Stockholm, 7 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DIJON ITU INDONESIA YANG KALIAN NAMAKAN RI BERDIRI DIATAS SAMPAH MITOS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON BUKA MATA LEBAR-LEBAR DAN LIHAT ITU INDONESIA YANG KALIAN NAMAKAN RI BERDIRI DIATAS SAMPAH MITOS

"Hm, Kasihan sekali om Puteh ini. Entah dia sedang kerasukan syaithon atau lagi muncak di ujung masturbasinya. Akibatnya gampang ditebak, tulisannya ngaco sengaco-ngaconya, bahkan penuh dengan caci maki (maaf) "anjing" dan yang lainnya. Apakah memang begini ya kalo celeng lagi kerasukan syaithon atau dalam fase akhir masturbasi? Ha ha. Eh, sejak kapan ada equivalensi antara Trunojoyo dengan Indonesia? Trunojoyo adalah sejarah, sedangkan Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke adalah kenyataan. ASNLF adalah kenyataan, tetapi pengakuan sebagai wakil rakyat NAD adalah murni hayalan." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 6 May 2005 16:30:55 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Muba Dijon hidung belang, kalian memang budek dan gombal. Mengapa ? Karena, kalian tanpa dipikir panjang dengan seenak udel sendiri melambungkan berpuluh kali di mimbar bebas ini kata celeng yang dikenakan kepada ASNLF, misalnya seperti yang kalian tulis: "Celeng organisasi toneel ASNLF yang bernama GPK itu masih tersisa karena memang kemampuannya hanya maen petak umpet" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Thu, 5 May 2005 10:09:08 -0700 (PDT))

Muba Dijon hidung belang, apakah kalian mengerti dan memahami arti kata celeng itu ? Itu kata yang dikenakan kepada binatang yang diharamkan untuk dimakan. Mengapa ? Karena itu celeng sama artinya dengan babi hutan atau babi yang liar.

Kalian Muba Dijon hanya ikutan ekornya Syamsir Siregar dari sarang labah-labah BIN yang terus-terusan mempropagandakan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dibawah TNA dengan panggilan gombal dan seenak udel sendiri GPK. Apakah itu Syamsir Siregar dari BIN punya pakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang membuktikan secara legalitas Acheh masuk sarang labah-labah RI ?. Paling yang dimiliki faktanya hanya cerita gombal naskah proklamasi hasil corat-coret tangan dan pembukaan UUD 1945 gombal sekuler saja.

Jadi Muba Dijon hidung belang, kalau kalian mengatakan kepada saudara Omar Puteh dengan: "Entah dia sedang kerasukan syaithon atau lagi muncak di ujung masturbasinya. Akibatnya gampang ditebak, tulisannya ngaco sengaco-ngaconya, bahkan penuh dengan caci maki (maaf) "anjing" dan yang lainnya. Apakah memang begini ya kalo celeng lagi kerasukan syaithon atau dalam fase akhir masturbasi? Ha ha"

Yang jelas, yang kerasukan syaithan adalah kalian Muba Dijon hidung belang dengan para keroco kalian dari negara sekuler burung garuda pancasila RI yang ngaco dan seenak udel sendiri mengaku-ngaku itu Negeri Acheh milik kalian dan milik Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya dengan ditempeli label RI jelmaan RIS gombalnya itu. Dasar budek.

Dan yang suka masturbasi adalah kalian Muba Dijon. Mengapa ? Karena setiap menulis selalu saja ditempeli dengan kata masturbasi. Apakah kalian sudah kawin atau belum Muba Dijon hidung belang ? Apakah kalian Muba Dijon hidung belang ikut-ikutan Ardiansyah sarjana gadungan dari Ciliwung yang tidak senonoh itu, yang kerjanya hanya pandai menuliskan kata-kata tidak tidak senonoh masturbasi ? Dasar gombal.

Jadi kalau saudara Omar Puteh menuliskan kata anjing itu sebagai suatu hukuman kepada kalian Muba Dijon yang menuliskan celeng atau babi hutan atau babi liar dan kepada Sofyan Ali yang dengan seenak udelnya sendiri menyebut anjing.

Mana pernah sebelumnya saudara Omar Puteh mengeluarkan kata anjing kalau tidak diawali oleh Sofyan Ali budek satu itu dengan ucapan anjingnya itu, dan kalian Muba Dijon hidung belang dengan kata-kata yang diulang-ulang celeng atau babi hutan kalian itu.

Jadi rasakan sekarang oleh kalian, Muba Dijon hidung belang. Lain kali jangan seenak udel menyebut-nyebut anjing, celeng atau babi hutan atau babi liar di mimbar bebas ini, kalau kalian tidak mau dijatuhi hukuman yang setimpal. Dasar budek.

Kemudian kalau kalian mempertanyakan: "sejak kapan ada equivalensi antara Trunojoyo dengan Indonesia? Trunojoyo adalah sejarah, sedangkan Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke adalah kenyataan ASNLF adalah kenyataan, tetapi pengakuan sebagai wakil rakyat NAD adalah murni hayalan."

Muba Dijon hidung belang, itu yang kalian namakan Indonesia dengan label RI adalah hanya mitos saja. Mengapa ? Karena buktinya mana itu Soekarno dan para penerusnya bisa membuktikan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa secara legal Acheh masuk dalam sangkar RI, sebagaimana Quebeq masuk Canada dan Hawai masuk US. Bahkan itu Syamsir Siregar dari sarang labah-labah BIN saja kedodoran tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan Acheh legal masuk kedalam sangkar burung garuda pancasila sekuler RI. Paling hanya mencomot dari sana-sini cerita tentang Acheh yang isinya gombal alias kosong tidak menentu.

Muba Dijon hidung belang, itu Indonesia kalian yang kalian kasih label RI adalah berdiri diatas mitos saja. Orang budek saja yang mau disuapi cerita mitos Indonesia tentang Acheh ini. Dasar budek.

Lihat saja itu Sipadan dan Ligitan suda hilang, sebentar lagi Ambalat akan hilang. Mengapa ? Karena itu nama Sipadan dan Ligitan hanya ada dalam cerita dongeng negara kepulauan gombal sekuler burung garuda pancasila RI, sedangkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya tidak kuat. Kalau itu Megawati waktu itu dengan para kacungnya memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat, mana itu Sipadan dan Ligitan bisa jatuh ketangan Dr Mahathir Mohammad. Dasar budek.

Seterusnya, kalau itu saudara Omar Puteh menyinggung adanya orang-orang Acheh yang menentang ASNLF/GAM dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro, ya itu wajar saja. Karena memang dimana-mana banyak itu kacung-kacung Susilo Bambang Yudhoyono berkeliaran. Contohnya itu Sofyan Djalil orang Acheh kelahiran Peureulak, tim juru runding RI di Finlandia. Ia seorang kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono. Begitu juga itu Sofyan Ali, ia adalah benar-benar kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya Djoko Santoso dan Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Sunda satu itu.

Jadi Muba Dijon, itu Omar Puteh menuliskan orang-orang tersebut yang menentang ASNLF/GAM dan TNA adalah wajar, karena dimana-mana dalam gerakan perjuangan pembebasan Acheh ini ada sekelompok orang-orang Acheh yang jadi kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya itu.

Kemudian, kalau saudara Onar Puteh menyinggung Johan Pahlawan gombal satu itu yang ikut-ikutan kaum wahhabi atau salafi Saudi di Negara sekuler burung garuda pancasila RI memang wajar saja. Itu Johan Pahlawan hanya mengembek saja ikutan ekornya pimpinan kaum wahhabi atau salafi Saudi yang ada di negara sekuler RI saja. Johan Pahlawan kerjanya hanya mengkopi cerita-cerita hasil kupasan orang-orang wahhabi atau salafi Saudi yang ada di negara burung garuda pancasila RI saja. Ikutan itu saudara alm Mazda orang Acheh pengikut kaum wahabi atau salafi Saudi.

Seterusnya, kalian Muba Dijon hidung belang menulis: "Sudah makin berkurang ya yang masih bisa dan mau ditipu dengan mimpi-mimpi merdeka atau self government kalian?"

Muba Dijon hidung belang, yang kelabakan adalah mereka dan para kacung-kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono, seperti kalian Muba Dijon, yang mempertahankan negara burung garuda pancasila RI yang kalangkabut bagaimana untuk memberikan tanggapan dan jawaban atas konsepsi self-government yang disodorkan pihak ASNLF dalam meja perundingan di Vataa, Finlandia itu.

Paling yang terus kalian pertahankan adalah UU No.18/2001 dengan keturunannya yang gombal itu yang dijadikan dasar pegangan kalian dan Susilo Bambang Yudhoyono. Dasar budek.

Dan yang mimpi adalah itu Susilo Bambang Yudhoyono dan keroconya yang tidak sanggup memberikan jawaban berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan asar hukum yang menmbuktikan legalitas Acheh masuk sangkar burung garuda pancasila RI.

Kemudian kalian Muba Dijon menyatakan: "Padahal kalian nanti akan menjadi Pol Pot terhadap rakyat Aceh"

Seenak udel saja, kalian Muba Dijon kalau bercuap di mimbar bebas ini. Apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono dengan keroconya dari TNI tidak meniru Pol Pot dalam hal membunuh rakyat muslim Acheh yang tela sadar untuk menentukan nasib sendiri ? Kalian Muba Dijon hidung belang memang buta, mana mata kalian bisa melihat kelakuan TNI-nya Djoko Santoso orang Jawa dan Supiadin orang Sunda itu dengan TNI-nya melakukan pembunuhan, penganiayaan, perkosaan, penyiksaan, penculikan, terhadap rakyat muslim dan muslimah Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Jadi Muba Dijon hidung belang, kalau bercuap di mimbar bebas ini harus dipikir seribu kali, jangan hanya mengembek ikutan Syamsir Siregar dari sarang labah-labah BIN saja. Dasar budek.

Kalian itulah Muba Dijon hidung belang yang maling teriak maling, persis seperti itu Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya Djoko Santoso dan Supiadin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 6 May 2005 16:30:55 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: OMAR PUTEH: PLUS II + MALING TERIAK MALING
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 dityaaceh_2003@yahoo.com

Hm... Kasihan sekali om puteh ini... Entah dia sedang kerasukan syaithon atau lagi muncak di ujung masturbasinya... Akibatnya gampang ditebak, tulisannya ngaco sengaco-ngaconya... bahkan penuh dengan caci maki (maaf) "anjing" dan yang lainnya... Apakah memang begini ya kalo celeng lagi kerasukan syaithon atau dalam fase akhir masturbasi? Ha ha... Eh, sejak kapan ada equivalensi antara Trunojoyo dengan Indonesia? Trunojoyo adalah sejarah, sedangkan Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke adalah kenyataan... ASNLF adalah kenyataan, tetapi pengakuan sebagai wakil rakyat NAD adalah murni hayalan...

Lagian, banyaknya faksi ASNLF itu menunjukkan banyaknya brutus di dalam kelompok toneel itu... Apa sih maksudnya membicarakan kelemahan ASNLF seperti itu? Mau minta tolong Bang Syamsir? Entar deh aku sampaikan kepada beliau? Trus apa pula maksudnya
"mengingatkan" Johan Pahlawan sebagai suku bangsa Aceh? Sudah makin berkurang ya yang masih bisa dan mau ditipu dengan mimpi-mimpi merdeka atau self government kalian? Padahal kalian nanti akan menjadi Pol Pot terhadap rakyat Aceh... Bung Johan itu tidak perlu
diingatkan... Dia selalu ingat dengan keacehannya sehingga dia tetap berada di jalan yang benar, menjadi bagian dari Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke...

Jadi, bukan "maling teriak maling", tapi "ASNLF teriak-teriak" karena kehilangan pegangan sekaligus kehilangan dukungan... Sayang sekali, amnesti nampaknya sudah ditutup oleh SBY sang patriot sejati itu... Jadi, pulang aja ke NAD, serahkan sendiri kepala kalian kepada rakyat Aceh yang gara-gara kalian mereka sudah sekian lama kehilangan rasa damainya...

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------