Stockholm, 31 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DWI ISWAHYUDI, ITU HEWAN YANG DITANGKAP ANJING YANG TELAH DILATIH UNTUK BERBURU TIDAK NAJIS

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



DWI ISWAHYUDI, ITU DAGING HEWAN YANG DITANGKAP ANJING YANG TELAH DILATIH UNTUK BERBURU TIDAK NAJIS DAN BOLEH DIMAKAN

 

"Pak  Ahmad Sudirman, mohon info untuk najis nya anjing kalo tidak salah najisnya terletak di liurnya, jika di liur. Jika kita membaca bab berburu jia perburuan itu menggunakan anjing maka anjing tersebut menggigit binatang buruan apakah daging binatang buruan tersebut juga najis mohon infonya.” (Dwi Iswahyudi ,  dwi.iswahyudi@trakindo.co.id , Sun, 29 May 2005 14:15:37 +0700)

 

Baiklah saudara Dwi Iswahyudi di Jakarta, Indonesia.

 

Semua hewan suci, kecuali dua hewan, yaitu anjing dan babi. Hewan anjing termasuk hewan yang najis. Hal ini sebagaimana yang di Sabdakan Nabi saw: “Cara mencuci bejana seorang kamu, apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali, air yang pertama hendaklah dicampur denga tanah” (Riwayat Muslim).

 

Nah dalam hadits ini menunjukkan benda yaitu bejana yang dijilat anjing. Kemudian mencucinya dikarena ada tiga sebab, yaitu pertama, karena hadats. Kedua, karena najis. Dan ketiga, karena kehormatannya. Nah, karena di mulut anjing itu tidak ada hadats, dan tidak ada kehormatan. Jadi, sebab dicucinya bejana yang dijilat anjing itu karena najis.

 

Sekarang kita kaitkan dengan memakan binatang yang ditangkap oleh anjing. Dasar hukumnya adalah: ”Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?." Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya” (QS Al-Maa’idah, 5: 4)

 

Binatang buas, seperti anjing yang sudah dilatih untuk berburu itu tidak memakan mangsa buruannya, melainkan hanya menangkap saja. Binatang yang ditangkap anjing yang sudah terlatih dibolehkan untuk dimakan. ”fakuluu mimmaa amsakna ’alaikum” (Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu)

 

Nah, dari ayat diatas, dengan dibolehkannya memakan daging yang ditangkap oleh anjing buruan tidaklah berarti tidak wajib mencucinya.

 

Jadi itu binatang yang ditangkap oleh anjing tidak najis, hanya sebelum hewan itu dimakan dagingnya wajib dicucinya. Walaupun dalam ayat dasar hukum  diatas dibolehkan memakan daging binatang yang ditangkap anjing yang sudah dilatih dan tidak disuruh mencucinya terlebih dahulu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 29 May 2005 14:15:37 +0700

From: dwi.iswahyudi@trakindo.co.id

To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>

Subject: najis anjing

 

Assalamualaik warohmatullahi wabarokatuhu

 

Pak  Ahmad Sudirman,

mohon info untuk najis nya anjing kalo tidak salah najisnya terletak di liurnya,....... jika di liur. Jika kita membaca bab berburu jia perburuan itu menggunakan anjing maka anjing tersebut menggigit binatang buruan apakah daging binatang buruan tersebut juga najis

mohon infonya.

 

Wasalam

 

Dwi Iswahyudi

 

dwi.iswahyudi@trakindo.co.id

Jakarta, Indonesia

----------