Stockholm, 24 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AKHIRNYA NIZAR WIN PEMALSU NAMA AHMAD SUDIRMAN TERSUNGKUR DIPARIT KOTA SURABAYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA NIZAR WIN PEMALSU NAMA AHMAD SUDIRMAN TERKAPAR MENGGELUPUR DIPARIT KOTA SURABAYA

"Atas dasar dan alasan apa Ahmad Sudirman harus tunduk kepada Teungku Malik Mahmud, sehingga has no choiche ?" (Ahmad Sudirman, 23 April 2005). Saya hanya ingin menegaskan sekali lagi kalimat yang saya kutip dari e-mail Ahmad Sudirman kepada sdr. Sutan Latief di Hindunesia. Saya, Ahmad Sudirman tidak dan TIDAK AKAN tunduk kepada sdr. Tengku Malik Mahmud ataupun kepada petinggi GAM lainnya. Sejak pagi saya tegaskan bahwa kita mempunyai garis-garis perjuangan yang berbeda. Saya adalah panutan agama, sedangkan Tengku Malik Mahmud adalah politikus. " (Ahmad Sudirman , ahmadsudirman_gam@yahoo.se ,24 april 2005 06:45:09)

Baiklah Nizar Win alias pemalsu Ahmad Sudirman , ahmadsudirman_gam@yahoo.se ,di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Akhirnya terbongkar dan memang benar itu yang menamakan dirinya Nizar Win adalah penipu dan pemalsu nama Ahmad Sudirman dengan alamat email ahmadsudirman_gam@yahoo.se dan sekarang sedang menggelupur di parit kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Dan terbukti bahwa itu Nizar Win alias kecoa Jakarta tidak bisa membuktikan ucapan dan ceritanya yang penuh dengan fitnah dan kebohongan yang dilambungkan di mimbar bebas ini.

Nah, itu Nizar Win alias kecoa Jakarta pemalsu nama Ahmad Sudirman mencoba melambungkan apa yang telah ditulis Ahmad Sudirman kemaren, 23 April 2005: "Atas dasar dan alasan apa Ahmad Sudirman harus tunduk kepada Teungku Malik Mahmud, sehingga has no choiche ?" (Ahmad Sudirman, 23 April 2005).

Disini, Nizar Win alias kecoa Jakarta penipu nama Ahmad Sudirman yang menggelupur di parit kota Surabaya ini, mencoba untuk memberikan penafsiran yang diarahkan kepada perpecahan perjuangan rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan stafnya.

Jelas, ketika Ahmad Sudirman menuliskan itu adalah berdasarkan fakta dan dasar hukum dimana antara pihak Perdana Menteri Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia Teungku Malik Mahmud tidak ada garis komando langsung atau tidak ada garis struktur pemerintahan dengan Ahmad Sudirman.

Secara hukum dan pemerintahan, Ahmad Sudirman tidak berada dalam garis dan struktur pemerintahan yang langsung.

Ahmad Sudirman sebagai rakyat Swedia mendukung dan menyokong penuh perjuangan rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro beserta stafnya.

Sebagai rakyat Swedia, Ahmad Sudirman dengan berdasarkan hukum intenasional pernyataan umum hak-hak asasi manusia, membantu, menyokong dan mendukung perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Jadi, Ahmad Sudirman bebas, tidak terikat oleh kebijaksanaan dalam pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan yang dipimpin oleh Wali negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Perdana Menteri Malik Mahmud.

Karena itu wajar dan masuk akal kalau Ahmad Sudirman menyatakan: "Atas dasar dan alasan apa Ahmad Sudirman harus tunduk kepada Teungku Malik Mahmud, sehingga has no choiche ?"

Kalau Ahmad Sudirman ingin memberikan masukan kepada pihak pimpinan Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia bisa saja, tidak perlu diumumkan dan dipropagandakan di mimbar bebas ini.

Nah, disinilah kelihatan itu Nizar Win alias kecoa Jakarta pemalsu nama Ahmad Sudirman yang sekarang sedang tergelupur di parit kota Surabaya, tidak memahami dan tidak mendalami serta tidak memiliki fakta dan bukti tentang Ahmad Sudirman hubungannya dengan pihak Petinggi ASNLF/GAM dalam Negara Acheh di pengasingan Swedia.

Kemudian, itu Nizar Win pemalsu nama Ahmad Sudirman yang menggelupur di parit kota Surabaya ini, mencoba untuk menghancurkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan menyatakan: "Berkali-kali dalam banyak pertemuan, para petinggi GAM secara bisik-bisik berkata bahwa issue konsep Islami hanya cocok untuk menghantam Hindunesia negara ciptaan mbah Sukarno. Begitu merdeka, Atjeh musti menjadi negara sekuler seperti Sweden, Norway atau negara Eropa lainnya."

Nah inilah kebiasan Nizar Win penipu nama Ahmad Sudirman dengan fitnah dan cerita bohongnya. Dipikirnya itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri sama dengan Soekarno dengan orang-orang pengikutnya dari Jawa yang gembira dan riang kalau itu di negara pancasila Islam tidak ditegakkan, alias menjadi sekuler. Lihat saja fakta dan buktinya, mana itu dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono ingin menegakkan Islam di RI.

Jadi, Nizar Win pemalsu nama Ahmad Sudirman, tidak perlu kalian mencoba memberikan penafsiran terhadap para pejuang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila disamakan dengan para pimpinan di negara sekuler burung garuda pancasila RI dengan negara sekuler pancasila RI-nya.

Nizar Win pemalsu nama Ahmad Sudirman, kalian hanya bercuap tanpa dipikir dan diolah dalam otak, sehingga yang keluar hanyalah sampah-sampah ampas kelapa pancasila hasil perasan mbah Soekarno.

Nizar Win fitnah dan cerita bohong kalian, tidak akan laku di mimbar bebas ini dan di kalangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Langkah kalian Nizar Win penipu nama Ahmad Sudirman sudah dipenuhi oleh akal bulus dan tipu licik model Soekarno dengan hindu kejawen dan pancasila-nya guna dipakai memecah belah perjuangan rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan stafnya.

Kalian Nizar Win adalah sampah dimata rakyat Acheh, kalian adalah hanya kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI pembunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Mau lari kemana Nizar Win, kalian dikejar rakyat Acheh, fitnah dan cerita bohong kalian, tidak laku untuk dijadikan alat merobohkan benteng perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Cara dan taktik adu domba kalian Nizar Win tidak kena. Taktik dan tipuan kalian model Soekarno tidak mempan menghadapi pejuang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Nizar Win penipu nama Ahmad Sudirman, cara dan metoda kalian mudah dihancurkan, dan kalian tidak akan sanggup terus mempertahankan negeri Acheh. Itu Negeri Acheh akan kembali ketangan seluruh rakat Acheh, insya Allah, dengan izin Allah SWT, amin.

Kalian Nizar Win mati kutu, taktik dan cara gombal kalian sekejap mata telah dihancurkan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: Ahmad Sudirman ahmadsudirman_gam@yahoo.se
Date: 24 april 2005 06:45:09
To: Lantak@yahoogroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
Subject: [OPOSISI] AHMAD SUDIRMAN TIDAK TUNDUK KEPADA TENGKU MALIK MAHMUD DAN PETINGGI GAM

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
www.ahmad-sudirman.com

Stockholm, 24 April 2005

AHMAD SUDIRMAN TIDAK TUNDUK KEPADA TENGKU MALIK MAHMUD
Assalamu'alaikum wr wbr.

"Atas dasar dan alasan apa Ahmad Sudirman harus tunduk kepada Teungku Malik Mahmud, sehingga has no choiche ?"

Saya hanya ingin menegaskan sekali lagi kalimat yang saya kutip dari e-mail Ahmad Sudirman kepada sdr. Sutan Latief di Hindunesia. Saya, Ahmad Sudirman tidak dan TIDAK AKAN tunduk kepada sdr. Tengku Malik Mahmud ataupun kepada petinggi GAM lainnya. Sejak pagi saya tegaskan bahwa kita mempunyai garis-garis perjuangan yang berbeda. Saya adalah panutan agama, sedangkan Tengku Malik Mahmud adalah politikus.

Kenyamanan hidup dengan pola sekuler di Sweden telah membius habis banyak petinggi GAM sehingga mereka turun kepercayaannya bahwa negara merdeka Atjeh harus berdiri atas dasar-dasar Islami. Berkali-kali dalam banyak pertemuan, para petinggi GAM secara bisik-bisik berkata bahwa issue konsep Islami hanya cocok untuk menghantam Hindunesia negara ciptaan mbah Sukarno. Begitu merdeka, Atjeh musti menjadi negara sekuler seperti Sweden, Norway atau negara Eropa lainnya.

Saya tegaskan, tidak. Atjeh sudah menjadi negara Islami sejak ratusan tahun sebelum dicaplok oleh Hindunesia. Saya akan perjuangkan ini, meskipun saya harus mendirikan organisasi diluar GAM dan meskipun saya harus keluar dari Sweden. Atau, kita bisa berjuang bersama sampai Atjeh merdeka. Begitu merdeka, mari kita bertempur melawan siapa saja yang ingin menjadikan Atjeh negara sekuler.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu di HP http://www.17tahun.com .
----------