Stockholm, 29 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA BICARA PENGIKISAN AKIDAH TETAPI BUTA MELIHAT PENYEBABNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON COBA BERBICARA SOAL PENGIKISAN AKIDAH TETAPI BUTA MELIHAT PENYEBABNYA

"Hm, provokasi murahan. Mana mungkin TNI/Polri atau para penjaga LP yang notabene adalah rakyat muslim NAD yang sangat sadar dan cinta tanah air Indonesia melakukan perbuatan seperti itu. Ngarang aja. Jadi novelis juga, Mad?" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Thu, 28 Apr 2005 06:21:31 -0700 (PDT))

"Maksudnya kamu mau mengaku lebih beragama dari Dharminta, Mad? Wong terhadap masalah pendangkalan akidah di berbagai wilayah NKRI, termasuk Jabar dan NAD, saja kamu apriori kok, walau ludahmu berbuih-buih berbicara tentang Islam. Dari tulisan-tulisanmu itu terlihat jelas bahwa kamu juga sangat senang mengadudombakan berbagai sekte-sekte dan haraqah-haraqah yang hidup dalam dunia Islam serta memandang sebelah mata terhadap para tokohnya. Hm, apa bedanya ya kamu dengan Snouck Hourgronye? Dengan imagemu yang seperti Snouck itu, mana mungkin seorang Dharminta menanggapi provokasi murahanmu itu. Mad, Mad kamu itu sing boten-boten bae. Ha ha" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Thu, 28 Apr 2005 06:35:29 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Muba Dijon dan para pendukung kejahatan TNI di Acheh mana mau mengakui itu kelakuan biadab tindak pidana kejahatan perkosaan yang dilakukan oleh penjaga LP Tapak Tuan terhadap wanita-wanita keluarga ASNLF/GAM dan TNA.

Fakta dan bukti ini segera sampai ke pihak Pemerintah daerah Acheh Selatan dibawah pimpinan Bupati Acheh Selatan Machsamina Ali dan Komandan Kodim Acheh Selatan dibawah komando Zamhur Ismail. Perbuatan biadab itu tidak bisa dibiarkan merajalela di bumi Acheh.

Muba Dijon, kalian adalah keroco-keroco TNI, mana kalian berani menuntut, menyuarakan, dan melakukan penyidikan terhadap tindak pidana kejahatan perkosaan di LP Tapak Tuan itu. Kalian Muba Dijon, gembira dan senang mendengar kelakuan tindak pidana perkosaan di Rutan Tapak Tuan ini.

Kalian Muba Dijon hanya bisa menulis: "provokasi murahan. Mana mungkin TNI/Polri atau para penjaga LP yang notabene adalah rakyat muslim NAD yang sangat sadar dan cinta tanah air Indonesia melakukan perbuatan seperti itu. Ngarang aja."

Coba perhatikan, apa yang dikatakan Muba Dijon, itu kelakuan tidak bermoral, asusila, biadab dan terkutuk itu, dinyatakan oleh Muba Dijon sebagai provokasi murahan, dengan alasan itu para algojo TNI/Polri atau para penjaga LP Tapak Tuan adalah rakyat muslim Acheh.

Kalian ngaco Muba Dijon, itu TNI/Polri atau para penjaga Rutan Tapak Tuan yang melakukan tindak pidana kejahatan perkosaan adalah otak dan hatinya sudah dipenuhi oleh sampah-sampah pancasila dan indoktrinasi pancasila gombal yang jauh dari apa yang diajarkan Islam. Mereka pakai itu dasar hukum gombal UU No.18/2001 yang salah kaprah. Mereka memang sangat cinta tanah burung garuda pancasila RI yang sekuler ini. Jadi memang para algojo ini yang tugasnya untuk melakukan pembunuhan dan menghancurkan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Muba Dijon, kelakuan yang bejad dan tidak bermoral ini adalah memang telah ditanamkan dalam setiap kepala pasukan serdadu algojo TNI sebelum dikirimkan ke Acheh. Mereka telah diindoktrinasi bahwa tugas mereka ke Acheh untuk menghancurkan dan membunuh para pejuang muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Mereka pasukan TNI ini adalah telah dijejali otaknya dengan sejarah gombal Soekarno bahwa Acheh adalah milik mbah Soekarno dan RI yang dipertahankan oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya sampai detik sekarang ini.

Kemudian, Muba Dijon apa yang kalian katakan: "Dari tulisan-tulisanmu itu terlihat jelas bahwa kamu juga sangat senang mengadudombakan berbagai sekte-sekte dan haraqah-haraqah yang hidup dalam dunia Islam serta memandang sebelah mata terhadap para tokohnya. Hm, apa bedanya ya kamu dengan Snouck Hourgronye?"

Itu yang kalian katakan, adalah salah kaprah. Kalau Ahmad Sudirman memberikan penjelasan dan keterangan bahwa diantara kelompok penganut paham wahhabi atau salafi Saudi ada pertentangan satu sama lain dan saling gebuk satu sam lain, itu artinya bukan mengadu dombakan berbagai sekte-sekte, melainkan itu memberikan gambaran kepada umat Islam bahwa fakta dan bukti tentang kaum wahhabi atau salafi Saudi adalah memang berpecah belah.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan atas apa yang ditulis oleh tokoh-tokoh yang ada dalam kelompok mereka, bukan berarti memandang sebelah mata kepada mereka, melainkan memberikan tanggapan bahwa apa yang mereka tampilkan dan sodorkan kepada para pengikutnya masih ada kelemahan.

Jadi, kalau kalian Muba Dijon menyatakan bahwa Ahmad Sudirman tidak ada bedanya dengan Snouck Hourgronye adalah salah kaprah. Mengapa ? Karena pertama, Ahmad Sudirman tidak mengadu domba mereka. Kedua, Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan bantahan atas pikiran para tokoh dari kelompok mereka. Ketiga, Ahmad Sudirman menampilkan fakta, bukti melihat dari sudut Rasulullah saw dengan Daulah Islamiyah petamanya di Yatsrib. Keempat, Ahmad Sudirman melakukan hal itu adalah dalam rangka saling mengingatkan sesama umat Islam.

Seterusnya kalau itu Matius Dharminta tidak menanggapi, Ahmad Sudirman tidak perlu tanggapan dari dia. Dan Ahmad Sudirman sudah lama mengetahui bahwa itu Dharminta kalau menanggapi hanyalah sekedar mulutnya bercuap saja, tanpa didasarkan kepada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang bisa dijadikan sebagai landasan legalitas masuknya Acheh kedalam sangkar RI-nya mbah Soekarno.

Terakhir itu soal yang kalian katakan: "Wong terhadap masalah pendangkalan akidah di berbagai wilayah NKRI, termasuk Jabar dan NAD, saja kamu apriori kok, walau ludahmu berbuih-buih berbicara tentang Islam."

Itu masalah pendangkalan akidah di negara sekuler burung garuda pancasila RI telah dibahas dalam tulisan sebelum ini, yaitu akar utama timbulnya pendangkalan akidah adalah akibat itu menjalarnya penyakit kurap sekularisme yang tumbuh subur akibat pupuk ampas kelapa pancasila dengan kejawen dan bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular dari kerajaan hindu Majapahit.

Akibat sekularisasi di negara burung garuda pancasila RI inilah, maka itu rakyat di RI menjadi dangkal dan terkikis habis akidahnya. Sama juga dengan ajaran kristen dan katolik di negara sekuler burung garuda pancasila RI ini, merekapun mengalami degenerasi nilai, sehingga itu gereja isinya juga tidak penuh.

Lihat saja Muba Dijon, apa yang dikerjakan di Dijon sekarang ini ? Apa yang dilakukan dalam keluarganya di Dijon ? Kalian sudah kawin atau belum ? Pergi ke masjid untuk shalat Jum'at atau tidak di Dijon ? Apakah kalian Muba merasa ada degenerasi nilai Islam atau tidak ? Bagaimana kehidupan umat Islam di Dijon ? Kalian Muba ikut aktif dalam masyarakat Islam di Dijon atau tidak ?

Coba tanya dulu diri kalian Muba Dijon sebelum menuduh kepada Ahmad Sudirman dengan tuduhan apriori terhadap masalah pendangkalan akidah di berbagai wilayah NKRI. Soal kristenisasi itu soal yang sudah berlangsung ratusan tahun, baik di Eropa, Amerika, Asia, Afrika. Tetapi, adakah statistik yang menunjukkan berapa persen umat Islam yang murtad karena masuk kedalam agama Kristen-Protestan dan agama Katolik di negara sekuler burung garuda pancasila RI ?

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 28 Apr 2005 06:21:31 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: PERKOSAAN TERHADAP WANITA KELUARGA ASNLF/GAM TIAP HARI DI RUTAN TAPAK TUAN, ACHEH SELATAN
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

Hm... provokasi murahan... Mana mungkin TNI/Polri atau para penjaga LP yang notabene adalah rakyat muslim NAD yang sangat sadar dan cinta tanah air Indonesia melakukan perbuatan seperti itu... Ngarang aja... Jadi novelis juga, Mad?

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------

Date: Thu, 28 Apr 2005 06:35:29 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: DHARMINTA WARTAWAN JAWA POS YANG DITARIK HIDUNGNYA OLEH YUDHOYONO & DJOKO SANTOSO
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

"Nah, coba perhatikan, sebenarnya kalau memang itu Dharminta adalah seorang wartawan yang memiliki jiwa kemanusiaan dan keagamaan, maka ketika Ahmad Sudirman melambungkan fakta dan bukti tentang kejahatan tindak pidana perkosaan yang dilakukan para penjaga Rutan Tapak Tuan terhadap wanita keluarga ASNLF/GAM dan TNA, bukan membalas dengan tulisan yang ngaco dan salah kaprah itu, melainkan seharusnya itu Dharminta langsung menilpon Kepala LP Tapak Tuan, menanyakan tentang kebenaran fakta dan bukti yang disodorkan Ahmad Sudirman ini, bukan menulis balik kalimat yang isinya ngaco dan gombal, membuat tertawaan saja." (Ahmad Sudirman, 28 April 2005)

Maksudnya kamu mau mengaku lebih beragama dari Dharminta, Mad? Wong terhadap masalah pendangkalan akidah di berbagai wilayah NKRI, termasuk Jabar dan NAD, saja kamu apriori kok, walau ludahmu berbuih-buih berbicara tentang Islam... Dari tulisan-tulisanmu itu terlihat jelas bahwa kamu juga sangat senang mengadudombakan berbagai sekte-sekte dan haraqah-haraqah yang hidup dalam dunia Islam serta memandang sebelah mata terhadap para tokohnya... Hm, apa bedanya ya kamu dengan Snouck Hourgronye? Dengan imagemu yang seperti Snouck itu, mana mungkin seorang Dharminta menanggapi provokasi murahanmu itu... Mad, Mad... kamu itu sing boten-boten bae... Ha ha...

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------