Stockholm, 27 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON & PENGASUH KOMPAS, ITU YUDHOYONO JUSTRU BISA TERSERET DALAM TINDAKAN PELANGGARAN HAM TNI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELEMAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ADALAH BISA TERSERET DALAM TINDAKAN PELANGGARAN HAM YANG DILAKUKAN PASUKAN TNI & JENDERAL-JENDERALNYA

 

"SBY memang jempol. Aku tidak salah pilih dalam Pilpres putaran kedua kemaren. Alhamdulillah” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 27 May 2005 08:17:38 -0700 (PDT))

 

“Terima kasih atas pujian anda. Semoga kepemimpinan SBY akan membawa Indonesia yang lebih baik dan rakyat akan menjadi makmur dan sentaosa” (Harian Pagi Kompas, kompas@kompas.com , Fri, 27 May 2005 22:11:09 +0700)

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis dan Pengasuh Harian Pagi Kompas di Jakarta, Indonesia.

 

Muba Dijon dan Pengasuh Harian Pagi Kompas, ketika TNI melakukan pelanggaran HAM di Timtim, sampai puncaknya ketika terjadi insiden Santa Cruz pada 12 November 1991. Dimana konflik terjadi antara pasukan TNI dan pengunjuk rasa, yang mengakibatkan puluhan korban tewas dan hilang. Kemudian Soeharto membentuk Komisi Penyelidik Nasional yang dipimpin Hakim Agung Djaelani dan mengumumkan sedikitnya 50 orang tewas dan 90 orang hilang. Seterusnya Soeharto mengganti pimpinan militer di lingkungan Kodam Udayana. Dan akibat insiden Santa Cruz pada 12 November 1991 itu, maka pada tahun 1992 Pemerintah AS, atas desakan Kongres, organisasi HAM, dan media massa AS, membekukan program IMET (International Military Education and Training) dan melakukan embargo bagi penjualan alat-alat militer.

 

Nah, ketika Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke AS pada 25-27 Mei 2005, tujuan yang utama salah satunya adalah untuk mencari jalan bagaimana caranya agar embargo penjualan alat-alat militer yang dikenakan oleh Pemerinrah AS kepada RI bisa dicabut oleh Pemerintah AS dengan persetujuan Kongres AS.

 

Persoalannya adalah, kekuasaan untuk mencabut embargo penjualan alat-alat militer bukan terletak ditangan Presiden George W. Bush, melainkan ada ditangan kekuasaan Kongres. Sampai detik ini belum ada tanda-tanda positif dari pihak Kongres untuk mencabut embargo penjualan alat-alat militer tersebut.

 

Masalah yang sangat berat yang masih belum bisa dipenuhi oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono adalah masalah pelanggaran HAM yang dilakukan TNI seperti di Papua Barat, Acheh, Maluku Selatan dan dibebaskannya jenderal-jenderal yang menjadi tersangka pelanggaran HAM dari jeratan hukum.

 

Misalnya Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin yang diangkat menjadi Sekjen Departemen Pertahanan, padahal ia terlibat pelanggaran HAM di Jakarta dan di Timor Timur. Begitu juga Kapuspen TNI Brigjen Suhartono Suratman yang terlibat pelanggaran berat HAM di Timor-Leste.

 

Kemudian ketika pada bulan Agustus 2002 terjadi pembunuhan terhadap dua warga Amerika dan seorang warga Indonesia di Freeport McMoRan, Papua Barat, yang masih dipertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Juga warga Amerika Nick Spiers yang ditembak di Timika pada bulan februari 2004 yang belum jelas dan belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Begitu juga pelanggaran HAM di Acheh yang diselubungi dengan payung hukum gombal Darurat Militer, Darurat Sipil, dan Tertib Sipil.

 

Sekarang, sejauh mana George W. Bush percaya kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang seorang militer bisa melakukan reformasi dalam tubuh TNI dan Polri. Justru sebaliknya, Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa terseret oleh TNI untuk masuk kedalam jurang pelanggaran HAM. Lihat saja di Acheh dan Papua Barat, apakah Susilo Bambang Yudhoyono mampu menciptakan dan menegakkan HAM ? Justru itu Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan surat izin membunuh di Acheh kepada pihak TNI.

 

Dan sejauh mana George W. Bush mampu memberikan pengaruh kepada anggota Kongres AS agar mencabut embargo penjualan alat-alat militer kepada RI ? Sampai detik sekarang ini pihak Anggota Kongres AS masih tetap dalam pendirian mereka untuk tidak mencabut embargo penjualan alat-alat militer kepada RI.

 

Jadi, sebenarnya yang menjadi kunci utama adalah sejauh mana Susilo Bambang Yudhoyono yang militer ini mampu melakukan penegakkan hukum yang adil atas pelaku pelanggaran tindak pidana HAM dari kalangan jenderal-jenderal TNI.

 

Lihat saja, apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono bisa berkutik atas pengangkatan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin menjadi Sekjen Departemen Pertahanan, padahal itu Sjafrie Sjamsoeddin adalah pelaku pelanggaran HAM di Jakarta dan di Timor Timur ?. Dan apakah itu SusiloBambang Yudhoyono bisa membongkar pelaku utama dibalik pembunuhan dua warga Amerika di Freeport McMoRan, Papua Barat ?

 

Kalau pertanyaan-pertanyaan ini masih belum bisa dijawab dan dituntaskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, mana itu anggota Kongres AS bisa begitu saja mencabut embargo penjualan alat-alat militer kepada RI.

 

George W. Bush bisa saja dia berjanji muluk-muluk, tetapi, kekuasaan untuk memenuhi janji muluk-nya itu ada di tangan Kongres, bukan ditangan George W. Bush.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 27 May 2005 08:17:38 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: SBY memang jempol..!!

To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

 

SBY memang jempol... Aku tidak salah pilih dalam Pilpres putaran kedua kemaren... Alhamdulillah...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------

 

Date: Fri, 27 May 2005 22:11:09 +0700

From: "Harian Pagi Kompas" kompas@kompas.com

Subject: Re: SBY memang jempol..!!

To: "muba zir" <mbzr00@yahoo.com>, "AcehA_yoosran" <a_yoosran@yahoo.com>, "Acehabu_dipeureulak" <abu_dipeureulak@yahoo.com>, "AcehAhmad_mattulesy" <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, "AcehAhmadGPK" <ahmad@dataphone.se>, "Acehalasytar_acheh" <alasytar_acheh@yahoo.com>, "acehalchaidar" <alchaidar@yahoo.com>, "Acehapalambak2000" <apalambak2000@yahoo.ca>, "AcehBambang" bambang_hw@rekayasa.co.id

 

TERIMA KASIH ATAS PUJIAN ANDA. SEMOGA KEPEMIMPINAN SBY AKAN MEMBAWA INDONESIA YANG LEBIH BAIK DAN RAKYAT AKAN MENJADI MAKMUR DAN SENTAOSA. AMIN

 

Harian Pagi Kompas

 

kompas@kompas.com

Jakarta, Indonesia

----------