Stockholm, 30 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON KUNYUKNYA DJOKO SANTOSO-JAWA SUDAH KEHILANGAN RANTING PEGANGAN AKHIRNYA HANYA CENGAR-CENGIR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



SAMBIL CENGAR-CENGIR MUBA DIJON KUNYUKNYA DJOKO SANTOSO-JAWA SUDAH KEHILANGAN RANTING PEGANGAN UNTUK PERTAHANKAN NEGERI ACHEH HASIL RAMPOKAN SOEKARNO

 

"Salah, Mad. Sudah berulangkali aku katakan padamu bahwa akar masalah di NAD adalah ulah kunyuk Tiro banci dan grup toneelnya yang mengumpankan celeng-celengnya ke ujung senapan TNI/Polri yang perkasa dan patriotik. Tindakan ini diakibatkan oleh nafsu syahwat Tiro banci dan grup toneelnya yang tergiur dengan kekayaan NAD sehingga berusaha merusak wilayah teritorial RI di NAD. Dalam kenyataannya, celeng-celeng TNA itu tidak hanya menjadi sasaran empuk TNI/Polri yang perkasa dan patriotik seperti dimaksudkan kunyuk tiro banci dan grup toneelnya, tapi kemudian celeng-celeng tna itu juga menyandera dan membunuhi rakyat NAD yang berdosa, terutama kaum muslimnya. Lalu, atas korban2 itu, dilaporkanlah kepada dunia bahwa itu adalah perbuatan TNI/Polri.” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Mon, 30 May 2005 06:54:29 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis 

 

Kan kelihatan itu Muba Dijon sambil cengar-cengir ikut ekor Djoko Santoso yang baru beberapa hari dikatrol pangkatnya naik tangga satu tingkat jadi Jenderal tukang perintah tembak ditempat, menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu yang banyak cuap orang Palembang satu itu, oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang sama-sama orang Jawa seperti Muba Dijon kunyuk yang sekarang sedang menyuruk di Dijon.

 

Mana ada lagi kemampuan Muba Dijon satu ini untuk memberikan argumentasi yang berupa fakta dan bukti hukum yang membenarkan secara legal tanah wilayah teritorial Negeri Acheh dimasukkan kedalam keranjang goni-nya mbah Soekarno yang berlabelkan RIS dan RI-Jawa-Yogya-gombal-nya itu.

 

Nah, karena otak Muba Dijon kunyuk Rawun Jawa ini sudah dikuras habis oleh racunnya yang dikeluarkan dari ekornya Djoko Santoso yang sama-sama Jawa, maka ketika melihat akar utama konflik Acheh langsung saja berteriak dari sudut tempat jualan kebab Arab Libanon di Dijon: “Salah, Mad. Sudah berulangkali aku katakan padamu bahwa akar masalah di NAD adalah ulah kunyuk Tiro banci dan grup toneelnya yang mengumpankan celeng-celengnya ke ujung senapan TNI/Polri yang perkasa dan patriotik. Tindakan ini diakibatkan oleh nafsu syahwat Tiro banci dan grup toneelnya yang tergiur dengan kekayaan NAD sehingga berusaha merusak wilayah teritorial RI di NAD”

 

Nah, kan itu Muba Dijon Jawa satu ini sambil jungkir jumpalik dibelakang ekornya Djoko Santoso yang memegang pentungan kayu Jawa yang dilapis tali balut mpu Tantular yang diberi nama bhineka tunggal ika yang dililit-lilit dari hasil korak-korek sutasoma-hindu-Majapahit-nya.

 

Coba perhatikan, apa yang dicuapkan Muba Dijon kunyuk ini, karena otaknya memang sudah termakan racun mbah Soekarno dan racun ekornya Djoko Santoso, akhirnya keluarlah bunyi kunyam-kunyemnya bahwa akar masalah konflik Acheh adalah ulah Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Dipikir Muba Dijon kunyuk yang menyuruk di Dijon ini, orang-orang Acheh akan percaya pada ucapan gombal-nya itu.

 

Muba Dijon, kalau kalian tidak ada alasan lagi dan tidak punya lagi bahan untuk bisa dijadikan dasar hukum guna mempertahankan Acheh hasil rampokan mbah Jawa kalian Soekarno, maka tidak ada gunanya kalian bercuap tidak menentu di mimbar bebas ini, apalagi terus membawa dan membuntuti ekornya Djoko Santoso orang Jawa satu itu.

 

Dan kalian hanya mimpi saja Muba Dijon budek. Mana itu fakta dan buktinya bahwa serdadu algojo TNI-budek kalian itu ”perkasa dan patriotik”. Kalian hanyalah mengingau saja Muba Dijon. Sudah berapa lama itu yang namanya algojo pasukan non-organik TNI budek yang lebih dari 50.000 orang dikirimkan ke Acheh, atas perintah Jenderal Endriartono Sutarto dan sekarang Jenderal hasil katrolan Djoko Santoso orang Jawa mampu menghancurkan kekuatan pasukan muslim Acheh TNA. Kalian Muba Dijon, persis seperti dulu itu Jenderal budek Ryamizard Ryacudu yang banyak cuap, tetapi tenaganya kurang. Lihat saja sekarang kemana itu Jenderal Ryamizard Ryacudu, suaranya tidak kedengaran lagi, paling dimasukkan kedalam karung goni-nya TNI mbah Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Muba Dijon, itu orang-orang yang membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri itu adalah para algojo TNI-Jawa kalian. Karena para algojo TNI itu hanya sebagai kunyuk-kunyuk budek saja yang menjalankan apa yang diperintahkan Jenderal-Jenderalnya, seperti itu Endriartono Sutarto dan Djoko Santoso.

 

Muba Dijon budek, justru yang harus berhenti dari perbuatan biadab adalah itu Jenderal-Jenderal TNI yang kerjanya hanya memberikan perintah kepada para algojonya untuk membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Walaupun kalian Muba Dijon berteriak-teriak memuji-muji Jenderal TNI yang budek itu, mana rakyat Acheh percaya lagi kepada ocehan kalian Muba. Kalian jatuh tersungkur Muba Dijon, karena kerja kalian hanya memegang ekornya Djoko Santoso yang naik pangkatnya dikatrol mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang sama-sama dari Jawa.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 30 May 2005 06:54:29 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: AWALUDDIN & DJALIL COBA TERUS MEMAKAI PAGAR BAMBU UU NO.18/2001 UNTUK MEMAGAR TANAH NEGERI ACHEH

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

 

Salah, Mad... Sudah berulangkali aku katakan padamu bahwa akar masalah di NAD adalah ulah kunyuk Tiro banci dan grup toneelnya yang mengumpankan celeng-celengnya ke ujung senapan TNI/Polri yang perkasa dan patriotik. Tindakan ini diakibatkan oleh nafsu syahwat Tiro banci dan grup toneelnya yang tergiur dengan kekayaan NAD sehingga berusaha merusak wilayah teritorial RI di NAD. Dalam kenyataannya, celeng-celeng TNA itu tidak hanya menjadi sasaran empuk TNI/Polri yang perkasa dan patriotik seperti dimaksudkan kunyuk tiro banci dan grup toneelnya, tapi kemudian celeng-celeng tna itu juga menyandera dan membunuhi rakyat NAD yang berdosa, terutama kaum muslimnya. Lalu, atas korban2 itu, dilaporkanlah kepada dunia bahwa itu adalah perbuatan TNI/Polri...

 

Jadi, hai para pemain toneel, berhentilah berbuat biadab dan memutarbalikkan fakta...!!! Tidak akan lah kalian menjadi Palestina yang diakui banyak negara dan bahkan sudah terjadi hubungan diplomatik antara Palestina dengan cukup banyak negara... Sampai sekarang kembang-kembang ke arah itu tidak ada... dan tidak akan pernah ada... Allah tidak meridlai kalian, sekte aneh yang merupakan sekte ke 74 itu...

 

Oh iya... Kemaren pangkat Mas Safrie kamu sebut Mayjen, padahal Letjen... Sekarang pangkat mas Djoko kamu sebut Letjen, padahal udah jelas bintang empat... Kumaha sih maneh...?

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------