Stockholm, 25 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

FADLY, ITU JOHAN & PARA USTADZ-NYA HANYA MENCOMOT HADITS TAAT PADA PIMPINAN TETAPI BUTA PENERAPANNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

FADLY SUHERI, ITU JOHAN PAHLAWAN & PARA USTADZ-NYA HANYA MENCOMOT HADITS TAAT PADA PIMPINAN TETAPI BUTA PENERAPANNYA

"Pak Ahmad yang mulia, Johan Pahlawan bilang bahwa melawan penguasa yang sah walaupun dzalim tidak dibenarkan dalam Islam malah dia (johan) mengatakan kita harus bersabar dan tidak membantahnya, demikiankah anjuran dalam Islam kepada umatnya." ( Fadly Suheri , fadly_mtg@yahoo.com , Sun, 24 Apr 2005 21:24:40 -0700 (PDT))

"Anda mau tahu silahkan kunjungi bahasan kami di www.salafy.net" (Johan Pahlawan , johan_phl@yahoo.com , Sun, 24 Apr 2005 17:12:51 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Fadly Suheri di Depok, Jawa Barat, Indonesia.

Tentang apa yang dipermasalahkan saudara Fadly: "Johan Pahlawan bilang bahwa melawan penguasa yang sah walaupun dzalim tidak dibenarkan dalam Islam malah dia (johan) mengatakan kita harus bersabar dan tidak membantahnya, demikiankah anjuran dalam Islam kepada umatnya."

Sebenarnya Johan Pahlawan hanya mencomot apa yang dikatakan ustadznya saja. Karena kalau dibandingkan dengan apa yang dilambungkannya pertama kali dari Malang, Jawa Timur, kepada Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini, yang berbunyi: "ini email saya yang pertama, lama saya mengamati perdebatan antara saudara Ahmad Sudirman dengan saudara Mazda, setelah saya membaca dan membolak balik tulisan Mazda saya dapati disana penjelasan yang jelas dan gamblang tapi lagi-lagi sesuai prediksi saudara Mazda, Ahmad Sudirman akan mengalihkan pembicaraan masalah Muhammad Abdul Wahab dan Saudi. Kalau kita jeli maka Ahmad sudirman sedang mencoba mengalihkan pembicaraan dari pedoman tafsir yang ia yakini selama ini. Jadi kalau bisa kembali donk ke jalan rel nya lagi masak bung Ahmad sudirman nggak punya malu. ini aja email koment saya." (Johan Pahlawan, Mon, 13 Dec 2004 03:46:23 -0800 (PST))

Itu penampilan Johan Pahlawan empat bulan yang lalu. Dimana ia hanya mengikut kepada (alm) Mazda yang selalu mendebat kepada Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini.

Sekarang, ia tampil seolah-olah ustadz utusan atau wakil dari kaum wahhabi atau salafi Saudi yang ada di sekitar Malang dan Cirebon saja.

Ketika Ahmad Sudirman menanyakan kepada Johan Pahlawan dalam tulisan "Johan ikut wahhabi atau salafi Saudi yang mana ?". Kemudian Johan yang mengirimkan jawabannya dari Singapore menjawab: "Anda mau tahu silahkan kunjungi bahasan kami di www.salafy.net" (Johan Pahlawan , johan_phl@yahoo.com , Sun, 24 Apr 2005 17:12:51 -0700 (PDT))

Nah, itu Johan tidak bisa menjawabnya, melainkan hanya menunjuk kepada situs www.salafy.net saja.

Mengapa itu Johan menjawab seperti itu ?

Karena setelah Ahmad Sudirman menjelaskan dalam tulisan "Johan ikut wahhabi atau salafi Saudi yang mana ?" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050423.htm ), dimana Ahmad Sudirman menulis: "Nah perpecahan dan saling gebuk kaum wahhabi atau salafi Saudi satu sama lainnya ini, ternyata menjalar ke negara sekuler pancasila RI, seperti munculnya kelompok Rokhmawan dengan Yayasan Pesantren Al Bukhori di Solo. Kemudian kelompok Laskar Jihad (sudah dibubarkan) tetapi FKAWJ-nya di Jakarta masih wujud. Lalu kelompok Al-Haramain dan Al-Sofwah di Jakarta. Begitu juga ada kelompok Al-Furqan di Gresik. Tidak ketinggalan kelompok pusat Islam-nya Bin Baaz bersama kelompok Jamilurahman As-Salafi di Yogyakarta. Juga masuk kelompok Dhiyaus Sunnah di Cirebon. Dengan melihat dari dekat apa yang terjadi diantara para ulama wahhabi atau salafi Saudi ini, yang ternyata diantara para ulama atau syeikh-syeikh wahhabi atau salafi Saudi ini saling tinju satu sama lain dan saling gebuk sesamanya. Begitu juga para pengikutnya di negara sekuler RI, tidak ada bedanya dengan mereka yang ada di Saudi." (Ahmad Sudirman, 23 April 2005)

Nah, itu Johan bisanya mereferensikan kepada pengikut wahhabi atau salafi Saudi yang ada di Jawa seperti ustadz-ustadz yang tersebar di Jawa seperti Ustadz Muhammad Umar As Sewed dan lain-lainnya atau para pengikut mereka yang ada di Medan. (Johan Pahlawan , Wed, 5 Jan 2005 04:52:30 -0800 (PST)). Dan itu yang dipanggil Ustadz Muhammad Umar As Sewed oleh Johan Pahlawan adalah ustadz dari kelompok Dhiyaus Sunnah di Cirebon.

Kemudian Johan Pahlawan melalui Ustadznya yang ada di Singapore menerapkan hadits tentang taat pada pimpinan, yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada sepeninggalku para penguasa yang mereka itu tidak berpegang dengan petunjukku dan tidak mengikuti cara/ jalanku. Dan akan ada di antara para penguasa tersebut orang-orang yang berhati syaithan dalam bentuk manusia." Hudzaifah berkata : "Apa yang kuperbuat bila aku mendapatinya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaknya engkau mendengar dan menaati penguasa tersebut! Walaupun punggungmu dicambuk dan hartamu dirampas, maka (tetap) dengarkanlah (perintahnya) dan taatilah (dia)." (HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu 'anhu, 3/1476, no. 1847)

Nah berdasarkan hadits inilah itu Johan menyatakan tidak dibenarkan melawan penguasa.

Hanya itu Johan dan ustadz-nya yang di Singapore atau di Cirebon tidak bisa membedakan antara penguasa model George W. Bush & negara federasi sekuler Amerika-nya atau mbah Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai sekuler Demokrat & negara sekuler burung garuda pancasila RI-nya dengan penguasa yang dicontohkan Rasulullah saw dengan Daulah Islamiyah pertamanya di Yatsrib.

Karena Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi-nya ini hanya menfokuskan kepada masalah ketaatannya saja pada pimpinan, tanpa melihat kepada dasar dan sumber hukum yang dijadikan acuan negara atau daulah yang dipimpinnya, maka Johan dengan seenaknya menyatakan harus taat dan mendengar kepada George W. Bush dari negara federasi sekuler Amerika walaupun itu George W. Bush seorang Evangelis yang mendeklarkan perang kepada penguasa di Irak dan di Afghanistan dan menghancurkan umat Islam di Irak dan di Afghanistan. Atau tetap harus taat dan mendengar kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dari partai politik sekuler Demokrat yang telah menjadi Presiden negara sekuler burung garuda pancasila RI yang bersama-sama TNI membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Nah disinilah, itu Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi ini tergelicir dan buta dalam menerapkan dan melaksanakan hadits Rasulullah saw tentang ketaatan pada pimpinan atau penguasa.

Dalam tulisan yang lalu Ahmad Sudirman telah menyatakan bahwa "Mengapa hadits Rasulullah saw tentang ketaatan kepada pimpinan ini hanya berlaku dalam negara atau daulah atau Khilafah Islamiyah yang dasar dan sumber hukum khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw ?.

Karena, selama dasar dan sumber hukum negara atau daulah atau khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, maka selama itu walaupun keyakinan pemimpinnya bertolak belakang dengan apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, tetapi tetap harus taat, jangan melakukan tindakan dan perlawanan dengan cara menjatuhkan pimpinan dan meruntuhkan negara atau daulah atau khilafah. Kalau pimpinan dan negara atau daulah atau khilafah dijatuhkan dan diruntuhkan maka hancurlah pimpinan dan berantakanlah daulah.

Jadi, selama negara atau daulah atau khilafah yang dasar dan sumber hukum khilafahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw tidak diganggu gugat, maka itu persoalan pimpinan akan terjadi melalui cara pergantian biasa yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku.

Kemudian, bagaimana kalau hal tersebut terjadi di negara atau daulah yang dasar dan sumber hukum negara atau daulahnya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw ?.

Disini hadits Rasulullah saw tidak berlaku. Mengapa ?

Karena, tidak mungkin Rasulullah saw memberikan contoh taat pada pimpinan dalam Negara atau daulah yang dasar dan sumber hukum negara atau daulahnya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, misalnya di negara sekuler pancasila RI, padahal Rasulullah saw sendiri sebagai Rasul, Nabi dan pemimpin Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Jadi, tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw. Apabaila Rasulullah saw memberikan contoh dalam haditsnya itu mereferensikan pada pimpinan dalam satu negara yang dasar dan sumber hukumnya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, padahal ketika hadits itu disabdakan, Rasulullah saw sedang memimpin Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib, yang dasar dan sumber hukum daulahnya mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan yang dijalankan oleh Rasulullah saw sendiri.

Kemudian yang menyebabkan Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi ini tergelicir dalam hal penerapan hadits Nabi saw tentang taat pada pimpinan ini adalah dalam hal melihat negara sekuler burung garuda pancasila RI sebagai negeri kaum muslimin.

Disinilah salah kaprahnya itu Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi ini. Dan itu Johan tidak memberikan definisi dan kriteria, apa yang dinamakan negeri kaum muslimin itu.

Kalau itu yang dinamakan negeri kaum muslimin adalah negeri yang penduduknya umat Islam adalah tidak benar. Karena Amerika juga penduduknya jutaan umat Islam. Negara Jerman jutaan penduduknya umat Islam. Swedia ratusan ribu penduduknya umat Islam. Perancis jutaan penduduknya umat Islam. Inggris jutaan penduduknya umat Islam. Cina jutaan penduduknya umat Islam. Australia jutaan penduduknya umat Islam. Malaysia jutaan penduduknya umat Islam. Filipina jutaan penduduknya umat Islam. Tetapi negeri-negeri itu tidak dinamakan negeri kaum muslimin atau negeri Islam atau negara Islam. Melainkan negeri sekuler atau negara sekuler. Walaupun Malaysia mayoritas penduduknya umat Islam, tetapi tidak dinamakan negeri Islam atau negara Islam. Begitu juga itu Indonesia, tidak dinamakan negeri muslim atau negeri Islam atau negara Islam, walaupun penduduknya mayoritas umat Islam. UUD 1945 dan seluruh UU dan peraturan yang ada di Negara sekuler RI adalah tidak diacukan kepada sumber hukum yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Jadi apa yang dijadikan alasan oleh Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi-nya itu mengenai Indonesia sebagai negeri kaum muslimin adalah tidak benar dan salah kaprah. Karena pada kenyataannya itu negeri Indonesia atau negara Indonesia ialah negara sekuler karena dasar dan sumber negaranya mengacu kepada yang tidak diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw. Atau dasar dan sumber hukum negara RI mengacu kepada pancasila hasil perasan mbah Soekarno yang ideologinya marhaenisme.

Karena itu apa yang digembar-gemborkan oleh Johan dan para ustadz wahhabi atau salafi Saudi-nya ini tentang taat pada pimpinan berdasarkan hadits Nabi HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu 'anhu, 3/1476, no. 1847 adalah menyesatkan umat Islam dalam penerapannya.

Coba saja perhatikan bagaimana bisa mempertimbangkan apa yang dikatakan Johan Pahlawan: "untuk tetap taat dan tidak melepaskan ketaatannya kepada penguasa dalam hal yang ma'ruf." (Johan Pahlawan, 29 mars 2005 04:25:08)

Karena yang menjadi persoalan sekarang adalah, bagaimana bisa menetapkan itu hal yang ma'ruf dan tidak ma'ruf berdasarkan Islam kalau dasar dan sumber hukum yang dijadikan acuan di negara sekuler burung garuda pancasila RI ini bukan apa yang diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw ?.

Kalau hanya mendasarkan itu ma'ruf dan ini tidak ma'ruf menurut hukum yang bersumberkan pancasila, maka itu menjadi ngaco hasilnya.

Jadi, memang tidak benar dan tidak sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw dengan Daulah Islamiyah-nya dalam hal taat dan mendengar pada pimpinan, tentang penerapan hadits Rasulullah saw tentang taat pada pimpinan dalam negara sekuler burung garuda pancasila RI sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh Johan dan para ustadz-nya dari kelompok wahhabi atau salafi Saudi yang ada di negara sekuler RI ini.

Selanjutnya itu Johan menyatakan: "Mengenai kewajiban menegakkan hukum Allah dalam keluarga, masyarakat, bangsa maka itu wajib bagi setiap muslim, namun kita juga harus tahu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam telah mewasiatkan kepada kita untuk tetap ta'at kepada penguasanya walaupun mereka menggunakan sistem yang tidak mengikuti tuntunan dan petunjuk Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam di negeri-negeri kaum muslimin. dan cukuplah bagi kita apa kata Allah dan apa kata Rasul-Nya dan kita ucapkan "Kami dengar dan kami ta'at"."

Nah, ini juga termasuk kedalam hal yang salah kaprah dalam hal penerapan "Kami dengar dan kami ta'at"

Karena pertama, itu Johan tidak tahu dan tidak mengerti apa itu yang dinamakan negeri-negeri kaum muslimin. Kedua, buta terhadap bagaimana penerapan hadits tentang taat pada pimpinan "HR. Muslim dari shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu 'anhu, 3/1476, no. 1847". Ketiga, buta dan tidak paham perbedaan antara sistem yang dipakai dalam negara dengan perilaku dan keyakinan pimpinan atau penguasa. Keempat, buta dan tidak mengerti bagaimana menerapkan "kami dengar dan kami ta'at" dalam kehidupan bernegara.

Karena hal-hal inilah, mengapa itu para pengikut wahhabi atau salafi Saudi yang ada di Saudi sendiri harus taat dan patuh, bukan hanya kepada Raja Fahd bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Abdullah bin Abdulaziz al-Saud, melainkan juga kepada kebijaksanaan politik pemerintah George W. Bush yang ada kesamaan dengan kebijaksanaan politik Raja Fahd bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Abdullah bin Abdulaziz al-Saud.

Inilah yang menyesatkan umat Islam, yang digembar-gemborkan oleh Johan dan para ustadz hawwabi atau salafi Saudi di negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 24 Apr 2005 21:24:40 -0700 (PDT)
From: Fadly Suheri fadly_mtg@yahoo.com
Subject: johan pembela penindasan
To: ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum wr..wb.

Pak Ahmad yang mulia, Johan Pahlawan bilang bahwa melawan penguasa yang sah walaupun dzalim tidak dibenarkan dalam Islam malah dia (johan) mengatakan kita harus bersabar dan tidak membantahnya, demikiankah anjuran dalam Islam kepada umatnya.

Wassalam

Fadly Suheri

fadly_mtg@yahoo.com
Depok, Jawa Barat, Indoneisa
----------

Date: Mon, 13 Dec 2004 03:46:23 -0800 (PST)
From: Johan Pahlawan johan_phl@yahoo.com
Subject: AHMAD SUDIRMAN MENCOBA BELOKKAN MASALAH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, acheh_karbala@yahoo.no, mazda_ok@yahoo.com, rokh_mawan@yahoo.com, hadifm@cbn.net.id, fahrida@rad.net.id, syah_rizal_m@yahoo.com, jkamrasyid@aol.com, karim@bukopin.co.id, bahtiar@gmail.com, at_taqwa@telkom.net, nacara2004@yahoo.com, om_puteh@hotmail.com, warzain@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk
Cc: johan_phl@yahoo.com

Assalamu'alaikum

Ini email saya yang pertama, lama saya mengamati perdebatan antara saudara Ahmad Sudirman dengan saudara Mazda, setelah saya membaca dan membolak balik tulisan Mazda saya dapati disana penjelasan yang jelas dan gamblang tapi lagi-lagi sesuai prediksi saudara Mazda, Ahmad Sudirman akan mengalihkan pembicaraan masalah Muhammad Abdul Wahab dan Saudi.

Kalau kita jeli maka Ahmad sudirman sedang mencoba mengalihkan pembicaraan dari pedoman tafsir yang ia yakini selama ini.

Jadi kalau bisa kembali donk ke jalan rel nya lagi masak bung Ahmad sudirman nggak punya malu. Ini aja email koment saya.

Wassalamu'alikum

Johan Pahlawan

johan_phl@yahoo.com
Malang, Jawa Timur, Indonesia
----------

Date: Sun, 24 Apr 2005 17:12:51 -0700 (PDT)
From: Johan Pahlawan johan_phl@yahoo.com
Subject: RE: JOHAN IKUT WAHHABI ATAU SALAFI SAUDI YANG MANA ?
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Anda mau tahu silahkan kunjungi bahasan kami di www.salafy.net
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Johan Pahlawan

johan_phl@yahoo.com
Singapore
----------

Date: Sun, 24 Apr 2005 17:08:21 -0700 (PDT)
From: Johan Pahlawan johan_phl@yahoo.com
Subject: PERINTAH KETAATAN KEPADA PENGUASA MUSLIM ADALAH WAJIB WALAUPUN MEREKA BERBUAT DZALIM
To: muhammad59iqbal@yahoo.com, masterrid@yahoo.com, maop_004@yahoo.com.au, lampohawe@yahoo.com, kuratasaku@yahoo.com, kompas <kompas@kompas.com>, kabayan555@yahoo.com, kinana@gmail.com, koransp@suarapembaruan.com, karim@bukopin.co.id, koran@tempo.co.id, johan_phl@yahoo.com, jktpost2 <jktpost2@cbn.net.id>, jus_gentium2002@yahoo.co.uk, jakarta.newsroom@reuters.com , Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

PERINTAH KETAATAN KEPADA PENGUASA MUSLIM ADALAH WAJIB WALAUPUN MEREKA BERBUAT DZALIM

Dari Ibnu Abbas radhiallau 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda: " Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari penguasanya, maka bersabarlah! Karena barangsiapa yang memisahkan diri dari jama'ah sejengkal saja, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliyyah." (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim).

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah telah samapai kepadaku email pertanyaan antum kepada ana, baiklah ana akan jawab pertanyaan antum:

1. Mengenai penafsiran, saya berusaha untuk tetap merujuk kepada penjelasan para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka yakni para ulama Ahlus Sunnah, jadi tidak asal-asalan karena jelas penafsiran asal-asalan akan menyesatkan ummat dan membawa kepada kesesatan dan kehancuran.

2. Na'am didalam Al Qur'an dan As Sunnah ada penjelasan mengenai mereka yang tertindas atau mereka yang didzalimi dan kita juga dapati dalam Al Qur'an dan As Sunnah perintah untuk taat kepada penguasa. Dan telah sampai kepada kami sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam, Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda: "Akan muncul setelahku atsarah (orang-orang yang mengutamakan diri mereka sendiri dan tidak memberikan hak kepada orang-orang yang berhak-red) dan perkara-perkara yang kalian ingkari. Mereka (para Shahabat -red) bertanya: "Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?" Beliau berkata: "Tunaikanlah kewajiban kalian kepada mereka dan mintakan hak kalian kepada Allah." (Shahih, HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Dan aku tambahkan diriwayatkan pula dari 'Adi bin Hatim radhiallahu 'anhu. Dia berkata: "Kami mengatakan: Wahai Rasulullah kami tidak bertanya tentang ketaatan kepada orang-orang yang taqwa, tetapi orang-orang yang berbuat begini dan begitu... (disebutkan kejelekan-kejelekan), maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah! Dengar dan taatlah!" (Hasan lighairihi, diriwayatkan oleh Ibnu Abu Ashim dalam As Sunnah dan lain-lain. Lihat Al Wardul Maqthuf, hal 32).

Berkata Ibnu Taimiyyah rahimahullah: "Bahwasannya termasuk ilmu dan keadilan yang diperintahkan adalah sabar terhadap kedzaliman para penguasa dan kejahatan mereka, sebagaimana ini merupakan prinsip dari prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam dalam hadits yang masyhur." (Majmu' Fatawa juz 28. hal 179, cet. Maktabah Ibnu Taimiyyah Mesir).

Sedangkan menurut Al Imam An Nawawi rahimahullah: "Kesimpulannya adalah sabar terhadap kedzaliman penguasa dan bahwasannya tidak gugur ketaatan dengan kedzaliman mereka." (Syarah Shahih Muslim, 12/222, cet. Darul Fikr Beirut).

Berkata Ibnu Hajar rahimahullah: "Wajib berpegang dengan jama'ah kaum muslimin dan penguasa-penguasa mereka walaupun mereka bermaksiat." (Fathul Bari Bi Syarhi Shahihil Bukhari).

3. Mengenai kewajiban menegakkan hukum Allah dalam keluarga, masyarakat, bangsa maka itu wajib bagi setiap muslim, namun kita juga harus tahu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam telah mewasiatkan kepada kita untuk tetap ta'at kepada penguasanya walaupun mereka menggunakan sistem yang tidak mengikuti tuntunan dan petunjuk Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam di negeri-negeri kaum muslimin. dan cukuplah bagi kita apa kata Allah dan apa kata Rasul-Nya dan kita ucapkan "Kami dengar dan kami ta'at".

Ini saja jawaban singkat ana atas pertanyaan antum yang menamakan diri pejuang akhir zaman. Wallahu A'lam Bishawab.

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Johan Pahlawan
johan_phl@yahoo.com
----------

Assalamualaikum w.w.
Kita selaku hamba yang mengaku sebagai hamba-Nya seharusnya selalu memohon ampun kepada-Nya atas apa yang kita buat selama ini.....

Saya memang tidak setuju mempergunakan segala macam cara untuk memperjuangkan suatu kemerdekaan sehingga tata cara perjuangan Rasulullah saw diambil sebagian saja.

MENGENAI PERNYATAAN PAK JOHAN phl: Saya menilai anda sebagai seorang yang banyak tahu dengan Islam serta sejarahnya bahkan mungkin banyak mengantongi hadist-hadist Rasulullah saw. Tetapi ketahuilah hati-hati dalam membuat suatu pernyataan atau penafsiran karena ANDA bisa terkategori sebagai penyesat umat manusia.....

Apakah anda tidak pernah mendengar atau membaca ayat Alqur'an tentang pengaduan orang-orang tertindas (mustadafiin) terhadap orang-orang penguasa dimana mereka semuanya berada dalam Neraka....

ANDA MENGETAHUI BAHWA BERHUKUM ATAU MENGGUNAKAN UU BUATAN ALLAH SWT ITU MUTLAK DAN UPAYA PENEGAKKANNYA (DALAM DIRI, KELUARGA, MASYARAKAT, BANGSA HINGGA DUNIA) ADALAH WAJIB.

Apakah anda senang berada dibawah kekuasaan yang tidak mentauhidkan Allah SWT???
Sebaiknya jika hal ini benar bersegeralah untuk kembali kejalan-Nya....

Wassalamualaikum

pejuang akhir
pejuang_akhir_zaman@yahoo.co.uk
----------