Stockholm, 28 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

IMADUDDIN, ITU ULIL AMRI MINHUM ADALAH WAKIL-WAKIL DARI KALANGAN KAMU SENDIRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AHMAD IMADUDDIN, ITU YANG DINAMAKAN ULIL AMRI MINHUM ADALAH WAKIL-WAKIL DARI KALANGAN KAMU SENDIRI

"Pada posting bapak tgl 14 maret 2005 kpd Saudara Irul Khoirudin, ditulisan bapak menyebutkan bahwa pemilihan khalifah merupakan hasil syura dari para ulil 'amri. Pertanyaan saya, bagaimana cara/sistem penujukan ulil amri pada saat itu ?, apakah para sahabat utama/ tokoh-tokoh islam saja yang berhak menyandang ulil 'amri. Apakah bisa dianalogikan dengan "kyai" yang merupakan gelar secara kultural di masyarakat khususnya jawa ? Apakah sahabat utama seperti Bilal yang bekas budak bisa masuk kategori
sebgai uli 'amri ? Kemudian untuk kerangka kondisi sekarang, menurut pak Ahmad siapa yang berhak menyandang ulil 'amri" (Ahmad M Imaaduddin , ahmad@psn.co.id , Thu, 28 Apr 2005 16:12:29 +0700)

Baiklah saudara Ahmad M Imaaduddin di Cibitung, Bekasi, Indonesia.

Pada masa pertama pertumbuhan dan perkembangan Negara Islam pertama di Yatsrib 1 H / 622 M dibawah pimpinan Rasulullah saw, yang merupakan ulil amri adalah tokoh-tokoh atau pemimpin-pemimpin terkemuka dari bani atau kabilah atau suku. Misalnya tokoh terkemuka yang dikenal dalam sejarah seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Utsman bin Affan, Hamzah, Dja'far, Sulaiman, Amru, Huzaifah, Ibnu Mas'ud, Abu Zar, Miqdad, Bilal, Sa'ad bin Muaz, Sa'ad bin Ubadah.

Jadi para ulil amri ini merupakan para pimpinan dari kaum, kabilah, kelompoknya. Karena itu ada yang dinamakan para pengikut Umar bin Khattab, para pengikut Ali bin Abi Thalib, para pengikut Abu Bakar, para pengikut Utsman bin Affan, para pengikut Sa'ad bin Ubadah, para pengikut Sa'ad bin Muaz.

Pada masa Khalifah Abu Bakar tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin terkemuka yang merupakan ulil amri adalah Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Mu'az bin Djabal, Ubai bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, Sa'ad bin Ubadah kepala bani Khazraj, Sa'ad bin Muaz kepala bani Aus.

Ketika dilakukan pemilihan Khalifah pertama di pendopo Bani Sa'idah, memang dilakukan melalui pemilihan yang sederhana yang diikuti oleh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Sa'ad bin Ubadah, Abu Ubaidah Amir bin Djarrah. Sebagian besar ulil amri seperti Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Mu'az bin Djabal, Ubai bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, Sa'ad bin Muaz kepala bani Aus tidak ada dalam majelis pemilihan Khalifah itu.

Dalam majelis di pendopo Bani Sa'idah itu kepala bani Khazraj, Sa'ad bin Ubadah diangkat sebagai pemimpin sidang. Dari pihak kaum Anshar, penduduku Yatsrib mengajukan calon Khalifah adalah Sa'ad bin Ubadah. Sedangkan dari pihak muhajirin, pendatang dari Mekkah, mengusulkan yang harus menjadi Khalifah dari kaum Quraisy. Abu Bakar pada saat itu mengajuka dua calon Khalifah, yaitu Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah Amir bin Djarrah, dari Quraisy Mekkah. Tetapi, Umar bin Khattab, justru mengajukan Abu Bakar sebagai calon Khalifah. Kemudian, setelah mengajukan Abu Bakar sebagai calon Khalifah, langsung Umar bin Khattab maju menyatakan bai'at kepada Abu Bakar sebagai Khalifah. Kesokan harinya seluruh rakyat dipanggil untuk melakukan bai'at kepada Abu Bakar yang bertempat di masjid. Hanya dalam acara bai'at ada empat orang yang sangat berpengaruh yang tidak hadir dalam acara bai'at kepada Abu Bakar sebagai Khalifah, yaitu Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Mutthalib, Fathimah putri Rasulullah saw, dan Sa'ad bin Ubadah pemimpin bani Khazraj dan pemimpin sidang pemilihan Khalifah di pendopo bani Sa'idah.

Lama sekali Khalifah Abu Bakar untuk mendapat bai'at dari empat tokoh Islam tersebut, bahkan Ali bin Abi Thalib baru menyatakan bai'atnya setelah enam bulan dari sejak Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah di pendopo bani Sa'idah.

Kemudian pada masa Khalifah Umar bin Khattab tokoh-tokoh dan pemimpin-pemimpin terkemuka yang merupakan ulil amri adalah Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Mutthalib, Abdullah bin Abbas, Utsman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf.

Sebelum Khalifah Abu Bakar meninggal dunia dan merasa hari-hari akhirnya telah tiba, ia memanggil para ulil amri dan membicarakan penggati dirinya, lalu ia mengajukan calon penggantinya, yaitu Umar bin Khattab, dan membicarakan dengan Abdur Rahman bin Auf. Abdur Rahman bin Auf menyetujuinya, lalu Khalifah Abu Bakar menandatangani suatu surat bai'at atas demikian.

Lalu pada masa Khalifah Umar bin Khattab para ulil amri diantaranya Abdur Rahman bin Auf, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Zuber bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah.

Ketika Khalifah Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lu'luah, dan Khalifah masih sempat bertahan dari sakit tikaman Abu Lu'luah, lalu membicarakan penggati Khalifah dengan para ulil amri itu dan mengajukan calon pengganti khalifah kepada Abdur Rahman bin Auf, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Zuber bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah. Dan kepada mereka menyerahkan keputusan pemilihan dan pengangkatan Khalifah pengganti dirinya.

Ternyata dari keenam calon Khalifah ini, empat mengundurkan diri, yang tinggal Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan. Kemudian, dalam rapat pemilihan Khalifah dilakukan di masjid, dan pimpina sidang pemilihan Abdur Rahman bin Auf menyatakan bahwa supaya bai'at dilakukan kepada Utsman bin Affan. Lalu dilakukan pemungutan suara, ternyata hampir seluruh pengikut sidang pemilihan memberikan suaranya kepada Utsman bin Affan.

Dan Ali bin Abi Thalib yang juga memberikan suaranya, menyatakan kepada Abdur Rahman bin Auf sebagai pemimpin sidang: "bukan sekali ini tuan bersikap begini kepada kami. Kami tetap sabar dan Tuhanlah yang menolong atas segala sesuatunya. Saya ikut memilih: Utsman, adalah karena kecakapan tuan memegang pimpinan. Tuhan setiap hari memperhatikan."

Ketika Khalifah Utsman dibunuh di istananya, dan tidak sempat membicarakan penggantinya, karena langsung meninggal dunia. Untuk menentukan siapa Khalifah penggati Khalifah Utsman bin Affan ini, diambillah calon-calon Khalifah yang pernah diajukan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Dan karena ada tiga calon Khalifah yang diajukan Khalifah Umar bin Khattab masih hidup yaitu Ali bin Abi Thalib, Zuber bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah, maka dari ketiga calon Khalifah inilah dipilih Khalifah pengganti Khalifah Utsman bin Affan.

Ketika dilakukan pemilihan, sebagian besar memilih Ali bin Abi Thalib untuk menjadi Khalifah. Tetapi, pihak Mu'awiyah bin Abu Sufyan, Gubernur Syam (Syria sekarang) menolak memberikan bai'atnya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib, sebelum ditangkapi dan dihukum semua orang yang ikut dalam aksi pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan.

Jadi dari apa yang digambarkan diatas menunjukkan bahwa para ulil amri itu adalah para tokoh dan pimpinan dari suku, kabilah, bani yang ada dalam Khilafah Islamiyah. Dimana para ulil amri ini bisa dicalonkan dan dipilih sebagai Khalifah.

Untuk kerangka kondisi sekarang, siapa yang berhak menyandang ulil 'amri.

Nah disini perlu dijelaskan pengertian ulil amri itu dulu. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an "wa lau radduuhu ilar Rasuuli wa ilaa ulil amri minhum (dan kalau mereka menyerahkan kepada Rasul dan ulil amri diantara mereka)" (QS An-Nisaa', 4: 83)

Pengertian "ulil amri minhum" atau ulil amri di antara kamu adalah orang-orang diantara kamu sendiri. Atau wakil-wakil dari kalangan kamu sendiri. Atau pimpinan dari antara kamu sendiri. Atau pimpinan kabilah, suku di antara kamu sendiri.

Ada juga yang mengartikan "ulil amri minhum" dengan sultan, kepala negara, pimpinan militer, alim ulama, pembesar agama, imam.

Jadi, dalam kerangka kondisi sekarang yang merupakan ulil 'amri adalah wakil-wakil dari kalangan kamu sendiri, atau pimpinan dari antara kamu sendiri. Hanya saja kalau dihubungkan dengan QS An-Nisaa', 4: 83, maka wakil-wakil dari kalangan kamu sendiri itu adalah wakil-wakil yang ada dalam Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah. Karena ada hubungannya antara Rasul dan ulil amri. Atau dalam masa khilafah Islamiyah, antara Khalifah dengan ulil amri.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 28 Apr 2005 16:12:29 +0700
From: "Ahmad M Imaaduddin" ahmad@psn.co.id
To: "'Ahmad Sudirman'" <ahmad@dataphone.se>, ahmad_din@yahoo.com
Subject: tentang Ulil 'amri

Assalamu'alaikum wr wb,

Apa kabar Pak Ahmad Sudirman ? Semoga Allah selalu memberikan petujukNya kepada kita semua. Pada posting bapak tgl 14 maret 2005 kpd Saudara Irul Khoirudin, ditulisan bapak menyebutkan bahwa pemilihan khalifah merupakan hasil syura dari para ulil 'amri.

Pertanyaan saya, bagaimana cara/sistem penujukan ulil amri pada saat itu ?, apakah para sahabat utama/ tokoh-tokoh islam saja yang berhak menyandang ulil 'amri. Apakah bisa dianalogikan dengan "kyai" yang merupakan gelar secara kultural di masyarakat khususnya jawa ? Apakah sahabat utama seperti Bilal yang bekas budak bisa masuk kategori
sebgai uli 'amri ? Kemudian untuk kerangka kondisi sekarang, menurut pak Ahmad siapa yang berhak menyandang ulil 'amri

Demikian, mohon pencerahannya pak....terimakasih

Wassalam

Ahmad M Imaduddin

ahmad@psn.co.id
Cibitung, Bekasi
----------