Stockholm, 29 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON KUNYUK-NYA TNI DJOKO SANTOSO & ENDRIARTONO SUTARTO MUSUH UTAMA RAKYAT ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON KUNYAM-KUNYEM PERSIS KUNYUKNYA TNI DJOKO SANTOSO & ENDRIARTONO SUTARTO MUSUH UTAMA RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG TELAH SADAR UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI

 

"Perundingan, perundingan. Ntar juga kalian dikasih ultimatum kok: "Terima otonomi atau minum racun?" Ha ha.Group toneel ASNLF dan asuhannya berupa celeng TNA/GAM itu udah jelas-jelas nggak ada maslahatnya sedikitpun bagi seluruh ummat dan peradaban manusia di dunia ini, justru mudharatnya yang udah hampir ultimate. Tapi kalo nggak mau minum racun, dateng aja deh ke NAD, paling dikuliti bareng2 rakyat NAD yang kedamaiannya kalian curi dan TNA/GAM yang kalian tipu terus-terusan. Seperti yang pernah kutulis, jangan bawa anak2 dan wanita ke NAD, dan siapkan wasiat hutang dan sebagainya, kalo masih percaya Islam, jadikan hukum2 faraid sebagai acuan warisan” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sat, 28 May 2005 12:47:29 -0700 (PDT))

 

"Ha ha. Apa susahnya sih bikin tabel dan mengarang. Apalagi mengarang adalah keahlian pemain toneel ASNLF. Lagi belajar Excel ya? Lumayan bagus deh. Belajar lebih rajin ya.” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sat, 28 May 2005 12:33:15 -0700 (PDT))

 

"Memang si Mad sok tahu tentang sistem politik US, ngaco kan jawabannya !! Udah gitu yakin banget lagi pake bilang "nggak ada tanda2 postitif" segala macem. Sudah lah Mad, jangan nebar bau mulut aja. Eh, kawanku yang Letkol TNI AU itu, udah 2 tahun di US lho. Dia ditarik US untuk di-drill lebih banyak lagi elmu fighting falcon karena kawanku itu jago banget aerobatik. Kenapa kongres nggak protes ya? He he.” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sat, 28 May 2005 12:29:02 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis 

 

Muba Dijon kunyuk rawun memang kemana pergi buntut TNI diikuti dan dijilatinya, dasar budek dan gombal.

 

Muba Dijon kunyuk rawun, yang paling jahat dan tidak beradab adalah pasukan TNI dibawah Endriartono Sutarto dan Djoko Santoso yang terus membunuh rakyat muslim Acheh, hanya karena untuk terus menduduki tanah Negeri Acheh hasil rampokan Soekarno-Jawa penipu licik.

 

Kalian Muba budek, Endriartono Sutarto dan Djoko Santoso sampai detik ini, tidak ada yang kalian bisa jadikan dasar hukum yang benar dan sah yang bisa dijadikan bukti bahwa itu tanah Negeri Acheh dimasukkan kedalam sangkar RIS dan RI-nya Soekarno-Jawa secara legal dan sah dengan disetujui, diikhlaskan, dan direlakan oleh seluruh rakyat Acheh melalui jalur hukum yang benar yang disetujui secara bersama melalui plebisit.

 

Kalian Muba budek, Endriartono Sutarto dan Djoko Santoso, yang kalian mampu lakukan adalah hanya terus menduduki dan menjajah tanah Negeri Acheh dengan mengerahkan puluhan ribu pasukan non-organik TNI gombal kalian di Negeri Acheh. Dimana itu merupakan perbuatan biadab yang harus dikutuk oleh seluruh rakyat yang ada didunia.

 

Dan yang tidak mau damai adalah kalian Muba budek, Endriartono Sutarto dan Djoko Santoso dengan TNI-nya. Mengapa kalian tidak menyuruh dan menarik seluruh pasukan non-organik TNI kalian dari Acheh kalau kalian menghendaki aman dan damai di Acheh. Apakah wajar dan masuk akal kalian kirimkan lebih dari 50.000 pasukan gombal TNI ke Acheh hanya untuk menghadapi 1.400 pasukan TNA ?  Kalau kalian mempertahankan 50.000 pasukan non-organik TNI di Acheh itu tandanya kalian ingin terus menduduki dan menjajah tanah Negeri Acheh milik rakyat Acheh. Apakah kalian orang-orang penerus Soekarno yang punya hak atas keseluruhan tanah Negeri Acheh ini ? Kalian seenak udel sendiri hanya membeo dan meneruskan politik pendudukan dan ekspansi yang dilakukan oleh Soekarno-Jawa penipu licik itu, tanpa kalian mengerti dan tanpa kalian pahami mengani bagaimana fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya tentang dimasukannya tanah Negeri Acheh kedalam sangkar burung garuda RI. Kalian memang budek dan gombal.

 

Muba Dijon budek, kalian memang kunyuk rawun, menempel terus dibuntut TNI-nya Djoko Santoso orang Jawa pembunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Yang tidak mau damai dan yang telah menghancurkan tanah Negeri Acheh dan rakyat muslim Acheh adalah pasukan gombal TNI kalian, dari mulai Soekarno penipu licik, lalu Soeharto raja koruptor, kemudian Abdurrahman Wahid kawan karibnya zionist Yahudi Simon Peres, diteruskan Megawati keturunan Soekarno penipu licik, dan sekarang Susilo Bambang Yuhdoyono orang Jawa yang memberikan surat izin membunuh bagi pasukan TNI gombalnya di Acheh.

 

Kalian Muba Dijon budek dan keroco TNI yang telah menipu dan menjadikan Acheh tidak aman dan tidak damai. Kalian orang Jawa budek datang ke Acheh untuk menduduki, merampok, merajah, mengambil kekayaan tanah Negeri Acheh. Apakah di Jawa ditempat lahir kalian tidak bisa kalian hidup ? Mengapa kalian datang ke tanah Negeri Acheh ? Apakah itu tanah Negeri Acheh milik kalian Muba Dijon budek dan para leluhur Jawa kalian dengan TNI-nya ? Enak saja kalian mengaku itu tanah Negeri Acheh milik mbah budek Soekarno-Jawa dan para penerus keroco bersama TNI-nya. Disuruh untuk membuktikan legalisasi dimasukannya tanah Negeri Acheh kedalam sangkar RIS dan sangkar burung garuda RI-Jawa-Yogya-nya Soekarno sampai detik ini kalian tidak sanggup. Dasar budek dan gombal. Pandainya hanya menipu dan membohong, persis seperti Soekarno penipu licik.

 

Muba Dijon budek, kalian yang hanya mengaku Islam, kalian pakai itu Islam untuk membungkus kelakuan para pembunuh yang berselubung presiden dengan berbagai paraturan hukum gombalnya hanya untuk mempertahankan tanah Negeri Acheh hasil rampokan Soekarno.

 

Apa pula kalian Muba Dijon budek berceloteh tentang sekte Islam ke 74. Itu kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan dan sikap kepada mereka yang hanya membeo dan membenarkan kelakuan pembunuhan di Acheh, itu bukan melakukan penyerangan, melainkan justru meluruskan atas sikap dan tindakan meraka yang memakai hadits-hadits hanya untuk membenarkan dan menutupi kejahatan para keroco penguasa di negara sekuler RI dan para algojo TNI dengan para Jenderalnya yang telah membunuh rakyat muslim di Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Kalian memang budek Muba Dijon, ngaku penganut Islam tetapi kelakuan terus saja mengikuti buntut pasukan TNI dengan para Jenderalnya yang melakukan pembunuhan di Acheh. Apakah kalian tidak melihat kebiadaban itu pasukan algojo TNI di Acheh ? Atau karena memang kalian kunyuknya TNI sehingga apa yang dilakukan monyet-monyet algojo TNI dianggap benar dan sesuai dengan apa yang diajarkan Islam. Atau karena kalian Muba Dijon kunyuk rawun berada dibelakang buntut TNI, sehingga kalau melihat rakyat muslim Acheh yang menuntut tanah Negerinya dari cengkraman Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI gombal dianggap musuh dan dianggap orang yang harus dihancurkan ? dasar kunyuk rawun.

 

Kalian Muba Dijon budek terus memuji-muji Jenderal-Jenderal TNI Djoko Santoso dan Endriartono Sutarto yang membunuh rakyat muslim Acheh. Justru itulah penjajah yang harus dikutuk dan dihapuskan dari muka bumi. Selama masih ada model-model penjajah Jawa dengan TNI-nya, maka itu di bumi Acheh tidak akan pernah menjadi aman dan damai.

 

Muba Dijon budek, telinga kalian memang budek, dan mata kalian memang buta, itu fakta dan bukti yang disodorkan kehadapan kalian, itu adalah fakta dan bukti yang menunjukkan keganasan dan kebiadaban pasukan non-organik TNI gombal-Jawa-nya Djoko santoso dan Endriartono Sutarto.

 

Nah, ketika itu fakta dan bukti ditampilkan secara nyata dan jelas kehadapan kalian Muba Dijon budek, ternyata yang kalian bisa jawab adalah: ”Ha ha... Apa susahnya sih bikin tabel dan mengarang... Apalagi mengarang adalah keahlian pemain toneel asnlf... Lagi belajar Excel ya? Lumayan bagus deh...Belajar lebih rajin ya.”

 

Kan budek itu jawaban dan kelakuan kalian Muba Dijon. Kalian hanya cengar-cengir, melihat dan membaca kelakuan budek pasukan gombal TNI-Jawa itu yang melakukan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Itu kejahatan pasukan gombal TNI di Acheh lebih biadab dari kaum penjajah Yahudi di Palestina. Makanya, selama masih ada pasukan gombal TNI di tanah Negeri Acheh, itu di Acheh tidak akan ada kedamaian.

 

Muba Dijon budek, mana kalian mengetahui bahwa itu para anggota Kongres AS sudah siap mencabut embargo penjualan senjata militer ke negara burung garuda RI. Kalian mimpi Muba Dijon Budek. Dan itu keroco kalian yang kalian katakan Letkol TNI AU, itu tidak lain adalah hanya burung beo saja. Mana ada yang namanya militer yang bukan burung beo. Apalagi baru setingkat Letkol. Itu namanya burung beo yang masih berupa cacing cau atau ulat nangka. Dasar budek kalian Muba Dijon, menyodor-nyodorkan burung beo model Letkol itu. Coba suruh dia tampil di mimbar bebas ini, atau forwardkan email ini kepadanya.

 

Terakhir itu Sjafrie Sjamsoeddin memang harus diadili, sebagai salah seoerang yang melakukan kejahatan pelanggaran HAM. Tetapi oleh kalian dipuji-puji, Muba Dijon budek, karena memang kalian adalah kunyuknya TNI. Tidak ada gunanya kalian belajar, Muba kalau akhirnya hanya menjadi kunyuknya TNI, dasar budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 28 May 2005 12:47:29 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: TNI DENGAN PARA JENDERAL-NYA MERUPAKAN PENGHAMBAT PERDAMAIAN DI ACHEH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

 

Perundingan... perundingan... Ntar juga kalian dikasih ultimatum kok: "Terima otonomi atau minum racun?" Ha ha... Group toneel asnlf dan asuhannya berupa celeng tna/gam itu udah jelas-jelas nggak ada maslahatnya sedikitpun bagi seluruh ummat dan peradaban manusia di dunia ini, justru mudharatnya yang udah hampir ultimate... Tapi kalo nggak mau minum racun, dateng aja deh ke NAD, paling dikuliti bareng2 rakyat NAD yang kedamaiannya kalian curi dan tna/gam yang kalian tipu terus-terusan... Seperti yang pernah kutulis, jangan bawa anak2 dan wanita ke NAD, dan siapkan wasiat hutang dan sebagainya... kalo masih percaya

Islam, jadikan hukum2 faraid sebagai acuan warisan...

 

Aku memang curiga kalian masih percaya Islam atas dasar reputasi kalian yang belasan tahun tdk juga mengembalikan kedamaian di bumi NAD dan tdk juga berhenti menipu beberapa rakyat lugu NAD dengan berbagai iming-iming agar mau jadi celeng kalian dan memberontak terhadap pemerintah RI yang sah... Juga atas dasar kalian berusaha membuat sekte Islam ke 74 dengan menyerang semua 73 sekte yang ada...

 

TNI dan jenderal-jenderalnya memang patriot bangsa... Ah... aku makin kagum sama Pak Tarto dan Mas Djoko... Tabik Pak, Mas... (mudah2an Pak Tarto dan Mas Djoko baca...)

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------

 

Date: Sat, 28 May 2005 12:33:15 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: DAFTAR KORBAN PEMBUNUHAN TNI DENGAN SIM-NYA YUDHOYONO PERIODE 21 – 27 MEI 2005 DI ACHEH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

 

Ha ha... Apa susahnya sih bikin tabel dan mengarang... Apalagi mengarang adalah keahlian pemain toneel asnlf... Lagi belajar Excel ya? Lumayan bagus deh...Belajar lebih rajin ya...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------

 

Date: Sat, 28 May 2005 12:29:02 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA DIJON & PENGASUH KOMPAS, ITU YUDHOYONO JUSTRU BISA TERSERET DALAM TINDAKAN PELANGGARAN HAM TNI

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>,Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 dityaaceh_2003@yahoo.com

 

Memang si Mad sok tahu tentang sistem politik US... ngaco kan jawabannya...!! Udah gitu yakin banget lagi pake bilang "nggak ada tanda2 postitif" segala macem... Sudah lah Mad, jangan nebar bau mulut aja...

 

Eh, kawanku yang Letkol TNI AU itu, udah 2 tahun di US lho... Dia ditarik US untuk di-drill lebih banyak lagi elmu fighting falcon karena kawanku itu jago banget aerobatik... Kenapa kongres nggak protes ya? He he...

 

Oh ya, kamu jangan salah tulis loh... Syafrie Syamsuddin itu udah Letjen TNI AD loh, bintangnya tiga... Gagah loh dia... nggak kaya jenderal celeng kalian yang fotonya kuambil dari situs group toneel asnlf dan kuposting di sini... Iya, jenderal celeng yang kaya tukang kacang rebus itu... bukan lulusan West Point atau Port Benings seperti kebanyakan jenderal TNI, tapi jenderal celeng itu lulusan wes ewes ewes... Inget nggak? West Point dan Port Benings itu di US loh, bukan di Sumedang... Hua ha ha...

 

Ketika aku kontak lagi dengan kawanku yang Letkol TNI AU itu, dengan segala prestasi dan reputasinya, aku bilang padanya: "Aku percaya TNI akan makin tangguh dengan adanya kamu di dalamnya... Bravo kolonel..!!".

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------