Stockholm, 30 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA KUNYUKNYA TNI TERUS MENJADIKAN DIRINYA PERISAI PELANGGARAN HAM PARA JENDERAL TNI DI ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MATIUS DHARMINTA MEMANG KUNYUKNYA TNI YANG TERUS MENJADIKAN DIRINYA PERISAI BAGI PELANGGARAN HAM PARA JENDERAL TNI DI ACHEH

 

"Alasan gombal, atau bung Dirman yang bego yaa ? masa suatu negara tidak boleh ada tentara, enakan gerombolan anda dong !!” (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , 30 maj 2005 08:46:21)

 

Baiklah Matius Dharminta di Manado, Sulawesi Utara.

 

Dharminta kunyuknya TNI dan kacungnya Djoko Santoso, Endriartono Sutarto dan Supiadin Yusuf Adi Saputra, kalau kalian hanya bisa menjawab dalam bentuk kalimat: ”Alasan gombal, atau bung Dirman yang bego yaa ? masa suatu negara tidak boleh ada tentara, enakan gerombolan anda dong !!” atas pertanyaan: ”mengapa itu para Jenderal TNI budek itu tetap saja mempertahankan pasukan non-organik TNI yang jumlahnya lebih dari 50.000 personil di Acheh ?” (Ahmad Sudirman, 29 Mei 2005). Itu tandanya kalian Dharminta benar-benar gombal dan budek. Mengapa ?

 

Karena, itu jawaban kalian yang berbunyi ”masa suatu negara tidak boleh ada tentara, enakan gerombolan anda dong !!”, jelas membuktikan kalian Dharminta benar-benar tidak ingin menjadikan di tanah Negeri Acheh keadaan aman dan damai yang bebas dari tekanan dan keganasan pasukan non-organik TNI-gombalnya Supiadin Yusuf Adi Saputra orang Sunda dan Djoko Santoso orang Jawa satu itu.

 

Kalau Susilo Bambang Yudhoyono yang orang Jawa itu telah membuat Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2005 Tentang Penghapusan Keadaan Bahaya dengan Tingkatan Keadaan Darurat Sipil di Acheh, artinya itu Darurat Sipil sudah diganti dengan Tertib Sipil, dimana hanya pihak Sipil yang dilibatkan, bukan segudang pasukan non-organik TNI gombal-Jawa di Acheh yang jumlahnya lebih dari 50.000 pasukan budek itu yang terus saja melakukan pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar.

 

Nah, yang menjadi persoalan disini adalah kalian dan Presiden kalian telah membuat peraturan Tertib Sipil, tetapi dalam prakteknya itu Jenderal Endriartono Sutarto, Letjen Djoko Santoso, Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra, dan Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto tetap mempertahankan pasukan non-organik TNI gombal-Jawa-nya di tanah Negeri Acheh.

 

Apakah kalian Dharminta tidak mengerti dan tidak memahami perbedaan antara Darurat Militer dengan Darurat Sipil ? dan antara Darurat Militer dengan Tertib Sipil ?. Kalau kalian Dharminta tidak bisa membedakan perbedaannya, itu artinya memang kalian penipu dan pembual saja. Buktinya memang benar kalian dan Jenderal-Jenderal kalian hanya sebagai penipu dan pembohong saja. Karena memang para Jenderal itu tetap saja mempertahankan pasukan non-organik gombal-Jawa-nya dari mulai diterapkan Darurat Militer sampai diterapkannya Tertib Sipil sekarang ini.

 

Jadi, kalian tidak membedakan antara Darurat Militer dengan Tertib Sipil, karena memang kenyataannya itu para Jenderal budek hanya melihat pada bagaimana agar supaya pasukan non-organik TNI gombal-Jawa-nya itu tetap berada di tanah Negeri Acheh.

 

Kalian Dharminta dan para Jenderal kalian, memang bisa hidup dengan TNI kalian, tetapi kalau kalian membuat peraturan yang seharusnya itu pasukan non-organik TNI gombal-Jawa-nya tidak lagi dilibatkan secara total di Acheh, maka kalian harus menjalankan dan menyesuaikan dengan peraturan yang telah kalian sepakati. Bukan kalian buat peraturan, tetapi dalam pelaksanaannya, itu para Jenderal TNI melanggarnya, kan budek dan gombal itu namanya. Dan kalian cari-cari alasan bahwa pengurangan dan penarikan pasukan non-organik TNI dari Acheh tidak ada hubungannya dengan Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2005. Kan benar-benar budek dan gombal itu alasan Jenderal TNI Endriartono Sutarto orang Jawa itu.

 

Dharminta, kalian memang benar-benar telah menjadi kunyuknya TNI dan kacungnya Jenderal Endriartono Sutarto, Letjen Djoko Santoso, Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra, dan Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Fom: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Date: 30 maj 2005 08:46:21

To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com

Cc:  mr_dharminta@yahoo.com

Ämne:  [OPOSISI] Re: DHARMINTA BUAT ALASAN GOMBAL UNTUK PERTAHANKAN 50.000 PASUKAN NON-ORGANIK TNI...

 

Alasan gombal, atau bung Dirman yang bego yaa ? masa suatu negara tidak boleh ada tentara, enakan gerombolan anda dong..!!

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Manado, Sulawesi Utara

----------