Sandnes, 20 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MATTULESY HANYA TAAT PADA MBAH YUDHOYONO DAN TNI-NYA DJOKO SANTOSO DARI JAWA
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

AHMAD MATTULESY HANYA TAAT PADA MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN TNI-NYA DJOKO SANTOSO DARI NEGARA BURUNG GARUDA PANCASILA RI JAWA-YOGYA

Terima kasih Ahmad Mattulesy yang memposisikan diri sebagai pembela system thaghut Indonesia hipokrit dan dhalim.

Melihat tanggapan kamu yang demikian jahil sebetulnya tak perlu saya layani. Namun barangkali akan bermanfaat bagi pembaca-pembaca yang lain yang masih memiliki kemampuan berfikir secara Qur-ani. Artinya memiliki kreatif berfikir yang tidak lepas dari konteks Al Qur-an dan Hadist yang berfilter.

Di alinia ke dua dari tanggapannya jelas kamu tidak mampu menganalisa jalan pikiran saya yang menggunakan bahasa giometry, bukan bahasa ekspose. Tak ada seorangpun yang masih waras, melihat dalam tulisan saya itu bahwa Nabi Ibrahim sama dengan Namrud. Apakah mata kamu sudah kabur ? Masya Allah. Nyatanya kamu sama lugunya dengan mas "Johan".

Selanjutnya, siapakah yang kamu maksudkan penguasa muslim ? Sukarnokah ?, Suharto, Gusdur, Megawati dan Yudhoyono ? Nampak kelihatan bahwa kamu tidak mengenal type pemimpin yang bagaimana diperintahkan Allah dan RasulNya saww untuk diikuti dan dita'ati.

Lalu kapan Rasulullah menggelar Usman sebagai Khalifaur Rasyidin ? Tahukah kamu siapa sajakah orang-orang yang mendapat bimbingan Allah ketika itu ? Mengertikah kamu tentang banyaknya hadis Rasul saww di palsukan ketika Muawiyah berkuasa ? Justru akibat Hadist-hadist palsu itulah yang membuat penganut-penganut Islam salah kaprah sampai hari ini.
Justru itulah orang-orang yang arif senantiasa memfokuskan suatu masalah pada Al Qur-an dan Hadis yang berfilter (tidak sembarang Hadist). Penggunaan hadist-hadist yang tidak berfilter membuat seseorang salah kaprah dalam sepak terjangnya di dunia ini dan akan celaka di akhirat kelak (na'uzubillah min zalik).

Sepak terjang orang-orang alim palsu dalam kekuasaan Muawiyah bin Abi Sofyan sama persis sebagaimana yang terjadi dalam kekuasaan thaghut Indonesia, dimana semua orang alim palsu menempatkan diri sebagai penjilat terhadap Penguasa. Mereka siap berfatwa sesuai keinginan penguasa dhalim itu sendiri. Justru itulah makanya orang-orang seperti kamu Ahmad Mattulesy, bingung dan pusing - tak mampu melihat kebenaran. Disinilah kelebihan kami pejuang-pejuang Acheh Merdeka, masih diberikan kemampuan oleh Allah untuk dapat membedakan antara Ulama warasatul ambiya dan "ulama" warasatusy syaithan.

Billahi fi sabililhaq

Muhammad Al Qubra

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.
----------

Ahmad Mattulesy
ahmad_mattulesy@yahoo.com

Assalamu'alaikum

Membaca tulisan Al qubro yang ditujukan pada akhi Johan Pahlawan membuat saya jadi geli dan tersenyum sendiri mungkin bagi pembaca yang lain juga gitu.

Menyamakan antara Nabi Ibrahim alaihissalam dengan Namrudz dengan memposisikan diri pada posisi Ibrahim jelas itu menunjukkan kebodohan kuadrat M al qubro. rupanya Al qubro nggak bisa dapetin jawaban untuk membantah secara ilmiah apa yang dibawakan akhi Johan maka otaknya yang kotor pun dikeluarin yang semakin menunjukkan begonya si al qubro yang jahil murrokab alias bodoh kuadrat.

Terus masih diterusin dengan omelannya dengan membawa kisah Musa dan Harun alaihissalam. Makin nampak sekali bodohnya mana bantahan ilmiahmu bung.

Kemudian yang terakhir dengan omelannya membawakan kisah pemberontakan terhadap Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu. pada yang terakhir ini jelaslah dan semakin yakinlah kami bahwa apa yang dikatakan oleh akhi Johan Pahlawan bahwa kalian adalah segerombolan pengikut Khawarij, anjing-anjing neraka sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa salam adalah benar.

Lihatlah para pembaca ketika mereka sibuk membicarakan "Khilafah Islamiyah", kemudian dihadapkan kepada mereka hadits-hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam tentang kewajiban taat dalam hal yang ma'ruf kepada penguasa muslim dan larangan memberontak, mereka malah membawakan ucapan yang menunjukkan wujud aslinya dengan dalil kisah pemberontakan terhadap Utsman bin Affan seorang Khalifah yang Rasul katakan sebagai Khalifah Ar Rashidin untuk melegalkan makar jahat mereka. Mereka menyatakan sesuai tafsir ala mereka bahwa hadits tersebut (hadits terhadap ketaatan kepada penguasa muslim dinegeri-negeri kaum muslimin) hanya berlaku pada Khilafah Islamiyah saja tapi lihatlah mereka malah membawakan kisah pemberontakan terhadap Utsman bin Affan yang notabene adalah Khalifah yang dibimbing oleh Allah sebagaimana sabda Nabi mengenai Khalifah sesudah beliau. Inikah da'wah kalian wahai pemberontak. terbukalah baju kebohongan kalian wahai para begundal da'wah.

Kalian tak lebih hanya pengikut "anjing-anjing neraka".
----------