Stockholm, 2 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA DARI  JAWA POS DITINGGALKAN BEGUNDALNYA BERCUAP DEKAP ACHEH TANPA KEKUATAN HUKUM SEDIKITPUN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MATIUS DHARMINTA WARTAWAN JAWA POS DITINGGALKAN BEGUNDALNYA BERCUAP SENDIRIAN DEKAP ACHEH TANPA KEKUATAN HUKUM SEDIKITPUN SEHINGGA JUNGKIR JUMPALIT

 

"Racun propokasi yang dihembuskan si peot Hasan d. Tiro luar biasa hebat, hingga membuat seseorang mabuk kepayang sampai-samapi lupa ingatan. Bak celeng liar keracunan ngeloyor tanpa tujuan, asal srodok (cuap) tidak keruan. Setelah jidat mentok/terbentur baru blingsatan. Berbagai umpatan-pun tertuang tanpa pandang,  ras, suku , agama end golongan, yang tidak sejalan dianggap sebagai penghalang. Kasihan banget bung Ahmad.” (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 1 Jun 2005 23:57:16 -0700 (PDT))

 

Baiklah Matius Dharminta di Manado, Sulawesi Utara.

 

Dharminta sudah berpuluh kali dinyatakan di mimbar bebas ini, kalau kalian tidak sanggup lagi mencari, mengumpulkan, menggali, membaca, memikirkan, menganalisa, menyimpulkan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang menyangkut sejarah jalur proses pertumbuhan Negara RI dihubungkan dengan Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan, maka kalian akan terus tersungkur kedalam jurang kebudekan dan kegombalan yang akhirnya kalian terjungkir sendiri dan Acheh akan kembali ketangan seluruh rakyat Acheh yang berhak untuk mengatur Negeri Acheh diatas kaki rakyat Acheh.

 

Coba saja perhatikan, itu bukti dan fakta yang disodorkan Dharminta wartawan budek Jawa Pos milik orang Jawa ini. Mana ia sanggup lagi memberikan tanggapan berdasarkan argumentasi yang berisikan fakta, bukti, sejarah dan hukum untuk membantah apa yang telah dilambungkan Ahmad Sudirman tentang masalah yang dilontarkan Muba Dijon dalam tulisan kemaren. Paling itu Dharminta budek ini hanya berceloteh yang tidak karuan yang anak bau jaringao pun bisa berceloteh semodel yang dicelotehkan Dharminta yang ngaku wartawan budek dari Jawa Pos milik orang Jawa itu.

 

Lihat dan baca apa yang dicelotehkan Dharminta wartawan budek ini: ”Racun propokasi yang dihembuskan si peot Hasan d. Tiro luar biasa hebat, hingga membuat seseorang mabuk kepayang sampai-samapi lupa ingatan. Bak celeng liar keracunan ngeloyor tanpa tujuan, asal srodok (cuap) tidak keruan. Setelah jidat mentok/terbentur baru blingsatan. Berbagai umpatan-pun tertuang tanpa pandang,  ras, suku , agama end golongan, yang tidak sejalan dianggap sebagai penghalang. Kasihan banget bung Ahmad”

 

Nah, walaupun hasil perasan ampas otak picik Dharminta dalam bentuk celotehannya itu dibungkus kedalam beberapa baris kalimat, tetapi ketika dibuka dan dibaca isinya, rupanya hanya ampas hasil perasan otak Dharminta yang kosong. Mengapa ?

 

Karena, bukan fakta, bukti, dasar hukum yang disodorkan dan dicelotehkan Dharminta budek ini, melainkan hanyalah cuapan kosong yang tidak punya kekuatan hukum secuilpun. Misalnya seperti cuapan: ”jidat mentok/terbentur baru blingsatan”,  atau cuapan: ”asal srodok (cuap) tidak keruan”.

 

Nah, itu untaian kata-kata Dharminta yang dipakai untuk membantah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh yang dilambungkan Ahmad Sudirman,  mana bisa merobohkan benteng pertahanan Acheh yang telah dibangun Ahmad Sudirman.

 

Dan kalau Ahmad Sudirman memberikan bantahan terhadap setiap argumentasi yang dilambungkan Dharminta atau yang dicuapkan Muba Dijon, itu semuanya didasarkan kepada fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah yang kuat yang ada hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan Negara RI dihubungkan dengan Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan. Mana pernah Ahmad Sudirman dalam membahas jalur proses sejarah RI dan Acheh memakai istilah ”jidat mentok/terbentur” atau istilah ”asal srodok (cuap) tidak keruan”.

 

Karena kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan didasarkan pada argumentasi seperti yang argumentasi dinyatakan Dharminta tersebut diatas itu, maka sudah dari pagi-pagi Ahmad Sudirman terjungkir. Tetapi, kenyataannya sampai detik ini, justru yang terjungkir adalah sebaliknya, yaitu Dharminta dan keroco gombal TNI budek-Jawa-nya yang tidak mampu memberikan argumentasi berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat tentang legalitas masuknya Acheh kedalam sarang burung garuda pancasila RI.

 

Dharminta budek wartawan Jawa Pos milik orang Jawa, kalau kalian terus-terusan bercuap di mimbar bebas ini hanya memuntahkan ampas hasil perasan otak udang kalian tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, maka sampai kapanpun kalian tetap akan mati kutu, Dharminta.

 

Saran Ahmad Sudirman, coba ajak begundal kalian orang-orang Jawa yang kalian bisa diajak untuk tampil di mimbar bebas ini, jangan hanya membuat malu dan menyampah saja. Karena hasil pikiran kalian Dharminta adalah sangat cetek, picik dan gombal dalam hal Acheh. Ahmad Sudirman akan hadapi kalian dan begundal kalian sampai kapanpun.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 1 Jun 2005 23:57:16 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: MUBA DIJON MASIH COBA ACUNGKAN MITOS ACHEH ALA SOEKARNO UNTUK DUKUNG TNI MEMBUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, Agus.Renggana@kpc.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com, apalahu2000@yahoo.co.uk, agungdh@emirates.net.ae, abdul.muin@conocophillips.com, ahmedjpr@yahoo.com, ahmad_mattulesy@yahoo.com, as_fitri04@yahoo.com, Muhammad al qubra <acheh_karbala@yahoo.no>, abuguntur master <abuguntur@hotmail.com>, aneuk_pasee@yahoo.com

 

Racun propokasi yang dihembuskan si peot Hasan d. Tiro luar biasa hebat, hingga membuat seseorang mabuk kepayang sampai-samapi lupa ingatan. Bak celeng liar keracunan ngeloyor tanpa tujuan, asal srodok (cuap) tidak keruan. Setelah jidat mentok/terbentur baru blingsatan. Berbagai umpatan-pun tertuang tanpa pandang,  ras, suku , agama end golongan, yang tidak sejalan dianggap sebagai penghalang. Kasihan banget bung Ahmad...

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Manado, Sulawesi Utara

----------