Stockholm, 16 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA HANYA KUNYAM-KUNYEM SAMBIL BUAT CERITA MODEL SYAMSIR SIREGAR DARI BIN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MATIUS DHARMINTA PANDAINYA HANYA KUNYAM-KUNYEM SAMBIL BUAT CERITA MODEL SYAMSIR SIREGAR DARI BIN

"Lantas apa tanggapan mereka yang diberi penjelasan?. Ternyata mereka sama sekali tak memberi reaksi apa-apa, karena apa yang ia (si pemakai baju) ceritakan dengan panjang lebar, sama sekali tak ada manfaatnya dalam tema obrolan mereka, hanya diantara mereka ada yang nyeletuk. "itu bagus menurut versi anda, tapi belum tentu bagus buat kami, bukankah begitu teman-teman?" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com ,Fri, 15 Apr 2005 23:26:46 -0700 (PDT))

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia

Dharminta ini memang lagaknya mau disebut wartawan, tetapi ketika menulis, seperti tulisan anak dibangku kelas 6 saja, dari kampungnya di Jawa sana itu. Kalau tulisan model yang ditulis oleh Dharminta, sudah banyak menyampah, ditempat sampah didekat sarang labah-labah BIN-nya Syamsir Siregar.

Dharminta, kalau mau buat laporan, untuk diterbitkan di Jawa Pos, cobalah sedikit yang ada mutunya, jangan hanya nulis seenak udel sendiri saja, tulis sendiri, dibaca sendiri, dijual sendiri, kepada orang lalu lalang di dekat kampung kalian di Jawa sana. Mana bisa laku dan dibaca orang cerita model begitu. Lagaknya mau menaggapi tulisan Ahmad Sudirman, eh, baru dibaca alinea diatasnya saja, mata sudah dibuat ngantuk.

Dharminta, lain kali kalau buat cerita yang berbentuk laporan, ceritalah sedikit yang berkwalitas, jangan hanya mengembek kepada Jusuf Kalla saja yang pandainya menafsirkan menurut seenak udelnya sendiri. Kalau kalian Dharminta, dan rakyat di RI, pandai kalian hanya ikutan ekor Jusuf Kalla, maka sudah pasti itu rakyat di RI otaknya sudah kena racun-racun bualan Kalla saja.

Coba saja, perhatikan bagaimana itu Jusuf Kalla seenak perutnya sendiri memutar balikkan dan menafsirkan hasil perundingan ASNLF-RI di Vataa, Finlandia. Dimana Jusuf Kalla bepropaganda: "Tidak ada lagi pembicaraan soal merdeka, itu sudah disetujui bersama."

Nah, cerita model penipu ala mbah Soekarno, memang inilah contohnya. Karena kata merdeka tidak diangkat dalam perundingan, maka dianggaplah ASNLF/GAM terima otonomi khusus yang ditafsirkan dari istilah self-government. Kan salah kaprah itu hasil kutak-katik Jusuf Kalla ini. Dipikir Jusuf Kalla, bisa saja memutar balikkan kata-kata itu, kena ke Ahmad Sudirman, mana bisa itu cerita gombal Jusuf Kalla diterima. Paling dimasukkan ketempah sampah BIN-nya Syamsir Siregar, biar dipungut oleh Dharminta wartawan Jawa Pos ini.

Jadi Dharminta, coba cuci muka dulu sebelum tidur, terus berdo'a, setelah itu baru bisa naik ke atas tidur. Matikan lampu, jangan buang-buang listrik percuma, listrik mahal.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 15 Apr 2005 23:26:46 -0700 (PDT)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: FADLY BERTANYA TENTANG DAMIEN KINGSBURY DAN PENGUBURAN MASAL KORBAN TSUNAMI DI ACHEH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, zul@mucglobal.com, zikry@cbn.net.id, yahuwes@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, yuhe1st@yahoo.com, viery_fajri@yahoo.com, wpamungk@centrin.net.id, warzain@yahoo.com, wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, trieng@netzero.net, tang_ce@yahoo.com, tgk_maat@yahoo.co.uk

Hai teman-teman, dari pada tidur sore-sore, ada cerita dari pos pengungsi nih. Sepertinya ada kesamaan nih ama cerita yang dilempar bung A.Sudirman, begini ceritanya.

Ada anak-anak seusia SD - SMP sedang asik mengobrol sambil duduk membentuk lingkaran didepan salah satu rumah penampungan dikawasan Aceh, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi ada salah satu dari mereka yang tidak mau duduk, tapi malah mondar mandir kesana kemari sambil sambil berulang kali memandangi baju yang ia pakai yang tampak masih baru. Sepertinya ia ingin memperlihatkan / pamer pada teman-temannya bahwa ia pakai baju baru, walaupun sejak awal teman-temannya memandangi secara sinis. Karena tak ada reaksi dari teman-temannya maka ia (sipemakai baju baru) mencoba memancing perhatian teman-temannya yang kelihatan sinis. "hai teman-teman, bagus kagak baju aku ?" dan mereka yang mendapat pertanyaan hanya geleng kepala. Walau tak mendapat reaksi dari merka. Ia (sipemakai baju) terus ngerocos memberi penjelasan yang sama sekali tak ada manfaatnya dalam obrolan mereka. Si pemakai baju: "anda tahu? Baju aku ini di jahit oleh penjahit yang udah punya nama versi aku, dan bahannya di produksi oleh pabrik tekstil terbaik pula , itu juga versi aku" ia berusaha memberi penjelasan panjang lebar pada teman-temannya.

Lantas apa tanggapan mereka yang diberi penjelasan?. Ternyata mereka sama sekali tak memberi reaksi apa-apa, karena apa yang ia (si pemakai baju) ceritakan dengan panjang lebar, sama sekali tak ada manfaatnya dalam tema obrolan mereka, hanya diantara mereka ada yang nyeletuk. "itu bagus menurut versi anda, tapi belum tentu bagus buat kami, bukankah begitu teman-teman?"

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------