Stockholm, 28 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


HEINRICH HIMMLER MELIHAT ACHEH PAKAI KACAMATA MBAH SOEKARNO PENYULAP LICIK

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



HEINRICH HIMMLER, JR ALIAS DHANAJE MELIHAT ACHEH PAKAI KACAMATA MBAH SOEKARNO PENYULAP LICIK

 

“Hallo Sdr Ahmad Sudirman, Saya akan bertanya satu hal, apa yang mendorong anda sehingga anda begitu hebat membela tanah Aceh? Kalau dari 'kacamata' dan 'opini" publik disini (Berlin), wasting time membela Aceh. Orangnya bodoh-bodoh. Banyak student dari Aceh yang belajar di Jakarta tidak mau lagi kembali ke daerahnya untuk build Aceh sehingga menumpuk di Pulau Jawa. Saya dengar juga Gubernur di Aceh juga terlibat corrupt dan dipenjara di Jakarta Terima Kasih” (Heinrich Himmler, Jr., dhanaje@hotmail.com , Sat, 28 May 2005 19:48:52 +0200)

 

Baiklah saudara Heinrich Himmler, Jr di San Jose, California, United States.

 

Heinrich Himmler, Jr alias dhanaje yang sedang menyuruk di di San Jose, California, United States, tetapi menyatakan dirinya ada di Berlin mencoba untuk membawa publik yang dicatutnya memakai nama Berlin guna menuduh rakyat Acheh sebagai orang bodoh-bodoh.

 

Nah, dari apa yang dilambungkan Heinrich Himmler, Jr alias dhanaje tentang rakyat Acheh menggambarkan bahwa orang yang mengaku Heinrich Himmler, Jr turunan Heinrich Himmler (1900-1945) orang kedua yang sangat berkuasa setelah Adolf Hitler dari Regime Nazi dan the master architect of Adolf Hitler's police state, adalah tidak tahu sama sekali tentang perjuangan rakyat Acheh dan sejarah Negeri Acheh.

 

Celakanya, itu Heinrich Himmler, Jr alias dhanaje dari San Jose, California ini ketika mencoba melihat rakyat Acheh dan sejarah Negeri Acheh memakai kaca mata hitam mbah Soekarno, sehingga yang kelihatan adalah orang-orang Acheh yang dianggapnya bodoh-bodoh. Persis seperti mbah Soekarno menganggap orang Acheh yang bisa ditipu dengan tipuan model sulap Jawa-nya untuk memasukkan dan menganeksasi tanah Negeri Acheh kedalam sangkar burung garuda pancasila RI.

 

Tetapi kenyataannya, orang Acheh yang dianggap oleh Heinrich Himmler, Jr alias dhanaje sebagai orang bodoh, ternyata mereka adalah orang-orang yang paling gigih dan paling berani dalam membela dan mempertahankan negerinya dari sejak Belanda mendeklarkan perang terhadap Acheh tahun 1873, dilanjutkan oleh penjajahan Jepang sejak 14 Agustus 1942, dan diteruskan oleh mbah Soekarno penipu licik yang menganeksasi, menduduki dan menjajah tanah Negeri Acheh dari sejak 14 Agustus 1950  sampai detik sekarang ini dibawah Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa, masih tetap berjuang untuk kemerdekaan tanah Negeri Acheh.

 

Nah, Ahmad Sudirman menyokong dan membela rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan Penguasa regime Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya. Ahmad Sudirman menyokong perjuangan rakyat Acheh yang sedang memperjuangkan kemerdekaan tanah Negeri Acheh yang sedang diduduki dan dijajah oleh RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya. Dukungan dan sokongan Ahmad Sudirman terhadap rakyat Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri ini dijamin dan ditunjang oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Hak Asasi Manusia. Jadi yang mendorong Ahmad Sudirman membela perjuangan rakyat Acheh adalah karena rakyat Acheh yang telah sadar ini sedang memperjuangkan kemerdekaan tanah air Negeri Acheh yang sedang dianeksasi, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya yang diteruskan oleh para penerusnya termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya sekarang ini.

 

Kemudian, kalau ada student-student Acheh yang sedang belajar di Jakarta, kemudian setelah selesai studinya tidak mau kembali lagi ke Acheh, itu jangan disalahkan student-student Acheh itu. Justru yang harus disalahkan adalah regime pusat di Jakarta yang tetap menjadikan Negeri Acheh menjadi Negeri yang miskin, walaupun tanah Acheh mengandung kekayaan gas alam dan minyak bumi. Penghasilan dari gas alam dan minyak bumi hanya masuk ke kas Pemerintah Pusat, Exon Mobil dan perusahaan Arun yang LNG-nya langsung diekspor ke Jepang. Kemudian pihak RI untuk meredakan tuntutan rakyat Acheh, dibuatlah UU No.18/2001 yang sebagian isinya menyatakan bahwa selama 8 tahun dari sejak tahun 2001 sampai tahun 2009 penghasilan minyak bumi dan gas alam 70 % masuk ke kas Acheh dan 30 % masuk ke kas Pusat. Kemudian dari tahun 2010 dan seterusnya penghasilan minyak bumi dan gas alam 50 % ke kas Acheh dan 50% ke kas Pusat.

 

Selanjutnya, soal Gubernur Acheh, Abdullah Puteh melakukan korupsi pembelian Heli MI-2 dan dijatuhi vonis 10 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurang. Itu soal korupsi sudah menjadi budaya di Negara sekuler RI. Lihat saja itu jamaah koruptor KPU alias Komisi Pemilihan Umum dibawah pimpinan Nazaruddin Sjamsuddin yang juga orang Acheh. Jadi soal korupsi itu bukan hanya dilakukan oleh Gubernur Acheh, Abdullah Puteh saja, melainkan juga oleh kebanyakan orang. Dari mulai menyogok untuk dapat menjadi pegawai negeri sampai untuk mendapatkan tender. Soal sogok menyogok yang merupakan cabang dari tindakan korupsi ini adalah sudah menjadi darah daging di Negara sekuler RI.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 28 May 2005 19:48:52 +0200

From: "Heinrich Himmler, Jr." dhanaje@hotmail.com

To: ahmad@dataphone.se

Subject: Mengenai Aceh

 

Hallo Sdr Ahmad Sudirman,

 

Saya akan bertanya satu hal, apa yang mendorong anda sehingga anda begitu hebat membela tanah Aceh?

 

Kalau dari 'kacamata' dan 'opini" publik disini (Berlin), wasting time membela Aceh. Orangnya bodoh-bodoh. Banyak student dari Aceh yang belajar di Jakarta tidak mau lagi kembali ke daerahnya untuk build Aceh sehingga menumpuk di Pulau Jawa.

 

Saya dengar juga Gubernur di Aceh juga terlibat corrupt dan dipenjara di Jakarta

Terima Kasih

 

Heinrich Himmler, Jr.

 

dhanaje@hotmail.com

San Jose, California, United States

----------