Stockholm, 23 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA & TATI ACUNGKAN SIM-NYA YUDHOYONO DENGAN TNI-NYA UNTUK BUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG SADAR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MATIUS DHARMINTA & NARASTATI ACUNGKAN SIM-NYA YUDHOYONO DENGAN TNI-NYA UNTUK MEMBUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG TELAH SADAR UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI DI ACHEH

 

“Propaganda murahan dan ngawur macam ini, seperti yang dilempar bung A. Sudirman. Saat ini sudah kagag laku lagi di Aceh. Kagag percaya? cek langsung kelapangan, bahwa warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.” (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Sun, 22 May 2005 20:11:24 -0700 (PDT))

 

”Kang yang bener!!! karena yg dikatakan rakyat Aceh versi Ahmad-kan beda. Versi Ahmad Cs, yang dikatakan masyarakat/rakyat Aceh yaitu: orang-orang yg mengikuti ajaran ASNLF dan menjadi anggota GAM, lain dari itu bukan. Nah, Rakyat Aceh versi Ahmad Cs, inilah yg akan dihabisi” (Tati , narastati@yahoo.com , Sun, 22 May 2005 22:40:25 -0700 (PDT))

 

Baiklah Matius Dharminta wartawan Jawa Pos di Jakarta dan Narastati di Jakarta, Indonesia.

 

Dua orang ini, Dharminta dan Tati memang dari dulu budek. Ikut saja ekor mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika mbah Yudhoyono acungkan SIM atau surat izin membunuh alias licence to kill-007-nya Susilo Bambang Yudhoyono,  itu Dharminta dan Tati ikut pula dibelakang ekor Yudhoyono dengan TNI-nya sambil bercuap-cuap: ”Propaganda murahan dan ngawur macam ini, seperti yang dilempar bung A. Sudirman. Orang-orang yg mengikuti ajaran ASNLF dan menjadi anggota GAM, versi Ahmad Cs, inilah yg akan dihabisi”

 

Nah, dua orang budek asal Jawa ini memang tidak mempunyai alasan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang bisa dijadikan sebagai argumentasi untuk menyatakan bahwa Acheh masuknya kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya secara legal, seperti masuknya Quebeq kedalam tubuh Canada, atau masuknya Hawai kedalam kancah Negara sekuler federasi AS.

 

Paling yang disodorkan oleh dua orang budek Jawa ini hanyalah cuapan: ”Kang yang bener!!! karena yg dikatakan rakyat Aceh versi Ahmad-kan beda. Saat ini sudah kagag laku lagi di Aceh. Kagag percaya? cek langsung kelapangan, bahwa warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.”

 

Nah, yang jelas-jelas berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang membohongi seluruh rakyat Acheh dan pimpinan rakyat Acheh adalah Soekarno Jawa dengan RIS dan RI-nya, dituduh pula rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Kan gombal itu jawaban dua orang Jawa ini.

 

Kalau itu Dharminta dan Tati dua orang Jawa ini sanggup dan bisa membuktikan secara kronologis, menurut fakta, bukti, sejarah dan hukum bahwa itu Negeri Acheh masuknya kedalam tubuh sangkar negara sekuler RI sah dan benar serta disetujui oleh seluruh rakyat dan pimpinan rakyat Acheh melalui plebisit, maka baru bisa bercuap bahwa ”warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.”.

 

Tetapi, dua orang Jawa ini dan para keroconya di RI tidak pernah sanggup dan tidak bisa memberikan dan menyodorkan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang menyatakan bahwa Negeri Acheh masuknya kedalam tubuh sangkar negara sekuler RI sah dan benar serta disetujui oleh seluruh rakyat dan pimpinan rakyat Acheh.

 

Kalau hanya ikutan cerita mitos mbah Soekarno Jawa dengan RIS dan RI-nya, itu sampai kiamat mana bisa dijadikan sebagai dasar kuat untuk terus dipakai alat tali penjerat Negeri Acheh.

 

Karena memang itu masuknya Acheh kedalam sangkar RI hanyalah merupakan suatu mitos, maka secara logis itu para penerus Soekarno dengan TNI-nya, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dan daeng Jusuf Kalla tidak berani untuk membuktikan bahwa Acheh merupakan bagian dari RI melalui jalan plebisit.

 

Paling yang mereka propagandakan sampai sekarang ini adalah ”warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.”.

 

Nah, propaganda model ini adalah propaganda gombal alias kosong isinya. Bagaimana bisa itu para keroco-nya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menyatakan bahwa ”warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.”, padahal di Acheh belum pernah dilakukan plebisit untuk memutuskan bahwa sebagian besar rakyat Acheh dibohongi dan diperalat oleh sekelompok orang yang berlable GSA/GAM.

 

Propaganda-propaganda gombal ini memang disengaja dilambungkan oleh para keroco-nya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla untuk memperkuat benteng pertahanan mereka agar tanah negeri Acheh tetap bisa didekap dan diikatnya oleh tali buhul bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular.

 

Kemudian, yang melambungkan propaganda gombal ini bukan hanya para keroco-nya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla saja, melainkan juga para kaki tangannya seperti Sofyan Djalil. Walaupun ia orang kelahiran Peureulak, tetapi karena otaknya sudah diracuni racun mbah Soekarno Jawa penipu licik, maka yang diacung-acungkan di perundingan Helsinki tidak lain hanyalah payung bocor UU No.18/2001. Dasar budek.

 

Itu payung bocor UU No.18/2001 telah dikupas sampai habis di mimbar bebas ini, dan tidak pantas dan tidak cocok untuk dijadikan sebagai dasar untuk terus dipakai alat tali pengikat Acheh dalam perundingan Helsinki, Finlandia ini.

 

Kemudian, itu pihak ASNLF sudah melakukan perobahan langkah-langkah besar untuk memberikan ruang gerak dan kelonggaran demi lajunya roda perundingan, seperti masalah self-government, yang didalamnya mencakup pembentukan struktur pemerintahan di Acheh, mekanisme pemilihan wakil-wakil rakyat Acheh, pengelolaan kekayaan negeri Acheh. Masalah penarikan seluruh pasukan non-organik TNI dari Acheh. Masalah kehadiran badan pengawas atau monitor asing di Acheh.

 

Tetapi, perobahan langkah-langkah besar dari pihak ASNLF untuk memberikan ruang gerak dan kelonggaran demi lajunya roda perundingan Helsinki ini demi tercapainya kedamaian di Acheh, ternyata oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya  sebagian besar ditolaknya.

 

Jadi, apa yang sebenarnya diinginkan oleh  Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya dari perundingan Helsinki ini ?

 

Kalau Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya tetap tidak mau merobah langkah dari garis UU No.18/2001, maka sebenarnya tidak perlu melakukan perundingan. Karena tidak ada gunanya.

 

Kalau pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya hanya menyodorkan dan tetap berkeras kepala dengan umpan otonomi khusus sebagaimana yang tertuang dalam UU No.18/2001 dan penyerahan total pasukan TNA kepada mas Djoko Santoso dan Jenderal Endriartono Sutarto orang Jawa itu, maka tidak perlu dilakukan perundingan sampai berkali-kali.

 

Karena rakyat Acheh tidak bisa dibodohi dan dibohongi lagi. Rakyat Acheh yang telah sadar ini sudah berjuang lebih dari setengah abad dari sejak Soekarno penipu licik menelan dan mencaplok negeri Acheh dengan secewir kertas berlabelkan PP RIS No.21/1950.

 

Coba saja, kalau itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya berani melakukan plebisit untuk seluruh rakyat Acheh di Aceh untuk memutuskan apakah ya masuk kedalam sangkar RI atau tidak.

 

Mana itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya termasuk para keroco DPR dari PDI-P, Golkar dan PD berani untuk mengadu kekuatan digelanggang plebisit di Acheh. Mereka jelas tidak akan berani, karena mereka tidak memiliki dasar argumentasi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang bisa didjadikan sebagai alat pengikat negeri Acheh. Mereka itu memang gombal semuanya, otaknya sudah terkena racun mematikan mbah Soekarno penipu licik.

 

Nah, karena mereka itu gombal semua, maka itu para algojo pasukan non-organik TNI diberinya SIM atau surat izin membunuh oleh Susilo Bambang Yudhoyono guna dipakai sebagai alat hukum membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Itu para algojo TNI cukup dengan tunjuk jari sambil bercuap bahwa itu orang muslim Acheh sebagai pendukung GAM dan TNA, maka langsung ditangkap dan ditortirnya orang muslim Acheh itu. Kan gombal dan biadab itu kelakuan anak buah Supiadin Yusuf Adi Saputra, Djoko Santoso dan Jenderal Endriartono Sutarto ini. Ketika para cecunguk TNI melakukan tortirnya tidak henti-henti mulutnya bercuap: ”sim, sim mbah SBY”. Maksudnya ini surat izin membunuh dari SBY alias Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa itu.

 

Jadi, memang sudah terbongkar bahwa itu  Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya termasuk para keroco DPR dari PDI-P, Golkar dan PD hanyalah bertopang kepada mitos Acheh bagian RI buatan Soekarno penipu licik saja. Dan yang namanya mitos itu memang tidak memiliki dasar fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat, selain hanya cerita gombal hasil olahan Soekarno penipu licik saja.

 

Karena memang yang namanya Acheh masuk kedalam RI hanyalah mitos, maka itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI-nya termasuk para keroco DPR dari PDI-P, Golkar dan PD tidak berani melakukan plebisit di Acheh, paling hanya memberikan SIM (Surat Izin Membunuh) kepada anak buahnya Supiadin Yusuf Adi Saputra, Djoko Santoso dan Endriartono Sutarto untuk dipakai dasar hukum membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 22 May 2005 20:11:24 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: YUDHOYONO KELUARKAN LICENCE TO KILL BAGI TNI YANG DITUGASKAN DI ACHEH UNTUK BUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, zul@mucglobal.com, yahuwes@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, yuhe1st@yahoo.com, viery_fajri@yahoo.com, wpamungk@centrin.net.id, warzain@yahoo.com, wartadephan@dephan.go.id, waspada@waspada.co.id, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, trieng@netzero.net, tang_ce@yahoo.com, tgk_maat@yahoo.co.uk, tonisudibyo2001@yahoo.com, toto_wrks@yahoo.com, s05029wmuse@yahoo.com.sg, s4043015@student.uq.edu.au,sofyanis@plasa.com

 

YUDHOYONO KELUARKAN LICENCE TO KILL BAGI TNI YANG DITUGASKAN DI ACHEH UNTUK BUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH

 

Propaganda murahan dan ngawur macam ini, seperti yang dilempar bung A. Sudirman. Saat ini sudah kagag laku lagi di Aceh. Kagag percaya? cek langsung kelapangan, bahwa warga Aceh telah sadar bahwa selama ini telah dibohongi dan deperalat oleh sekelompok orang yang berleble GSA/GAM.

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Sun, 22 May 2005 22:40:25 -0700 (PDT)

From: tati - narastati@yahoo.com

Subject: Re: YUDHOYONO KELUARKAN LICENCE TO KILL BAGI TNI YANG DITUGASKAN DI ACHEH UNTUK BUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH

To: ahmad@dataphone.se, alchaidar@yahoo.com, zul@mucglobal.com, yusrahabib21@hotmail.com, viery_fajri@yahoo.com, warzain@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, teuku_mirza@hotmail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, teguhharjito@yahoo.com, tgk_maat@yahoo.co.uk, tonisudibyo2001@yahoo.com, toto_wrks@yahoo.com, sofyanis@plasa.com, siliwangi27@hotmail.com,                sira_jaringan2000@yahoo.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com

 

Kang.. YANG BENER!!! karena yg dikatakan RAKYAT ACEH versi ahmad-kan beda. Versi Ahmad Cs, yang dikatakan masyarakat/RAKYAT ACEH yaitu : orang-orang yg MENGIKUTI AJARAN ASNLF dan menjadi ANGGOTA GAM, lain dari itu bukan. Nah, Rakyat Aceh versi Ahmad Cs, inilah.. yg akan dihabisi

 

Tati

 

narastati@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

FIELD REPORT

 

Date

Time

Location

Incident

Number of Victims

Village and Subdistrict

District

Killed

Injured

Hostage

Rape/ hrssmt

13.05.05

1000

Sarah Kayeë, Ranto Panyang

East Acheh

TNI Yonif 200 Raider posted at Sarah Kayee led by Capt. Sihombing has tortured 7 GAM’ family members, including 3 women.

 

6

 

 

15.05.05

1415

Seuneubok Drien, Idi Tunong

East Acheh

TNI Yonif 330 Kostrad posted at Kuta Baro, Idi Tunong led by !st Seargeant Gatot and 2nd Seargeant Endri Nokian (deputy) attacked TNA in Seuneubok Drien. One (1) TNA personnel, Azhar Sulaiman, 28,  was killed and 1 AK-56 fell to TNI. TNA fire has caused three (3) TNI wounded.

The panicked TNI has than fired to all direction while combing the area killing one (1) civilian, Ishak Hasan, 32. A number of other civilians have also been brutalized:

  1. Muhammad Ismail, 22, m
  2. Siti Hawa Abdullah, 60, f
  3. Usman Basyah, 35, m
  4. Hamidah Abdullah, 32, f
  5. Yunus A. Bakar, 46, m
  6. Ismail Mahmud, 65, m
  7. Zubaidah Razak, 30, f.

2

10

 

 

15.05.05

2000

Jalan Dua, Bandar Alam

East Acheh

SGI and Koramil launched a night surveillance. On their return, they fired weapon to all direction. This madness has taken the life of a woman, Aminah Usman, 40. She died in her house with 2 gunshots in the chest.

1

 

 

 

15.05.05

2000

Blang Balok, Peureulak Teungoh

East Acheh

TNI Marine Battalion 8 posted at Dusun Matang Aron Paya Lipah, Peureulak Teungoh led by 1st Seargeant Poniman was operating in Blang Balok. In its operation, the Marine has fired weapon to all direction killing one innocent local, Mr. Muslem A. Latif, 25.

1

 

 

 

16.05.05

0300

Simpang Indrapuri

Acheh Besar

TNI looted a small grocery in Indrapuri. Owner could not react. The loss was estimated Rp 63,000,00.00

 

 

 

 

16.05.05

0800

Gampong Blang Mulieng, Seunagan

West Acheh

TNI Yonif 623 posted at Alue Peusaja, Seunagan launched SaDO in Gampong Blang Mulieng, Seunagan.

 

 

 

 

17.05.05

0100

Blang Garot, Suka Karya

Sabang

A group of SGI entered the village and kidnapped a civilian, M. Yasin Sulaiman, 30, from his house midnight. He was taken to SGI’s Hqs at local Military Police compound. He was badly tortured. He was released at 1600 hours. He has to be admitted to a hospital.

 

1

 

 

17.05.05

0600

Plupakam, Tanah Luas

North Acheh

TNI launched SaDO against resting TNA in the village killing one (1) TNA personnel: Maimun Amir, 28, and one GAM’s policeman: Iqbal, 28.

21 villagers have been brutalized because they allegedly did not report GAM’s presence to TNI.

2

21

 

 

17.05.05

0630

Swamps of Alue Bugeng, Peureulak Timur

East Acheh

TNI Marines Battalion 8 posted at Kampung Seuneubôk Teupin-Peureulak Timur, enforced by TNI Marines Battalion 8 posted at Kampung Geulumpang Payông-Sungoë Raya, East Acheh, conducted SaDO on suspected TNA position at Kampung Aluë Bugéng-Peureulak Timur, East Acheh. Many grenades have been launched into the swamps.

 

 

 

 

17.05.05

1100

Matang Gluem, Peureulak Teungoh

East Acheh

TNI Marine Battalion 8 Company Mandau posted at Kuala Leuge, Peureulak Teungoh led by  2nd Seargeant Hardi Abdullah destroyed a house and tortured the owner.

1

 

 

 

17.05.05

1700

Alue Gureb and hills around it, Peureulak Timur

East Acheh

TNI Yonif 200 Raider, launched SaDO.

 

 

 

 

17.05.05

1700

Buket Kareueng Seuneubok Buya, Idi Tunong

East Acheh

TNI Yonif 330 Kostrad posted at Blang Rambong led by 1st Seargeant Tatang launched a SaDO. No clash with TNA here but the TNI has tortured to dead an old woman, Aminah Dawod, 60. She was accused to have gave protection to GAM.

1

 

 

 

17.05.05

1815

Cot Calang, Nisam

North Acheh

TNI ran into 2 small unit of TNA commandos. Two NI personnel were shot and at least wounded.

 

2

 

 

17.05.05

2200

Matang Seulimeng, Langsa Timur

East Acheh

SGI posted at Keudeë Sungai Raya led by Captain Tata Ardiansyah took hostage a father, Saleh Abubakar, 60, and his son, Azhar Saleh, 20. Mr. Saleh Abubakar was tortured by being hung head down, while Mr. Azhar was buried up to his armpit while tortured. The two were alleged GAM’s relative. The treatment was quite visible to passersby.

 

2

 

 

18.05.05

 

 

Acheh Besar

TNI is still at offensive manuevre in Acheh Besar.

TNI has instructed all village heads to bring at least 10 people per village to a rally to demand TNI to stay. Ulemas will also be summoned to Banda Acheh on Thursday.

 

 

 

 

18.05.05

0600

0900

11 points in Pasi Raya Subdistrict

South Acheh

TNI was raining the spots with artillery fire. Villagers were brutalized

 

 

 

 

18.05.05

0730

1700

Pulo Naleung, Peusangan

Bireuen

TNI Battalion 8 Cavalry, Yonif 133, Team Parakomando, SGI, and Brimob amounting no less than 400 personnel surrounded a TNA post manned by 3 TNA personnel. In the firefight that took places from 0900 hours to 1700 hours. Four TNI were hit. Two were in critical condition, while 2 others were lightly injured. On TNA side, 2 TNA were martyred and one other was captured. TNI started the attack on the TNA post which is surrounded by strong living-bamboo trees. TNA fires hit 4 approaching TNI personnel. TNI added more firepower by using tank fires and grenades. TNA’s one only gun was silinced at 1530. TNI kept pounding the target until 1700 to ensure no fire returned.

In the aftermath, TNI burned one nearby house belongs to an old widow and abducted 5 villagers, including one teenage of 15 year old and the old widow whose house was burnt.

2

4

6

 

18.05.05

0800

 

East Acheh

One Battalion of the Red Berret to East Acheh

 

 

 

 

18.05.05

0800

 

North Acheh

One Battalion of the Red Berret to North Acheh

 

 

 

 

18.05.05

0800

Meulaboh and adjacent villages

West Acheh

TNI managed to collect about 5000 people to be sent to Banda Acheh to attend rally to demand TNI to stay. People who have cars and trucks have been forced to carry those ”demonstrators” to Banda Acheh.

 

 

 

 

18.05.05

1000

Keudee Birem, Bayeuen

East Acheh

TNI intelligence from KODIM-0104 ran SaDO in the village to ask and find possible TNA existence in the village. In one interrogation with a villager, TNI has brutalized the man while shouting “this is the fate of whom who symphatizes to GAM”. The man was finally fainted. He was later thrown onto TNI truck and disappeared.

 

1

1

 

18.05.05

1130

Gronggrong

Pidie

Police Intelligence from Sigli Police Hqs shot to dead one TNA personnel, Samsunir M. Gani, 21, and one civilian, Muzakkir, 24, on a mainroad in Gronggrong.

2

 

 

 

18.05.05

1350

Buket Selamat, Rantau Selamat

East Acheh

TNI Yonif 312 Kala Hitam posted at Alue Kumba, Sungai Raya tried to pin down a team of TNA  from Company Tjot Kala Daerah-1 Peureulak. A-25 minute fight was inevitable. No loss on TNA side.

 

 

 

 

18.05.05

1350

Bukit Seulamat, Rantau Seulamat

East Acheh

TNI Yonif 312 posted at Alue Kumba

 

 

 

 

19.05.05

0900

Villages in Paya Bakong and Matang Kuli Subdistricts

North Acheh

Following the new earthquake in Acheh at 0900 of 19 May, TNI personnel at the 42 posts in the two subdistricts simultaneously fired weapons until midday. Villagers fled for safety perceiving there were a major gunfight taking place.

 

 

 

 

19.05.05

1000

Gunung Pucok- Krueng Kila, Blang Pidie

Abdya

TNI posted at Abu Thaha’ Boarding School attacked a TNA unit of four (4). All were injured but managed to return to basis.

 

4

 

 

19.05.05

1600

Uteuen Pulo, Seunagan Timur

Nagan Raya

TNI Battalion 623 Airborne, SaDO, clashed with TNA. Excess: TNI took hostage of 5 villagers.

 

 

5

 

19.05.05

1600

Kampung Kila mountain, Seunagan Timur

West Acheh

TNI Yonif 623 posted Uteuen Pulo clashed with TNA units. In the aftermath, TNI took hostage of 5 villagers

 

 

5

 

19.05.05

2000

Hills of Gampong Blang Gleuem, Julok

East Acheh

Brimob posted at Gampong Blang Gleuem and TNI Yonif 408 and 507 launched SaDO on TNA’s position on the hills. Shootout occurred for 45 minutes. Two TNI personnel were shot. TNI enforcement was called and they stepped up operation forcedly involving local civilian as pointers and human shields.

2

 

 

 

19.05.05

2300

Glé Gurah and Lamlhom, Peukan Bada

Acheh Besar

TNI-Brimob enforcement: 4 truckloads of TNI entered Gle Gurah, 3 truckloads to Lamlhom, and 4 truckloads plus 12 trail motobikes of Brimob started the offensive patrol on Lamlhom.

 

 

 

 

19.05.05

2400

Buket Drien, Sungai Raya

East Acheh

5 team of TNI Yonif 312 Kala Hitam posted at Buket Drien plus 5 teams of non-post TNI launched SaDO on TNA in a nearby area. A 20 minute fire exchange occurred. TNI called more enforcement and TNA withdraw.

 

 

 

 

20.05.05

 

Meureue, Indrapuri

Acheh Besar

Kopassus has built a new command post in Meureue.

 

 

 

 

20.05.05

0500

Alue Bugeng, Peureulak Timur

East Acheh

TNI Marines posted at Seuneubok Teupin, Peureulak Timur, ran a SaDO since 0500 hours. Getting frustrated, the marines opened fire toward mangrove swamps. Villagers were probihited from going out of their of. No limit of time was set for the curfew.

 

 

 

 

20.05.05

1000

Gunung Alue Thoe, Blang Pidie

Abdya

3000s TNI major offensive. Clashed with TNA 1 hour. Some unconfirmed number of TNI’s fatalities.

 

 

 

 

20.05.05

1030

Uleë Jalan Gampong Aluë Buë, Peureulak Timur

East Acheh

TNI Marines Battalion 8 posted at Gampong Seuneubok Teupin, Peureulak Timur ran a SaDO at Alue Bue. Random shots have been fired to all direction. An innocent peasant, Abbas Ghani, 64, has been shot in the head. However, the life of the man was spared by his family rushing him to a hospital. This incident traumatized villagers.

 

1

 

 

20.05.05

1230

Meureue, Indrapuri

Acheh Besar

Brimor fired at one civilian. Missed.

 

 

 

 

20.05.05

1230

Ie Tarek Sa, Kuta Makmur

North Acheh

TNI SaDO to Ië Tarek village. Clashed with TNA. Excess: TNI took hostage of a girl, Darwati Hamid, 15, and a man, M. Yusuf Hamid, 30. Their whereabouts unknown. Many other villagers were brutalized.

 

 

2

 

20.05.05

1430

Mountain Alue Thoe, Blang Pidie

Abdya

TNI posted at Abu Thaha’ Boarding School and TNI from Gampong Alue Pineueng post attacked a peasant community at Alue Thoe, in which all farmer’s huts were burnt.

 

 

 

 

20.05.05

1600

Krueng Kila, Blang Pidie

Abdya

Three out of 4 TNA personnel attacked by TNI in mountain Pucok-Krueng Kila, Blang Pidie on 19 May were finally died in a camp on 20 May.

3

 

 

 

20.05.05

1700

Alue Meureuboe, Julok

East Acheh

Continuing raid by Brimob and TNIs involving civilian as human shields.

 

 

 

 

21.05.05

0400

Cot Kumbang, Kuala

Nagan Raya

TNI Raiders posted at PLN Simpang Peuet, Kuala, has taken hostage of Teuku Cut Hasan, 32, the brother of TNA Deputy Field Commander for Meulaboh Raya. The man was taken altogether with his wife, Anna, 28, at 0400 hours in the morning.

 

 

2

 

21.05.05

0730

Kuala Simpang Ulim, Simpang Ulim

East Acheh

Thirty Marines from Battalion 07 posted at KUD Paya Naden, Madat plus 75 non-post Marine ran SaDO rained grenade shots to mangrove swamps.

 

 

 

 

21.05.05

0800

Glé Ladong, Mesjid Raya

Acheh Besar

TNI tried to attack a TNA position on a hill near Ladong. TNA withdrew. No casualty.

 

 

 

 

21.05.05

0800

Seuneubok Rawang, Seuneubok Teupin, Seuneubok Punti, and Alue Bugeng (all in Peureulak Timur), and Alue Rangan and Geulumpang Payong (all in Sungai Raya)

East Acheh

Marines Battalion 08 posted at Seuneubok Rawang and Seuneubok Teupin plus from Seuneubok Geulumpang Payong post and Alue Rangan post plus 200 personnel of non post ran SaDO in those villages. The Marines have forbidden villagers from conducting their normal business outdoor.

 

 

 

 

21.05.05

1130

Beurandang-Ranto Panyang, Peureulak

East Acheh

Four platoon of TNI Yonif 511 Kostrad tried to pin down TNA in the area. An armed clash occurred for 40 minutes.

 

 

 

 

21.05.05

1400

Pucok Jalan, Bandar Alam

East Acheh

A platoon of TNI Yonif 330 Kostrad posted at Jambo Reuhat, Bandar Alam let by 1st Seargeant Suwarso and 2nd Seargeat Hendrik launched SaDO in Pucok Jalan village. Failed to find GAM soldiers, they have brutalized one old woman, Salamah Nasir, 65.

 

1

 

 

21.05.05

1520

Dreng, Bakongan

South Acheh

An armed clash occurred between a platoon of marauding TNI Yonif 407 posted at Buket Gadeng post led by Leut. PATMANA. One TNI personnel was killed. In its retaliation, the TNI has taken hostage an infant girl, Nadewi, 4 months old, daughter of a TNA personnel.

1

 

1

 

21.05.05

1700

Sungai Raya, Sungai Raya

East Acheh

SGI led by Capt Tata Ardiansyah conducted sweeping on all vehicles passing the highway. A college female student, Safrina A. Rahman, 23, was kidnapped and taken to its post. Her scream in the post was clearly heard by people who live nearby. Sexual harassment is not unusual here.

 

 

1

 

22.05.05

0735

Kuala Simpang Ulim, Simpang Ulim

East Acheh

Units of TNI Marines Battalion 07 posted at Matang Guru, Gampöng Leung, and Gampöng Blang Awe. SaDO, shelling mangrove swamps with mortars and grenades.

 

 

 

 

22.05.05

1000

Cot Kulam and Cot Keh, Peureulak Teungoh

East Acheh

Platoon of TNI Marines Battalion 08 posted at Tanjong Seuleumak led by 1st Leuteunant Iwan and the unit posted at Cot Kulam led by 1st Seargeant Iryansyah. SaDO SaDO, shelling swamps with mortars and grenades.

 

 

 

 

22.05.05

1200

Pulo Blang-Ranto Panyang, Peureulak

East Acheh

SaDO by TNI Yonif 330 posted at Buket Batee Gampong Teumpeun, Peureulak Barat. In its action, the TNI shot to dead a civilian, Mohd Hasan Safari, 42.

1

 

 

 

23.05.05

1400

Dreng, Bakongan

South Acheh

Nadewi, 4 month old, an infant who was taken hostage by TNI Yonif 407 on 21.05.05, has not been returned to her parent until this hour.