Stockholm, 12 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO IKUTAN EKOR SOEKARNO MELEBUR SUKU DILUAR SUKU JAWA JADI ARIA-JAWA-INDONESIA MODEL MBAH SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BIMO TEJOKUSUMO MAKIN BUTA IKUTAN EKOR SOEKARNO MELEBUR SUKU-BANGSA DILUAR SUKU JAWA JADI ARIA-JAWA-INDONESIA MODEL MBAH SOEKARNO

"Ahmad Sudirman yg rasialis, selalu menghitung-hitung jumlah suku di Indonesia padahal semuanya telah lebur dalam keIndonesiaan, namun dasar ngaco ini Ahmad Sudirman, sambil goyang di kursi sudut apartemen Stockholm, senyam-senyum sendiri, menghitung jumlah suku di Indonesia. Ahmad Sudirman pejuang khilafah tapi rasialis, berhala dan memperberhalakan sendiri. Ahmad Sudirman penipu licik warga negara Swedia, mengaku pejuang khilafah tapi bermulut busuk, tidak menjadikan kesabaran dan istiqomah dalam mendebat, tidak pernah menerima sanggahan orang lain, dan selalu berorientasi pada satu: GAM, jadi GAM adalah berhala bagi Ahmad Sudirman" (bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk , Wed, 11 May 2005 23:23:37 +0100 (BST))

Baiklah Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia.

Bimo sudah ketularan racun Soekarno, tanpa dipikir panjang langsung melambungkan kata-kata gombalnya: "Ahmad Sudirman yg rasialis, selalu menghitung-hitung jumlah suku di Indonesia padahal semuanya telah lebur dalam keIndonesiaan, namun dasar ngaco ini Ahmad Sudirman, sambil goyang di kursi sudut apartemen Stockholm, senyam-senyum sendiri, menghitung jumlah suku di Indonesia"

Nah, coba perhatikan, itu Bimo orang Jawa satu ini, menuliskan dengan seenak udelnya sendiri bahwa semua suku telah melebur dalam keIndonesiaan.

Kan gila itu pernyataan hasil perasan otak Bimo yang katanya sedang mendekam di Universitas Malmo, Swedia ini. Bagaimana bisa itu semua suku bangsa yang ada di Nusantara telah melebur kedalam keIndonesiaan.

Coba buktikan secara fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, apa yang namanya keIndonesiaan itu ?. Bagaimana proses sejarah, asal mula lahirnya keIndonesiaan ? Bagaimana itu yang dinamakan adat-istiadat keIndonesiaan, dan keturunan bangsa yang berlabel Indonesia ini ?

Bimo, jangan seenak udel sendiri kalau menulis di mimbar bebas ini. Kalian tidak pernah menjawab pertanyaan-pertanyaan Ahmad Sudirman. Yang kalian bisa lambungkan hanyalah tuduhan dan lemparan ampas pemikiran gombal kalian saja. Sesudah itu hanya mengelak dan menyingkir kalau ada tanggapan dari Ahmad Sudirman.

Kalau Ahmad Sudirman membicarakan suku bangsa yang ada di Nusantara, itu artinya bukan rasialis, melainkan usaha untuk membeberkan bahwa masalah suku, bangsa, etnik tidak bisa dilebur dan disatupadukan, melainkan yang ada diikat dalam satu ikatan yang sama, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw dalam Undang Undang Madinahnya. Bagaimana itu para kabilah-kabliah baik itu yang ada di Yatsrib ataupun yang datang dari Mekkah, diikat dalam satu ikatan akidah, bukan dileburkan sebagai mimpi kalian dan mbah kalian Soekarno penipu licik itu.

Peleburan suku, bangsa, etnik adalah suatu usaha mimpi gombal yang tidak akan pernah terjadi, dan itu menyalahi hukum Allah SWT. Allah SWT telah menyatakan: "wa ja'alnakum syu'uban wa qabaaila lita'arafuu (dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal)" (QS, Al Hujurat, 49: 13)

Nah, sampai kiamat itu bangsa dan suku tidak bisa dileburkan. Orang yang sedang mimpi seperti mbah Soekarno dan Bimo orang Jawa satu itu saja yang telah mendeklarkan bahwa bangsa dan suku telah dilebur kedalam bangsa yang berlabel Indonesia atau dengan istilah kerennya keIndonesiaan model mbah Soekarno yang mayoritas orang orang Jawa, alias bangsa Jawa atau aria-Jawa-Indonesia model mbah Soekarno dengan menyapu ludes adat istiadat, bahasa, turunan dari suku dan bangsa yang ada di Nusantara.

Bimo, kalau kalian hanya bicara asal ceplos, maka jadilah akibatnya ngawur dan tidak menentu. Mengapa ? Karena, coba buktikan apakah benar itu bangsa Papua atau Papua Barat telah melebur kedalam bangsa yang berlabel Indonesia atau dengan istilah lainnya keIndonesiaan ? Sejak kapan itu bangsa Papua meleburkan diri kedalam keIndonesiaan ? Apakah sejak itu mbah Soekarno menyantok Papua Barat dengan Pepera model mbah Soekarno-nya 1969 ? Begitu juga dengan bangsa Acheh, sejak kapan itu bangsa Acheh meleburkan diri kedalam bangsa yang berlabel Indonesia ? Apakah sejak mbah Soekarno mencaplok dan menganeksasi Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950 dengan secewir kertas bertuliskan PP RIS No.21/1950 ?. Begitu juga dengan bangsa Sunda, sejak kapan itu bangsa Sunda meleburkan diri kedalam bangsa yang berlabel Indonesia atau masuk kedalam label keIndonesiaan ?

Apakah yang kalian maksudkan dengan keIndonesiaan adalah yang dinamakan pancasila dan tali bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular hindu dari Majapahit itu ? ataukah itu yang kalian namakan keIndonesiaan adalah tata-cara, adat istiadat, perilaku, turunan dari mitos Jawa yang ada di Jawa yang didominasi oleh bangsa Jawa dan dicetak dalam bentuk cetakan pancasila dengan diikat pakai tali bhineka tunggal ika hasil comotan dari Sutasoma-nya mpu Tantular ?

Coba jawab Bimo, jangan hanya melempar ampas kelapa hasil perasan pemikiran picik otak kalian saja.

Bimo, setiap individu yang ada dalam bangsa dan suku itu tidak bisa dilebur, melainkan tujuan dengan diciptakannya syu'ub dan kabilah itu adalah untuk saling kenal mengenai satu sama lain, saling hormat menghormati satu sama lainnya, bukan dileburkan dan dicampuradukkan dengan memakai ramuan jamu pancasila dengan ikatan tali bhineka tunggal ika hindu itu. Dan orang yang paling utama dari setiap bangsa dan suku itu adalah orang yang takut kepada Allah SWT, yaitu orang yang bertaqwa. Jadi, bukan orang yang meleburkan kedalam bangsa yang berlabelkan Indonesia atau keIndonesiaan model mbah Soekarno yang ditiru Bimo orang Jawa satu ini. "Inna akramakum 'indallahi atqaakuum" (Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu) (QS, Al Hujurat, 49: 13)

Kemudian, kalau kalian Bimo menyatakan: "Ahmad Sudirman penipu licik warga negara Swedia, mengaku pejuang khilafah tapi bermulut busuk, tidak menjadikan kesabaran dan istiqomah dalam mendebat, tidak pernah menerima sanggahan orang lain, dan selalu berorientasi pada satu: GAM, jadi GAM adalah berhala bagi Ahmad Sudirman"

Nah, itu perkataan kalian Bimo adalah perkataan keropos yang tidak ada artinya. Mengapa ? Karena, dari sudut dasar apa Ahmad Sudirman dikatakan penipu licik ? Coba berikan contoh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Ahmad Sudirman menunggu jawaban Bimo dalam tulisan mendatang.

Kemudian, sebagaimana yang selalu diulang-ulang dalam tulisan sebelum ini, bahwa kalau Ahmad Sudirman menjelaskan perjuangan Rasulullah saw dalam membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib, itu adalah untuk memberikan gambaran kepada umat Islam bahwa Rasulullah saw harus dicontoh dalam hal bagaimana membangun, mendirikan dan menjalankan roda Daulah Islamiyah itu. Bukan dinafikan dan dikepinggirkan. Dan adalah tanggung jawab bagi setiap muslim yang mukmin untuk mencontoh apa yang telah dilakukan Rasulullah saw. Dan kalau Ahmad Sudirman memberikan sanggahan itu bukan berarti bahwa Ahmad Sudirman mulut busuk dan tidak pernah menerima sanggahan orang lain, melainkan karena kalian dan keroco kalian tidak mampu memberikan dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas, terang dan benar, terutama dalam hal Acheh, dan Papua Barat. Jadi selama kalian dan keroco kalian tidak mampu membeberkan itu semua, bagaimana Ahmad Sudirman bisa menerimanya. Ahmad Sudirman tidak akan hanya enggeh saja.

Karena itu, kalau kalian Bimo tidak mau disanggah Ahmad Sudirman, coba tampilkan alasan yang benar dan jelas. Misalnya tentang peleburan bangsa dan suku yang mlebur kedalam keIndonesiaan seperti yang kalian lambungkan, itu adalah hasil pemikiran kalian yang gombal dan salah besar, serta menyalahi apa yang difirmankan Allah SWT. Jadi, bagaimana Ahmad Sudirman tidak menyanggah pendapat hasil pemikiran kalian Bimo, kalau hasil perasan otak kalian tentang suku dan bangsa adalah gombal.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman membicarakan suku dan bangsa atau syu'ub dan kabilah, memberikan sanggahan, itu bukan rasial, dan bukan memperberhalakan sendiri, melainkan memberikan jawaban dan memberikan penjelasan bahwa apa yang kalian katakan peleburan bangsa dan suku kedalam bangsa yang berlabel Indonesia dengan keIndonesiaannya itu adalah ngaco dan salah besar.

Seterusnya, kalau Ahmad Sudirman beratus kali menyatakan dukungan dan sokongan kepada para pejuang rakyat Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, itu bukan berarti menjadikan "GAM berhala", melainkan bahwa perjuangan rakyat Acheh itu adalah benar karena memang negerinya dianeksasi dan diduduki oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang didukung oleh kalian Bimo. Kalian memang ngaco Bimo, pandangan dan pikiran kalian memang picik alias sempit, dasar budek alias tuli.

Selanjutnya, kalian Bimo ketika membaca hasil pemikiran Ahmad Sudirman tentang suku dan bangsa yang ada diluar suku Jawa, dan semua suku dan bangsa itu tidak bisa disatukan dan dileburkan kedalam bangsa Indonesia yang berkeIndonesiaan atau aria-Jawa-Indonesia model mbah Soekarno, lalu menuduh Ahmad Sudirman pemikirannya sesat, memecah belah bangsa Indonesia dengan menyebut suku aria Jawa.

Nah, tuduhan kalian Bimo memang gombal. Mengapa ? Karena, dengan membicarakan suku dan bangsa yang ada diluar suku Jawa, itu bukan memecah belah, melainkan untuk meluruskan bahwa suku dan bangsa tidak bisa dilebur kedalam bangsa Indonesia dengan keIndonesiaannya. Kemudian, apa yang dilakukan oleh Soekarno cs dalam kongres pemudanya dengan lahirnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928, itu hanyalah merupakan usaha politis dari mbah Soekarno cs dengan ideologi marhaenismenya untuk menghilangkan bahasa, adat istiadat, turunan, budaya yang ada pada setiap bangsa menjadi satu wadah yang dinamakan Indonesia dengan dilabelkan kepada bangsa, bahasa dan negeri.

Jadi, itu usaha Soekarno cs yang melakukan peleburan suku dan bangsa kedalam Indonesia dengan dilabelkan kedalam bangsa, bahasa dan negeri adalah usaha politis yang sangat rapuh dari pihak Soekarno cs.

Dan kalau dasar politis ini dijadikan argumentasi untuk meleburkan negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan dengan semua orang-orangnya, maka itu dasar dan alasan yang sangat lemah, lebih lemah dari sarang jaringan labah-labah.

Seterusnya, sebagaimana yang telah berpuluh kali dituliskan dalam tulisan sebelum ini bahwa menyokong perjuangan rakyat Acheh dan Papua Barat adalah hak setiap orang, dan hak Ahmad Sudirman yang dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Hak Asasi Manusia, tanpa melihat asal dan warganegara Ahmad Sudirman.

Jadi Bimo, tidak ada larangan kalau ada orang yang mendukung perjuangan rakyat Acheh dan rakyat Papua Barat. Justru, yang harus sadar adalah para penerus Soekarno termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang terus saja menduduki dan menjajah Acheh dan Papua Barat.

Nah, kalau Ahmad Sudirman mendukung perjuangan rakyat Acheh dan rakyat Papua Barat. Justru, itu bukan berarti "suka ngurusi negara lain, merecoki usaha peimpin Indonesia agar seluruh elemen bangsa hidup rukun bersatu", melainkan untuk mebenarkan bahwa perjuangan rakyat Acheh dan Papua Barat itu benar, karena dilihat dari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya, itu Negeri Acheh dan Papua Barat memang dianeksasi, diduduki dan dijajah RI.

Kalau kalian menganggap bahwa itu Acheh dan Papua Barat adalah milik kalian dan mbah kalian Susilo Bambang Yudhoyono, maka buktikan itu di mimbar bebas ini semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya, agar supaya seluruh rakyat di Acheh, Papua Barat dan RI mengetahuinya dengan jelas dan benar.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman sekarang ini sebagai warganegara Swedia, ya, jelas, harus menghormati hukum yang berlaku di Swedia dan tidak boleh melanggarnya. Itu adalah logis dan masuk akal bagi siapapun. Tidak peduli apakah itu orang Islam atau orang Kristen atau Yahudi atau sekuler atau atheis, kalau orang itu sebagai rakyat dalam negara tersebut. Nah, dengan menghormati hukum dan tidak melanggarnya itu bukan berarti berobah keyakinan Ahmad Sudirman. Dan dengan menghormati hukum dan tidak melanggarnya itu bukan berarti meluntur keyakinan Ahmad Sudirman dalam hal mencontoh kepada Rasulullah saw. Dan setiap manusia memiliki keyakinannya masing-masing. Dan Islam sangat menghormati keyakinan sesorang itu. Tidak ada paksaan dalam Islam. Apalagi memaksakan kepada orang lain untuk mengubah atau merobah keyakinan orang lain yang dianutnya. Jadi, kalau pimpinan di Swedia menganut ajaran selain Islam, ya, itu hak pribadi pimpinan Swedia. Selama pimpinan Swedia tidak melakukan usaha penghancuran Islam, sebagaimana yang dilakukan kaum kafir dan musyrik Mekkah terhadap Rasulullah saw dan para sahabatnya serta pengikutnya di Mekkah, maka tidak ada alasan untuk menentang pimpinan Swedia. Selama pimpinan Swedia memberikan perlindungan yang aman bagi kehidupan umat Islam di Swedia, maka selama itu tidak ada sedikitpun alasan untuk melakukan penentangan terhadap pimpinan Swedia.

Seterusnya, Bimo menulis: "Dasar budek, itu istilah Ahmad Sudirman yg mengaku bermulut istighfar dan bertakbir, namun suka memecah belah bangsa Indonesia, mengaku istri Batak Mandailing tapi tdk pernah bercerita bahwa berhala hasan Tiro yg disembah pengikut GAM adalah Yahudi, dan dari istrinyalah Hasan Tiro bersemnagat memecah Aceh menjadi milik GAM saja."

Bimo Jawa satu ini, dari dulu mengatakan Ahmad Sudirman suka memecah belah bangsa Indonesia, tanpa mampu memberikan dasar argumentasi yang kuat. Padahal Ahmad Sudirman telah beratus kali menyampaikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang aneksasi, pendudukan dan penjajahan RI terhadap Acheh dan Papua Barat. Tetapi, mana itu Bimo Jawa satu ini mampu memberikan argumentasinya berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum.

Bimo, Ahmad Sudirma telah berpuluh kali menyatakan kepada kalian, kalau ingin membantah tulisan Ahmad Sudirman harus disertakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Jangan asal bercuap saja.

Dan itu, soal istri Teungku Hasan Muhammad di Tiro kalian jadikan alasan gombal saja. Nah, sekarang Ahmad Sudirman menanyakan lagi, yaitu coba buktikan berdasarkan hukum, fakta dan bukti bahwa Rasulullah saw melarang menikah dengan perempuan Yahudi ?

Dan juga buktikan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa "istri Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang memberikan semangat memecah Acheh menjadi milik GAM saja "?

Ahmad Sudirman menunggu jawaban kalian Bimo, jangan sembunyi. Jangan hanya pandai melempar ampas hasil perasan otak udang saja.

Kemudian, itu Bimo Jawa satu dari Malmo ini menuliskan lagi: "Licik dan salah kaprah selalu didengungkan Ahmad Sudirman kepada pemimpin Indonesia, baik para pendahulu seperti Bung Karno, Pak Soeharto, Gusdur. Megawati, bahkan Pak Susilo Bambang Yudhayono, jadi dimata seorang Ahmad Sudirman, semua salah kecuali Ahmad Sudirman, beserta makmumnya warwick dan al Qubro di Norway yang makin tipis minyaknya dan bermimpi dapat minyak dari Aceh."

Ya, jelas, Bimo, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan bantahan atas apa yang dilakukan Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap rakyat dan Negeri Acheh serta Papua Barat, maka memang menurut fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang ada bahwa mereka para pimpinan negara sekuler RI ini telah melakukan aneksasi, pendudukan dan penjajahan di Acheh dan Papua Barat.

Nah, kalau kalian merasa benar, dan menuduh Ahmad Sudirman salah, maka coba tuliskan semua itu alasan kalian itu Bimo, jangan hanya bercuap keropos saja. Apakah kalian mengerti dan paham apa yang ditanyakan Ahmad Sudirman ini atau tidak, Bimo budek ?

Seterusnya, Ahmad Sudirman tidak pernah membanggakan sebagai pejuang Khilafah. Apakah pernah Ahmad Sudirman menulis dengan menyatakan bahwa Ahmad Sudirman bangga sebagai pejuang khilafah ? Yang selalu Ahmad Sudirman tuliskan adalah setiap umat Islam yang mukmin harus mencontoh kepada apa yang telah dilakukan Rasulullah saw. Jadi Ahmad Sudirman bukan membangakan diri, melainkan menyatakan harus mencontoh apa yang telah dilakukan Rasulullah saw dalam hal membangun dan mendirikan Daulah. Kalau yang namanya membanggakan diri itu sudah lain tujuan dan maksudnya. Sedangkan tujuan dari Ahmad Sudirman adalah bukan untuk membanggakan diri, melainkan untuk mencari keridhaan Allah SWT. Jadi beda, antara bangga dengan mengharap keridhaan Allah SWT.

Bimo kalian ini, sekali lagi, harus berpikir seribu kali sebelum nenuliskan hasil ampas pikiran otak picik kalian ini dalam menanggapi tulisan Ahmad Sudirman.

Seterusnya, itu kalian katakan: "Ahmad Sudirman mengacak Indonesia, adalah karena dendam lama kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah RI. Masa lalu yag tidak bisa hilang, jejak sejarah kelam Ahmad Hakim Sudirman yg tidak pernah usai, terperosok terjerumus sempoyongan di ketiak kafir Swedia."

Nah, ini juga alasan yang gombal. Itu Ahmad Sudirman telah berpuluh kali, bahwa apa yang disampaikan dimimbar bebas ini tentang penjajahan RI di Acheh dan Papua Barat adalah bukan karena akibat dari kewarganegaraan Ahmad Sudirman dicabut, melainkan karena memang menurut fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum itu RI menduduki dan menjajah Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan.

Jadi, dimana hubungannya antara pencabutan warganegara Ahmad Sudirman dengan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang RI menduduki dan menjajah Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan ?.

Itu soal kewarganegaraan yang dicabut mbah Soeharto dan keroconya seperti Noer Hassan Wirajuda dan Ferdy Salim adalah soal remeh alias kecil. Tidak mempengaruhi kepada Ahmad Sudirman. Apakah dengan dicabut kewarganegaraan Ahmad Sudirman oleh Soeharto, Noer Hassan Wirajuda dan Ferdy Salim, menjadikan Ahmad Sudirman terlantar, sempoyongan, sengsara, mati kutu di Swedia ?. Kan tidak. Yang sempoyongan dan mati kutu justru itu mbah Soeharto, Noer Hassan Wirajuda dan Ferdy Salim. Mereka tidak mampu sampai detik ini untuk membantah pendapat Ahmad Sudirman tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan pendudukan, aneksasi, dan penjajahan RI atas Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan.

Selanjutnya Bimo budek dari Jawa yang sekarang menyuruk di Malmo ini terus berceloteh: "Ahmad Sudirman, mengaku pejuang khilafah tapi menjelak-jelekkan dan selalu menyalahkan para pemimpin islam di Indonesia, entah Muhammadiyah maupun Nahdatul Ulama, mengaku pejuang khilafah tapi mendukung separatisme Indonesia utk memeperlemah silaturahim muslim Indonesia, selalu menganggap semua bohong kecuali pendapatnya sendiri."

Bimo, itu kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan bantahan tentang pancasila terhadap pihak Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, itu memang didasarkan kepada dasar referensi yang kuat. Nah, kalau pihak Muhammadiyah dan NU menganggap kuat alasan mereka untuk mempertahankan pancasila, coba tampilkan itu alasan mereka yang mereka anggap kuat itu, agar supaya Ahmad Sudirman bisa membacanya dan memberikan tanggapannya. Jangan hanya bisa bercuap dengan menuduh bahwa Ahmad Sudirman "menjelak-jelekkan dan selalu menyalahkan para pemimpin islam di Indonesia, entah Muhammadiyah maupun Nahdatul Ulama"

Dan itu sudah berulang kali Ahmad Sudirman tuliskan bahwa Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong perjuangan rakyat Acheh, Papua Barat adalah bukan mendukung separatisme Indonesia dan memperlemah silaturahim muslim Indonesia, melainkan mendukung perjuangan rakyat yang negerinya diduduki dan dijajah RI.

Kalau itu rakyat Acheh dan rakyat Papua Barat yang negerinya di jajah RI, kemudian mereka menuntut negerinya itu untuk dibebaskan dari kurungan dan aneksasi RI, maka itu rakyat Acheh dan Papua Barat bukan melakukan separatis atau pemisahan, melainkan menuntut kemerdekaan. Karena itu Negeri Acheh dan Papua Barat bukan milik dan bagian RI. RI yang jelmaan RIS itu yang menelan dan mencaplok Acheh dan Papua Barat.

Jadi, bagaimana bisa dikatakan rakyat Acheh dan Papua Barat dinamakan sebagai separatis. Kan gombal itu. Masa orang yang negerinya dijajah RI dianggap sebagai separatis. Itu jawaban orang budek.

Dan tentu saja, Ahmad Sudirman selalu mengatakan kepada pihak pimpnan RI yang tetap mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Acheh dan Papua Barat adalah mereka melakukan penipuan dan pembohongan kepada rakyat Acheh dan Papua Barat.

Dan kalau Ahmad Sudirman mempertahankan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang aneksasi, pendudukan dan penjajahan RI terhadap Acheh dan Papua Barat, itu bukan selalu enggeh pada diri sendiri, melainkan karena memang kalian tidak sanggup mematahkan argumentasi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang dimiliki Ahmad Sudirman.

Terakhir, kalau apa yang diterangkan dan dijelaskan dimimbar bebas ini ngawur, sebagaimana yang dicuapkan oleh Bimo Jawa ini, maka justru sebaliknya, Bimo Jawa satu inilah yang tidak sanggup membantah dan memberikan argumentasinya yang didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, selain hanya main tunjuk hidung saja dengan hasil ampas pemikiran otak udangnya.

Dan kalau mau selamat di dunia dan di akherat kelak, maka harus takut kepada Allah SWT dan tetap mengacu kepada apa yang telah diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw, bukan hanya mengembek kapada apa yang dicuapkan dan dicontohkan mbah Soekarno dan para penerusnya, sebagaimana yang selalu didengungkan Bimo dengan ucapan gombalnya bahwa suku semuanya telah lebur kedalam bangsa yang berlabel Indonesia dengan keIndonesiaannya.

Dan itulah jalan yang membawa keselamatan bukan kepada angan-angan kosong sebagaimana yang didengungkan oleh Bimo dan para penerus Soekarno lainnya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 11 May 2005 23:23:37 +0100 (BST)
From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Subject: Re: TATI COBA DEKAP TERUS ACHEH DENGAN MENYULAP ASAL USUL BANGSA INDONESIA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

AHMAD SUDIRMAN PEMECAH BELAH INDONESIA

AHMAD SUDIRMAN mengaku ustad namun pemikiran sesat, memecah belah bangsa indonesia dengan menyebut-nyebut suku aria jawa, selalu membantah keterangan lawan bicara, mengaku warga negara Swedia tapi suka ngurusi negara lain, merecoki usaha peimpin Indonesia agar seluruh elemen bangsa hidup rukun bersatu, memfitnah bangsa Indonesia sebagai penyembah berhala burung garuda, padahal Ahmad Sudirman telah menjadi berhala di Swedia, selalu ngaco ngomong khilafah madaniah tapi tunduk patuh pada hukum kafir Swedia, bukankah sebagai warga negara Swedia Ahmad Sudirman harus mengubah pemimpinnya yg kafir itu?

Dasar budek, itu istilah Ahmad Sudirman yg mengaku bermulut istighfar dan bertakbir, namun suka memecah belah bangsa Indonesia, mengaku istri Batak Mandailing tapi tdk pernah bercerita bahwa berhala hasan Tiro yg disembah pengikut GAM adalah Yahudi, dan dari istrinyalah Hasan Tiro bersemnagat memecah Aceh menjadi milik GAm saja..

Licik dan salah kaprah selalu didengungkan Ahmad Sudirman kepada pemimpin Indonesia, baik para pendahulu seperti Bung Karno, Pak Soeharto, Gusdur. Megawati, bahkan Pak Susilo Bambang Yudhayono, jadi dimata seorang Ahmad Sudirman, semua salah kecuali Ahmad Sudirman, beserta makmumnya warwick dan al Qubro di Norway yang makin tipis minyaknya dan bermimpi dapat minyak dari Aceh.

Siapakah Ahmad Sudirman yang adalah warga negara Swedia, mengapa dia membanggakan sebagai pejuang khilafah tapi mengacak Indonesia, adalah karena dendam lama kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah RI. Masa lalu yag tidak bisa hilang, jejak sejarah kelam Ahmad Hakim Sudirman yg tidak pernah usai, terperosok terjerumus sempoyongan di ketiak kafir Swedia.

Ahmad Sudirman, mengaku pejuang khilafah tapi menjelak-jelekkan dan selalu menyalahkan para pemimpin islam di Indonesia, entah Muhammadiyah maupun Nahdatul Ulama, mengaku pejuang khilafah tapi mendukung separatisme Indonesia utk memeperlemah silaturahim muslim Indonesia, selalu menganggap semua bohong kecuali pendapatnya sendiri.

Ahmad Sudirman yg rasialis, selalu menghitung-hitung jumlah suku di Indonesia padahal semuanya telah lebur dalam keIndonesiaan, namun dasar ngaco ini Ahmad Sudirman, sambil goyang di kursi sudut apartemen Stockholm, senyam-senyum sendiri, menghitung jumlah suku di Indonesia. Ahmad Sudirman pejuang khilafah tapi rasialis, berhala dan memperberhalakan sendiri.

Ahmad Sudirman penipu licik warga negara Swedia, mengaku pejuang khilafah tapi bermulut busuk, tidak menjadikan kesabaran dan istiqomah dalam mendebat, tidak pernah menerima sanggahan orang lain, dan selalu berorientasi pada satu: GAM....., jadi GAM adalah berhala bagi Ahmad Sudirman.

Ahmad Sudirman yang selalu enggeh hanya pada diri sendiri, bagaimana berhasil memperjuangkan khilafah kalao bicaranya ngawur dan meneyruduk semua elemen muslim di Indonesia, memangnya Ahmad Sudirman keturunan Aria mana pula, bah?

MENYEBARKAN SALAM

"Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam" HR. Muslim, No.54

Apakah Ahmad Sudirman termasuk penebar salam, ataukah model pendebat anti salam?

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------