Stockholm, 12 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI TIPU PAKAI LABEL BANGSA INDONESIA & EKOR SOEKARNO DIJADIKAN PEGANGAN SEJARAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI MAK COMBLANG TIPU PAKAI LABEL BANGSA INDONESIA & EKOR SOEKARNO DIJADIKAN PEGANGAN SEJARAH

"Oalah bikin seru aja ngebalas ocehan si Akang, nambah semangat buat komentar, buat nerjemahin bangsa aja berbelit-belit, bangsa=negara=nasonality yg didalamnya ada beragam suku up to you deh ! Jadi gini aja kang,saat ini kan lagi masa vacum artinya self government serta permintaan kompensasi kelompok anda kan lagi dicuekin, mo merdeka jangan harap ! Sedangkan situasi pengejaran GAM yg bandel masih tetap dilakukan, terima deh kondisi ini, soal pembuktian sejarah tentang Indonesia tercinta yg Akang debatkan sampai kapanpun gak kan ketemu hasil akhirnya. Sebab Akang bertahan dg sejarah yg didendangkan Hasan Tiro gombal dan rekan-rekan dari barisan sakit hati krn gak diberi tempat dan kekuasaan sedangkan saya berpegang pada sejarah yg tertulis dan dibukukan tanpa punya niat utk meng-class kannya krn sy gak punya kepentingan pribadi ditambah adanya jiwa kebangsaan sy.Jadi semua yg tergambar menurut sy jelas. Jadi kalopun sy jelas-jelaskan ke Akang seperti rekan milis yg lain itu cuma nambah pengetahuan Akang, lalu menghujat dan memutarbalikkan fakta krn Akang kekeh mempertahankan buku sejarah baru karangan Akang yg tiap sebentar direvisi sekalian mo iklankan ke kami-kami. Ya, buat jaga2lah kalo nanti dah gak dipake lagi ama ASNLF kan bisa jual buku he he" (Tati , narastati@yahoo.com , Wed, 11 May 2005 19:34:04 -0700 (PDT))

Baiklah Tati mak comblang di Jakarta, Indonesia.

Beginilah model para kacungnya mbah Soekarno dan para penerusnya yang otaknya picik alias sempit. Mengapa ? Karena ketika Ahmad Sudirman mempertanyakan dalam tulisan yang lalu, yaitu "dimanakah letak perbedaan antara bangsa Acheh dengan bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Papua atau Papua Barat dengan bangsa Indonesia ? Dan dimana letak perbedaan antara bangsa Sunda dengan bangsa Indonesia ? Dan kapan itu muncul bangsa Indonesia ? Bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ? Coba jawab mak comblang pertanyaan diatas." (Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Lalu dijawab oleh mak coblang ini: "Oalah bikin seru aja ngebalas ocehan si Akang, nambah semangat buat komentar, buat nerjemahin bangsa aja berbelit-belit, bangsa=negara=nasonality yg didalamnya ada beragam suku up to you deh !"

Nah, coba perhatikan, bagaimana itu mak comblang memberikan jawaban, bangsa dengan mengatakan: "oalah, buat nerjemahin bangsa aja berbelit-belit, bangsa=negara=nasonality yg didalamnya ada beragam suku up to you deh !"

Nah, kan gombal itu jawabannya. Memang beginilah model-model orang Jawa pengikut mbah Soekarno penipu licik ini. Begitu terus ditanya sampai mendalam, tidak sanggup memberikan jawaban dan argumentasi yang jelas dan benar. Bagaimana bisa dipercaya para penipu model Soekarno penipu licik ini.

Karena mak comblang sudah tidak bisa memberikan jawaban tentang bangsa yang berlabelkan Indonesia. Lalu dialihkan persoalan kepada masalah gombal lainnya, yaitu : "Jadi gini aja kang, saat ini kan lagi masa vacum artinya self government serta permintaan kompensasi kelompok anda kan lagi dicuekin, mo merdeka jangan harap !"

Nah, kan makin ngaco saja mak comblang Jawa satu ini. Mana itu ada masa vacum. Itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla cs pusing tujuh keliling, bagaimana untuk memberikan jawaban atas konsep dokumen self-government yang disodorkan pihak ASNLF. Karena Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla cs tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang membuktikan legalitas masuknya Acheh kedalam sangkar burung garuda sekuler pancasila RI, kecuali hanya pentungan gombal UU No.18/2001 dengan turunan payung hukum gombalnya itu.

Dan persoalan kompensasi yang digembar-gemborkan oleh pihak RI ini adalah propaganda budek yang keropos. Mengapa ? Karena bukan masalah kompensasi yang dituntut, melainkan masalah penyerahan tanah Acheh yang diduduki dan dijajah RI.

Kan budek, pencuri ayam, menganggap ayam curiannya sebagai miliknya, kan ngaco. Diminta untuk diserahkan ayam kepada yang punyanya, malahan balik menyerang bahwa ayam itu adalah miliknya, sambil menyodorkan secewir kertas yang ditulis ayam milik mbah Soekarno. Kan, ngaco itu.

Jelas, itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri akan terus berjuang, sampai itu Negeri Acheh kembali ke tangan rakyat Acheh.

Selanjutnya, mana itu TNI-nya Djoko Santoso dan Supiadin Yusuf Adi Saputra mampu menghancurkan kekuatan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Paling itu diadu dombakan para kacungnya Djoko Santoso dengan pihak rakyat Muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Kemudian dipropagandakan bahwa rakyat Acheh sudah tidak simpati lagi kepada GAM.

Itulah taktik gombal adu domba Djoko Santoso, Supiadin Yusuf Adi Saputra, Endriartono Sutarto untuk tetap menjerat negeri Acheh. Dasar penipu licik model Soekarno.

Dan bagaimana itu para keroco dan penerus Soekarno ini mampu mempertahankan Acheh dengan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang benar, karena memang itu Acheh bukan dimasukkan dengan cara legal, melainkan hanya ditelan, dianeksasi, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya.

Jadi, memang wajar dan masuk akal kalau itu para keroco dan kacungnya Soekarno, seperti mak comblang ini menulis: "soal pembuktian sejarah tentang Indonesia tercinta yg Akang debatkan sampai kapanpun gak kan ketemu hasil akhirnya. Sebab Akang bertahan dg sejarah yg didendangkan Hasan Tiro gombal dan rekan-rekan dari barisan sakit hati krn gak diberi tempat dan kekuasaan sedangkan saya berpegang pada sejarah yg tertulis dan dibukukan tanpa punya niat utk meng-class kannya krn sy gak punya kepentingan pribadi ditambah adanya jiwa kebangsaan sy."

Nah, kan kelihatan itu para keroco dan kacungnya Soekarno penipu licik ini bukan menampilkan argumentasinya, melainkan justru hanya menunjuk hidung dengan menyatakan: "barisan sakit hati krn gak diberi tempat dan kekuasaan".

Kan ngaco itu jawaban mak comblang Jawa satu ini. Ditanya dasar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum, eh, dijawab dengan karena sakit hati dan karena tidak diberi tempat serta kekuasaan.

Dasar budek.

Kemudian, jawaban para keroco dan kacungnya Soekarno penipu licik ini menambahkan pula dengan menyatakan: "sedangkan saya berpegang pada sejarah yg tertulis dan dibukukan tanpa punya niat utk meng-class kannya krn sy gak punya kepentingan pribadi ditambah adanya jiwa kebangsaan sy."

Kan makin gombal saja jawaban mak comblang satu ini. Disuruh menampilkan sejarah yang katanya sudah tertulis dan dibukukan itu, bukan ditampilkan dan dituliskan secara terperinci, melainkan hanya berceloteh saja. Sambil diembel-embeli dengan mengatakan: "sy gak punya kepentingan pribadi ditambah adanya jiwa kebangsaan sy."

Kan makin budek saja itu jawaban mak comblang ini. Bukan sejarah, fakta, bukti dan hukum tentang Acheh yang dihubungkan dengan RI, melainkan hanya bercuap bahwa dirinya tidak punya kepentingan pribadi.

Memang makin jelas saja, itu para keroco dan para kacungnya Soekarno ini sudah kehabisan akal dan argumentasi yang kuat untuk dijadikan sebagai alat pengikat negeri Acheh. Dasar budek.

Seterusnya, yang paling budek adalah itu mak comblang menulis: "Jadi semua yg tergambar menurut sy jelas. Jadi kalopun sy jelas-jelaskan ke Akang seperti rekan milis yg lain itu cuma nambah pengetahuan Akang, lalu menghujat dan memutarbalikkan fakta krn Akang kekeh mempertahankan buku sejarah baru karangan Akang yg tiap sebentar direvisi sekalian mo iklankan ke kami-kami."

Nah, belum dijelaskan di mimbar bebas ini, sudah melantur menyatakan bahwa itu sejarah gombal buatan Soekarno akan menambah pengetahuan Ahmad Sudirman. Kan ngaco itu alasan mak comblang Jawa satu ini.

Mana boleh jadi itu sejarah gombal ngaco Soekarno penipu licik bisa menambah pengetahuan Ahmad Sudirman, paling dibuang ketempat sampah.

Kemudian, kalau memang ngaco dan penuh penipuan itu sejarah buatan Soekarno, mana perlu dipakai oleh Ahmad Sudirman, paling dijungkirbalikkan dan diluruskan. Dan dikatakan bahwa sejarah buatan Soekarno tentang Acheh itu banyak penipuan dan bohongnya.
Mak comblang, kalian memang kosong, otak kalian telah dikuras habis oleh racun buatan Soekarno dan para penerus Soekarno kalian itu, termasuk itu Susilo Bambang Yudhoyono tentang Acheh. Makanya, kalian itu ngaco saja dalam memberikan jawaban di mimbar bebas tentang Acheh ini.

Jadi, kalau kalian hanya bercuap, tanpa menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk kedalam sangkar burung garuda sekuler pancasila RI, maka selama itu kalian hanyalah sebagai penipu dan pembohong besar saja. Oleh karena itu wajar saja kalau rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri tidak lagi percaya kepada cuapan gombal kalian mak comblang itu.

Eh, mak comblang dari pada kalian bercuap nyoroscos tidak ada isinya, coba ajak itu keroco kalian yang lain, masa tidak ada akhli-akhli sejarah dari kalangan kalian para kacungnya Soekarno itu. Para akhli sejarah yang setumpuk dan telah membaca tentang Acheh dan hubungannya dengan proses jalur pertumbuhan dan perkembangan RI di tempat kalian, masa tidak ada seorangpun yang kalian bisa ajak bicara.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menyinggung rakyat Papua Barat yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajah RI, itu memang benar berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya. Jadi bukan karena masalah "bikin marketing provokasi pemberontakan", seperti yang kalian lambungkan mak comblang.

Hanya tentu saja yang budek dan gombal adalah memang mak comblang dan para keroconya ini, yang membutakan matanya sendiri atau membudekkan telinganya dari kebenaran, dan mau saja dicekoki dengan sejarah gombal tentang Papua Barat yang dilambungkan oleh Soekarno penipu licik itu.

Nah, kalau kalian sanggup, mak comblang, coba tampilkan alasan dan argumentasi kalian, bahwa itu Papua Barat adalah milik mbah kalian orang Jawa Soekarno itu. Kalau kalian mak comblang sanggup, coba buktikan bahwa kelakuan Soekarno dengan Pepera-nya itu adalah benar dan tidak menyimpang.

Coba jawab permintaan Ahmad Sudirman tersebut diatas dalam tanggapan mak comblang yang akan datang, jangan berkelit dan mengelak, kalau tidak mau disebut dengan mak comblang budek dan gombal.

Mak comblang, bagaimana kalian mau bertaruh, pimpinan kalian saja itu Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf kalla dan para Jenderal TNI kalian itu mana berani untuk diajak melakukan plebisit di Acheh untuk menentukan sikap dari seluruh rakyat Acheh, apakah ya bersama Yudhoyono atau tidak dan ingin berdiri sendiri bebas dari ikatan tali buhul bhineka tunggal ika-nya mpu Tantuler dari kerajaan hindu majapahit itu.

Mak comblang, kalau kalian hanya berceloteh: "Kang, Taruhan deh ASNLF tetap diposisi yg kalah! Sy percaya hati kecil kelompok Akangpun sebenarnya dah ngaku perjuangan ini akan sia-sia Cuma EGO juga yg menepisnya (dan mengharap adanya kucuran DANA kalo mintanya maksa ke INDONESIA)."

Nah, itu mak coblang hanya berbual penuh kebohongan saja. Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, mana dalam posisi yang kalah. Apakah dari sejak 1953, kemudian diteruskan dari 1976 itu pihak algojo TNI mampu menghancurkan kekuatan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri ? Kan tidak. Jadi, atas dasar apa kalian mak comblang mengatakan bahwa ASNLF dalam posisi yang kalah ?

Dan atas dasar apa kalian mak comblang menyatakan bahwa "hati kecil kelompok ASNLF sebenarnya dah ngaku perjuangan ini akan sia-sia Cuma EGO juga yg menepisnya"

Kalian mak comblang hanya menduga-duga saja, seperti para pimpinan kalian yang pandainya hanya menerka-nerka saja, samnbil mengacung-ngacungkan moncong senjata khalasnikov-nya saja.

Kemudian, kalau ASNLF/GAM sudah rapuh, bagaimana mungkin mereka tetap bertahan selama duapuluh sembilan tahun. Dan itu para algojo TNI dibawah Supiadin Yusuf Adi Saputra tetap kelabakan dan kedodoran, bahkan meminta kepada rakyat yang ada di Acheh untuk menjadi mata-mata atau kacung atau jongos Supiadin orang Sunda satu itu untuk melaporkan tentang anggota ASNLF/GAM dan TNA. Kan budek itu yang namanya Pangdam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra.

Dan kalian mak comblang hanya kunyam-kunyem dengan menyatakan: "Anggota GAM dah terdesak, pada nyungsep dihutan! TNI juga bingung bedain ORANG UTAN ama ANGGOTA GAM (mirip sih hitamnya dan loncatannya he..he..)"

Nah, itulah alasan dari mak comblang untuk menutupi ketidak berhasilan pihak penjajah RI untuk menghancurkan kekuatan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara sekuler pancasila RI.

Selanjutnya, itu yang kalian mak comblang katakan: "Heran deh-i, dinegara khayalan ASNLF akang dikatakan USTADZ atas dasar apa ya, sementara perkataan, pemikiran dan perbuatan NGACO serta nimbulkan keresahan.. seharusnya ustadz-kan memberikan kesejukan dan Arif menyikapi suatu permasalahan dan kesalahan seseorang bukannya menghujat, menghasut, menghina, memaki, mencaci, menghabiskan waktu buat memanasi situasi.oala..ustadz-nya aja begini emosinya, gimana makmumnya. ya..pantesan kelompok Akang kalo nulis persis koar-koarnya PREMAN PASAR (contohnya warwyck, qubra..dst..)"

Mak comblang itu istilah ustadz adalah sama dengan istilah guru, pengajar, dosen, instruktur, dan sejenisnya. Dan itu kalau pimpinan kalian yang terus saja menduduki dan menjajah Acheh tidak mau diluruskan disadarkan, maka jangan kalian menuding balik dengan itu adalah "menghujat, menghasut, menghina, memaki, mencaci".

Kalian jangan terus-terusan gombal dan budek mak comblang. Sudahlah idak tau apa itu istilah ustadz, terus menjalar pula dengan main tuding dan tunjuk hidung dengan segala macam tudinganan gombal dan budeknya.

Mak comblang yang tidak mau damai adalah kalian dan TNI kalian yang budek itu. Mengapa ? Karena kalian dan pimpinan kalian yang terus saja membutakan diri dan membudekkan diri untuk tidak mau memahami dan tidak mau mengerti bahwa itu akar utama timbulnya konflik Acheh adalah karena masalah pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RI. Dimana fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya sudah jelas, dan kalian serta pimpinan kalian tidak sanggup membantahnya. Kalian memang budek dan gombal mak comblang.

Rakyat Acheh menuntut penentuan nasib sendiri. Rakyat Acheh menuntut negeri Acheh dikembalikan kepada rakyat Acheh. Rakyat Acheh mau damai dengan itu Negeri Acheh jangan terus diduduki dan dijajah oleh RI dengan para algojo pembunuh TNI-nya.

Jadi, mak comblang, yang memang budek dan gombal adalah itu para pimpinan kalian dengan TNI-nya itu. Mereka pada budek, tidak mau memahami, dan pura-pura bodoh dan tidak tahu bahwa itu Negeri Acheh adalah hasil caplokan Soekarno dengan RIS dan RI-nya.

Mak comblang, kalau kalian mau damai, katakan kepada mbah kalian itu Susilo Bambang Yudhoyono dan para keroco dari PDI-P yang mendominasi di DPR, bahwa kelakuan mbah kalian Soekarno menelan negeri Acheh adalah suatu kejahatan yang harus dikutuk dan jangan terus dibiarkan dan diamini oleh para keroco dan penerus Seokarno.

Dan katakan juga, itu tidak ada yang namanya bangsa Indonesia, itu hanyalah suatu kebohongan, dan penipuan saja. Hasil manipulasi politik mbah kalian Soekarno dengan marhaenismenya yang berlabelkan aria-Jawa-Indonesia-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 11 May 2005 19:34:04 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: TATI COBA DEKAP TERUS ACHEH DENGAN MENYULAP ASAL USUL BANGSA INDONESIA
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, alchaidar@yahoo.com, zul@mucglobal.com, yusrahabib21@hotmail.com, teuku_mirza@hotmail.com, s4043015@student.uq.edu.au, sofyanis@plasa.com, siliwangi27@hotmail.com, silver_cat@plasa.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, Starindo_bjm@indo.net.id, syifasukma@yahoo.com, sutanlatief@yahoo.com, sidikpamungkas@yahoo.com, se_dayu@yahoo.com, sidqy_suyitno@yahoo.com, serambi@indomedia.com, syah_rizal_m@yahoo.com, SUNARTO1@Mattel.com, redaksi@waspada.co.id, redaksi@staff.detik.com, redaksi@kompas.com

Oalah bikin seru aja ngebalas ocehan si Akang..NAMBAH SEMANGAT buat komentar..buat nerjemahin BANGSA aja berbelit-belit BANGSA=NEGARA=NASIONALITY yg didalamnya ada beragam suku UP TO YOU deh..!

Jadi gini aja kang..,saat ini kan lagi masa vacum artinya self government serta permintaan kompensasi kelompok anda kan lagi dicuekin, mo MERDEKA JANGAN HARAP! sedangkan situasi pengejaran GAM yg BANDEL masih tetap dilakukan ya..terima deh kondisi ini, soal pembuktian sejarah tentang INDONESIA TERCINTA yg Akang debatkan sampai kapanpun gak kan ketemu hasil akhirnya. Sebab Akang bertahan dg sejarah yg didendangkan HASAN TIRO GOMBAL dan rekan-rekan dari BARISAN SAKIT HATI krn GAK DIBERI TEMPAT dan KEKUASAAN sedangkan saya berpegang pada sejarah yg tertulis dan dibukukan tanpa punya niat utk meng-class kannya krn sy gak punya kepentingan pribadi ditambah adanya jiwa KEBANGSAAN sy jadi semua yg tergambar menurut sy jelas. jadi kalopun sy jelas-jelaskan ke Akang seperti rekan milis yg lain itu Cuma nambah pengetahuan Akang, lalu menghujat dan memutarbalikkan fakta krn Akang KEKEH mempertahankan BUKU SEJARAH BARU karangan Akang yg tiap sebentar direvisi sekalian mo iklankan ke kami-kami. ya..buat jaga2lah kalo nanti dah gak dipake lagi ama ASNLF kan bisa jual buku he..he.

Tujuan lain dg ngoceh seperti ini ada peminat dari pemberontak daerah lain-nya menggunakan jasa Akang makanya dlm tulisan Akang suka nyinggung2 Irian Jaya, Sulawesi, Maluku bikin dukungan, biar dilirik hi..hi..hebat juga ya..bikin "MARKETING PROVOKASI PEMBERONTAKAN" seperti ini, dibayar berapa sich..???? apapun itu bagi saya milis Akang ini buat ngilangin kejenuhan or BADMOOD itung2 ngelepas hobi NGETIK (biasa olah raga jari and wajah buat senyam-senyum he..he..)

Kang, Taruhan deh..ASNLF tetap diposisi yg kalah! Sy percaya hati kecil kelompok Akangpun sebenarnya dah ngaku perjuangan ini akan sia-sia Cuma EGO juga yg menepisnya (dan mengharap adanya kucuran DANA kalo mintanya maksa ke INDONESIA). GAM yg gak solid itu, saat ini kondisinya dah RAPUH satu persatu mereka dah sadar dan menyerahkan diri, masyarakat Aceh sedikitpun sudah GAK SIMPATI lagi dg GAM ! malah masyarakat ikut bantu mencari mereka buat dikuliti. Anggota GAM dah terdesak, pada nyungsep dihutan! TNI juga bingung bedain ORANG UTAN ama ANGGOTA GAM (mirip sih hitamnya dan loncatannya he..he..) makanya datang kelokasi liat langsung jg Cuma dengar dari berita MARKONI alias telex ato berita dari konco2 itu mah laporannya GOOD2 aja, habis mereka nunggu pembayaran sich.

Heran deh-i, dinegara khayalan ASNLF akang dikatakan USTADZ atas dasar apa ya, sementara perkataan, pemikiran dan perbuatan NGACO serta nimbulkan keresahan.. seharusnya ustadz-kan memberikan kesejukan dan Arif menyikapi suatu permasalahan dan kesalahan seseorang bukannya menghujat, menghasut, menghina, memaki, mencaci, menghabiskan waktu buat memanasi situasi.oala..ustadz-nya aja begini emosinya, gimana makmumnya. ya..pantesan kelompok Akang kalo nulis persis koar-koarnya PREMAN PASAR (contohnya warwyck,qubra..dst..)

Ingat Kang ;

DAMAI ITU INDAH..MENENANGKAN..MENENTRAMKAN..MENYEJUKKAN BHATIN! DALAM DAMAI KITA RASAKAN CINTA YANG UTUH, CINTA TANPA DASAR KEPENTINGAN MELAINKAN PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN SERTA MEMBERIKAN KEKUATAN KEBERSATUAN TANPA PENOLAKAN DAN KEBENCIAN DISAAT ADANYA PERBEDAAN DAN TAK SEFAHAM..!

(artinya Akang and The GANK kondisinya gak pernah Damai gak punya cinta yg ada kebencian penuh gejolak..Api kali! Ya..ciri2 anggota mafia/yakuza biar keliatan SANGER..!! gitu lho..!) tapi sy simpati kok ama jiwa warwyck club yg kosong mungkin akibat bara api dendam, amarah yg berkobar menghanguskan hati bersihnya oh..kasihan banget, frustasi berat !
And The End;

"JAYALAH INDONESIA-KU TANPA HARUS MEMBANGGAKAN SUKU KRN SUKU MERUPAKAN KHASANAH DLM KEMAJEMUKAN KITA DLM BANGSA YANG SATU ;INDONESIA TERCINTA

(duh terharu tuh..kuacian..deh, yg meng-ingkari bangsa yg asli mo bikin bangsa tersendiri emang gampang..sekedar dikhayalkan bolehlah)

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------