Stockholm, 6 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

FADLY, ITU SADDAM, SOEKARNO, SOEHARTO, WAHID, MEGAWATI & YUDHOYONO SAMA MELAKUKAN PEMBUNUHAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

FADLY SUHERI, ITU SADDAM HUSSEIN, SOEKARNO, SOEHARTO, ABDURRAHMAN WAHID, MEGAWATI, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, RYAMIZARD RYACUDU, ENDANG SUWARYA SAMA MELAKUKAN PEMBUNUHAN

"Pak Ahmad yang saya hormati saya benci terhadap Amerika Serikat dan Sekutunya menyerang Irak namun ketika saya menyaksikan aksi gerilyawan Irak membom sana sini yang mengakibatkan jatuh korban anak anak dan orang yang tak berdosa saya juga jadi benci sama gerilyawan Irak itu. Pak Ahmad benarkah Saddam Hussen banyak membunuh seperti Sukarno, Suharto, Ryacudu, atawa Sby." (Fadly Suheri , fadly_mtg@yahoo.com , Thu, 5 May 2005 04:48:23 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Fadly Suheri di Tanggerang, Indonesia.

Persoalan di Irak sekarang masih terus berlangsung perang antara pasukan Amerika yang masih puluhan ribu belum ditarik dari Irak, dan tidak akan ditarik oleh Pemerintah Amerika, dengan para gerilyawan Irak yang tetap mempertahankan negerinya yang masih terus diduduki oleh pasukan Amerika yang didukung oleh pemerintah made in George W. Bush melalui cara pemilu model Bush.

Nah, karena belum ada pernyataan menyerah dari pihak rakyat Irak kepada pihak George W. Bush, kecuali rakyat Irak dan Kurdi yang menentang dan anti Saddam Hussein dan berada dibelakang George W. Bush, dimana mereka inilah yang hanya enggeh saja kepada George W. Bush walapun ratusan ribu serdadu Amerika tetap menduduki negeri Irak, maka di negeri Irak tidak akan ada perdamaian.

Kalau para gerilyawan Irak ini melakukan serangan memang ditujukan kepada pihak serdadu Amerika dan para serdadu dan polisi Irak yang berada dibelakang punggung George W. Bush.

Sekarang kalau terjadi serangan terhadap pihak pasukan Amerika dan tentara serta polisi Irak kemudian ada jatuh korban sipil, itu memang karena ditempat serangan itu adalah tempat beradanya pasukan Amerika dan para pendukungnya.

Di Irak sekarang sedang berlangsung perang gerilya, bukan perang terbuka, jadi bisa saja para gerilyawan Irak ini melakukan penyerangan kapan dan dimana saja, tergantung dimana itu pasukan Amerika dan tentara serta polisi Irak berada.

Jadi, kalau bom diledakkan didepan markas serdadu Amerika atau ditempat berkumpulnya serdadu Amerika, dan disana sedang berkumpul rakyat, jelas akibatnya rakyat yang dekat serdadu Amerika akan terkena pecahan ledakan bom. Begitu juga kalau para gerilyawan melakukan serangan mendadak didepan rumah anggota pemerintah boneka Amerika dan disana tempat pusat keramaian, maka bisa terjadi korban akan berjatuhan di pihak sipil. Begitu juga, kalau para gerilyawan melakukan serangan ketempat pusat organisasi Kurdi yang didukung Amerika dan ditempat itu banyak berkumpul orang Kurdi pendukung Amerika, maka ketika bom meledak, tentu saja akan jatuh korban dari orang-orang Kurdi yang ada didekat tempat pusat organisasi Kurdi itu.

Nah disini, perlu dilihat dan dipahami bahwa para gerilyawan Irak ini menganggap pasukan Amerika dan para pendukungnya yang ada di Irak sebagai musuh mereka dan dijadikan sasaran serangan ledakan bom mereka tanpa kecuali.

Kemudian tentang Saddam Hussein memang ia adalah sama seperti Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya membunuh rakyat.

Saddam Hussein menyapu habis siapa yang menjadi lawan politiknya, tidak peduli apakah itu menantunya, saudaranya, kawan dekatnya. Begitu juga dengan Soekarno yang menyapu habis lawan politiknya, dan yang menentang kepadanya. Juga itu Soeharto menyapu habis dengan menyembelih ratusan ribu musuh politiknya, baik yang ada di Acheh ataupun yang ada diluar Acheh. Dan juga itu Abdurrahman Waid dengan TNI-nya melakukan pembunuhan di Acheh. Dan tidak ketinggalan Megawati dengan mengerahkan kekuatan TNI-nya dibawah Ryacudu melakukan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Dan tentu saja sekarang Susilo Bambang Yudhoyono dengan kekuatan TNI dibawah Ryacudu, Endang Suwarya, Djoko Santoso, dan Supiadin makin menggila-gila melakukan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh di Acheh.

Jadi, antara Saddam Hussein dengan Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono adalah sama saja mereka telah melakukan pembunuhan terhadap umat manusia. Kalau Sadam Hussein melakukan pembunuhan di Irak, sedangkan para Jawa yang dibantu Sunda ini melakukan pembunuhan di RI dan di Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 5 May 2005 04:48:23 -0700 (PDT)
From: Fadly Suheri fadly_mtg@yahoo.com
Subject: perang irak
To: ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum wr...wb.

Pak Ahmad yang saya hormati saya benci terhadap Amerika Serikat dan Sekutunya menyerang Irak namun ketika saya menyaksikan aksi gerilyawan Irak membom sana sini yang mengakibatkan jatuh korban anak anak dan orang yang tak berdosa saya juga jadi benci sama gerilyawan Irak itu. Pak Ahmad benarkah Saddam Hussen banyak membunuh seperti Sukarno, Suharto, Ryacudu, atawa Sby.

Wassalam

Fadly Suheri

fadly_mtg@yahoo.com
Tanggerang
----------