Stockholm, 4 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DIJON COBA PERTAHANKAN KUNTORO SEBAGAI ALAT PENJAJAH MBAH YUDHOYONO DENGAN RI-NYA DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON SAMBIL CENGAR-CENGIR COBA TERUS PERTAHANKAN KUNTORO MANGKUSUBROTO ORANG JAWA SEBAGAI ALAT PENJAJAH MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DENGAN RI & TNI-NYA DI ACHEH

"Nah, kamu juga Mad, harus siap kelak selepas dari menjadi juru bicara group toneel ini kemudian menjadi pedagang kacang rebus karena group toneel itu akan segera lenyap dari muka bumi, habis nggak laku sih, baik bagi masyarakat NAD maupun internasional He he. Sorry, jangan marah. Nggak perlu ditanggapin deh kalo kamu memang nggak minat. Aku kan tidak menyampaikan hal yang debatable, nanti tanggapannya ngalor ngidul lagi, dan kalaupun ada info tapi infonya seperti biasa akan sama dengan "ngabejaan bulu tuur" He he aku tahu lah dikit-dikit peribahasa leluhurmu di Pager Ageung sana" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Tue, 3 May 2005 16:21:27 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Makanya Muba Dijon, kalau kalian mencoba memberikan hasil ampas perasan otak kalian yang kosong atas tulisan Ahmad Sudirman tanpa sebelumnya dipikirkan beratus kali, maka akhirnya kalian akan terjungkir sendiri.

Coba saja perhatikan, ketika Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan juga ngaku lulusan ITB gadungan ini, ikutan saudara Fadly Suheri memberikan komentar, tentang perjuangan rakyat Palestina yang penduduknya muslim dan kristen hampir sama jumlahnya dan sangat disanjung oleh orang-orang di negara sekuler negara burung garuda pancasila RI karena katanya perjuangan rakyat Palestina dilatarbelakangi oleh Islam, padahal sebenarnya perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan zionis Israel yang telah menjajah tanah Palestina. Dan alm Yasser Arafat menikah dengan wanita kristen Suha Tawil adalah menggambarkan dan membuktikan bahwa alm Yasser Arafat ingin menunjukkan bahwa Islam dan Kristen bersatu padu bersama menghadapi penjajah Israel.

Nah, kalau Muba Dijon melihatnya lain, ia arahkan pandangannya kepada soal perkawinan antara muslim dengan kristen, antara muslim dengan yahudi, dan itu merusakkan perjuangan Islam menurutnya. Karena menurut Muba Dijon perjuangan rakyat Palestina perjuangan umat Islam yang membawa-bawa Islam di Palestina, sehingga pernikahan alm Yasser Arafat dengan Suha Tawil perempuan penganut Agama Kristen dipertanyakan, celakanya di singgungkan kepada perkawinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Kan ngaco itu. Dasar budek, sarjana gadungan yang lulus ujiannya dikatrol.

Muba Dijon, kalau memang kalian itu tidak mampu memberikan tanggapan, janganlah memakai alasan: "Aku kan tidak menyampaikan hal yang debatable, nanti tanggapannya ngalor ngidul lagi".

Nah, inilah jawaban yang menunjukkan Muba Dijon adalah otaknya kosong. Padahal setiap masalah sekecil apapun bisa dibicarakan, bisa didiskusikan, bisa didebatkan, bisa dimusyawarahkan. Jadi tidak ada alasan dengan mengatakan: "Aku kan tidak menyampaikan hal yang debatable". Inilah alasan yang ngaco dan keluar dari otak sarjana gadungan. Karena itu wajar apa yang dikeluarkan dan dicoretkan Muba Dijon ini hanyalah ampas hasil perasan otak udang-nya Muba Dijon saja yang menyampah di hard disk Ahmad Sudirman.

Kemudian itu soal Kuntoro yang dikagumi Muba Dijon, karena ia dianggap profesional sejati dan nasionalis tulen membaktikan diri kepada negara Republik Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke.

Nah, disinipun itu Muba Dijon hanya menjawab asal cuap saja. Mengapa ?

Karena itu Kuntoro bukan profesional sejati dan nasionalis tulen, melainkan karena ia bisa dijadikan alat oleh Susilo Bambang Yudhoyono dari klan Jawa-nya untuk terus menduduki dan menjajah Acheh dengan memakai selubung Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi untuk Acheh.

Dan sama juga dengan Muba Dijon yang memang dari klan Jawa-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Kalau Susilo mengatakan A, lalu Muba Dijon mengembek A. Begitu juga kalau Yudhoyono menyeru B, lalu Muba Dijon sambil cengar-cengir bercuap B. Persis seperti kacung dan burung beo mengikut apa kata tuannya. Dasar gombal.

Seterusnya, itu Muba Dijon, yang walaupun tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk dalam RI, tetapi karena otak-nya otak burung beo dan otak kacung, maka mudah saja keluar dari mulutnya kata-kata: "negara Republik Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke."

Nah, itu kata-kata Muba Dijon adalah kata-kata yang keluar dari mulut penjajah mbah Soekarno dan para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa ?

Karena sampai detik ini tidak ada seorangpun rakyat di negara sekuler burung garuda RI, termasuk Muba yang menyuruk di Dijon, yang mampu memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Negeri Acheh masuk kedalam sarang negara sekuler RI.

Apapula itu Muba Dijon terus-terusan mengklaim negara sekuler burung garuda pancasila RI membentang dari Sabang sampai Merauke, padahal fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya tidak menunjang hal pengklaiman dan pengakuan tersebut. Buktinya, rakyat Acheh tetap terus berjuang menuntut penentuan nasib sendiri karena Negeri Acheh ditelan dan dijajah Soekarno dengan RIS dan RI-nya. Begitu juga rakyat Papua Barat terus sampai detik ini menuntut kemerdekaan Papua Barat dari cengkraman mbah Soekarno dan para penerusnya. Juga rakyat Maluku Selatan tetap sampai detik ini menuntut kemerdekaan wilayah Maluku selatan dari cengkaraman kuku mbah Soekarno dan para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono.

Jadi, apa yang dikatakan Muba Dijon tersebut diatas adalah perkataan yang gombal dan salah kaprah saja. Sama seperti perkatan kacungnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono penjajah RI di Acheh.

Kemudian, karena Muba memang hanya mengembek kapada Yudhoyono saja, maka sambil cengar-cengir menyeloteh: "Nah, kamu juga Mad, harus siap kelak selepas dari menjadi juru bicara group toneel ini kemudian menjadi pedagang kacang rebus karena group toneel itu akan segera lenyap dari muka bumi, habis nggak laku sih, baik bagi masyarakat NAD maupun internasional He he Sorry, jangan marah."

Muba Dijon, perjuangan rakyat Acheh sudah berlangsung dari sejak tahun 1873 menghadapi penjajah Belanda, Jepang dan RI. Jadi bukan baru kemaren saja. Karena itu, kalau kalian Muba Dijon menyatakan: "ASNLF/GAM akan segera lenyap dari muka bumi" adalah salah kaprah dan ngaco. Paling yang jatuh tersungkur dan bercerai berai adalah itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya. Lihat saja, Soekarno jatuh tersungkur dengan marhaenisme dan penipuan licik serta pembunuhannya di Acheh dan wilayah-wilayah diluar wilayah RI-Jawa-Yogya. Soeharto jatuh tersungkur dengan korupsi dan pembunuhannya di Acheh dan diseluruh wilayah yang ditelan RI. BJ Habibie tersungkur karena ikut bersama mbah Soeharto dan karena kelemahannya sebagai pemimpin. Abdurrahman Wahid tersungkur karena tingkah polah politiknya yang seenak perutnya sendiri dan terus menduduki dan menjajah Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan. Megawati tersungkur karena terus saja membunuh rakyat Acheh yang telah sadar dan hanya memakai kekerasan TNI serta tidak lagi dipercaya oleh sebagian besar rakyat di negara sekuler RI. Sedangkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri terus tegar dan terus makin menggelora.

Jadi Muba Dijon, coba tunjukkan fakta, bukti dan dasar hukumnya yang menunjukkan bahwa ASNLF/GAM akan segera lenyap dari muka bumi, karena habis nggak laku, baik bagi masyarakat NAD maupun internasional"

Padahal fakta dan buktinya justru pihak mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang kelabakan dan tersungkur menghadapi pihak rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Coba perhatikan apa yang terjadi dalam perundingan di Helsinki, Finlandia. Itu membuktikan pihak ASNLF/GAM sebagai wadah perjuangan rakyat Acheh untuk menuntut kemerdekaan masih kuat dan tangguh. Coba tunjukkan dimana kelemahannya. Dengan adanya sokongan dari pihak Sekjen PBB Kofi Annan, Uni Eropa, Amerika, Jepang untuk segera menyelesaikan konflik berdarah Acheh, menunjukkan bahwa masalah Acheh telah diakui dan diperhatikan oleh dunia internasional. Kemudian, coba buktikan bahwa rakyat Acheh di Acheh semuanya mendukung mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan negara burung garuda pancasila RI-nya. Kalian Muba Dijon belum membuktikan melalui plebisit untuk menentukan dan memutuskan ya atau tidak Acheh masuk RI, sudah mengklaim dengan seenak udel sendiri bahwa ASNLF/GAM dan TNA tidak laku baik bagi masyarakat Acheh.

Ya, jelas, kalau bagi orang transmigran asal Jawa yang ada di Acheh, mana ikut rakyat Acheh, paling ikutan buntut mbah Susilo Bambang Yudhoyono, persis seperti Muba Dijon dari klan-Jawa-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono.

Muba Dijon, kalian mati kutu dan menggelupur di Dijon.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Tue, 3 May 2005 16:21:27 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA DIJON CENGAR-CENGIR COBA TANGGAPI TETAPI OTAK KOSONG
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

Tuh kan... makin menjadi-jadi aja bloonnya... Siapa pula yang mempermasalahkan perkawinan Arafat dengan Suha... Mangkanya, tulisan itu (termasuk sejarah) jangan hanya dibaca saja, tapi diresapi...

Soal "analis psipsikologian" dan "analisa mentah campur provokasi tanggung" aku nggak nanggapin lagi ya... Biar pembaca mimbar bebas ini saja yang menilai kebloonanmu...

Tapi jujur aja, aku memang kagum sama Kuntoro. Dia adalah orang yang bersedia menduduki jabatan yang lebih rendah dari jabatan sebelumnya. Maksudku, dia yang telah menjadi mantan menteri waktu itu tidak menolak diangkat menjadi Dirut PLN. Itu sebabnya aku sebut Kuntoro sebagai profesional sejati dan nasionalis tulen: membaktikan diri kepada negara
Republik Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Kasus itu kira-kira sama dengan Walter Mondale yang setelah selesai jadi wapres juga tidak menolak menjadi dubes di Jepang. Sekarang kabarnya Nurmahmudi, mantan Presiden PKS dan mantan Menteri Kehutanan, tidak keberatan dicalonkan partainya menjadi walikota Depok dlama pilkada mendatang.

Nah, kamu juga Mad, harus siap kelak selepas dari menjadi juru bicara group toneel ini kemudian menjadi pedagang kacang rebus karena group toneel itu akan segera lenyap dari muka bumi, habis nggak laku sih, baik bagi masyarakat NAD maupun internasional... He he... Sorry, jangan marah...

Nggak perlu ditanggapin deh kalo kamu memang nggak minat. Aku kan tidak menyampaikan hal yang debatable, nanti tanggapannya ngalor ngidul lagi, dan kalaupun ada info tapi infonya seperti biasa akan sama dengan "ngabejaan bulu tuur"... He he... aku tahu lah dikit-dikit peribahasa leluhurmu di Pager Ageung sana...

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------