Stockholm, 2 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


LAPORAN RINGKAS PERUNDINGAN GAM-RI RONDE KE-4, HELSINKI, FINLANDIA, 26-31 MEI, 2005

Bakhtiar Abdullah

Stockholm - SWEDIA.



PEUMERINTAH NEUGARA ACHEH (PNA) KEUMEUNTRIAN PEUNEURANGAN

P.O. BOX 130, S-145 01 NOSBORG SWEDEN

TEL : +46 8 531 83833 FAX: +46 8 531 91275

 

PERNYATAAN PERS

31 May 2005

Laporan Ringkas Perundingan GAM-RI Ronde ke-4, Helsinki, Finlandia, 26-31 May, 2005.

 

Perundingan Damai Pusingan Ke-4 antara Gerakan Acheh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia (RI) dengan dimediasi oleh Crisis Management Initiative (CMI), baru saja selesai siang tadi dengan masing-masing pihak mengadakan konferensi pers. Sidang Pers CMI dilangsungkan di Kementerian Luar Negeri Finlandia pada pukul 2 petang, di-ikuti oleh delegasi RI di Kedutaan mereka pada pukul 3 petang, sementara pihak GAM mengadakan Sidang Pers di Hotel Radisson, di luar kota Helsinki, pada pukul 4.20 dan berakhir pada pukul 5 petang.

 

Selama Ronde ke 4 perundingan ini berjalan, ke dua belah pihak telah membahas hal-hal yang bersangkutan dengan: pemerintahan sendiri (self-government), pengaturan keamanan (security arrangement), hal-hal politik (political issues), amnesti dan keadilan/hak-hak asasi manusia (justice/human rights). Ke dua belah yang sebelumnya telah menyerahkan sebahagian dari kertas kerja masing-masing untuk bahan pembahasan dan pertimbangan telah meninjau kembali soal-soal yang dimajukan dalam kertas-kertas kerja tersebut. Walaupun sebahagian besar persoalan yang dirundingkan telah mencapai kesefahaman bersama, termasuk dalam bidang ekonomi, politik, amnesti, keadilan/hak-hak asasi manusia dan bahkan pengaturan keamanan, masih ada lagi beberapa masalah penting yang masih belum tuntas. Paling utama diantara issu-issu yang masih belum mendapat kata sepakat adalah penolakan pihak RI yang telah dinyatakan secara terbuka oleh pemimpin delegasi Indonesia kepada pers, yaitu soal kebebasan membentuk partai-partai lokal di Acheh, pemilu lokal dalam bulan Oktober 2005, soal imigrasi, simbol-simbol tradisi Acheh. Pihak RI juga masih ingin mempertahankan beberapa unsur NAD, yang ditentang mutlak oleh pihak Acheh karena ia bertentangan dengan prinsip Pemerintahan Sendiri.

 

Pada pagi 30 May, para pihak telah mendapat kehormatan dikunjungi oleh 4 orang wakil dari Uni Eropa dan Komisi Eropa untuk menerima input-input bagi memungkinkan kedua badan tersebut membuat keputusan apakah mereka bersedia melibatkan diri dalam pelaksanaan perjanjian damai sekiranya tercapai nanti.

 

Perundingan-perundingan dalam Ronde ke 4 ini sering dilaksanakan dalam group-group kecil, yakni antara pimpinan tertinggi dan penasehat masing-masing, dengan pihak CMI diwakili oleh Presiden Ahtisaari sendiri. Cara begini didapati lebih mempercepat dicapainya kesefahaman yang kemudian disampaikan kepada team penuh untuk disepakati secara lebih formal.

 

Delegasi Acheh berangkat kembali ke Stockholm pada pukul 7.00 petang dan sesampainya terus membuat laporan kepada YM Wali Negara Dr. Hasan di Tiro

 

Bakhtiar Abdullah

Jurubicara GAM

 

Lihat juga Konferensi Pers CMI (video clip):

http://formin.finland.fi/broadcast/viewFeed.asp?broadcastid=149

----------