Stockholm, 31 Mei 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


YOOSRAN TERKENA RACUN ASAP JENDERAL-JENDERAL TNI & TERTIPU PERMAINAN SULAP NKRI-NYA MBAH SOEKARNO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



AGOOSH YOOSRAN TERKENA RACUN ASAP JENDERAL-JENDERAL TNI & TERTIPU PERMAINAN SULAP NKRI-NYA MBAH SOEKARNO

 

"Pak Ahmad ayo dong be realistic, ga mungkin lah TNI/Polri disuruh menarik pasukannya. GAM aja masih angkat senjata, gimana mau tarik pasukan. Jadi kalo mau terjadi perdamaian, TNA-GAM itu disuruh meletakkan senjata dulu. Kalo TNI/Polri itu institusi formal pak Ahmad. Fungsinya memang menjaga pertahanan dan keamanan seluruh tumpah darah Indonesia. Jadi ya ga mungkin TNI/Polri yang disuruh meletakkan senjata atau disuruh keluar dari Aceh. Saya yakin, kalo TNA-GAM meletakan senjata, perdamaian akan tercipta dengan segera” (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com ,Mon, 30 May 2005 21:35:47 -0700 (PDT))

 

"Pak Ahmad, pak Ahmad, jadi orang kok ngeyel banget sih! Kerass kepalaaa bangett!!. Dunia internasional mengakui bahwa wilayah teritori Negara Kesatuan Republik Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Jadi mustinya, kalo mau declare Aceh itu menjadi negara merdeka ya jangan dari tahun 1976 dong. Kalo mau ya sejak jaman penjajahan Belanda dan diteruskan Jepang, orang-orang Aceh harus sudah mendeclare bahwa daerah Aceh adalah daerah yang independent bebas dari negara manapun dan menjadi sebuah negara merdeka berdaulat, atau paling tidak pas tahun berapa tuh yang kamu bilang bahwa Presiden Soekarno memasukkan Aceh sebagai bagian dari NKRI ?” (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Mon, 30 May 2005 21:21:19 -0700 (PDT))

 

Baiklah saudara Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

 

Memang kelihatan Agoosh Yoosran otaknya sudah terkena racun asap konflik Acheh mematikan yang dihembuskan oleh mulut-mulut Jenderal TNI, khususnya yang dihembuskan oleh Jenderal Endriartono Sutarto, Jenderal Djoko Santoso keduanya orang Jawa, Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra hanya yang satu ini orang Sunda dari Garut, dan tidak ketinggalan  pensiunan Laksamana Widodo Adi Sutjipto yang juga orang Jawa, serta tidak lupa mbah Susilo Bambang Yudhoyono juga orang Jawa. Dasar semuanya Jawa.

 

Bagaimana otak Agoosh ini tidak keracunan ? Itu pasukan non-organik TNI budek yang jumlahnya lebih dari 50.000 tidak bisa dilihat dan didengarnya, hanya ikut saja apa yang dipropagandakan oleh para Jenderal TNI yang bercuapan setiap saat tentang konflik Acheh.

 

Agoosh, yang harus realistic dalam masalah konflik Acheh ini adalah itu para Jenderal TNI dan mbah Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa ?

 

Karena, tidaklah logis, kalau itu Susilo Bambang Yudhoyono dan para Jenderal TNI-nya masih tetap mempertahankan pasukan non-organik TNI budeknya yang jumlahnya segudang itu di tanah wilayah teritorial Acheh hanya sekedar untuk mengamankan dan menghadapi pasukan rakyat muslim Acheh TNA yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri di Acheh yang jumlahnya 1.400 pasukan itu.

 

Agoosh, pakai sedikit itu otak, jangan hanya mengembek saja pada apa yang dicuapkan Jenderal TNI Endriartono Sutarto dari Jawa itu. Masa itu Endriartono Sutarto mau melawan pasukan rakyat muslim Acheh TNA dengan mengerahkan pasukan non-organik TNI budeknya yang lebih dari 50.000 pasukan itu, yang setiap beberapa bulan sekali digilirkan dengan pasukan-pasukan baru dari tanah Jawa tempat kelahiran kalian Agoosh. Kan bloon, itu para Jenderal TNI yang katanya sudah dibina untuk perang gerilya, sebagaimana yang selalu digembar-gemborkan oleh itu Jenderal yang banyak cuap Ryamizard Ryacudu dari Palembang sana itu.

 

Jadi Agosh, itu yang dilakukan oleh para Jenderal TNI Djoko Santoso dan Jenderal TNI Endriartono Sutarto orang Jawa dengan TNI-nya di tanah Acheh itu adalah memang tidak realistik dan tidak logis. Yang namanya realistik, kalau itu Jenderal Djoko Santoso cukup memasang pasukan TNI budeknya itu sebanding dengan pasukan rakyat muslim Acheh TNA. Ini kan tidak, pasukan TNI segudang itu terus saja digilirkan, ditarik lima ratus pasukan, diganti dengan lima ratus pasukan lainnya dari Jawa, untuk menyuruk di tanah Negeri Acheh, dengan alasan untuk menjaga keamanan di Acheh. Kan budek tuh namanya.

 

Padahal, itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Mei 2005 pukul 00.00 telah memberlakukan Tertib Sipil di Acheh. Tetapi, itu Jenderal TNI yang petentengan seperti Endriartono Sutarto tetap saja keras kepala tidak mau mematuhi apa itu yang tertuang dalam peraturan Tertib Sipil buatannya mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang orang Jawa itu. Itu Tertib Sipil tidak ada hubungannya dengan pengurangan pasukan non-organik TNI kata itu Jenderal TNI Endriartiono Jawa satu itu. Kan bloon itu ucapan Jenderal Jawa satu ini.

 

Nah, itulah contoh orang yang tidak realistik. Jenderal-Jenderal TN itu memang tidak realistik, karena mereka hanya mengandalkan dengkulnya saja, ketimbang otaknya. Apalagi itu para pasukan TNI yang dilapangan, kerjanya memang pakai dengkul sambil menyodorkan kartu SIM-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan burung garuda pancasila-nya. Dimana itu artinya SIM adalah surat izin membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri di Acheh. Kan brengsek itu surat SIM-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang dipakai oleh para algojo pasukan non-organik TNI-nya di Acheh.

 

Kemudian, itu yang kalian Agoosh selalu dengung-dengungkan: ”menjaga pertahanan dan keamanan seluruh tumpah darah Indonesia.”

 

Nah, itu yang namanya tumpah darah Indonesia model mbah Soekarno dengan RI-nya hanya sekitar Yogyakarta dan sekitarnya saja. Apapula itu mbah Soekarno mengklaim seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Itu hanya mitos alias cerita dongeng mbah Soekarno meniru-niru Gajah Mada budek Majapahitnya saja. Lalu itu mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya itu melakukan taktik main sulap dengan menelan Negara/Daerah Bagian RIS yang jumlahnya 15 Negara/Daerah Bagian. Tidak termasuk Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan. Setelah ditelannya 15 Negara/Daerah Bagian RIS oleh mbah Soekarno dengan memakai mulut Negara RI-nya yang juga Negara Bagian RIS, membengkaklah itu perut Negara RI-nya mbah Soekarno ini. Tetapi tidak sampai disitu, itu mbah Soekarno menelan pula wilayah teritorial Negeri Acheh, pada tanggal 14 Agustus 1950, lau satu hari besoknya, dideklarkan bahwa Negara RI-nya mbah Soekarno yang telah buncit itu menjelma menjadi apa yang dinamakan NKRI. Jadi, itu NKRI adalah jelmaan dari Negara RI.Jawa-Yogya yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Acheh dan Maluku Selatan yang disusul kemudian dengan mencaplok Papua Barat dengan model sulap peperanya atau yang dikenal dengan pepesoe-nya atau dengan istilah kerennya penentuan pendapat Soekarno.

 

Agoosh, kalian memang telah ditipu mentah-mentah oleh mbah Soekarno orang Jawa satu itu dengan para penerusnya, termasuk itu mbak Mega dari PDI-P-sekuler-nya itu, tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan.

 

Nah, itu para Jenderal TNI ini hanya ikutan saja pada mitos mbah Soekarno orang Jawa itu tentang Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan yang dihubungkan dengan RIS dan RI-nya mbah Soekarno.

 

Jadi kalau Ahmad Sudirman tetap menyatakan bahwa itu pasukan non-organik TNI budek harus ditarik dari Acheh, bukan Ahmad Sudirman ”ngeyel”, tetapi memang itu suatu sikap dan usaha yang realistik dan masuk akal kalau di Acheh mau ditegakkan keadilan, kedamaian dan keamanan bagi seluruh rakyat Acheh.

 

Kemudian, itu Acheh merupakan Negara yang berdaulat ketika Belanda mendeklarkan perang kepada Negara Acheh pada tanggal 26 Maret 1873. Jadi, Acheh adalah sudah merupakan Negara yang berdaulat sebelum perang berkecamuk dengan Belanda. Bukan seperti itu Negara RI-Jawa-Yogya-nya mbah Soekarno yang asalnya entah dari mana, tau-tau muncul saja di sekitar Ciliwung 72 tahun setelah perang Acheh-Belanda timbul.

 

Jadi, apa yang dikatakan Agoosh: ”kalo mau declare Aceh itu menjadi negara merdeka ya jangan dari tahun 1976 dong. Kalo mau ya sejak jaman penjajahan Belanda dan diteruskan Jepang”. Ya, memang itu Negara Acheh sudah berdiri dan berdaulat sebelum Belanda menyatakan perang kepada Acheh. Jadi, untuk apa lagi dideklarkan ikut-ikutan mbah Soekarno dengan membacakan hasil corat-coret tangan mbah Soekarno yang terburu-buru untuk segera dibacakan.

 

Itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 bukan mendeklarasikan berdiri Negara Acheh baru, melainkan menyatakan penentuan nasib sendiri dan menyatakan ulang Negara Acheh bersih dan bebas kembali dari para penjajah asing dari Negara-Jawa-Yogya.

 

Menyatakan penentuan nasib sendiri dan menyatakan ulang Negara Acheh bersih dan bebas kembali dari para penjajah asing Negara-Jawa-Yogya, tidak sama dengan mendeklarasikan berdiri Negara Acheh baru, sebagaimana mbah Soekarno membuat deklarasi pertamanya berdiri Negara RI baru alias RI-Jawa-Yogya. Karena Negara Acheh memang sudah berdiri dan berdaulat, hanya karena diduduki oleh Belanda, jepang dan RI saja. Jadi tidak perlu dideklarkan lagi Negara Acheh baru. Tetapi cukup dengan menyatakan sekarang Negara Acheh telah bebas kembali dari para cecunguk dan kunyuk-kunyuk penjajah RI yang telah menduduki tanah wilayah teritorial Negara Acheh.

 

Selanjutnya, yang membuat sengsara dan menderita rakyat Acheh adalah kaum penjajah RI dengan TNI dan para Jenderal-nya, serta para kacung dan pendukung mereka.

 

Jadi, sekali lagi, kalau mau aman dan damai di Acheh, itu dari pihak RI dengan TNI dan para Jenderal-nya harus menyadari bahwa kelakuan Soekarno terhadap Negeri Acheh adalah kelakuan dan tindakan aneksasi, pendudukan dan penjajahan. Itu dulu yang harus disadari. Kemudian, kalau sudah menyadari hal itu, baru membuka diri dengan memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh untuk hidup dengan bebas dan untuk hidup dengan keinginannya guna menentukan nasib sendiri di negerinya sendiri. Karena itu Acheh adalah Negara-nya rakyat Acheh, bukan Negara-nya mbah Soekarno dan para penerusnya. Berikan keleluasaan dan biarkan seluruh rakyat Acheh yang akan menentukan masa depan mereka, apakah ingin tetap besama mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dengan TNI dan para Jenderal budek-nya atau tidak. Itu semua diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh melalui satu cara hukum yang adil, yaitu cara plebisit atau penentuan jajak pendapat di Acheh.

 

Nah, baru itu cara yang adil dan bijaksana yang bisa membawa kearah perdamaian dan keamanan di Acheh. Bukan melalui ujung senapan khalasnikov-putin-nya saja atau senjata buatan Pindad-Bandung-nya saja.

 

Tetapi kalau itu para Jenderal TNI yang naik pangkatnya dikatrol mbah Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa satu itu tetap keras kepala untuk menjadikan tanah wilayah Negeri Acheh sebagai wilayah laboratorium untuk TNI guna dipakai latihan pembunuhan nyata, maka selama itu di Acheh tidak akan timbul kedamaian dan keamanan.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 30 May 2005 21:35:47 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: TNI DENGAN PARA JENDERAL-NYA MERUPAKAN PENGHAMBAT PERDAMAIAN DI ACHEH

To: muba zir mbzr00@yahoo.com

Cc: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

PAK AHMAD..AYO DONG..BE REALISTIC...GA MUNGKIN LAH TNI/POLRI DISURUH MENARIK PASUKANNYA. GAM AJA MASIH ANGKAT SENJATA, GIMANA MAU TARIK PASUKAN...

 

KALO SAYA LIHAT, KAMU HANYA MENGOMENTARI SITUASI ATAU PENDAPAT YANG MENDUKUNG ATAU YANG MENGUNTUNGKAN POSISI KAMU, TAPI KALO SEBALIKNYA, KAMU HANYA BISANYA MENGHUJAT...

 

JADI KALO MAU TERJADI PERDAMAIAN, TNA-GAM ITU DISURUH MELETAKAN SENJATA DULU. KALO TNI/ POLRI ITU INSTITUSI FORMAL PAK AHMAD. FUNGSINYA MEMANG MENJAGA PERTAHANAN DAN KEAMANAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA, JADI YA GA MUNGKIN TNI/ POLRI YANG DISURUH MELETAKAN SENJATA ATAU DISURUH KELUAR DARI ACEH. SAYA YAKIN, KALO TNA-GAM MELETAKAN SENJATA, PERDAMAIAN AKAN TERCIPTA DENGAN SEGERA.

 

TNI/ POLRI SEBAGAI INSTITUSI RESMI SEBUAH NEGARA, TIDAK MUNGKIN SECARA MEMBABI BUTA MELAKUKAN PERTEMPURAN. TIDAK MUNGKIN MEREKA MENEMBAK ORANG YANG TIDAK BERSENJATA. MEREKA KAN PUNYA PROTAP.

 

DAN LAGI SEKARANG DUNIA INTERNASIONAL JUGA MEMPERHATIKAN. TIDAK MUNGKIN TNI/ POLRI MEMPERTARUHKAN NAMA BANGSA DAN NEGARA INDONESIA JATUH DI MATA INTERNASIONAL HANYA KARENA MEMBANTAI TNA-GAM YANG MELETAKAN SENJATA. EMANGNYA JAMAN DULU, CONTOHNYA HITLER, DENGAN KEKUATANNYA, DIA BERANI MELAKUKAN PEMBUNUHAN MASSAL TERHADAP BANGSA YAHUDI.

 

YAH GITULAH...MENURUT SAYA SIH JADI ORANG YANG REALISTIS AJA LAH, GA USAH NEKO-NEKO...

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------

 

Date: Mon, 30 May 2005 21:21:19 -0700 (PDT)

From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com

Subject: Re: AWALUDDIN & DJALIL COBA TERUS MEMAKAI PAGAR BAMBU UU NO.18/2001 UNTUK MEMAGAR TANAH NEGERI ACHEH

To: muba zir mbzr00@yahoo.com

Cc: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

 

PAK AHMAD, PAK AHMAD...JADI ORANG KOK NGEYEL BANGET SIH! KERASS KEPALAAA BANGETT!! DUNIA INTERNATIONAL MENGAKUI BAHWA WILAYAH TERITORI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ITU DARI SABANG SAMPAI MERAUKE. JADI MUSTINYA, KALO MAU DECLARE ACEH ITU MENJADI NEGARA MERDEKA YA JANGAN DARI TAHUN 1976 DONG...KALO MAU YA SEJAK JAMAN PENJAJAHAN BELANDA DAN DITERUSKAN JEPANG, ORANG-ORANG ACEH HARUS SUDAH MENDECLARE BAHWA DAERAH ACEH ADALAH DAERAH YANG INDEPENDENT BEBAS DARI NEGARA MANAPUN DAN MENJADI SEBUAH NEGARA MERDEKA BERDAULAT...ATAU PALING TIDAK PAS TAHUN BERAPA TUH YANG KAMU BILANG BAHWA PRESIDEN SOEKARNO MEMASUKKAN ACEH SEBAGAI BAGIAN DARI NKRI?

 

SEKARANG GINI DEH, YANG MUSTI KALIAN PIKIRKAN ITU, RAKYAT ACEH YANG TINGGAL DI ACEH SANA. MEREKA YANG PALING MENDERITA. SERBA SALAH. MAU DUKUNG GAM, TAKUT SAMA TNI/POLRI, MAU DUKUNG TNI/POLRI TAKUT SAMA GAM.

 

JADI KASIHAN MEREKA TERJEPIT. KALO KALIAN LEBIH MEMENTINGKAN KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS KEPENTINGAN GOLONGAN DAN KELOMPOK, PASTI KALIAN AKAN BERLAPANG DADA MELETAKAN SENJATA KEMUDIAN SAMA-SAMA MEMBANGUN ACEH, MENSEJAHTERAKAN RAKYAT ACEH DAN MEMBEBASKAN MEREKA DARI RASA TAKUT YANG BERKEPANJANGAN.

 

KARENA DENGAN KONFLIK INI, YANG PALING MERASAKAN LANGSUNG DAMPAK NEGATIFNYA ITU RAKYAT, PAK AHMAD. KALO KALIAN YANG ADA DI LUAR ACEH SIH TIDAK AKAN BISA MERASAKANNYA. MAKANYA PAK AHMAD DAN KAWAN-KAWAN DI SWEDIA SANA TERUS AJA NGOTOT PENGEN MERDEKA..SEKARANG ERA GLOBALISASI BUNG!! BERJUANGLAH UNTUK KEMASLAHATAN ORANG BANYAK...

 

Agoosh Yoosran

 

a_yoosran@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------