Stockholm, 14 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI TELAH MEMBUKTIKAN BANGSA INDONESIA MEMANG TIDAK ADA JUNTRUNGNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA TATI MAK COMBLANG TELAH MEMBUKTIKAN BAHWA BANGSA INDONESIA MEMANG TIDAK ADA ASAL-USULNYA

"Kha kha ha lucu deh, beginilah kalo ngomong or discus ama pelarian alias pengarang cerita yg lagi cari Identitas Diri "siapakah sebenarnya saya ??? yang terbuang, tersisih, terasing, terabaikan yg tercerabut dari Akar bangsa yg sesungguhnya sehingga gak memiliki identitas jelas berada di negara asing, bangsa asing yg tidak memiliki Adat Istiadat mo bertanya ke bangsa/negara sebelumnya "Indonesia tercinta" ternyata error data terhapus dan tak dikenal lagi, gimana mo nerangin ke anak cucu makanya sibuk nanya-nanya dimimbar bebas ini buat referensi. Eh, gau taunya ketemu Hasan Tiro gombal yg kepalanya dah dicekoki ama heroin-nya Yahudi habis berisitri Dora-emon sih, makanya niru Arogansinya bangsa Yahudi yg dulunya terusir dan tak bernegara, terakhir nyusun kekuatan dinegara2 orang, dg mengangkat tema etnis paling unggul ternyata bisa ! makanya Hasan Tiro gombal mo meniru juga yg di amini orang2 yg lagi mencari identitas dan sakit hati khususnya Ahmad Sudirman ini, nyambungkan ?!!! " (Tati , narastati@yahoo.com , Fri, 13 May 2005 00:09:25 -0700 (PDT))

Baiklah Tati mak comblang di Jakarta, Indonesia.

Akhirnya memang terbukti bahwa yang dinamakan bangsa Indonesia itu juntrungnya tidak ada alias tidak tentu. Mengapa ?

Karena ketika Ahmad Sudirman menanyakan kepada mak comblang yang selalu membawa-bawa label bangsa dikenakan kepada nama Indonesia, yaitu "dimanakah letak perbedaan antara bangsa Acheh dengan bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Papua atau Papua Barat dengan bangsa Indonesia ? Dan dimana letak perbedaan antara bangsa Sunda dengan bangsa Indonesia ? Dan kapan itu muncul bangsa Indonesia ? Bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan, asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ? Coba jawab mak comblang pertanyaan diatas." (Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Nah, pertanyaan Ahmad Sudirman ini ternyata tidak bisa dijawab oleh mak comblang. Mana itu mak comblang memberikan kronologis munculnya bangsa Indonesia, ciri-cirinya, adat-istiadat, kebiasaan, asal keturunannya dan sejarahnya.

Sedikitpun tidak bisa dijawabnya oleh mak comblang. Kan gombal itu mak comblang yang terus-terusan membawa label bangsa dikenakan kepada Indonesia. Ketika ditanya asal-usul atau juntrungnya bangsa Indonesia tidak tahu, selain hanya memberikan jawaban: "Kha kha ha lucu deh, beginilah kalo ngomong or discus ama pelarian alias pengarang cerita yg lagi cari Identitas Diri "siapakah sebenarnya saya ??? yang terbuang, tersisih, terasing, terabaikan yg tercerabut dari Akar bangsa yg sesungguhnya sehingga gak memiliki identitas jelas berada di negara asing, bangsa asing yg tidak memiliki Adat Istiadat mo bertanya ke bangsa/negara sebelumnya "Indonesia tercinta" ternyata error data terhapus dan tak dikenal lagi, gimana mo nerangin ke anak cucu makanya sibuk nanya-nanya dimimbar bebas ini buat referensi."

Nah, kan kelihatan budeknya itu mak comblang, jawabannya lain dari apa yang ditanyakan. Yang ditanyakan kronologis munculnya bangsa Indonesia, ciri-cirinya, adat-istiadat, kebiasaan, asal keturunannya dan sejarahnya. Tetapi yang dijawab entah kemana-mana, mengaco, seperti itu mbah Soekarno penipu licik, yang memutar-mutar menipu rakyat Jawa-nya.

Jadi, dari apa yang dikemukakan mak comblang Jawa satu ini, membuktikan memang benar bahwa yang namanya bangsa Indonesia itu tidak ada juntrungnya alias tidak ada asal usulnya atau tidak tentu ujung pangkalnya.

Kemudian kalau yang namanya warga atau rakyat atau penduduk satu Negara itu yang sering dinamakan warga negara, itu hanyalah bersifat politis saja. Artinya secara etnis, secara suku, secara bangsa tidak ada sangkut pautnya. Dan itu yang namanya etnis, suku, bangsa tidak berobah.

Lihat saja itu ape ungkun dari Cina, namanya ditukar jadi Rudi, diterima menjadi warga negara di RI. Tetapi tidak berarti itu etnis asal ape ungkun itu jadi berobah karena ape ungkun diterima dan disumpah menjadi warga atau rakyat atau penduduk di Betawi, RI.

Jadi, itu etnis, suku, bangsa asal ape ungkun tadi tetap tidak berobah, yang berobah hanyalah status politiknya saja, yang asalnya warga atau rakyat Negara Cina, meloncat dan diterima menjadi warga dan rakyat di negara sekuler RI.

Itu status politik orang bisa saja berobah-berobah berpuluh kali, tetapi itu etnis, suku, bangsa asal orang itu tetap tidak berobah.

Begitu juga dengan Ahmad Sudirman etnis Sunda, suku Sunda, bangsa Sunda, tetapi secara politik, status berobah, dari warga atau rakyat di negara burung garuda, karena dicabut status politiknya oleh mbah Soeharto dan kacungnya Noer Hassan Wirajuda dan Ferdy Salim, menjadi rakyat atau warga dari Kerajaan Swedia.

Jadi, status politik Ahmad Sudirman diterima menjadi status politik rakyat di Kerajaan Swedia, tetapi itu etnis, suku, bangsa asal Ahmad Sudirman tidak berobah. Tetap saja etnis, suku, bangsa Sunda.

Nah, inilah yang tidak bisa dimengerti oleh mak comblang Jawa satu ini.

Jadi mak comblang, kalau kalian tidak bisa memberikan jawaban tentang kronologis munculnya bangsa Indonesia, ciri-cirinya, adat-istiadat, kebiasaan, asal keturunannya dan sejarahnya tidak perlu kalian bercuap berbuih-buih tentang bangsa Indonesia. Karena itu hanyalah mitos saja buatan mbah Soekarno penipu licik dengan bangsa Jawa-nya dengan ideologi marhaenismenya.

Kemudian, mak comblang memang budek, karena tidak tau bahwa itu mbah Soekarno telah membuat mitos dengan meniru Hitler dengan memakai label Aria-Jawa-Indonesia. Yang dibentuk dengan melalui penggalangan politis dengan cara menelan, mencaplok, wilayah-wilayah yang ada diluar wilayah RI-Jawa-Yogya dengan rakyatnya yang mayoritas suku dan bangsa Jawa, yang disulap menjadi bangsa Indonesia dengan gincu merah putih. Kemudian melalap dan memusnahkan adat istiadat, bahasa, budaya suku dan bangsa lainnya, untuk dikocek dan diaduk kedalam bangsa mitos Aria-Jawa-Indonesia model Soekarno.

Nah, dengan sebab inilah, mengapa itu mak comblang tidak sanggup menjawab tentang kronologis munculnya bangsa Indonesia, ciri-cirinya, adat-istiadat, kebiasaan, asal keturunannya dan sejarahnya. Karena memang juntrungnya bangsa Indonesia tidak ada dan tidak tentu. Itu hanyalah mitos mbah Soekarno dengan marhaenismenya.

Kemudian, itu soal kompensasi hanyalah bualan dan cerita gombal daeng Jusuf Kalla dan mbah Susilo Bambang Yudhoyono saja. Itu negeri Acheh bukan milik kalian mak comblang. Sejak kapan kalian mengaku-ngaku itu negeri Acheh milik kalian dan milik daeng Jusuf Kalla dan mbah Susilo Bambang Yudhoyono ?

Paling kalian hanya sodorkan lagu yang isinya menyinggung Sabang sampai Merauke, tetapi isinya hanya mitos saja, alias dongeng yang gombal tanpa fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum.

Buktinya, kalian mak comblang dimintakan bukti tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk kedalam sangkar RI saja kalian tidak tahu, bukan hanya kalian, tetapi para keroco kalian itupun tidak tahu alias bungkam, karena telah dicekoki oleh cerita gombal sejarah buatan mbah Soekarno penipu licik.

Seterusnya, itu istilah ustadz, sudah dijelaskan sebelumnya yaitu sama dengan istilah guru, mu'allim, pengajar, dosen, professor, instruktur. Kalian mak comblang hanya menjiplak bahasa Arab tetapi tidak tahu penempatan dan pengertiannya, dasar budek.

Kalau di negara pancasila RI, memang itu istilah ustadz dijiplak mentah-mentah dari negeri Arab, tetapi tidak tahu penempatan dan artinya, sehinga dengan seenak udel sendiri diartikan dengan ustadz kejawen atau ustadz Islam abangan asal Jawa.

Kemudian, itu mbah Soekarno ketika menelan Acheh, sama saja dengan pencuri yang mencuri ayam. Apa bedanya antara maling dengan koruptor. Sama saja. Kedua-duanya melanggar tindak pidana hukum dalam hal pengambilan sesuatu yang bukan hak miliknya.

Mak comblang, kalian terus saja budek, mau mempertahankan mbah Soekarno yang menelan Acheh tidak mau disamakan dengan pencuri ayam atau perampok atau bajak laut. Itu sama saja. Kedua-duanya adalah melakukan pelanggaran hukum dengan menelan dan mengambil sesuatu yang bukan hak miliknya.

Terakhir, mak comblang, sebagaimana yang telah dinyatakan Ahmad Sudirman dalam tulisan sebelum ini yaitu "dari pada kalian bercuap nyoroscos tidak ada isinya, coba ajak itu keroco kalian yang lain, masa tidak ada akhli-akhli sejarah dari kalangan kalian para kacungnya Soekarno itu. Para akhli sejarah yang setumpuk dan telah membaca tentang Acheh dan hubungannya dengan proses jalur pertumbuhan dan perkembangan RI di tempat kalian, masa tidak ada seorangpun yang kalian bisa ajak bicara." (Ahmad Sudirman, 12 Mei 2005)

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 13 May 2005 00:09:25 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re:TATI TIPU PAKAI LABEL BANGSA INDONESIA....
To: ahmad@dataphone.se, alchaidar@yahoo.com, zul@mucglobal.com, yusrahabib21@hotmail.com, teuku_mirza@hotmail.com, s4043015@student.uq.edu.au, sofyanis@plasa.com, siliwangi27@hotmail.com, silver_cat@plasa.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, Starindo_bjm@indo.net.id, syifasukma@yahoo.com, sutanlatief@yahoo.com, sidikpamungkas@yahoo.com, se_dayu@yahoo.com, sidqy_suyitno@yahoo.com, serambi@indomedia.com, syah_rizal_m@yahoo.com, SUNARTO1@Mattel.com, redaksi@waspada.co.id, redaksi@staff.detik.com, redaksi@kompas.com

Hellow Kang Ahmad BANGSA SUNDA Plus BANGSA SWEDIA (bingungkan..? akibat ngubah status sih..)

Nanya juga kang kalo ngisi form secara umum baik itu berada dinegara setempat atau negara sendiri pas ditanya NATIONALITY/WARGA NEGARA akang nulisnya apa hayo..BANGSA SUNDA ya,khi..khi..culun deh !

"dimanakah letak perbedaan antara bangsa Acheh dg bangsa Indonesia ? Dimanakah letak perbedaan antara bangsa Papua atau Papua Barat dengan bangsa Indonesia ? Dan dimana letak perbedaan antara bangsa Sunda dengan bangsa Indonesia ? Dan kapan itu muncul bangsa Indonesia ? Bagaimana ciri-ciri adat, kebiasaan,asal keturunan dan sejarah bangsa Indonesia ? Coba jawab mak comblang pertanyaan diatas." (Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Kha..kha..ha..lucu deh, beginilah kalo ngomong or discus ama PELARIAN alias PENGARANG CERITA yg lagi cari Identitas Diri "SIAPAKAH SEBENARNYA SAYA??? YANG TERBUANG, TERSISIH, TERASING, TERABAIKAN yg tercerabut dari Akar BANGSA YG SESUNGGUHNYA sehingga gak memiliki identitas jelas berada DINEGARA ASING, BANGSA ASING yg tidak memiliki Adat Istiadat mo bertanya ke bangsa/negara sebelumnya "INDONESIA TERCINTA" ternyata..ERROR..DATA TERHAPUS dan TAK DIKENAL lagi,gimana mo nerangin ke anak cucu makanya sibuk NANYA-NANYA dimimbar bebas ini buat referensi. Eh,gau taunya ketemu HASAN TIRO GOMBAL yg kepalanya dah dicekoki ama HEROIN-nya YAHUDI habis berisitri DORA-emon sih..,makanya niru Arogansinya BANGSA YAHUDI yg dulunya terusir dan tak bernegara, terakhir nyusun kekuatan dinegara2 orang, dg mengangkat tema ETNIS PALING UNGGUL ternyata bisa !makanya HASAN TIRO GOMBAL mo meniru juga yg di AMINI orang2 yg lagi mencari IDENTITAS dan SAKIT HATI khususnya Ahmad Sudirman ini, nyambungkan..?!!!

Sedangkan berargumen dimilis ini buat UNJUK GIGI ke ASNLF biar dikatakan HEBAT, SMART, sekalian mencari PEMINAT lain buat gunain jasa si Akang sebagai "MARKETING PROVOKASI PEMBERONTAKAN" khi..khi..Cara selamat cari rezeki.

Bangga ni ye, di Agung-agungkan,dihormati, disembah ama MURID2 yg lagi FRUSTASI yakni;warwyck club,qubra,husaini daud,om puteh yg manggut-manggut men-Amini sekalian ngajarin sang murid yg terkontaminasi penyakit jiwa/Psikopat-nya si Akang kho..kho..

"Dan persoalan kompensasi yang digembar-gemborkan oleh pihak RI ini Adalah propaganda budek yang keropos.Mengapa ? Karena bukan masalah kompensasi yang dituntut, melainkan masalah penyerahan tanah Acheh yang diduduki dan dijajah RI. (Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Sekali lagi ha..ha..secara implisit ngingatin kompensasi ya, krn sampai hari ini gak diterima dananya! Khe..khe..SAMPE GEMPOR tu bibir cuap, KOMPENSASI TIDAK AKAN PERNAH DIBERIKAN apalagi penyerahan tanah Aceh" Catat itu ya Kang.

"Mak comblang itu istilah ustadz adalah sama dengan istilah guru, pengajar, dosen, instruktur, dan sejenisnya. Kalian jangan terus-terusan gombal dan budek mak comblang.Sudahlah idak tau apa itu istilah ustadz (Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Ha..ha..tuh kan semakin keliatan begonya si Akang yg di Agungkan, dihormati,disembah ama; warwyck, qubra, husainidaud, om puteh, dll ngasih persamaan istilah "Ustadz" jadi meluas ampe sama dg dosen, instruktur segala, biar diyakini sang murid, bahwa si Akanglah segala sumber ILMU.

Sebab dinegara kami INDONESIA TERCINTA ini, yg dikatakan USTADZ itu, orang yg pengetahuan Agamanya khususnya AGAMA ISLAM SANGAT LUAS dan MENDALAMI ajaran-ajaran yg dibawa oleh Rasulullah, semua penjelasan, keterangan, HUKUM2-nya bersumber kepada ALQUR'AN dan HADIS gak pake buku pegangan yg lain misalnya pendapat/pikiran dari pemikir-pemikir YAHUDI dan sejenisnya. (maklum dah lama gak tinggal di Indonesia ya, tapi dinegara lain juga sama istilah itu krna setiap agama ada sebutan tersendiri bagi yg berpengetahuan dlm mengajarkan agamanya contoh; pendeta utk umat kristiani, biksu umat budha, Rahib umat Yahudi) Makanya Panggilan USTADZ anda itu dipertanyakan ??????

Kan budek, pencuri ayam, menganggap ayam curiannya sebagai miliknya, kan ngaco.Diminta untuk diserahkan ayam kepada yang punyanya, malahan balik menyerang bahwa ayam itu adalah miliknya, sambil menyodorkan secewir kertas yang ditulis ayam milik mbah Soekarno.(Ahmad Sudirman, 11 Mei 2005).

Oala..seperti melewati ruang "RSJ"lho, dengar omongan seperti ini, pasti lagi nerangkan ke murid-murid ya, maklumlah NALAR dan cara pikir merekakan terkebelakang biasalah kalo MENTAL yg dah kena, ngasih contohnya pun mesti sesederhana mungkin. Jadi sebenarnya yg dibicarakan dan dibahas itu tentang pencurian AYAM oo..oo..kalo negara gak mungkin dicuri-kan,gimana mo bawanya he..he..

Ok.lah sy jadi faham ternyata yg dihadapi emang "ORANG KURANG WARAS" semua.. wajar-lah kalo tulisannya SEREM-SEREM begini, terus berbenturan,keinginannya juga Aneh2, hobinya nanya2 minta penjelasan, habis itu mendebat, merasa HEBAT, SMART, merasa diri PALING SEHAT minta Pengakuan,kadang2ngamuk2 dg kata2 kasar..ha..ha.. ketahuan !

Benar juga feeling sy bahwa MIMBAR BEBAS ini dibuat untuk TERAPY pelampiasan EMOSI JIWA para pelarian/orang buangan, khususnya PSIKOPAT Ahmad Sudirman biar tetap dianggap waras makanya bangga debat ama orang waras (eh..kang, dulu katanya tamatan Psikolog ya.., pantesan tau cara therapy-nya..he..he..)

Nah..sekarang berdasarkan; fakta,bukti,dan dasar hukumnya emang Ahmad Sudirman and The GANK merupakan orang yg perlu di "AWASI" FAKTA menunjuk-an Ahmad Sudirman PSIKOPAT sejati, BUKTI berdasarkan TULISAN/OMONGAN yg rancu, mempengaruhi dan menularkan penyakit jiwa tsb.ke Husaini daud, warwyck, omar puteh, qubra yg semakin tersesat, DASAR HUKUM-nya sesuai Undang-undang DICOPOT dari ke WARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA yg DIA CINTAI ! He..he..perlu bukti sejarah diri kang..! udah dulu kang..seterusnya sy cuma mo memperhatikan perkembangan jiwa pemberontakan Akang hi..hi..

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------