Stavanger, 23 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ULANG TAHUN KE 132 TENTARA NEGARA ACHEH (TNA) 22 APRIL 1873 - 22 APRIL 2005
Omar Puteh
Stavanger - NORWEGIA.

 

SELAMAT ULANG TAHUN KE 132 TENTARA NEGARA ACHEH (TNA) 22 APRIL 1873 - 22 APRIL 2005

Pengantar kata:

Sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun TNA, Tentara Negara Acheh, yang ke 132, maka via tulisan ini, kami mengucapkan:

Selamat Ulang Tahun ke 132 TNA, Tentara Negara Acheh, 22 April, 1873 - 22 April, 2005

( 22 April 1873, telah diwartakan oleh The London Times, sebagai hari bersejarah dari sebuah perang perlawanan antara TNA,Tentara Negara Acheh menentang tentara agressor Penjajah Hindia Belanda dan ribuan anak-anak Jawa, si Pembunuh bayaran KNIL Belanda! )

Semoga Allah SWT, senantiasa tetap melindungi Pejuang-Pejuang bangsa Acheh: TNA, Tentara Negara Acheh dan nasionalis-nasionalisnya dan insya Allah dengan izinNya pula dapatlah segera mengusir ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Penjajah Indonesia Jawa, si Belanda Hitam dari muka bumi bangsa Acheh.

Amin ya rabbal 'alamin !

TNA, TENTARA NEGARA ACHEH DAN PENDIDIKANNYA.

Kru seumangat !

........Dipihak geutanjoe pih kon hana keureubeuen, le sjit teuntara geutanjoe njang ka sjahid. Masa-masa ukeue keuadaan pasti akan meutamah brat. Bak masa njoe pih ka brat. Adak pi hmeunan, Tentara Negara Acheh ka 'lheh geu meusumpah, han teusurot meuseudjengkai pih, han djile ie babah bak takalon meuh meukilat njang djipeutaba le musoh meunjoe tatem peuduek seundjata. Kamoe seubagoe tentara rakjat han akan meupijoh meudjuang sampoe 'an meurdehka !

Teuma, beuneuteupeue le droeneuh bandum bahwasanja kamoe djinoe ka teungoh meukubang dan meulangue dalam darah. Le ka tentara geutanjoe njang ka sjahid, geutinggai aneuek binoe dan hana sapeue pusaka pih laen njang geutinggai, seulaen tjita-tjita meurdehka njang ka meu-u 'kheue u dalam darah dan menggenetik-keukeutur“nan mudjahid dan mudjahidah !

.......Wah‚ bansa Acheh bandum! Beudoh bantu prang, mangat reudjang geutanjoe meurdehka !!!

(Dipihak kita juga bukanlah tidak ada yang terkorban, banyak juga tentara kita rebah syahid. Masa akan datang keadaan pasti akan bertambah berat. Pada masa ini pun sudah berat. Walaupun demikian, Tentara Negara Acheh telah bersumpah, tidak akan surut sejengkalpun, tidak akan meleleh air liur, ketika memandang emas kuning yang mengilau, yang coba disogokkan musuh, jika kita bersedia meletakkan senjata. Kami, sebagai tentara rakyat, akan terus berjuang sehingga merdeka !

Seterusnya perlu semua bangsa Acheh ketahui, bahwasanya kami sekarang ini tengah berkubang dan berenang dalam darah. Banyak sudah tentara kita yang rebah syahid, meninggalkan anak-istri dan tidak ada pusaka lainpun yang tertinggal untuk diwariskan, selain hanya cita-cita merdeka yang mengakar kedalam dinding pembuluh darah dan menggenetik-keketurunan mudjahid dan mudjahidah ! )

........Wahai bangsa Acheh sekalian! Bangunlah dan bantu medan perang, biar kita segera menggapai merdeka !

Udeep buesaree, matee beusadjan, sikrak kaphan saboh keureunda !

( Panglima Prang TNA, Tentara Negara Acheh: Tengku Muzakir Manaf.)

Demikianlah dua alenia ketiga dan keempat kutipan dari rangkuman ucapan teks pidato dari Panglima Prang TNA, Tentara Negara Acheh, Tengku Muzakir Manaf, di Pertemuan Bangsa Acheh Sedunia I, di Stavanger, Norwegia.

Disana terlihat ekspressi gambaran wajah dan jiwa pendidikan TNA, Tentara Negara Acheh, sebagaimana gambaran ekspressi gambaran wajah dan jiwa nasionalisme bangsa Acheh, yang telah ditanamkan oleh Endatu-nenek moyang bangsa Acheh, terhadap putra putrinya sejak dari buaian hingga ke liang lahat.

Tambahan:
Kehibaan hati penulis (Omar Puteh), telah bermula sebaik saja diberitahukan protokol bahwa berikutnya akan dibacakan Teks Pidato: Narit Seunamb“t dari Panglima Prang TNA, Tentara Negara Acheh, Tengku Muzakir Manaf. Akhirnya kehibaan itu, tidak sanggup juga membendung luapan air tangisan jiwanya mengalir keluar, ketika sedang lagi dibacakan kalimat:

"Le that teuntara geutanjoe yang ka syahid, geutinggai aneuk binoe dan hana sapeue pusaka pih la‚n njang geutinggai, seula‚n tjita-tjita meurdehka najng ka meu-u 'kheue dalam darah dan meugenetik-keukeuturunan mudjahid dan mudjahidah !"

Begitu juga semua bangsa Acheh seluruh dunia, yang hadhir ketika itu, spontas terhiba dan tertangis terisak-isak bagai tak tertahan lagi.

Mereka rentakkan emas melekat dibadan dan mereka keluarkan simpanan ratusan ribu kroner Scandinavia, USA dan Australia dollar serta ringgit Malaysia.

Pendidikan yang pernah diterima TNA, Tentara Negara Acheh, telah mendidik dan menyegarkan kembali rasa hiba hati dan semangat jiwa perjuangan kami, diterobos ucapan Teks Pidato Panglima Prang TNA, Tentara Negara Acheh: Tengku Muzakir Manaf.

Makanya, jika Penjajah Indonesia Jawa masih juga mencari dalih menggagalkan pertemuan damai opsi merdeka, yang di sponsori oleh Mantan Presiden Findlandia, Tuan Murtti Ahtisaari dari Crisis Management Crisis, yang mengambil tempat di Helsinki, Findlandia itu atau masih juga terus dengan merealisasikan program model: "Genocida Jawa Chauvinis"-nya menyembelih bangsa Acheh dan nasionalis-nasionalisnya maka Panglima Prang TNA, Tentara Negara Acheh dan seluruh pasukannya akan terus berjuang hingga merdeka atau kiamat !

Tuan Martti Ahtisaari ! Telah dipesankan oleh Endatu bangsa Acheh kepada putra-puterinya dalam pendidikan nasionalisme Acheh-nya dari sejak buaian hingga ke liang kubur sebagai milik mutlak bangsa Acheh, ratusan tahun sebelum wujudnya Indonesia Jawa atau Penjajah Indonesia Jawa itu.

Acheh bukan Indonesia Jawa !!!

Dirgahayu TNA, Tentara Negara Acheh yang ke 132 !
(bersambung)

Wassalam

Omar Puteh

om_puteh@hotmail.com
om_puteh@yahoo.com
Norway
----------