2005 16:35:48 +0300)

Nah, walaupun pembantu Presiden Martti Ahtisaari, Maria-Elena Cowell tidak bisa memberikan jawaban yang mendetil tentang beberapa masalah yang telah disepahami oleh kedua pihak, ASNLF dan RI, tetapi kelihatannya proses perundingan antara RI - ASNLF ini berjalan dalam suasana baik.

Dan memang karena poin-poin agenda yang sedang dan telah dibicarakan dalam perundingan ini masih belum secara formal disepakati dan disetujui oleh kedua belah pihak, maka belum bisa dijadikan sebagai bahan pegangan yang pasti.

Hanya, ada bocoran-bocoran dari pihak RI, seperti yang dilambungkan oleh pihak Hamid Awaluddin cs yang menyatakan bahwa pihak ASNLF telah mempertanyakan paling sedikit lima hal, yaitu masalah kewenangan pengelolaan sumber daya alam, perdagangan dalam dan luar negeri, pariwisata, pengelolaan pelabuhan udara dan laut, dan masalah pendidikan.

Nah, kelihatan disini pihak Awaluddin cs ingin membawa rakyat di RI dan di Acheh untuk digiring kesudut dimana pihak ASNLF seolah-olah sudah mahu menerima konsep otonomi khusus yang disodorkan pihak RI.

Jelas, kalau mahu dipelajari bahwa masalah kewenangan pengelolaan sumber daya alam, perdagangan dalam dan luar negeri, pariwisata, pengelolaan pelabuhan udara dan laut, dan masalah pendidikan, itu semuanya diatur oleh pusat dengan memakai payung undang-undang yang berlaku.

Tidak mungkin pemerintah daerah atau pemerintah propinsi Acheh yang mengatur secara penuh lima hal tersebut.

Jadi, itu yang dipertanyakan oleh pihak ASNLF adalah sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil bisa diserahkan kepada pemerintah propinsi kalau memakai dasar hukum yang berlaku yaitu UU No.18/2001 dan Undang Undang lainnya buatan DPR dan Pemerintah RI.

Karena hal-hal tersebut tidak mungkin bisa dijalankan oleh pemerintah daerah yang memakai sistim self-government model RI atau sistem pemerintahan otonomi khusus untuk Acheh, maka pihak ASNLF menyodorkan sistem pemerintahan self-government yang berbeda dengan sistem pemerintahan sendiri (self-government) untuk Acheh model RI. Dimana disebutkan seperti masalah status warga Acheh, partai politik, pemerintahan daerah, pemilihan umum lokal, dan penggantian nama Acheh.

Nah, model self-government atau pemerintahan sendiri untuk Acheh model ASNLF ini ternyata ditolak pihak RI, karena memang perobahan-perobahan politik tersebut harus mendapat persetujuan DPR. Dimana UU No.18/2001 tidak berlaku lagi atau dengan kata lain UU No.18/2001 harus direvisi total.

Misalnya, tentang warga Acheh. Jelas itu semua orang Acheh tanpa kecuali, apakah yang ada diluar Acheh atau yang ada di dalam daerah Acheh. Begitu juga mengenai partai politik, dimana ASNLF dilibatkan dalam proses perkembangan kehidupan politik. Juga masalah pemerintahan daerah Acheh yang berdiri sendiri, bisa mengatur perdagangan didalam dan keluar negeri. Mengelola sumber daya alam, seperti barang tambang minyak dan gas alam. Mengatur pendidikan dan mengatur budaya serta parawisata. Melakukan pemilihan umum lokal untuk memilih pimpinan pemerintahan sendiri atau self-government dan untuk lembaga legislatif daerah Acheh saja. Juga perlu diadakan pergantian nama pemerintah daerah.

Nah, perobahan-perobahan politik yang mendasar ini, jelas, tidak ada pengaturannya dalam dasar hukum atau payung hukum yang dipakai sekarang di Acheh ataupun dalam undang undang lainnya yang ada di RI. Karena itu, dengan adanya sodoran proposal self-government atau pemerintahan sendiri untuk Acheh model ASNLF ini dirasakan berat oleh pihak Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil cs, karena harus dibahas dan disetujui oleh DPR.

Jadi, kalau memang pihak Hamid Awaluddin cs tetap ngotot dengan dasar hukum UU No.18/2001 untuk dipakai sebagai landasan hukum guna dipakai sebagai dasar jalannya roda pemerintahan Acheh nantinya, maka tidak ada gunanya membicarakan self-government atau pemerintahan sendiri untuk Acheh. Karena kenyataannya atau hakekatnya, yang dinamakan self-government itu identik atau sama dengan otonomi khusus yang didasarkan pada UU No.18/2001.

Nah, melihat pada apa yang dilambungkan dan dinyatakan oleh pihak Hamid Awaluddin itu, maka yang dimaksud oleh pihak RI dengan istilah "pemerintahan sendiri untuk Aceh dalam kerangka Republik Indonesia" adalah sama dengan pemerintahan otonomi khusus seperti sekarang ini.

Sekarang, kalau proposal self-government atau pemerintahan sendiri untuk Acheh model ASNLF tidak diterima RI, maka tidak akan terjadi kesepakatan tentang self-government yang benar-benar dimaksud self-government.

Nah, apakah pihak RI akan terus-menerus menipu memakai istilah self-government, padahal sebenarnya otonomi khusus, karena dasar hukum UU No.18/2001 tidak direvisi total, sebagaimana menurut proposal self-government model ASNLF ?

Kalau pihak RI masih tetap tidak mahu merevisi total UU No.18/2001, maka selama itu yang namanya self-government untuk Acheh adalah hanya inkarnasi atau jelmaan dari otonomi khusus yang ada sekarang ini, yang sebenarnya sudah diterapkan sejak tahun 1956 oleh mbah Soekarno penipu licik dari Jawa itu.

Sekarang rakyat Acheh jangan terus-menerus ditipu mbah Soekarno dan para penerusnya termasuk Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil orang Peureulak itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------