Stockholm, 5 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DIJON EKORNYA YUDHOYONO PENJAJAH RI & KEROCONYA DARI DULU HANYA MENGEMBEK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON EKORNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PENJAJAH RI & KEROCONYA DI ACHEH PANDAINYA HANYA MENGEMBEK

"Ini adalah omongan masturbasi untuk ke sekian kalinya. Celeng organisasi toneel ASNLF yang bernama GPK itu masih tersisa karena memang kemampuannya hanya maen petak umpet, dan jelas TNI/Polri tidak tertarik untuk ikut permainan anak-anak ini, jadi ya ditunggu munculnya aja untuk di DOR! Ha ha Kemampuan lain GPK ini adalah menculik pengusaha sampai anak sekolah untuk mendapat uang tebusan sebagai dana logistik yang tidak pernah datang lagi dari Stockholm. Kenyataan bahwa pemerintahan NAD, sebagai salah satu propinsi Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke itu, masih tetap berjalan tanpa hambatan apapun yang signifikan, menunjukkan bahwa dukungan masyarakat NAD terhadap celeng GPK dan grup toneel ASNLF ini memang HANYA isapan jempol BELAKA (catet nih Mad, sudah "hanya", "belaka" lagi Hi hi)" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Thu, 5 May 2005 10:09:08 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Muba Dijon ekornya Susilo Bambang Yudhoyono memang otaknya otak udang, hanya pandainya bercuap saja. Coba saja pikirkan, sudah berapa puluh tahun itu yang namanya TNI yang terdiri dari ratusan ribu mayoritas serdadu Jawa-nya pembunuh itu tidak berhasil menghancurkan kekuatan pasukan rakyat muslim Acheh TNA ?

Apakah itu Ryamizard Ryacudu orang Palembang yang banyak cuapnya itu berhasil menghancurkan kekuatan rakyat muslim Acheh dibawah TNA ? Kan tidak, bahkan ia dipeti eskan masuk markas besar-nya TNI, menyuruk disudut meja sambil tunggu pensiun.

Apakah itu Endang Suwarya yang petentengan dan puluhan ribuan rakyat muslim dan muslimah Acheh dibunuh, diculik, diperkosa, disiksa, dijebloskan ke penjara, bisa menghancurkan kekuatan pasukan rakyat muslim Acheh dengan TNA-nya ? Kan tidak, sampai ia ditarik ke markas AD-nya di Jakarta.

Itu kerja dari pihak TNI hanyalah menjadikan Acheh sebagai laboratorium bagi TNI guna menerapkan bagaimana membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal adalah memang otak kalian otak sampah, yang pandainya hanya membeo tanpa melihat kejahatan TNI yang biadab di Acheh.

Itu yang paling bertanggung jawab atas kejahatan TNI di Acheh adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Endriartono Sutarto, Ryamizard Ryacudu, Endang Suwarya, Djoko Santoso dan sekarang Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Sunda satu itu. Mereka itulah pembunuh yang paling bertanggung jawab atas kejahatan TNI di Acheh, Negeri yang dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya.

Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, kalian sampai detik ini tidak mampu membuktikan secara fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk kedalam perut RI.

Bagaimana kalian yang tidak sanggup membuktikan legalitas Acheh masuk negara sekuler pancasila RI, masih berani seenak udel sendiri menganggap Acheh sebagai salah satu propinsi Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke.

Kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, hanya cengar-cengir saja kemampuan kalian. Ketika diminta di mimbar bebas ini untuk membuktikan Acheh masuk RI, sebagaimana Quebeq masuk Canada dan Hawai masuk US, kalian muba Dijon hidung belang, kalang kabut. Bukan hanya kalian saja, tetapi para keroco-keroco kalian itu pada sempoyongan, tidak bisa membuktikan secara fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum.

Jadi Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, apapun yang kalian lambungkan tentang Acheh, adalah tidak ada guna dan manfaatnya, karena memang semuanya hanya penipuan dan bohong belaka. Mana ada diantara para keroco kalian itu mampu memberikan jawabannya, paling hanya dilambungkan proklamasi, preambule UUD 1945 gombal sekuler, itu saja, yang lainnya hanya ampas sampah yang tidak ada gunanya.

Kemudian, kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, menyatakan: "dukungan masyarakat NAD terhadap celeng GPK dan grup toneel ASNLF ini memang HANYA isapan jempol BELAKA"

Itu pernyataan kalian adalah pernyataan perampok model Soekarno penipu licik. Bagaimana bisa kalian Muba Dijon hidung belang berani menyatakan hal demikian, sedangkan ketika ditantang untuk diadakan plebisit di Acheh untuk menentukan sikap seluruh rakyat Acheh apakah Ya atau Tidak masuk RI, kalian dengan keroco kalian yang gombal itu tidak ada yang berani. Kalian memang badut-badut gombal dengan odel-odel Jawa-nya, buat malu saja.
Kalian hanya melihat para transmigran Jawa saja, dasar budek.

Dan tentu saja, mana berani itu para keroco RI melakukan plebisit di Acheh, karena negeri Acheh itu hasil rampokan Soekarno penipu licik yang dipertahankan oleh para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya.

Ya, jelas, mana berani perampok itu melakukan plebisit di Acheh. Tetapi, karena Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal ini budek, tidak melihat itu perampok Negeri Acheh Soekarno penipu licik ini kelakuannya penuh kejahatan. Karena Muba Dijon orang Jawa, ya enggeh-enggeh saja pada para leluhur Jawa-nya ini, dasar budek.

Seterusnya, kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, memang benar-benar munafik, itu yang kalian katakan: "Tapi lain halnya dengan masalah hidup bersamanya Tiro-Dora (aku nggak yakin mereka pernah menikah, jadi aku selalu gunakan kata HIDUP BERSAMA). Dora adalah Yahudi, sedangkan mayoritas muslim, terutama di Indonesia, sangat alergi terhadap Yahudi (walau sikap alergi ini memang debatable, tapi aku tidak tertarik untuk mendebatkannya)."

Muba Dijon hidung belang, kalian yang munafik membawa-bawa label mayoritas muslim di negara sekuler pancasila RI, masih juga belum menyadari dan meyakini ketika Rasulullah saw menikah dengan Raihanah binti Zaid bin Amrin bin Khunafah bin Sam'un bin Zaid dari bani Nadhir, salah satu cabang suku kaum Yahudi yang ada di Yatsrib atau Madinah sekarang. Apakah ada dari kaum muslimin yang menentang pernikahan Rasulullah saw dengan Raihanah dari kaum Bani Nadhir Yahudi di Madinah ?. Kan tidak ada.

Kemudian ketika Rasululla saw menikah dengan Juwairiyah atau nama aslinya Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. Dimana ayahnya al-Harris pemimpin tertinggi kabilah Bani al-Mustaliq, yaitu satu kelompok Yahudi yang paling memusuhi Islam di Yatsrib atau Madinah sekarang. Apakah ada dari kaum muslimin yang menentang pernikahan Rasulullah saw dengan Juwairiyah dari kaum Bani al-Mustaliq Yahudi di Madinah ?. Kan tidak ada.

Jadi Muba Dijon Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, kalian hanyalah munafik dan mengada-ada saja. Kalau kalian katakan: "terutama di Indonesia, sangat alergi terhadap Yahudi"

Itulah pernyataan munafik kalian Muba Dijon. Apakah rakyat di RI itu buta semuanya sehingga tidak bisa membaca dan mendengar bahwa Rasulullah saw menikah dengan perempuan Yahudi ? Kalian Muba Dijon memang budek, dan bodoh, tidak mau belajar dan tidak mau mengerti bagaimana kehidupan keluarga dan rumah tangga Rasulullah saw.

Kalian Mba Dijon hidung belang kepanasan dengan masalah Palestina, yang kalian pikir itu perang antara Yahudi dengan Islam. Kalian salah kaprah, dan keroco-keroco kalian di negara sekuler RI memang tertipu dengan propaganda pertentangan Yahudi vs Islam di Palestina. Padahal itu perjuangan rakyat Palestina yang penduduk Islam dan Kristennya hampir sama adalah perjuangan pembebasan negeri Palestina yang diduduki dan dijajah oleh zionis Yahudi, sama seperti perjuangan rakyat Acheh menuntut kemerdekaan Negeri Acheh dari penjajah RI.

Kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal, memang betul-betul gombal dan budek, sehingga berani menyatakan: "Thus, itu hanya mengandung satu kesimpulan: Tiro sama sekali tidak sensitif terhadap kealergian masyarakat muslim ini, termasuk dan terutama masyarakat muslim NAD yang di-claim diwakili Tiro terhadap Yahudi"

Muba Dijon, kesimpulan kalian adalah salah kaprah. Karena memang kalian Muba Dijon budek tidak memahami dan tidak pernah belajar sejarah kehidupan keluarga Rasulullah saw, sehingga kalian membawa-bawa rakyat muslim Acheh segala macam. Apakah rakyat muslim Acheh kalian anggap budek sebagaimana budeknya orang-orang Jawa kejawen dan muslim abangan yang buta tentang kehidupan keluarga dan rumah tangga Rasulullah saw ?.

Selanjutnya kalau kalian Muba Dijon hidung belang menyatakan: "Claim sepihak Tiro mengaku-aku sebagai wakil masyarakat NAD serta ketidakpekaannya terhadap rasa alergi masyarakat NAD sendiri terhadap yang berbau Yahudi ini MEMASTIKAN bahwa memang ASNLF hanyalah kumpulan pemain toneel"

Ini juga pernyataan gombal dan munafik Muba Dijon hidung belang belaka. Mengapa ? Karena sudah jelas itu rakyat muslim Acheh tidak bodoh dan tidak budek tentang kehidupan keluarga dan rumah tangga Rasulullah saw. Apakah ada dari rakyat muslim Acheh yang membicarakan dan mengkritik pernikahan Rasulullah saw dengan Barrah atau Juwairiyah dan Raihanan dari kaum Yahudi ? Kan tidak pernah ada rakyat muslim Acheh yang membicarakan pernikahan Rasulullah saw dengan perempuan Yahudi. Bukan seperti kalian Muba Dijon hidung belang. Kalian memang buta dan bodoh.

Kemudian itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak secara sepihak mengaku sebagai wakil masyarakat Acheh. Mengapa ? Karena kalau Teungku Hasan Muhammad di Tiro hanya mengklaim dan mengaku-ngaku sebagai wakil masyarakat Acheh, maka tidak akan sampai detik sekarang ini rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri tetap tegar dan tetap teguh menghadapi penjajah RI dengan TNI-nya dibawah Djoko Santoso dan
Supiadin. Kalau memang benar Teungku Hasan Muhammad di Tiro hanya mengklaim dan mengaku-ngaku sebagai wakil masyarakat Acheh, maka itu perjuangan dari rakyat Acheh sudah lama padam dari permukaan bumi Acheh. Tetapi fakta dan buktinya tidak, mengapa ? Karena perjuangan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara sekuler pancasila RI masih tetap berada dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Nah, kalau kalian Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal tidak percaya, maka mari adakah plebisit di Acheh, untuk membutkikan apakah memang benar pernyataan kalian dan keroco kalian itu bahwa mayoritas rakyat Acheh mau bergabung pada ekor Susilo Bambang Yudhoyono atau sebaliknya mau menjauh dan ingin berpisah dari ekor Susilo Bambang Yudhoyono.

Tetapi, kalian mana ada nyali dan keberanian untuk mengadakan plebisit di Acheh, karena memang kalian adalah para penerus Soekarno penipu licik dan perampok dan pembunuh di Negeri Acheh.

Muba Dijon hidung belang yang ngaku lulusan UI dan ngaku juga lulusan ITB gombal kalian menggelupur di Dijon dengan keroco kalian yang budek.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 5 May 2005 10:09:08 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA DIJON COBA PERTAHANKAN KUNTORO SEBAGAI ALAT PENJAJAH MBAH YUDHOYONO DENGAN
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

Ahmad Sudirman
ahmad_sudirman@hotmail.com:

Dan tentu saja, usaha Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla untuk terus menduduki dan menjajah Acheh akan mengalami tantangan berat dari rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan ASNLF-nya.

Muba ZR reply:
Ini adalah omongan masturbasi untuk ke sekian kalinya. Celeng organisasi toneel ASNLF yang bernama GPK itu masih tersisa karena memang kemampuannya hanya maen
petak umpet, dan jelas TNI/Polri tidak tertarik untuk ikut permainan anak-anak ini, jadi... ya ditunggu munculnya aja untuk di DOR..! Ha ha... Kemampuan lain GPK ini adalah menculik pengusaha sampai anak sekolah untuk mendapat uang tebusan sebagai dana logistik yang tidak pernah datang lagi dari Stockholm. Kenyataan bahwa pemerintahan NAD, sebagai salah satu propinsi Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke itu, masih tetap berjalan tanpa hambatan apapun yang signifikan, menunjukkan bahwa dukungan masyarakat NAD terhadap celeng GPK dan grup toneel ASNLF ini memang HANYA isapan jempol BELAKA... (catet nih Mad, sudah "hanya", "belaka" lagi... Hi hi...)

Ahmad Sudirman
ahmad_sudirman@hotmail.com:

Karena menurut Muba Dijon perjuangan rakyat Palestina perjuangan umat Islam yang membawa-bawa Islam di Palestina, sehingga pernikahan alm Yasser Arafat dengan Suha Tawil perempuan penganut Agama Kristen dipertanyakan, celakanya di singgungkan kepada
perkawinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Muba ZR reply:
Nggak paham-paham juga nih orang bloon ini. Aku tegesin lagi deh: Peduli apa aku dengan perkawinan Arafat-Suha? Tapi lain halnya dengan masalah hidup bersamanya Tiro-Dora (aku nggak yakin mereka pernah menikah, jadi aku selalu gunakan kata HIDUP BERSAMA).
Dora adalah Yahudi, sedangkan mayoritas muslim, terutama di Indonesia, sangat alergi terhadap Yahudi (walau sikap alergi ini memang debatable, tapi aku tidak tertarik untuk mendebatkannya). Thus, itu hanya mengandung satu kesimpulan: Tiro sama sekali tidak
sensitif terhadap kealergian masyarakat muslim ini, termasuk dan terutama masyarakat muslim NAD yang di-claim diwakili Tiro terhadap Yahudi. Claim sepihak Tiro mengaku-aku sebagai wakil masyarakat NAD serta ketidakpekaannya terhadap rasa alergi masyarakat NAD
sendiri terhadap yang berbau Yahudi ini MEMASTIKAN bahwa memang ASNLF hanyalah kumpulan pemain toneel...!! Ha ha... (Eh, sory, aku melakukan redundansi nih... di mana-mana yang namanya claim itu pasti sepihak ya... aku terlalu bersemangat sih, hi hi...)

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------