Stockholm, 25 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ANEUK ACHEH, ITU MBAH SOEKARNO BUKAN OTAK REVOLUSI SOSIAL MELAINKAN OTAK PENDEWAAN PIMPINAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ANEUK ACHEH SEBENARNYA ITU MBAH SOEKARNO BUKAN OTAK REVOLUSI SOSIAL MELAINKAN OTAK PENDEWAAN PIMPINAN

"Tgk.Ahmad itu otak pembuat rusuh gerombolan revolusi sosial apa benar Sukarno, apakah bangsa Jawa ketika Belanda datang ada memberi perlawan seperti bangsa Acheh. Bagaimanakah pandangan Tgk.Ahmad terhadap orang - orang yg menyatakan dirinya ulama sementara didepan penguasa yang dzalim dia cuma diam." (Aneuk Aceh , harapan_aceh@yahoo.com ,Sun, 24 Apr 2005 07:00:33 -0700 (PDT))

Baiklah Aneuk Aceh di Depok, Jawa Barat, Indonesia.

Sebagaimana yang telah ditulis Ahmad Sudirman dalam tulisan yang lalu, dimana pernah ditulis bahwa Soekarno banyak dipengaruhi paham marxisme melalui Semaun, Darsono, dan paham sosialisme radikal dari Baars, Reeser, Hartogh, sehingga Soekarno menjadi seorang penentang imperialisme dan kapitalisme. Setelah Soekarno pada awalnya dipengaruhi marxisme dan sosialisme radikal, kemudian diisi lagi dengan pengaruh pikiran dari Hadji Oemar Said Tjokroaminoto yang mencampurkan kapitalisme dengan moral dan sosialisme dengan Islam. Kemudian Soekarno dipengaruhi juga oleh Karl Kautsky dengan buah pikirannya yang tertuang dalam karyanya Sozialismus und Kolonialpolitik Eine Auseinandersetzung. Kemudian, Soekarno dipengaruhi juga oleh nasionalisme radikal yang dikembangkan oleh Tjipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker. Lalu Soekarno dipengaruhi ajaran Jean Jaurhs dari Perancis yang melawan sistem demokrasi parlementer.

Setelah Soekarno mendapatkan berbagai ideologi yang dimulai dengan marxisme, dicampur dengan sosialisme radikal, ditambah dengan kapitalisme yang bermoral dan sosialisme yang ditempeli Islam, dikocok dengan sosialisme berparlemen model Karl Kautsky, diaduk dengan nasionalisme radikal, serta dikocek dengan ajaran Jean Jaurhs, akhirnya Soekarno menemukan campuran ideologi model Soekarno yang dinamakan marhaenisme (diambil dari nama seorang petani yang bernama Marhaen, walaupun tidak ada bukti bahwa Soekarno pernah bertemu dengan petani yang bernama Marhaen ini). Jadi marhaenisme ini adalah ideologi gado-gado hasil campuran dan perasan dari Semaun, Darsono, Baars, Reeser, Hartogh, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, Karl Kautsky, Tjipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Jean Jaurhs.

Nah, dengan modal ideologi gado-gado hasil campuran dan perasan dari Semaun, Darsono, Baars, Reeser, Hartogh, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, Karl Kautsky, Tjipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Jean Jaurhs yang dinamai ideologi marhaenisme inilah yang dijadikan fondasi perjuangan Soekarno selanjutnya.

Sejak tahun 1932 itu ideologi marhaenisme model mbah Soekarno muncul digelanggang politik sambil melakukan penggalangan massa. Memakai idenya Karl Kautsky dengan buah pikirannya yang tertuang dalam karyanya Sozialismus und Kolonialpolitik Eine Auseinandersetzung, Soekarno menerapkan demokrasi parlementer yang merupakan sistem masyarakat borjuis yang tidak mengenal kasihan pada kaum yang miskin. Dimana Soekarno dalam bukunya "Dibawah Bendera Revolusi"menyatakan bahwa seseorang tidak perlu untuk menjadi komunis jika hanya ingin mencermati demokrasi sebagai benar-benar produk masyarakat borjuis. Disamping itu Soekarno juga mengambil ajaran Jean Jaurhs dari Perancis yang melawan sistem demokrasi parlementer untuk mengembangkan sikap kaum marhaenis untuk wajib taat pada pemimpin revolusi, tanpa dibenarkan untuk bertanya mengenai masalah-maslah rumit dalam bidang politik.

Dengan memakai ajaran Jean Jaurhs dari Perancis inilah Soekarno pada tanggal 26 November 1932 di Yogyakarta menyatakan bahwa Partai Indonesia tidak menghendaki adanya pertarungan kelas. Artinya Soekarno menghilangkan keberadaan pertarungan kelas yang tidak terpisahkan untuk memperjuangkan kelas lemah yang tertindas.

Nah sejak ajaran marhaenisme model Soekarno diterapkan menjadi ideologi partai, itu tidak ada lagi istilah demokrasi, yang justru ditonjolkan adalah disiplin ketat dan tunduk pada pimpinan. Sebagaimana yang ditempuh oleh Lenin yang pernah menjelaskan secara logis kepada kelompok Mesheviks ketika Lenin menjadi diktator. Bagi Soekarno penegakkan ideologi marhaenisme adalah sangat penting dengan keberadaan partai politiknya yang memiliki massa banyak. Dan untuk menghadapi revolusi, Soekarno menegaskan bahwa massa rakyat harus dibuat radikal jangan diberi kesempatan untuk pasif.

Yang telah dilakukan revolusi sosial oleh Soekarno itu adalah membuat ideologi gado-gado marhaenisme yang diterapkan dalam partai sebagai ideologi partai yang didukung oleh massa yang banyak dengan menekankan patuh pada pimpinan partai dan berakhir menjadi diktator.

Sebenarnya Soekarno tidak melakukan revolusi sosial, melainkan hanya menerapkan kombinasi buah pikiran Karl Kautsky yang menekankan pada demokrasi parlementer yang merupakan sistem masyarakat borjuis yang tidak mengenal kasihan pada kaum yang miskin, dengan buah pikiran Jean Jaurhs yang melawan sistem demokrasi parlementer guna mengembangkan sikap kaum marhaenis untuk wajib taat pada pemimpin revolusi.

Jadi, menurut Soekarno dengan marhaenisme-nya, parlemen dibangun atas dasar wajib taat pada pemimpin revolusi. Dan ideologi marhaenisme dijadikan landasan politik Soekarno setelah Soekarno dengan RIS-nya menelan 15 Negara/Daerah bagian RIS kedalam negara RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Selanjutnya Aneuk Aceh menanyakan: "apakah bangsa Jawa ketika Belanda datang ada memberi perlawan seperti bangsa Acheh ?"

Sebelum Belanda menyatakan perang kepada Acheh pada tanggal 26 Maret 1873, kerajaan orang Jawa telah dikuasi Belanda atau yang dinamakan VOC (Vereningdee Oost Compagnie).
Pada tahun 1619, atas usaha G.G. Jon Pieter Zoon Coen Ibu Kota VOC dipindahkan dari Ambon ke Jayakarta yang kemudian diganti nama menjadi Batavia.

Perjuangan orang Jawa dapat dengan mudah ditumpas oleh VOC. Misalnya Pangeran Trunojoyo dari Madura dapat dihancurkan VOC melalui cara VOC membantu Amangkurat I (Pamannya Trunojoyo) dan Amangkurat II. Begitu juga Untung Suropati bekas opsir Belanda dapat dipukuldan dibunuh VOC tahun 1706 melalui cara membantu Sultan Paku Buwono I.

Juga Pangeran Dipenogoro dan Mangkunegoro dari Mataram dapat dipukul VOC melalui cara membantu kepada Amangkurat IV pengganti Paku Buwono I, dan membantu Paku Buwono II yang menggantikan Amangkurat IV. Paku Buwono II menitipkan Mataram kepada VOC.

Ketika Paku Buwono III naik tahta dengan syarat menerima Mataram sebagai daerah pinjaman VOC, hal ini ditentang oleh Mangkubumi saudara Paku Buwono II, putra Amangkurat IV. Kemudian Mangkubumi meninggalkan Mataram (Surakarta) bergabung dengan Mas Said. Mangkubumi dan Mas Said melawan VOC dan Paku Buwono III. Tetapi antara Mangkubumi dan Mas Said timbul konflik, akhirnya VOC membujuk Mangkubumi untuk melakukan perundingan dengan VOC. Dalam perundingan Gianti tahun 1755, dibagi wilayah Mataram. Wilayah Yogyakarta diberikan kepada Mangkubumi dan bergelar Raja dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I. Sedangkan wilayah Surakarta diberikan kepada Sultan Paku Buwono III. Sedangkan Mas Said yang melakukan perdamaian Sala Tiga dengan VOC tahun 1757 yang isinya Mas Said diberi daerah Kadipaten dalam kerajaan Surakarta dengan memakai gelar Pangeran Adipati Mangkunegoro dan kerajaannya disebut Mangkunegaraan. Kedudukan Mas Said ini sama dengan Pangeran Adipati Anom Surakarta.

Jadi dalam jangka waktu antara tahun 1629 sampai 1757 kekuasaan raja-raja Jawa telah diamankan VOC dengan cara diberi wilayah dan kedudukan dengan berbagai gelarnya.

Lain dengan Acheh, dari sejak Belanda menyatakan perang melawan Acheh 26 Maret 1873 sampai 1942, yaitu sampai Belanda menyerah kepada Jepang, 14 Agustus 1942, rakyat Acheh terus melakukan perlawanan. Bahkan sampai detik sekarang rakyat Acheh terus melakukan penuntutan terhadap RI yang telah meneruskan penjajahan di Acheh dari sejak 14 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini.

Sedangkan orang Jawa di Yogyakarta dan Surakarta sudah keenakan hidup dibawah dekapan VOC tidak peduli lagi untuk memerdekakan wilayahnya. Ketika mbah Soekarno menduduki Yogyakarta, sebagai Ibu Kota RI, Sri Sultan Hamengkubuwono IX enggeh saja kepada mbah Soekarno, sampai sekarang. Yang penting itu wilayah Yogyakarta tetap berada dibawah kaki kekuasaan tidak berdaulat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan keturunannya.

Terakhir Aneuk Aceh menanyakan: "Bagaimanakah pandangan Tgk.Ahmad terhadap orang - orang yg menyatakan dirinya ulama sementara didepan penguasa yang dzalim dia cuma diam ?."

Kalau dihubungkan dengan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila RI, maka itu orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa hanya mendengar kepada apa yang telah dinyatakan oleh pihak pimpinan Pemerintah RI saja. Mereka tidak menggali untuk mengetahui bagaimana sebenarnya akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh. Orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa yang mereka ketahui melalui pelajaran di bangku sekolah atau madrasah dan perguruan tinggi adalah Acheh merupakan bagian dan milik mbah Soekarno dari RI. Orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa tidak mengetahui bahwa mbah Soekarno sebenarnya orang yang melakukan perampasan, penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan Acheh, sehingga melahirkan konflik Acheh yang berdarah sampai detik sekarang ini.

Jadi, kalau mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, itu tidak dianggap mendzalimi oleh orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa. Karena orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa menganggap itu rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri sebagai separartis.

Nah inilah akibat tipu daya dan akal muslihat dari mbah Soekarno dan penerusnya tentang konflik Acheh. Sehingga orang-orang yang menyatakan dirinya ulama di Jawa itu tertipu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 24 Apr 2005 07:00:33 -0700 (PDT)
From: Aneuk Aceh harapan_aceh@yahoo.com
Subject: otak revolusi sosial
To: ahmad@dataphone.se

Asalamualaikum wr..wb.

Tgk.Ahmad itu otak pembuat rusuh gerombolan revolusi sosial apa benar Sukarno, apakah bangsa Jawa ketika Belanda datang ada memberi perlawan seperti bangsa Acheh. Bagaimanakah pandangan Tgk.Ahmad terhadap orang - orang yg menyatakan dirinya ulama sementara didepan penguasa yang dzalim dia cuma diam.

Wassalam

Aneuk Aceh

harapan_aceh@yahoo.com
Depok, Jawa Barat, Indonesia
----------