Sandnes, 8 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO TEJOKUSUMO HANYA SEKEDAR NGOMONG
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

BIMO TEJOKUSUMO HANYA SEKEDAR NGOMONG DAN TIDAK TAU MALU, MEMBABI BUTA

Hahha. Musuh nomor wahit saya adalah Indonesia Munafiq dan Dhalim. Hal ini sudah saya uraikan dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya. Bukan sekedar ngomong macam kamu, Bimo. Dan Ustaz Ahmad sudirman tak usah kamu lawan, bukan tandingan kamu kendatipun kamu pasca sarjana. Didalam system thaghut Indonesia munafiq banyak sekali orang-orang yang sudah menyandang titel Doktor dan juga propessor, namun mereka tidak berani melawan Ustaz Ahmad Sudirman, kenapa ?

Sebabnya hati kecil mereka mengakui benarnya apa yang dituliskan Ustaz dan andaikata mereka tetap juga mendebat Ustaz Ahmad sudirman, mereka akan konyol sendiri. Justru itulah mereka tidak pernah tampil dimilis ini. Mereka masih punya harga diri tidak seperti kamu Bimo yang tidak tau malu, membabi buta persis seperti Mubazir, Johan pahlawan, Rokhmawan cs.dan juga tuan Mazda.

Bukan saya memuji Ustaz Ahmad sudirman, namun ini adalah kenyataan atau reality bahwa ustaz yang satu ini kapasitasnya tak mampu ditandingi oleh Doktor-doktor yang bathil, bersekongkol dalam System Indonesia Munafiq dan Dhalim, kenapa ?

Sebab di pintu gerbang Ilmu tertulis dengan jelas: "Dilarang masuk orang-orang yang tidak beriman" (QS.56:79).

Billahi fi sabililhaq

Muhammad Al Qubra

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.
----------

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
www.ahmad-sudirman.com

Stockholm, 7 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO BARU KELILING BELANDA, BEGITU BALIK DI MALMO TUNJUK HIDUNG TETAPI LUPA OTAKNYA KEROPOS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

BIMO TEJOKUSUMO BARU KELILING BELANDA, BEGITU BALIK DI MALMO TUNJUK HIDUNG TETAPI LUPA OTAKNYA KEROPOS

"Musuh No.1 Indonesia bernama Ustadz Ahmad Sudirman. Berkali-kali ustadz yg satu ini mengobarkan kebencian terhadap para pemimpin Indonesia, namun pemerntah Indonesia belum juga melakukan langkah-langkah kongkret untuk mengamankan nama baiknya. Selain mengecam Soekarno yg nyata-nyata pernah dikagumi sbg pemimpin berpengaruh di kawasan Asia Afrika, Ahmad Sudirman juga menyebarluaskan disintegrasi teritorial di kawasan Indonesia. Mendukung GAM, Maluku, dan Papua separatisme. Padahal status Ahmad Sudirman adalah Warga Negara Swedia, jadi tdk ada sangkut pautnya dengan negara Indonesia dan apa pun yg berurusan dg politik Indonesia. Juga Ahmad Sudirman bukan Orang Aceh, sehingga bisa dikatakan Ahmad Sudirman adalah opportunistik yg numpang populer pada masalah GAM, Maluku, dan Papua Separatisme." (Bimo Tejokusumo , bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk , Sat, 7 May 2005 12:13:04 +0100 (BST))

Baiklah Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia.

Rupanya Bimo Tejokusumo setelah keliling di Amsterdam, Noord-Holland, Netherlands, sejak Saptu, 23 April 2005 yang lalu, begitu sampai di Malmo lagi langsung melambungkan cuapannya yang tidak berisi, kecuali cuapan gombalnya: "Musuh No.1 indonesia bernama Ustadz Ahmad Sudirman" Kan ngaco itu cuapan Bimo Tejokusumo ini.

Seharusnya, kalau itu yang bernama Bimo ini smart, ia akan memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman "Pepera model Soekarno menyimpang dalam pelaksanaannya, rakyat Papua Barat tuntut kemerdekaan" (Ahmad Sudirman, 6 Mei 2005). Tetapi, setelah isinya dibaca, bukan ia menanggapi tulisan Ahmad Sudirman itu, melainkan ia hanya menuliskan kata-kata gombal: "Musuh No.1 indonesia bernama Ustadz Ahmad Sudirman".

Ahmad Sudirman memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Soekarno yang melakukan penyelewengan dari isi Perjanjian New York 15 Agustus 1962 tentang Pepera di Papua Barat, sehingga menjadi landasan hukum yang paling lemah yang bisa dijadikan alasan oleh pihak RI untuk mempertahankan Negeri Papua Barat.

Seharusnya, itu Bimo Tejokusumo dan para pengikut Susilo Bambang Yudhoyono menampilkan sanggahan dan bantahannya atas tulisan dan pendapat Ahmad Sudirman itu. Tetapi, kenyataannya tidak, malahan hanya menuliskan secuil kalimat: "Berkali-kali ustadz yg satu ini mengobarkan kebencian terhadap para pemimpin Indonesia, namun pemerntah Indonesia belum juga melakukan langkah-langkah kongkret untuk mengamankan nama baiknya. Selain mengecam Soekarno yg nyata-nyata pernah dikagumi sbg pemimpin berpengaruh di kawasan Asia Afrika, Ahmad Sudirman juga menyebarluaskan disintegrasi teritorial di kawasan Indonesia. Mendukung GAM, Maluku, dan Papua separatisme."

Nah, kan kelihatan itu Bimo memang budek. Ya, jelas itu Susilo BambangYudhoyono dan Jusuf Kalla akan diam, karena mereka berdua tidak mempunyai alasan yang kuat yang bisa dijadikan dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum untuk mendebat dan menjatuhkan argumentasi rakyat Papua Barat yang menuntut ulang Pepera di Papua Barat. Dimana seluruh rakyat di Papua Barat diberikan kebebasan untuk melakukan plebisit atau Pepera yang telah disetujui dalam Perjanjian New York 15 Agustus 1962 itu.

Jadi Bimo Tejokusumo, itu bukan Ahmad Sudirman yang mengobarkan kebencian terhadap para pemimpin Indonesia, melainkan Ahmad Sudirman menampilkan tanggapan dan argumentasi kepada para pemimpin Indonesia yang melakukan penyelewengan apa yang tertuang dalam Perjanjian New York 15 Agustus 1962 itu.

Coba, kalian Bimo bantah dan tanggapi alasan dan argumentasi Ahmad Sudirman tentang Pepera itu, kalau kalian mampu. Jangan hanya bercuap seenak udel sendiri dengan mengatakan: "Musuh No.1 indonesia bernama Ustadz Ahmad Sudirman".

Kalian ini memang ngaco Bimo Tejokusumo, katanya belajar di Universitas Malmo, tetapi otak picik. Bagaimana bisa lulus ujiannya.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman warga negara Swedia, itu tidak menjadi suatu halangan besar untuk memberikan tanggapan atas apa yang telah dijalankan oleh pihak RI terhadap pihak rakyat Papua Barat yang dibodohi oleh pimpinan di negara RI, seperti oleh Soekarno cs dalam hal Pepera. Hak setiap rakyat di dunia dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Hak Asasi Manusia.

Kalau Ahmad Sudirman mendukung rakyat yang negerinya diduduki dan dijajah oleh pihak asing, seperti rakyat Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan negerinya dijajah pihak RI, itu tidak ada hubungannya dengan warga negara yang dimiliki Ahmad Sudirman. Dan kalau Ahmad Sudirman mendukung perjuangan rakyat Acheh dan Papua Barat itu bukan opportunistik yang numpang populer pada masalah GAM, Maluku, dan Papua. Melainkan itu hak setiap orang yang hidup diatas dunia ini untuk menyatakan suaranya dan sikapnya yang dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum hak Asasi Manusia.

Seharusnya itu Bimo Tejokusumo sebagai orang yang telah memakan bangku perguruan tinggi, apalagi sudah makan bangku Universitas Malmo memahami bahwa kalau Ahmad Sudirman menampilkan pendapat dan tanggapannya tentang Pepera di Papua Barat, tampil dengan sanggahannya atas pendapat dan tangapan Ahmad Sudirman itu. Ini, yang bernama Bimo bukan memberikan tanggapan balik, malahan berbual yang isinya gombal tidak menentu. Masa yang namanya sudah pasca sarjana masih juga punya pikiran gombal model mbah Soekarno yang main sulap tipu saja.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan bantahan atas pendapat para pimpinan wahhabi atau salafi Saudi, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo, Syarikat Islam, itu bukan berarti Ahmad Sudirman memusuhi mereka. Tetapi Ahmad Sudirman memberikan pendapat bahwa apa yang dikatakan oleh pimpinan mereka itu adalah kurang dan tidak sesuai. Nah, kalau kalian Bimo sanggup, coba bantah pendapat dan tanggapan Ahmad Sudirman itu, bukan hanya pandai bercuap dengan menyatakan: "memusuhi hampir semua elemen gerakan-gerakan Islam di dunia". Kan ngaco Bimo ini. Masa Ahmad Sudirman yang memberikan tanggapan dan pendapat atas apa yang dilambungkan mereka lalu dianggap memusuhi mereka.

Kalau Bimo menyatakan bahwa Ahmad Sudirman yang memberikan tanggapan dan pendapat atas apa yang dikemukakan oleh orang-orang dari wahhabi atau salafi Saudi, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo, Syarikat Islam, adalah sebagai musuh mereka, maka itu artinya Bimo memang budek.

Itu Bimo Tejokusumo tidak tau apa itu arti musuh dan apa itu arti memberikan pendapat dan kritikan.

Tetapi memang wajar, Bimo berpikiran seperti itu, karena di negara sekuler burung pancasila RI biasa kalau ada orang yang mengkritik, membantah, menyanggah pendapat Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya, maka orang itu dicap sebagai musuh mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI. Kan gombal itu jadinya.

Selanjutnya, Ahmad Sudirman menampilkan tentang Daulah Islamiyah petama Rasulullah saw di Yatsrib, itu semuanya untuk dijadikan sebagai acuan oleh umat Islam. Bukan dijadikan sebagai barang olok-olok. Seperti sebagian orang di Negara sekuler pancasila melihat itu contoh Daulah Islamiyah pertama yang dibangun Rasulullah saw dianggap enteng saja, bahkan tidak diakuinya. Sehingga mereka lebih senang dengan membangun Negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan bantahan atas pendapat para pimpinan wahhabi atau salafi Saudi, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo, Syarikat Islam bukan berarti Ahmad Sudirman orang yang sakit karena tidak bisa menjalin silaturahim dengan segenap elemen muslim dunia, atau muslim Indonesia. Melainkan, untuk saling meluruskan dan mengingatkan satu sama lainnya. Ahmad Sudirman menjalin hubungan dengan orang-orang Islam yang ada di Acheh dan di RI. Apapula Ahmad Sudirman dikatakan tidak bisa menjalin silaturahim dengan segenap elemen muslim dunia. Soal hubungan dengan pihak luar tidak perlu Ahmad Sudirman propagandakan dan gembar-gemborkan di mimbar bebas ini.

Dan Ahmad Sudirman dengan menyampaikan sanggahan dan tanggapan atas pemikiran orang-orang di mimbar bebas ini bukan "mengobarkan kebencian terhadap sesuatu yang berbau Indonesia", melainkan menyampaikan pendapat untuk saling meluruskan dan mengingatkan. Nah, kalau ada orang yang menganggap bahwa tanggapan dan pendapat Ahmad Sudirman itu dianggap sebagai pengobaran kebencian kepada yang bau-bau Indonesia, ya, itu hak orang tersebut. Hanya orang budek saja, yang mengambil kesimpulan seperti itu.

Seterusnya, kalau Ahmad Sudirman memberikan dukungan kepada perjuangan kemerdekaan rakyat Acheh dan Papua Barat, itu bukan berarti Ahmad Sudirman "kesepian yang mencari dukungan dengan mendukung separatisme di Indonesia". Melainkan, itu hak Ahmad Sudirman untuk mendukung rakyat Acheh dan Papua Barat yang negerinya diduduki dan dijajah oleh pihak RI.

Nah, kalau kalian Bimo tidak mau dianggap dan disebut sebagai penjajah di Acheh dan Papua Barat, coba tampilkan alasan dan dasar argumentasi kalian bahwa itu negeri Acheh dan Negeri Papua Barat adalah milik mbah kalian Soekarno dan para penerusnya yang memakai label RIS dan RI.

Bimo Tejokusumo, yang kalian harus himbau adalah itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan TNI yang terus saja menduduki dan menjajah Acheh dan Papua Barat. Mereka itulah yang terus saja membuat dosa dengan melakuka pembunuhan di Acheh dan di Papua Barat.

Kalau Ahmad Sudirman selalu menyangkut pautkan dengan Soekarno, karena memang Soekarno inilah yang menjadi biang keladi konflik yang tidak berkesudahan sampai detik ini. Coba kalau itu Acheh tidak ditelan dan dicaploknya, coba kalau itu Papua Barat tidak dtelan dan dicaploknya, dan coba kalau itu Maluku Selatan tidak ditelan dan dicaploknya, tidak akan sampai terjadi konflik yang berkepanjangan seperti sekarang ini. kalau itu Soekarno mengatur saja negeri RI-Jawa-Yogyanya, tidak akan sampai terjadi kemelut di Acheh, Papua Barat dan di Maluku Selatan. Ini kan tidak, ditelannya semua Negara/Daerah Bagian RIS dengan mulut negara sekuler RI-Jawa-Yogya. Begitu juga negeri Acheh dan Papua Barat disantapnya. Kan ngaco itu jadinya, sehingga kemelutnya sampai sekarang ini tidak bisa diselesaikan.

Selanjutnya, kalian Bimo menyatakan: "Ahmad Sudirman sama sekali tdk punya jasa thdp Indonesia, namun ia justru memusuhi dan mengobarkan kebencian thdp indonesia. Ahmad Sudirman juga mengobarkan ketidaksukaan thdp tokoh muslim pendahulu, yg nyata-nyata dari mereka lah masyarakat Indonesia mengenali ajaran islam."

Soal jasa atau tidak jasa, itu adalah hak setiap manusia diatas dunia ini untuk menyampaikan haknya kalau melihat orang lain yang negerinya diduduki dan dijajah oleh negara lain. Misalnya, seperti rakyat Acheh dan Papua Barat negerinya diduduki dan dijajah RI. Itu hak Ahmad Sudirman untuk menyampaikan dukungan dan sokongan kepada mereka.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan hak Ahmad Sudirman untuk menyokong dan mendukung rakyat Acheh dan Papua Barat yang negerinya dijajah RI, itu bukan berarti Ahmad Sudirman "tidak mengajarkan kebaikan, kesabaran, akhlak yg baik", melainkan justru menunjukkan dan menjelaskan bahwa kelakuan pihak RI dengan menduduki dan menjajah negeri Acheh dan Papua Barat adalah tindakan biadab yang harus dikutuk umat manusia diatas dunia.

Nah, dengan Ahmad Sudirman menyampaikan sokongan dan dukungan kepada rakyat Acheh dan Papua Barat itu bukan berarti Amad Sudirman "mengajarkan kebencian thdp Indonesia", melainkan justru menunjukkan dan menggambarkan bahwa pihak RI yang telah memberikan contoh yang melanggar dasar hukum inernasional dan nasional.

Seterusnya, kalau Bimo menyatakan: "Ahmad Sudirman tdk mewarisi sifat dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang nyata-nyata harus jadi panutan, namun malah memporak-porandakan upaya muslim Indonesia utuk menjalin silaturahim di kawasan Asia."

Yang memporak porandakan silaturakhmi umat Islam di negara sekuler RI bukan Ahmad Sudirman melainkan itu para keroco dari partai-partai politik yang membawa bau-bau Islam. Mereka saling gebuk satu sama lain. Mereka hanya terpokus kepada kekuasaan saja. Mereka itulah yang memporak porandakan silaturakhmi umat Islam, bukan Ahmad Sudirman. Itu para pengurus partai politik dan wakil-wakilnya yang ada di DPR yang terus mendukung pembunhan dan penjajahan di Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan melalui TNI-nya.

Jadi, bukan Ahmad Sudirman yang memporakporandakan silaturakhmi umat Islam, dan bukan Ahmad Sudirman yang menyesatkan orang-orang di negara sekuler pancasila RI, melainkan itu para keroco yang haus kekuasaan dan memakai umat Islam sebagai alat untuk mencapai puncak kekuasaan.

Kalau Bimo Tejokusumo mengatakan: "Sama sekali bukan representasi Khilafah islamiyah. Bagaimana mungkin mendirikan Khilafah kalau model orangnya seperti Ahmad Sudirman yg sibuk dukung sana dukung sini separatisme di negara Indonesia, yg sebenarnya cermin Ahmad Sudirman adalah orang kesepian yg ingin mencari teman."

Soal mendukung perjuangan rakyat Acheh, Papua Barat, itu hak pribadi Ahmad Sudirman, yang melihat kelakuan pihak RI yang terus membunuh dan membantai rakyat muslim Acheh dan rakyat Papua Barat. Jadi, bukan karena Ahmad Sudirman kesepian. Ahmad Sudirman tidak kesepian di Swedia. Dan itu soal Khilafah Islamiyah adalah soal negara yang mengacu kepada apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Siapa yang akan tampil membawa atau mewakili Khilafah Islamiyah dalam memperjuangkan penegakannya kembali itu diserahkan kepada seluruh umat Islam yang sadar dan yang selalu mengikuti contoh Rasulullah saw.

Terakhir itu Bimo Tejokusumo menyatakan: "Sayangnya, orang makin tdk simpati kepada Ahmad Sudirman yg warga negara kafir swedia.Istighfar, semoga ustadz Ahmad Sudirman bertobat."

Soal simpati atau tidak simpati atas apa yang dilambungkan Ahmad Sudirman itu adalah hak masing-masing individu. Ahmad Sudirman tidak meminta atau memaksa seseorang untuk simpati. Yang jelas Ahmad Sudirman telah menyampaikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Negeri Aceh dan papua Barat. Dan itu hak setiap orang, apakah mau simpati atau tidak. Bagi Ahmad Sudirman soal simpati atau tidak simpati bukan tujuan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 7 May 2005 12:13:04 +0100 (BST)
From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Subject: Re: PEPERA MODEL SOEKARNO MENYIMPANG DALAM PELAKSANAANNYA, RAKYAT PAPUA BARAT TUNTUT KEMERDEKAAN
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, zul@mucglobal.com, yahuwes@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, yuhe1st@yahoo.com, viery_fajri@yahoo.com, wpamungk@centrin.net.id, warzain@yahoo.com, wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, trieng@netzero.net, tang_ce@yahoo.com, tgk_maat@yahoo.co.uk, tonisudibyo2001@yahoo.com

Musuh No. 1 indonesia bernama Ustadz Ahmad Sudirman,

Berkali-kali ustadz yg satu ini mengobarkan kebencian terhadap para pemimpin Indonesia, namun pemerntah Indonesia belum juga melakukan langkah-langkah kongkret untuk mengamankan nama baiknya. Selain mengecam Soekarno yg nyata-nyata pernah dikagumi sbg pemimpin berpengaruh di kawasan Asia Afrika, Ahmad Sudirman juga menyebarluaskan disintegrasi teritorial di kawasan Indonesia. Mendukung GAM, Maluku, dan Papua separatisme.

Padahal status Ahmad Sudirman adalah Warga Negara Swedia, jadi tdk ada sangkut pautnya dengan negara Indonesia dan apa pun yg berurusan dg politik Indonesia. Juga Ahmad Sudirman bukan Orang Aceh, sehingga bisa dikatakan Ahmad Sudirman adalah opportunistik yg numpang populer pada masalah GAM, Maluku, dan Papua Separatisme.

Ahmad Sudirman mengatakan memimpikan khilafah madaniah, namun apa yg dilakukan adalah memusuhi hampir semua elemen gerakan-gerakan Islam di dunia. Memusuhi wahabi, memusuhi salafi, memusuhi Hizbut tahrir, memusuhi Nahdatul Ulama, memusuhi Muhammadiyah Kibagus Kusumo, memusuhi Syarikat islam, memusuhi semuanya. Yg nyata Ahmad Sudirman dukung hanyalah separatisme Indonesia, jadi bisa dikatakan Ahmad Sudirman adalah orang yg sakit karena tdk bisa menjalin silaturahim dengan segenap elemen muslim dunia, atau muslim indonesia.

Agak sedih mengatakan demikian, karena diusia senjanya kenyataan Ahmad Sudirman mengobarkan kebencian thdp sesuatu yg berbau Indonesia. padahal, jelas-jelas ustad Ahmad Sudirman adalah bukan warga negara Indonesia, bukan warga Aceh, bukan warga Papua, bukan warga Maluku.

Ahmad Sudirman adalah orang kesepian yg mencari dukungan dengan mendukung separatisme di Indonesia.

Dihimbau Ahmad Sudirman bertobat, atau justru Ahmad Sudirman selalu meneruskan dosa-dosa kolektif terhadap banyak organisasi islam, sekaligus dosa thdp banyak almarhum pemimpin Indonesia.

Ahmad Sudirman sama sekali tdk punya jasa thdp Indonesia, namun ia justru memusuhi dan mengobarkan kebencian thdp indonesia. Ahmad Sudirman juga mengobarkan ketidaksukaan thdp tokoh muslim pendahulu, yg nyata-nyata dari mereka lah masyarakat Indonesia mengenali ajaran islam.

Ahmad Sudirman tdk mengajarkan kebaikan, kesabaran, akhlak yg baik, namun mengajarkan kebencian thdp Indonesia.

Ahmad Sudirman tdk mewarisi sifat dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang nyata-nyata harus jadi panutan, namun malah memporak-porandakan upaya muslim Indonesia utuk menjalin silaturahim di kawasan Asia.

Entah bagaimana akhir hidup Ahmad Sudirman kalao terus menerus menyebarluaskan opini yg menyesatkan.

Sama sekali bukan representasi Khilafah islamiyah.

Bagaimana mungkin mendirikan Khilafah kalau model orangnya seperti Ahmad Sudirman yg sibuk dukung sana dukung sini separatisme di negara Indonesia, yg sebenarnya cermin AHmad Sudirman adalah orang kesepian yg ingin mencari teman.

Sayangnya, orang makin tdk simpati kepada Ahmad Sudirman yg warga negara kafir swedia.
Istighfar, semoga ustadz Ahmad Sudirman bertobat.

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------