Stockholm, 18 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PROPAGANDA KOSONG YANG DILAMBUNGKAN WIDODO & SUTARTO TENTANG TERTIB SIPIL DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TNI DUKUNG & JADIKAN GPSG ALAT PECAH BELAH RAKYAT ACHEH

Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2004 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya dengan Tingkat Keadaan Darurat Sipil di Acheh yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 18 November 2004 serta diberlakukan pukul 00,00 WIB tanggal 19 November 2004 berakhir hari ini, Rabu, 18 November 2005 pukul 24.00, dan akan diperpanjang dalam bentuk label baru yang diberi nama Tertib Sipil.

Pihak TNI yang dimotori oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Widodo Adi Sutjipto orang Jawa kelahiran Boyolali dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto terus menjadikan Acheh sebagai tempat latihan penggodokan dan pembunuhan bagi pasukan TNI dengan memakai kedok rehabilitasi dan rekonstruksi yang berpegang pada ranting buku biru gombal Acheh-nya itu.

Taktik dan strategi Widodo Adi Sutjipto dengan TNI-nya di Acheh dalam bentuk pendudukan dan penjajahan di Acheh ini adalah merupakan bagian dari taktik dan strategi TNI untuk terus bisa hidup dalam negara sekuler burung garuda pancasila RI. Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan adalah tempat-tempat yang terus dijadikan sebagai laboratorium bagi TNI untuk menjalankan roda lajunya tubuh TNI dalam bentuk praktek pembunuhan yang nyata.

29 tahun adalah bukan waktu yang singkat, dan selama lebih dari 29 tahun inilah TNI telah menjadikan Acheh sebagai tempat praktek pembunuhan pasukan algojo TNI yang benar-benar nyata, bukan hanya sebagai simulasi atau pembunuhan bohong-bohongan.

Acheh adalah tempat penggodokan pasukan algojo non-organik dan organik TNI untuk membunuh dengan kedok mempertahankan NKRI gombal made in Soekarno-Jawa cs dengan segala macam UU, Inpres, Keppres dan PP-nya.

Dengan dijadikan Acheh sebagai tempat operasi langsung bagi pasukan algojo non-organik dan organik TNI ini, maka tubuh dan hidup TNI bisa terus dipertahankan dengan ditunjang jaminan hidup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap tahunnya.

Tanpa Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan, maka tubuh TNI akan mati lumpuh. Karena itulah siapapun yang memegang kendali TNI, terutama orang-orang Jawa penerus Soekarno, mereka akan terus menjadikan Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan sebagai tempat laboratorium penjagalan dan pembunuhan bagi pasukan non-organik dan organik TNI.

Jadi, pasukan non-organik TNI yang ada sekarang di Acheh lebih dari 50.000 pasukan yang secara bergilir dikirimkan dan ditukarkan itu adalah untuk mempertahankan laju roda tubuh TNI agar supaya terus hidup dan berkembang di negara sekuler burung garuda pancasila RI ini. Dengan ditambah adanya dalih atau alasan mempertahankan NKRI hasil caplokan Soekarno ini merupakan jembatan bagi TNI untuk terus bisa hidup dan berkembang biak disetiap Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan di Pusat.

Karena itu Widodo Adi Sutjipto walaupun sudah dipensiunkan sebagai syarat untuk menjadi Menteri, tetapi perilaku dan tabiat hasil celupan militer TNI-nya masih tetap tidak berobah, dan perilaku dan tabiat hasil celupan militer TNI inilah yang justru terus dijadikan sebagai kebijaksanaan politik Acheh-nya Susilo Bambang Yudhoyono untuk terus menduduki dan menjajah Acheh.

Peraturan Presiden gombal tentang Tertib Sipil di Acheh sebagai penerus Darurat Sipil di Acheh adalah merupakan propaganda bohong, gombal dan menyesatkan dari pihak Widodo, Sutarto, dan Yudhoyono dengan TNI-nya bagi seluruh rakyat di Acheh dan di negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Hanya rakyat yang ada di Acheh seperti kelompok GPSG alias Gerakan Perlawanan Separatis GAM buatan TNI dan sekaligus merupakan kacungnya TNI yang mau dibodohi dan dicekoki dengan berbagai propaganda bohong dan gombal yang dilambungkan oleh Endriartono Sutarto, Widodo Adi Sutjipto, dan Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Sunda satu itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------