Stockholm, 28 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PERKOSAAN TERHADAP WANITA KELUARGA ASNLF/GAM TIAP HARI DI RUTAN TAPAK TUAN, ACHEH SELATAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERKOSAAN YANG DILAKUKAN PENJAGA LP TERHADAP WANITA KELUARGA ASNLF/GAM TIAP HARI DI RUTAN TAPAK TUAN, ACHEH SELATAN

Ada berapa fakta dan bukti tentang kelakuan pelanggaran tindak pidana perkosaan terhadap wanita-wanita dari keluarga ASNLF/GAM dan TNA yang dilakukan oleh para penjaga LP Tapak Tuan di Acheh Selatan hampir tiap hari.

Tindakan biadab ini tidak bisa dibiarkan begitu saja berlangsung dalam LP di Acheh ini khususnya di LP Tapak Tuan, Acheh Selatan.

Perbuatan cabul yang penuh dengan kekejian perkosaan yang tidak ada kemanusiaan yang dilakukan oleh penjaga-penjaga LP Tapak Tuan terhadap wanita-wanita ini dilakukan di sel pemencilan dan dilakukan siang malam. Dan perbuatan cabul yang penuh dengan kekejian perkosaan yang dilakukan oleh penjaga LP Tapak Tuan ini dilakukan juga dengan cara membawa wanita kedalam sel sendirian diberi obat tidur, valium, lalu diperkosa.

Dari fakta dan bukti yang ada, itu wanita-wanita yang diperkosa di rutan Tapak Tuan ini adalah Darmawati binti M. Din, anggota pasukan wanita TNA dari Kampung Lhok Sialang Cut. Maimurlisa binti M. Isa, istri "Tuha Lapan" GAM, Sagoe Meukuta Raya, Kampung Baru. Dan Zahara binti Dalam, ibu dari seorang anggota TNA dari Kampung Seuneubok.

Sedangkan para penjaga rutan Tapak Tuan yang biadab pemerkosa wanita-wanita muslimah itu adalah Risman, Zulkifli, dan Kadri.

Nah, memang kelihatan bagaimana itu pihak anggota TNI/Polri dalam usaha sebagai alat penjajah RI di Acheh ini telah melakukan dengan segala macam cara untuk menghancurkan kekuatan perjuangan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Perbuatan biadab dengan cara memperkosa para tahanan wanita dari keluarga ASNLF/GAM dan TNA dalam rutan Tapak Tuan adalah perbuatan yang harus dikutuk dan dituntut hukuman tindak pidana kejahatan perkosaan.

Apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono, Djoko Santoso, dan Endang Suwarya hanya ongkang-ongkang kaki saja, sambil melihat kelakuan pihak anggota TNI/Polri di rutan Tapak Tuan melakukan tindakan biadab yang harus dituntut didepan tim hakim Pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang setimpal. Apakah itu para tahanan wanita muslimah dari keluarga ASNLF/GAM dan TNA dianggap oleh anggota TNI/Polri sebagai barang yang hina dan tidak perlu dihargai, lalu diperlakukan dengan seenak udel sendiri untuk memenuhi khawa nafsu binatangnya ?

Itu perlu dilakukan penyidikan terhadap oknum-oknum penjaga rutan Tapak Tuan, Acheh Selatan yang melakukan tindakan perkosaan terhadap wanita-wanita muslimah dari keluarga ASNLF/GAM dan TNA. Jangan dibiarkan seenak udel sendiri mereka melakukan tindak pidana kejahatan perkosaan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------