Stockholm, 3 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA, ITU SUMARYONO SURYOKUSUMO BUKAN HANYA LUGU TETAPI BUDEK-JAWA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON, ITU YANG NAMANYA SUMARYONO SURYOKUSUMO BUKAN HANYA LUGU TETAPI BUDEK-JAWA

 

"Tidak apa2 Prof Sumaryo disebut "lugu" oleh kamu yang pandir mirip keledai itu, Mad. Ilmu kamu belum nyampe. Atau kamu memang bebal? Aku kan udah bilang berkali-kali bahwa akar masalah di NAD adalah celeng-celeng TNA yang dipelihara group toneel ASNLF dengan janji-janji angin surga, mendapat gaji, diangkat jadi jenderal, dsb !! Cuuuiiiihhh !!!! Jadi, kalo kalian TNA dan ASNLF masih punya hati nurani, cobalah beri kesempatan rakyat NAD hidup tenang. Sangat pantas jika sebagai wujud perasaan menyesal kalian maka kalian bersama-sama minum racun arsenik !!! Dipastikan seluruh warga NAD akan bersukacita jika kalian melakukan bunuh diri massal seperti itu, dan NAD akan aman dan damai. Sorry, aku agak keterlaluan kali ini. Kalian nggak sadar-sadar sih.” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 3 Jun 2005 01:15:28 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon budek menggelupur melihat itu Guru Besar hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Sumaryo Suryokusumo, orang Jawa satu itu kegerahan, setelah kena hantam dalam meja perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finlandia.

 

Muba Dijon, memang benar itu Guru Besar hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Sumaryo Suryokusumo adalah lugu. Mengapa ?

 

Coba kalau memang dia seorang Guru Besar dalam masalah hukum Internasional, mampukah ia menampilkan akar utama timbulnya konflik di Acheh yang sudah lebih dari setengah abad itu ?

 

Kalau alasan yang kalian Muba Dijon lambungkan: “bahwa akar masalah di NAD adalah celeng-celeng TNA yang dipelihara group toneel ASNLF dengan janji-janji angin surga, mendapat gaji, diangkat jadi jenderal, dsb !! Cuuuiiiihhh !!!!”

 

Itu alasan kalian Muba Dijon kunyuk rawun adalah alasan gombal yang harus dimasukkan kedalam keranjang sampah.

 

Sekarang coba tanya kepada Guru Besar kalian itu yang katanya menyandang gelar akhli hukum Internasional dari Universitas Indonesia untuk membeberkan secara terperinci dan jelas tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Jangan hanya ia pandai menjiplak cerita mitos gombal yang dilambungkan oleh Soekarno dan para penerusnya saja tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI-Jawa-Yogya dihubungkan dengan Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan.

 

Kalau itu yang namanya Sumaryo Suryokusumo tidak mampu dan tidak berani menampilkan secara terperinci tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalnya Negeri Acheh dimasukkan kedalam sangkar burung garuda pancasila RI, maka ia tidak pantas menyandang akhli hukum, apalagi menyandang akhli hukum internasional.

 

Kalau hanya sekedar menjiplak dan mengembek kepada apa yang dimitoskan Soekarno tentang Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan, maka wajar saja itu Sumaryo Suryokusumo kalang kabut dan pusing tujuh keliling ketika pihak juru rundingnya yang dipimpin oleh Hamid Awaluddin mengalami hantaman berat oleh pihak ASNLF.

 

Jadi, Muba dijon budek, selama itu guru besar kalian, Sumaryo Suryokusumo, tidak mampu dan tidak berani menampilkan sebab dan akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini, maka itu yang namanya Sumaryo Suryokusumo tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana dikatakan oleh saudara Muhammad Al Qubra adalah seorang yang lugu, bukan lugu saja, tetapi budek, yang hanya mengembek kepada mitos Soekarno tentang Acheh. Dasar Jawa picik.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 3 Jun 2005 01:15:28 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: M.AL QUBRA: GURU BESAR HUKUM INTERNASIONAL UI SUMARYO SURYOKUSUMO KETAKUTAN TALI BUHUL PENGIKAT ACHEH PUTUS

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, bambang_hw@rekayasa.co.id

 

Tidak apa2 Prof Sumaryo disebut "lugu" oleh kamu yang pandir mirip keledai itu, Mad. Ilmu kamu belum nyampe. Atau kamu memang bebal? Aku kan udah bilang berkali-kali bahwa akar masalah di NAD adalah celeng-celeng tna yang dipelihara group toneel asnlf dengan janji-janji angin surga, mendapat gaji, diangkat jadi jenderal, dsb...!! Cuuuiiiihhh...!!!! Jadi, kalo kalian tna dan asnlf masih punya hati nurani, cobalah beri kesempatan rakyat NAD hidup tenang... Sangat pantas jika sebagai wujud perasaan menyesal kalian maka kalian bersama-sama minum racun arsenik...!!! Dipastikan seluruh warga NAD akan bersukacita jika kalian melakukan bunuh diri massal seperti itu, dan NAD akan aman dan damai...

 

Sorry, aku agak keterlaluan kali ini... Kalian nggak sadar-sadar sih...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------