Stockholm, 4 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA HANYA MENELAN SAMPAH KUNTORO HASIL PERASAN YUDHOYONO PENJAJAH DI NEGERI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MATIUS DHARMINTA WARTAWAN JAWA POS HANYA PANDAINYA MENELAN SAMPAH KUNTORO HASIL PERASAN YUDHOYONO PENJAJAH DI NEGERI ACHEH

"Pernyataan yang berlepotan sentimen, sakit hati, sirik & keirian Penunjukan / terpilihnya Kuntoro Mangkusubroto sebagai Kepala Dewan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) untuk Acheh dan Nias, sudah barang tentu melalui berbagai pertimbangan, mulai dari SDM sampai profesionalisme seseorang dalam bidang yang diperlukan. Bertolak entah itu dari kacungnya mbah Yudhoyono atau apa selagi ada kemampuan dan dipercaya secara nasional Indonesia kenapa tidak?. Yang jelas dan pasti, tidak akan diserahkan / dipercayakan pada begundal / jongosnya Hasan D. Tiro, karena dana Rehabilitasi dan Rekontruksi untuk Aceh dan Nias pasti akan dilarikan ke Stockholm." (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Tue, 3 May 2005 22:07:24 -0700 (PDT))

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia.

Dharminta wartawan Jawa Pos yang terus-terusan petentengan dengan otak cacingnya ini masih juga berceloteh yang isinya gombal.

Ceritanya mencoba memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman, tetapi ketika dibaca, isinya tidak lebih dan tidak kurang hanyalah hasil kocekan otak cacing-kepanasan-nya saja. Bagaimana bisa dijadikan sebagai dasar argumentasi yang kuat untuk mendukung Kuntoro Mangkusubroto kacungnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono guna dipakai sebagai alat penjajahan di Negeri Acheh ?.

Apapula Dharminta menyatakan: "Pernyataan yang berlepotan sentimen, sakit hati, sirik & keirian."

Pernyataan model demikian adalah karena kebiasaan orang-orang di negara sekuler burung garuda pancasila RI saja. Sedangkan dihadapan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri itu pengangkatan Kuntoro Mangkusubroto sebagai Kepala Dewan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) untuk Acheh dan Nias adalah merupakan kelanjutan proses pendudukan dan penjajahan yang dilakukan pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya di Negeri Acheh saja.

Bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dengan ditunjuknya Kuntoro sebagai Kepala BRR untuk Acheh dan Nias bukan menjadi sakit hati, sirik & keirian, melainkan itu membuktikan bagi rakyat Acheh bahwa pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan akal liciknya memakai selubung BRR untuk dipakai sebagai alat pencengkeram dan penjajahan di negeri Acheh.

Jadi, bagaimana bisa rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri menjadi iri dan sirik dengan penunjukkan Kuntoro tersebut. Itu kan hanya pernyataan hasil kocekan ampas otak cacing-nya Dharminta dari Jawa Pos saja yang gombal.

Kalau kalian Dharminta mengatakan karena alasan SDM dan profesionalisme ditunjuknya Kuntoro, itu adalah alasan dan dasar argumentasi yang gombal yang hanya dilihat dari sudut kepentingan penjajah Susilo Bambang Yudhoyono dengan RI dan TNI-nya saja.

Bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, itu yang dilakukan pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya di Acheh adalah untuk terus dijadikan sebagai alat pengikat Negeri Acheh dalam sangkar negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Nah, karena Dharminta hanya melihat dari sudut kacamata penjajah RI dan TNI-nya saja, maka kalian hanya bisa bercuap mengikuti arus dan jalur yang dipropagandakan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan TNI saja. Dasar otaknya otak burung beo, kemana saja mbah Susilo pergi terus saja diikutinya. Dasar budek.

Tentu saja, walaupun Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya terus mencengkeram Negeri Acheh dengan berbagai cara kain selubung hitamnya, seperti kalin hitam BRR-nya dengan memakai label Kuntoro Mangkusubroto klan Jawa-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri akan terus berjuang menuntut dan memperjuangkan kemerdekaan Negeri Acheh yang telah dijajah dari sejak Belanda, Jepang dan RI dibawah Soekarno penipu licik yang diteruskan oleh para penerusnya seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya sambil ditepuki oleh kacung Matius Dharminta yang cengar-cengir dari Jawa Pos ini.

Dharminta, kalian memang budek dan hanya menelan sampah hasil perasan mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Tue, 3 May 2005 22:07:24 -0700 (PDT)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: Re: KUNTORO KACUNGNYA MBAH YUDHOYONO, BERJINGKRAK PEGANG PECUT BBR UNTUK TERUS CENGKERAM ACHEH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy muba zir <mbzr00@yahoo.com>, ahmad_mattulesy@yahoo.com, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

Pernyataan yang berlepotan sentimen, sakit hati, sirik & keirian
Penunjukan / terpilihnya Kuntoro Mangkusubroto sebagai Kepala Dewan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) untuk Acheh dan Nias, sudah barang tentu melalui berbagai pertimbangan, mulai dari SDM sampai profesionalisme seseorang dalam bidang yang diperlukan. Bertolak entah itu dari kacungnya mbah Yudhoyono atau apa selagi ada kemampuan dan dipercaya secara nasional Indonesia kenapa tidak?. Yang jelas dan pasti, tidak akan diserahkan / dipercayakan pada begundal / jongosnya Hasan D. Tiro, karena dana Rehabilitasi dan Rekontruksi untuk Aceh dan Nias pasti akan dilarikan ke Stockholm.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------