Stockholm, 16 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA, ITU JUSUF KALLA BERBOHONG DAN PUTARBALIK SELF-GOVERNMENT UNTUK MENIPU RAKYAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON, ITU JUSUF KALLA BERBOHONG DAN PUTARBALIK SELF-GOVERNMENT UNTUK MENIPU RAKYAT DI NEGARA SEKULER PANCASILA

"Terserah deh, Ahmad, mau komentar apa terhadap statement JK. Yang jelas itu suara resmi NKRI atas NAD. Wong yang ngomong orang kedua NKRI. Bohong apa JK ? JK, dan semua pimpinan NKRI memang harus commit begitu dong, kalo tidak, jatuhlah dia. NKRI sudah harga mati. Jadi, jangan harap ada pertemuan lagi kalo kali ini kalian tidak mau nerima otonomi khusus ya. RI tidak akan lagi mau terpancing angin penyelesaian damai yang kalian hembuskan. Terakhir "self government" yang ambiguous itu. He he. Silakan, jadikan itu sebagai issue yang sekualitas Palestina, kalo bisa itu juga maksudnya kalo ada negara yang menganggap Aceh adalah masalah. Ha ha." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 15 Apr 2005 15:35:04 -0700 (PDT))

"Ha ha ha, kali ini aku benar-benar ketawa, ha ha ha" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 15 Apr 2005 15:46:04 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis

Muba Dijon, kalau yang namanya berbohong, itu tetap saja bohong, walaupun itu Presiden atau Wakil Presiden. Seperti itu masalah self-government yang dilambungkan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres di Jakarta, Jumat 15 April 2005. Dimana Jusuf Kalla menyatakan: "Tidak ada lagi pembicaraan soal merdeka, itu sudah disetujui bersama. Sekarang tinggal bicara teknis mengenai apa yang dimaksud otonomi khusus oleh kita dan apa yang dimaksud dengan self-governing menurut mereka (GAM). Pada intinya tidak berbeda, hanya masalah semantik (bahasa)"

Itu kan hanya penafsiran Jusuf Kalla saja yang seenak udelnya sendiri. Mana itu sama antara dasar konsepsi self-government menurut RI dengan konsepsi self-government yang diajukan pihak ASNLF. Itu sangat jauh berbeda.

Yang sama adalah teknik self-government untuk dipakai sebagai titian guna membcirakan poin-poin dari agenda agar supaya bisa terus dilanjutkan guna mencapai proses damai di Acheh.

Nah, kalau teknik self-government ini ditafsirkan sebagai suatu sikap ASNLF menerima otonomi khusus dengan UU No.18/2001-nya adalah suatu penafsiran yang gombal dan keropos dari Jusuf Kalla.

Rupanya penafsiran gombal dan keropos inilah yang dilambungkan pihak Jusuf Kalla dan disebarkan keseluruh rakyat di RI untuk alat menipu dan sebagai akal bulus pihak RI untuk mengelabui rakyatnya di negara sekuler garuda pancasila RI.

Jadi, bagaimana Ahmad Sudirman tidak mengatakan kepada pihak Jusuf Kalla bahwa ia melakukan propaganda pemutar balikkan fakta tentang self-government itu dan melakukan pemalsuan serta penipuan terhadap rakyat di RI dan di Acheh.

Itu Jusuf Kalla memang tidak jujur dan tidak lurus dalam masalah konflik Acheh ini. Bagaimana bisa ia dipercaya. Dan kalau kalian Muba Dijon tetap saja mengikuti ekor Jusuf Kalla, sama saja kalian itu jadinya, sebagai kaum penjajah RI di Negeri Acheh.

Jadi, Muba Dijon, jangan dulu seenak udel bercuap di mimbar bebas ini, kalau itu sumber beritanya dari Jusuf Kalla yang kerjanya hanya membuat propaganda gombal yang keropos tentang konflik Acheh, khususnya tentang ASNLF dan TNA.

Dan terakhir, kalian Muba Dijon, cekikikan, karena membaca apa yang ditulis oleh Ahmad Sudirman tentang kelakuan kalian Muba Dijon yang hidung belang dari Jawa kowe dan hanya teriak dibelakang ekor penjajah Susilo Bambang Yudhoyono penerus penjajah Soekarno. Lain kali, Muba Dijon, sebelum bercuap dan memutar balikkan tulisan, pikir dulu seribu kali, sebelum kena getuk di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 15 Apr 2005 15:35:04 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA, ITU PROPAGANDA KOSONG SELF-GOVERNMENT ALA YUDHOYONO YANG DILAMBUNGKAN KALLA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>,

Terserah deh, Amd, mau komentar apa terhadap statement JK. Yang jelas itu suara resmi NKRI atas NAD. Wong yang ngomong orang kedua NKRI. Bohong apa JK? JK, dan semua pimpinan NKRI memang harus commit begitu dong, kalo tidak, jatuhlah dia. NKRI sudah harga mati. Jadi, jangan harap ada pertemuan lagi kalo kali ini kalian tidak mau nerima otonomi khusus ya. RI tidak akan lagi mau terpancing angin penyelesaian damai yang kalian hembuskan. Terakhir "self government" yang ambiguous itu. He he. Silakan, jadikan itu sebagai issue yang sekualitas Palestina, kalo bisa itu juga maksudnya kalo ada negara yang menganggap Aceh adalah masalah. Ha ha.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------

Date: Fri, 15 Apr 2005 15:46:04 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA DIJON HIDUNG BELANG DARI JAWA TERIAK DIBELAKANG EKOR PENJAJAH YUDHOYONO PENERUS PENJAJAH SOEKARNO
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>,

HA HA HA. KALI INI AKU BENAR-BENAR KETAWA. HA HA HA.

MUBA ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------