Stockholm, 24 Mei 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DIJON, PERMADI & SAMBUAGA MATI KUTU TIDAK PUNYA KEKUATAN HUKUM UNTUK TERUS ANEKSASI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON, PERMADI & THEO L SAMBUAGA MATI KUTU TIDAK PUNYA KEKUATAN HUKUM UNTUK TERUS ANEKSASI ACHEH

"Aku makin kagum saja atas nasionalisme Pak Permadi dan Pak Theo L Sambuaga ini. Memang, keduanya tepat dan sudah pada tempatnya berkata seperti itu. Banyak alasan yang mendukung pendapatnya itu yang sebenarnya merupakan desakan kepada pemerintah SBY" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Tue, 24 May 2005 09:19:20 -0700 (PDT))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Orang yang menamakan Muba dari Dijon ini memang kerjanya dari dulu tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sekedar bercuap, mengikut kemana ekor keroco-keroco Anggota Komisi I DPR dari PDI-P-sekuler-nya Mega pengembek Soekarno penipu licik, yang menipu bukan hanya menipu rakyat Acheh, melainkan juga menipu rakyat Papua Barat dan rakyat Maluku Selatan, sehingga akibatnya terasa sampai detik sekarang ini.

Itu yang namanya Muba memang disamping hidung belang juga hanya bercuap tentang apa yang disajikan Soekarno dan para penerusnya tentang Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan, yang didasarkan kepada mitos hasil pelintiran Soekarno yang dengan mentah-mentah ditelan Muba dan keroco-keroco anggota Komisi I DPR dari Golkar-nya Jusuf Kalla dan PDI-P-sekuler-nya Mega.

Mana itu yang namanya Permadi dan Theo L Sambuaga mampu memberikan dasar argumentasi yang jelas dan benar berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas tanah Negeri Acheh yang dimasukkan Soekarno kedalam sangkar RIS dan RI-nya ?

Itu kalau hanya sekedar seperti yang dicuapkan Muba Dijon: "Tidak ada masalah teritorial Indonesia terkait dengan NAD. Sejak PBB menerima RI sebagai anggotanya, dengan wilayah yang membentang dari Sabang sampai Merauke, sejak itulah secara resmi seluruh negara di dunia mengakui keutuhan RI dengan wilayahnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke itu."

Itulah jawaban yang paling gombal yang dilambungkan Muba Dijon untuk ikutan keroco-keroco anggota Komisi I DPR Permadi dari PDI-P-sekuler menjerat Acheh yang mempergunakan para algojo TNI-Jawa dengan senjata khalasnikov-Putin-nya.

Disuruh membuktikan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalnya Acheh masuk kedalam sangkar RI, bukan dijawab dengan benar, melainkan hanya berceloteh bahwa tidak ada masalah teritorial Indonesia terkait dengan NAD.

Bagaimana tidak ada masalah teritorial, sedangkan itu konflik Acheh adalah konflik tentang pendudukan dan penjajahan RI di Acheh. Dan itu telah berlangsung setengah abad. Apakah rakyat Acheh bisa dibodohi dengan hanya sekedar bercuap bahwa tidak ada masalah teritorial Indonesia terkait dengan NAD ?.

Itu pihak Sekjen PBB Kofi Annan mengetahui dengan pasti bahwa konflik di Acheh adalah konflik masalah tuntutan rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri. Dan itu penyelesaiannya harus melalui jalur politik, bukan melalui jalur senjata. Karena itu mengapa Kofi Annan meminta kepada pihak Susilo Bambang Yudhoyono untuk dengan segera menyelesaikan konflik Acheh melalui meja perundingan.

Muba Dijon budek, apakah kalian paham dan mengerti mengapa itu Sekjen PBB Kofi Annan meminta segera menyelesaikan konflik Acheh melalui jalur perundingan ?

Jelas, itu Kofi Annan mengetahui bahwa rakyat Acheh sedang berjuang untuk menentukan nasib sendiri di negerinya sendiri di Acheh. Hanya orang budek seperti Muba dan Permadi budek dari PDI-P-sekuler saja yang hanya ingin terus menduduki dan menjajah Acheh dan membunuh rakyat muslim Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Muba Dijon budek, apakah kalian dengan itu Permadi dan Sambuaga bisa membuktikan bahwa memang benar rakyat Acheh telah muak terhadap perjuangan kemerdekaan Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro ? Apakah kalian Muba Dijon, Permadi dan Sambuaga berani menyuarakan untuk diadakan plebisit di Acheh bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap mereka apakah mereka setuju dengan kemerdekaan Acheh atau tidak ?

Paling kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, kalian akan kucar kacir dan cengar-cengir, dan kalian mana berani menyuarakan plebisit di Acheh sebagaimana plebisit di Timor Timur dulu. Dasar gombal dan budek.

Mana bisa dipercaya cuapan kalian itu Muba Dijon, kalau hanya sekedar menyatakan bahwa benar rakyat Acheh telah muak terhadap perjuangan kemerdekaan Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, padahal kalian belum mampu membuktikan secara jelas, berdasarkan fakta, bukti, dan hukum melalui plebisit.

Kalau hanya kalian bercuap seperti itu Permadi dari PDI-P-sekuler, mana bisa diterima cuapan kalian itu Muba Dijon budek hidung belang. Disuruh melambungkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk RI saja kalian tidak sanggup dan hanya cengar-cengir saja. Sekarang mau pula bercuap seenak udel menyatakan bahwa tidak ada masalah teritorial Indonesia terkait dengan NAD.

Kemudian itu kalian terus menerus menyebut-nyebut wilayah gombal NKRI jelmaan RI yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan, yang pada realitasnya adalah merupakan wilayah yang dibangun diatas mitos atau dongen sejarah gombal Soekarno saja.

Coba kalian pikir Muba Dijon, kalau memang benar itu yang kalian klaim wilayah NKRI jelmaan RI yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan tidak ada masalah lagi, mengapa itu bangsa Acheh, bangsa Papua Barat dan Bangsa Maluku di Maluku selatan mereka menuntut negerinya yang ditelan dan dicaplok Soekarno ?

Coba Muba Dijon apa yang bisa kalian katakan kepada bangsa Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan yang sedang berjuang untuk menentukan nasib mereka sendiri di wilayah yang diduduki dan dijajah oleh RI ?

Apakah mereka itu kalian katakan musuh kalian karena mereka menuntut Negerinya yang ditelan dan dicaplok Soekarno penipu licik ? Apakah mereka itu harus dibunuh semuanya karena mereka itu menuntut negerinya yang dianeksasi oleh Soekarno penipu licik ?

Muba Dijon, kalian dan keroco kalian seperti Permadi dan Sambuaga adalah orang-orang yang paling biadab, yang mempergunakan kekerasan melalui para algojo TNI gombal untuk membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menuntut kemerdekaan negerinya yang ditelan dan dicaplok Soekarno penipu licik.

Apakah kalian Muba Dijon, Permadi dan Sambuaga hanya ingin mempertahankan tanah negeri Acheh, yang tanah Negeri Acheh itu sendiri adalah hasil aneksasi Soekarno penipu licik, dan kalian tidak sanggup untuk membuktikan secara fakta, bukti, sejarah dan hukum tentang legalitasnya.

Kalau kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga hanya bisa menyatakan: "secara resmi seluruh negara di dunia mengakui keutuhan RI dengan wilayahnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke itu."

Itu jawaban kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga adalah jawaban paling gombal yang pernah dilambungkan di mimbar bebas ini. Karena itu jawaban adalah tidak ada kekuatan hukumnya. Itu jawaban kalian hanyalah sampah yang tidak ada artinya, yang membuat kalian makin tersungkur, karena kalian memang lemah, tidak memiliki alasan hukum yang kuat yang bisa dijadikan sebagai bukti legalitas Acheh masuk kedalam RI gombal kalian.

Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, itu kerja dari algojo TNI adalah lebih biadab. Bagaimana sebanyak 50.000 pasukan TNI budek melawan 1.400 rakyat Acheh yang tergabung dalam TNA ?

Itu TNI dibawah Djoko Santoso, Supiadin Yusuh Adi Saputra adalah dipakai alat untuk menduduki dan terus menjajah Acheh.

Muiba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, apakah kalian tidak memakai otak kalian, untuk apa itu 50.000 pasukan gombal TNI ada di Acheh ? Apakah untuk melawan pasukan TNA yang 1.400 pasukan ? Kan gombal itu, masa 50.000 pasukan budek TNI yang segudang itu dipakai untuk melawan pasukan TNA yang 1.400 pasukan. Kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, apakah kalian tidak paham dan tidak mengerti bahwa itu TNI telah menjadikan konflik Acheh untuk memberikan kelangsungan hidup TNI di Negara sekuler RI ? Ataukah kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga mengetahui bahwa konflik Acheh terus dipertahankan agar itu tanah Negeri Acheh tidak lepas, sedangkan seluruh rakyat Acheh dibunuh kalian. Benar-benar budek dan gombal kalian itu Muba Dijon, Permadi dan Sambuaga.

Muba Dijon budek hidung belang, Permadi dan Sambuaga, memang kalian itu adalah orang-orang yang paling biadab, yang tidak mengerti akar utama penyebab konflik Acheh, dan kalian adalah orang-orang yang paling pengecut untuk diajak melakukan plebisit di Acheh, sebagaimana di Timor Timur, Quebeq dan Hawai.

Hanya orang-orang budek dan pengecut model Muba Dijon, Permadi dan Sambuaga yang jiwa mereka lebih mementingkan tanah Negeri Acheh ketimbang rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Kalian itu Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga adalah orang yang ketakutan dan orang yang paling pengecut yang tidak berani untuk membuktikan melalui plebisit bahwa sebagian rakyat Acheh ingin menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga hanyalah orang-orang yang berkhayal, yang menggandrungi tanah Negeri Acheh bagian milik mbah kalian Soekarno penipu licik Jawa kowe itu.

Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, itu dunia internasional mengakui eksistensi ASNLF yang menuntut kemerdekaan Acheh. Buktinya, kalau itu ASNLF tidak diakui oleh dunia internasional, mana mungkin itu sekjen PBB Kofi Annan menekan pihak Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menyelesaikan konflik Acheh melalui perundingan ?. Mana mungkin itu dunia internasional Uni Eropa bersedia untuk mengirimkan pasukan pengawas untuk memonitor jalannya penarikan pasukan TNI gombal dari Acheh.

Kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga masih tetap mata kalian buta dan telinga kalian budek, sehingga kalian tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar bahwa itu ASNLF telah diakui eksistensinya sebagai wadah perjuangan rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri di Acheh yang dianeksasi, diduduki dan dijajah RI dengan TNI-gombal-nya.

Jadi Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga, selama kalian tidak mampu membuktikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh dimasukkan kedalam sangkar RI, maka selama itu kalian hanyalah pembohong, penipu, pengecut, dan pembunuh di Acheh.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri akan terus berjuang sampai negeri Acheh kembali kepada rakyat Acheh dari tangan penjajah RI dengan TNI-nya. Dan kalian Muba Dijon budek, Permadi dan Sambuaga akan tersungkur dan tidak akan mampu untuk terus-menerus melakukan kejahatan dengan membunuh rakyat muslim Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 24 May 2005 09:19:20 -0700 (PDT)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: ANGGOTA KOMISI I DPRI PERMADI OTAKNYA DILEKATKAN DIDENGKUL DALAM HAL PEMECAHAN KONFLIK ACHEH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, AcehMr_dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Acehmuba <mbzr00@yahoo.com>, AcehSe_dayu <se_dayu@yahoo.com>, AcehSiliwangi <siliwangi27@hotmail.com>, acehsofyanis <sofyanis@plasa.com>, acehsuparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Acehsutanlatief <sutanlatief@yahoo.com>, AcehTang_ce <tang_ce@yahoo.com>, acehteukumirxa2 <teuku_mirza2000@yahoo.com>, acehteukumirza1 <teuku_mirza@hotmail.com>, Acehtgk_maat <tgk_maat@yahoo.co.uk>, Acehtonisudibyo2001 tonisudibyo2001@yahoo.com

Ahmad Sudirman
ahmad@dataphone.se
wrote: Paling dua orang ini, Permadi dan Theo L Sambuaga hanya mampu memberikan argumentasi gombal seperti: "Perundingan harus menjadi yang terakhir, tidak perlu diperpanjang lagi. Tawaran yang diajukan hanya satu, terima otonomi khusus atau GAM dihancurkan" (Permadi, Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin, 23 Mei 2005).

Aku makin kagum saja atas nasionalisme Pak Permadi dan Pak Theo L Sambuaga ini. Memang, keduanya tepat dan sudah pada tempatnya berkata seperti itu. Banyak alasan yang mendukung pendapatnya itu yang sebenarnya merupakan desakan kepada pemerintah SBY. Alasan2 tsb di antaranya adalah:

1. Rakyat NAD sudah sangat muak dengan kelakuan celeng2 GAM dan para pemain toneel ASNLF. GAM sekarang kerjanya hanya menyandera orang2 tak berdosa demi tebusan, karena mereka butuh hidup sementara ASNLF terlalu pelit untuk mensupport logistik celeng2
peliharaannya. Dalam situasi yang kepepet seperti sekarang ini, ASNLF yang isinya belasan pemain toneel itu tetap saja bermimpi untuk menguasai kekayaan tanah NAD.

2. Tidak ada masalah teritorial Indonesia terkait dengan NAD. Sejak PBB menerima RI sebagai anggotanya, dengan wilayah yang membentang dari Sabang sampai Merauke, sejak itulah secara resmi seluruh negara di dunia mengakui keutuhan RI dengan wilayahnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke itu. Sampai sekarang, tak satupun negara yang mempermasalahkan kenyataan NAD sebagai salah satu propinsi RI.

3. Tidak ada satupun negara yang mengakui ASNLF sebagai "wadah perjuangan rakyat Aceh". ASNLF sama sekali tidak sama dengan PLO misalnya yang statusnya adalah peninjau di PBB. ASLNF paling statusnya "pedagang kacang rebus" di PBB sana dengan person in charge-nya yang bernama Achmad Sudirman...

Jadi, apa lagi yang akan kalian gonggongkan kepada dunia? Toh, kafilah tetap berlalu... Karena memang, tak senoktahpun ada kebaikan dari GAM/ASNLF itu... Yang pasti GAM/ASNLF telah merampas rasa aman dan damai seluruh rakyat NAD.

Dagangan kalian yang berlindung di bawah kata-kata Islam jelas tidak laku, karena kenyataannya kalian menghantam kiri-kanan SEMUA faham Islam yang ada di dunia ini. Jadi, sudahkah kalian mengumumkan lahirnya sekte ke-74 Islam yang bernama "Sekte ASLNF" atau "Sekte Kacang-Rebus"?

Kaciaaaannn deh lo..!!

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------