Stockholm, 30 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA YANG NGAKU DARI UI & NGAKU JUGA LULUSAN ITB MASIH TERUS MAINKAN TIPU & AKAL BULUS JAWA-NYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON YANG NGAKU DARI UI & NGAKU-NGAKU JUGA LULUSAN ITB MASIH TERUS MAINKAN TIPU & AKAL BULUS JAWA MBAH SOEKARNO

"He he. Masih terus menyeledikiku ya? Eh, Mad, dengerin ya.Kalau mau tahu informasi tentangku, lakukan dengan cara baik-baik, sopan-santun walaupun aku tidak pernah menganggap kamu penting sehingga perlu aku kasih tahu informasiku dan apa yang aku lakukan di Perancis. Jangan geer ya. Jumatan jelas kulakukan, kamu gila apa nyangka aku tidak Jumatan tapi tentang kiprahku dengan komunitas muslim, sama sekali bukan urusanmu ya. Udah, yang ini gak usah ditanggapi terus aja kamu ngoceh kayak Snouck ya. Yang pasti, ternyata kamu bukan hanya apriori terhadap pendangkalan akidah, tetapi malah buta terhadap persoalan ini. Buatku sikapmu ini sama sekali tidak mengherankan sih. Banyak info yang masuk padaku tentangmu." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 29 Apr 2005 11:19:23 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Itu Muba Dijon, pendukung para algojo TNI/Polri dan para penjaga LP Tapak Tuan di Acheh Selatan yang dianggap Muba Dijon sebagai "rakyat muslim NAD yang sangat sadar dan cinta tanah air Indonesia" tetapi "melakukan perbuatan" tindak pidana kejahatan perkosaan terhadap wanita muslimah Acheh anggota ASNLF/GAM dan TNA, masih tetap saja putar-putar sambil menyodorkan tipu dan akal bulusnya model mbah Soekarno penipu licik Jawa itu.

Coba saja telaah apa yang dilontarkan Muba Dijon yang ngaku dari UI dan ngaku-ngku juga lulusan ITB, dengan gaya tukang tipu model mbah Soekarno menyatakan: "Masih terus menyeledikiku ya? Eh, Mad, dengerin ya. Kalau mau tahu informasi tentangku, lakukan dengan cara baik-baik, sopan-santun walaupun aku tidak pernah menganggap kamu penting sehingga perlu aku kasih tahu informasiku dan apa yang aku lakukan di Perancis. Jangan geer ya. Jumatan jelas kulakukan, kamu gila apa nyangka aku tidak Jumatan"

Muba Dijon, Ahmad Sudirman tidak perlu tahu tentang kalian, apapula Ahmad Sudirman perlu menyelidiki tentang kalian Muba Dijon.

Kalau Ahmad Sudirman menyodorkan hal-hal tersebut, bukan untuk menyelidiki kalian Muba Dijon, melainkan untuk membuktikan bahwa apakah Muba Dijon masih terus melakukan akal bulus model mbah Soekarno atau tidak ?.

Karena bagaimana bisa Ahmad Sudirman percaya pada akal bulus dan tipu licik model mbah Soekarno yang dilambungkan Muba Dijon ini. Makin Muba Dijon sodorkan alasan tersebut, makin kelihatan gombal dan keroposnya alasan tersebut. Mengapa ?

Karena itu Muba Dijon yang ngaku lulusan UI, juga yang ngaku-ngaku lulusan ITB dan hidung belang yang ketangkap basah ini, bersembunyi dibalik kata-kata: "Jangan geer ya. Jumatan jelas kulakukan, kamu gila apa nyangka aku tidak Jumatan"

Nah, dari jawaban model begini kelihatan secara psikologis bahwa itu Muba Dijon memang suka mengibul. Mengapa ? Karena bagi seorang muslim itu shalat Jumat adalah satu kewajiban, sebagaimana shalat yang lima waktu. Seharusnya bagi seorang muslim yang mukmin akan menjawab: "ya, jelas, itu kan shalat Jumat adalah shalat yang wajib dikerjakan, masa ditinggalkan."

Ini kan tidak, itu Muba Dijon menjawabnya seperti pencuri ayam ketangkap basah: "Jumatan jelas kulakukan, kamu gila apa nyangka aku tidak Jumatan"

Nah, jawaban itu adalah menggambarkan secara psikologis bahwa Muba Dijon memang seperti seorang pencuri ayam ketangkap basah, model mbah Soekarno.

Eh, Muba Dijon, Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu oleh Muba penipu licik model mbah Soekarno.

Kemudian lagi itu Muba Dijon masih juga menunjukkan kebudekannya tentang pendangkalan akidah dengan masih ngotot mengatakan: "Yang pasti, ternyata kamu bukan hanya apriori terhadap pendangkalan akidah, tetapi malah buta terhadap persoalan ini. Buatku sikapmu ini sama sekali tidak mengherankan sih. Banyak info yang masuk padaku tentangmu."

Nah, ini cerita model cerita hasil kutipan BIN-nya Syamsir Siregar. Muba Dijon yang tidak tahu apa yang menjadi penyebab pendangkalan akidah, dituduh pula Ahmad Sudirman yang apriori tentang pendangkalan akidah di negara sekuler burung garuda pancasila RI. Itu Muba Dijon yang buta sekularisasi di negara sekuler pancasila RI, masih juga menganggap orang-orang muslim yang terkikis akidahnya akibat adanya pengaruh Kristen-Protestan dan Katolik yang gentayangan di negara sekuler pancasila RI dan merasuk kedalam jiwa-jiwa orang Islam. Padahal itu orang-orang Kristen-Protestan dan Katolik gentayangan di negara sekuler RI, karena memang adanya pupuk subur sampah pancasila dan UUD 1945 yang sekuler yang memberikan ruang gerak dan ruang hidup bagi orang-orang non Islam dan aliran kepercayaan yang ada di negara sekuler RI.

Muba Dijon memang buta, tidak tahu bahwa kurap sekularisme itulah yang menjadikan ruang dan tempat yang subur bagi terkikisnya akidah Islam dari dada-dada umat Islam. Tetapi, karena Muba Dijon ini memang buta, maka itu kurap sekularisme dianggap kueh apam yang bisa disantap untuk sarapan pagi di Dijon.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 29 Apr 2005 11:19:23 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA BICARA PENGIKISAN AKIDAH TETAPI BUTA MELIHAT PENYEBABNYA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

"Lihat saja Muba Dijon, apa yang dikerjakan di Dijon sekarang ini ? Apa yang dilakukan dalam keluarganya di Dijon ? Kalian sudah kawin atau belum ? Pergi ke masjid untuk shalat Jum'at atau tidak di Dijon ? Apakah kalian Muba merasa ada degenerasi nilai Islam atau tidak ? Bagaimana kehidupan umat Islam di Dijon ? Kalian Muba ikut aktif dalam masyarakat Islam di Dijon atau tidak ?" (Ahmad Sudirman, 29 April 2005)

He he... Masih terus menyeledikiku ya? Eh, Mad, dengerin ya... Kalau mau tahu informasi tentangku, lakukan dengan cara baik-baik, sopan-santun... walaupun aku tidak pernah menganggap kamu penting sehingga perlu aku kasih tahu informasiku dan apa yang
aku lakukan di Perancis... Jangan geer ya... Jumatan jelas kulakukan, kamu gila apa nyangka aku tidak Jumatan... tapi tentang kiprahku dengan komunitas muslim, sama sekali bukan urusanmu ya... Udah, yang ini gak usah ditanggapi... terus aja kamu ngoceh kayak Snouck ya...

Yang pasti, ternyata kamu bukan hanya apriori terhadap pendangkalan akidah, tetapi malah buta terhadap persoalan ini... Buatku sikapmu ini sama sekali tidak mengherankan sih... Banyak info yang masuk padaku tentangmu...

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------