Stockholm, 24 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ANGGOTA KOMISI I DPR PERMADI OTAKNYA DILEKATKAN DIDENGKUL DALAM HAL PEMECAHAN KONFLIK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERMADI SEPERTI CACING KEPANASAN KARENA OTAKNYA KOSONG TIDAK PUNYA KEKUATAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN DASAR HUKUM TENTANG ACHEH KECUALI HANYA MENJILAT RACUN GOMBAL-NYA MBAH SOEKARNO

Makin lama makin kelihatan itu para penerus Soekarno penipu licik dan para keroco yang ada di Komisi I DPR seperti Permadi dan Theo L Sambuaga bagaikan cacing kepanasan ketika membicarakan penyelesaian konflik Acheh. Dua orang ini memang benar-benar seperti orang-orang budek alias tuli yang tidak bisa mendengar, membaca, menggali, menganalisa tentang akar utama timbulnya konflik.

Kedua orang ini, Permadi dan Theo L Sambuaga hanyalah sebagai burung beo yang mengikuti apa yang dicuapkan oleh mbah Soekarno tentang cerita mitos Acheh. Karena mana pernah kedua orang ini memberikan alasan yang berisikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan Acheh dimasukkan kedalam tubuh sarang burung garuda RI secara sah dan legal dengan disetujui oleh seluruh rakyat dan pimpinan rakyat Acheh.

Paling dua orang ini, Permadi dan Theo L Sambuaga hanya mampu memberikan argumentasi gombal seperti: "Perundingan harus menjadi yang terakhir, tidak perlu diperpanjang lagi. Tawaran yang diajukan hanya satu, terima otonomi khusus atau GAM dihancurkan" (Permadi, Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin, 23 Mei 2005).

Nah, coba perhatikan, bagaimana itu keroco dari Komisi I DPR Permadi yang dengan seenak udel sendiri tanpa ditunjang oleh pemikiran yang jernih berupa fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentan Acheh, telah menghantam kiri-kanan tanpa ada kekuatan sedikitpun, kecuali hanyalah hasil ampas perasan otaknya yang otak udang.

Itu hasil perasan otak Permadi dari kelompok PDI-P-nya Mega memang model preman yang pandainya hantam kromo, persis seperti mbah Soekarno penipu licik, main santok, caplok, telan. Dasar budek.

Otak dan penglihatan Permadi yang hanya melihat dan hanya terfokus kepada tanah Acheh bukan kepada rakyat Acheh yang telah sadar, yang merupakan pewaris Negeri Acheh dari endatu mereka, sehingga dianggap dan dipandang dengan mata sebelah oleh Permadi budek Jawa satu ini.

Bagaimana bisa itu Permadi budek Jawa satu ini hanya mengandalkan otaknya yang ditempelkan didengkulnya sesumbar dihadapan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri di Acheh, diatas tanah Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya, dengan mengatakan: "terima otonomi khusus atau GAM dihancurkan".

Orang budek satu ini, menganggap itu tanah Negeri Acheh milik mbahnya dari Jawa sana itu. Coba tunjukkan sejak kapan itu Permadi budek ini mempelajari bahwa itu tanah Negeri Acheh adalah secara legal masuk kedalam keranjang burung garuda pancasila RI ? Coba jawab dulu Permadi budek, jangan hanya sesumbar kosong tanpa isi saja.

Coba kalian Permadi, kalau kalian memang yakin itu tanah Negeri Acheh milik mbah kalian budek Soekarno, mari kita adakan plebisit di Acheh bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan apakah memang benar sebagian besar rakyat Acheh ya mau berada dibelakang ekor mbah kalian Soekarno dengan TNI-nya atau memang mereka tidak mau dan sudah muak dengan kelakuan orang-orang Jawa model Permasi budek dari PDI-P sekuler ini ?

Kalau kalian Permadi budek tidak berani mengadakan plebisit di Acheh, itu tandanya kalian memang benar-benar burung beo yang pandainya hanya bercuap tanpa memakai otak.

Kalian Permadi anggap itu tanah Negeri Acheh sudah menjadi tanah milik mbah kalian dari Jawa Majapahit sana itu, sehingga kalian menganggap tidak perlu lagi plebisit di Acheh.

Nah, kalau itu anggapan kalian Permadi, maka itu sama artrinya dengan orang budek yang hanya mengandalkan dasar rapuh tanpa ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan hukum yang kuat.

Buktinya, kalian Permadi dan keroco kalian dari Komisi I DPR sampai detik sekarang ini tidak ada seorangpun yang sanggup untuk memberikan alasan yang terang dan jelas yang didalamnya mengandung fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas, benar, dan diterima oleh seluruh rakyat Acheh mengenai Acheh dimasukkan kedalam tubuh RI sekuler ini.

Kalian Permadi, hanya mampu memberikan alasan gombal: "berunding dengan orang asing yang diperkuat dengan penasehat international, kalau nanti ada kesepakatan, maka mereka akan minta organisasi internasional ikut serta" (Permadi, Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin, 23 Mei 2005).

Itu alasan budek, alasan orang yang tidak mempunyai kekuatan argumentasi untuk dipakai sebagai alat pertahanan RI guna tetap dipakai menjerat Acheh. Alasan Permadi itu alasan gombal yang keropos. Itu Permadi pikir bahwa bahwa pejuang-pejuang rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri adalah orang-orang keroco model Permadi yang otaknya otak preman, sehingga bisa diatur oleh penasehat internasional.

Itu yang dinamakan masukan dari penasehat, kalau memang masukan itu sesuai dengan perjuangan, arah, tujuan, cita-cita rakyat Acheh, jelas masukan itu akan diterima, tetapi kalau masukan itu bertolak belakang dengan perjuangan, arah, tujuan, cita-cita rakyat Acheh, maka jelas itu masukan akan dimasukkan kedalam tempat sampah. Jadi, yang menentukan masa depan dan arah serta cita-cita rakyat Acheh adalah rakyat Acheh sendiri, bukan penasehat itu.

Tetapi karena itu Permadi memang sudah pobi kalau mendengar penasehat internasional, maka belum apa-apa sudah bercuap yang tidak tentu arah dan tujuannya. Dasar budek.

Kalau kalian Permadi masih saja menganggap masalah konflik Acheh adalah masalah domestik dan diselesaikan secara domestik, itu adalah anggapan kalian yang salah kaprah dan budek. Konflik Acheh telah menjadi isu internasional dan telah melibatkan pihak internasional. Kalau kalian Permadi menganggap konflik Acheh bisa diselesaikan secara domestik, mengapa kalian tidak bisa menyelesaikannya sampai detik sekarang ini. Padahal itu konflik Acheh telah berlangsung lebih dari setengah abad, dari sejak mbah kalian Soekarno menelan, mencaplok, menduduki Acheh dengan memakai kertas secewir yang bertuliskan PP RIS No.21/1950.

Nah, itu membuktikan bahwa kalian Permadi budek, tidak mampu menyelesaikan konflik Acheh melalui jalan dan jalur domestik bersama para keroco kalian di Acheh. Apakah pernah kalian Permadi melakukan penyelesaian domestik dengan keroco-keroco Jawa kalian di Acheh untuk menyelesaikan konflik Acheh dan mereka telah sepakat dengan kalian ?

Kan kelihatan, itu hasilnya juga nihil. Mana ada hasil dari perundingan kalian dengan keroco Jawa kalian di Acheh memberikan keamanan dan kedamaian di Acheh. Paling itu Jenderal-Jenderal TNI yang melakukan bisnis untuk kelangsungan hidup TNI-nya di Acheh yang dibesar-besarkan. Masa untuk menumbangkan kekuatan TNA yang 1.400 orang harus digempur dengan 50.000 pasukan non-organik TNI Jawa gombal itu. Kan, tidak masuk akal. Orang budek saja yang bisa dibodohi oleh kalian dan Jenderal-Jenderal TNI kalian itu, Permadi.

Kemudian, itu Widodo Adi Sutjipto, ia seorang Jenderal yang sudah pensiun, tetapi otaknya otak hasil celupan militer dengan doktrin hasil campuran pancasila-nya mbah Soekarno. Ya, jelas, ia hanya menggunakan otak militernya saja. Tetapi karena memang tujuan TNI di Acheh adalah untuk melanggengkan hidup TNI, maka bukan penyelesaian damai yang dituntut oleh Widodo Adi Sutjipto ini, melainkan tetap dipertahankannya kekuatan pasukan non-organik TNI-nya yang lebih dari 50.000 orang itu. Dengan alasan karena TNA masih ada. Kan gombal itu. Masa kerkuatan TNA yang 1.400 orang mau dilawan dengan 50.000 pasukan TNI. Kan aneh, dasar budek.

Jadi, Permadi kalian kalau mau damai di Acheh, kalian itu harus mengetahui dengan jelas dan terang apa yang menjadi akar utama timbulnya konflik Acheh, yang sudah lebih dari setengah abad ini. Bukan hanya cerita masalah ketidak adilan di Acheh. Itu salah kaprah kalau kalian mengatakan adanya ketidak adilan di Acheh sehingga timbul konflik Acheh. Alasan gombal yang dipropagandakan oleh para penerus Soekarno penipu licik.

Permadi, itu yang kalian namakan NKRI adalah belum final. Kalau kalian katakan NKRI final adalah salah kaprah dan gombal. Coba buktikan bahwa itu yang namanya NKRI sudah final ?
Agar supaya kita bahas dan bicarakan bersama, untuk memberikan kecerahan dan penjelasan kepada seluruh rakyat baik di Acheh ataupun di RI.

Permadi, itu yang namanya koridor NKRI adalah koridor bocor yang gombal, yang hanya merupakan mitos saja, tanpa ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas, benar dan terperinci.

Selama kalian Permadi memakai mitos untuk mempertahankan NKRI kalian, maka selama itu kalian adalah sangat lemah dan tidak berdaya, persis seperti cacing kepanasan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se