Sandnes, 3 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON MENEMBAK PAKAI PISTOL YANG DIBUAT DARI ONCOM BUSUK

Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.



TEMBAKAN PISTOL ONCOM BUSUK KALIAN MELENCENG 180 DERAJAT, MUBA

 

Hah ha, Muba.  "................sawa un alaihim a anzartahum am lam tunzirhum layukminun". Cuplikan wahyu diatas bermakna: "...................sama saja bagi mereka kamu beri poeringatan atau tidak, mereka tetap tidak beriman" (QS. 2 : 6).    Untuk lebih mantap lihat juga QS. 2 : 7 dan juga QS. 2 : 8 s/d 20.

 

Sudah begitu banyak penjelasan yang dikemukakan Ustaz Ahmad Sudirman di milis ini tentang persoalan Acheh - Sumatra yang sesungguhnya. Begitu jelas sudah bagi orang-orang yang masih memiliki kemampuan berfikir yang jujur kendatipun mereka berasal dari Jawa sekalipun.  Persoalan disini bukan Jawa atau non Jawa. Persoalannya adalah orang-orang yang bersekongkol dalam system Indonesia munafiq itu. Justru itu orang Acheh yang memfungsikan diri untuk membela system munafiq itu tentu sama dhalimnya dengan penjajah-penjajah itu sendiri (baca Sofyan Ali, Sofyan Djalil dan yang seumpamanya)

 

Muba mengingau: "Aku kan udah bilang berkali-kali bahwa akar masalah di NAD adalah celeng-celeng tna yang dipelihara group toneel asnlf dengan janji-janji angin surga, mendapat gaji, diangkat jadi jenderal, dsb...!! Cuuuiiiihhh...!!!!"

 

Justru banjaknya orang yang tertutup mata hati dalam system Indonesia munafiq dan dhalim macam kamu inilah Muba, diperlukan moderator dari Uni Eropa untuk melihat dengan jelas dan jujur siapa sebenarnya yang termasuk "celeng-celeng" sebagaimana yang kalian lambungkan di milis ini. Tanpa moderator yang jujur, persoalan Acheh - Sumatra dengan penjajah Indonesia Jawa Munafiq tak akan pernah selesai. Yang terjadi hanyalah saling tuduh-menuduh dan saling mengklaim bahwa merekalah yang benar.

 

Anehnya ketika kita bicarakan moderator yang jujur dan adil, justru orang-orang yang bersekongkol dalam system Indonesia penjajah itu bagaikan cacing kepanasan. Andaikata kalian punja hati yang bersih serta masih punya malu, takkanlah sembarangan bicara dimana-mana -- di media massa, telivisi, internet dan media-media lainnya. Makin banyak  kalian ngomong untuk membela diri, makin nampak kebodohan kalian dimata Internasional.

 

Selanjutnya Muba melanjutkan ngingaunya: "Cuuuiiiihhh...!!!! Jadi, kalo kalian tna dan asnlf masih punya hati nurani, cobalah beri kesempatan rakyat NAD hidup tenang......"

 

Memangnya yang berhati nurani itu TNI/POLRI, Muba ? TNI/POLRI itu sama dengan tentra-tentra Yazid bin Muawiyah yang begitu tega membantai keluarga Rasulullah saww di Karbala dulu. Mereka juga menamakan diri orang Islam, sementara kerjanya membunuh orang-orang yang tidak bersalah -- sebagaimana kerjanya TNI/POLRI hari ini membantai orang Acheh yang sadar akan haknya.

 

Sementara NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) adalah suatu nama yang direkayasa penjajah Indonesia munafiq dan dhalim untuk menipu orang-orang Acheh yang belum sadar siapa mereka yang sesungguhnya. Justru itu pahamilah bahwa semua orang-orang Acheh yang bergabung dalam NAD made in penjajah Indonesia munafiq itu sama dengan orang-orang Acheh yang belum sadar, bahkan kemungkinan besar tidak akan pernah sadar disebabkan sudah begitu banyak korbannya orang-orang Acheh yang sudah sadar akibat ulah persekongkolan mereka (baca orang-orang NAD) dengan penjajah indonesia itu.

 

Muba menutup ngingaunya: "Sangat pantas jika sebagai wujud perasaan menyesal kalian maka kalian bersama-sama minum racun arsenik...!!! Dipastikan seluruh warga NAD akan bersukacita jika kalian melakukan bunuh diri massal seperti itu, dan NAD akan aman dan damai...Sorry, aku agak keterlaluan kali ini... Kalian nggak sadar-sadar sih..."

 

Tidak Muba, kamu belum keterlaluan. Tinggal lagi tembakannya macam orang ketakutan. Tembakan kamu itu tidak mengena sasaran. Kalian ingin menembak ASNLF, sebaliknya justru kalian menembak diri sendiri namun kalian tidak pernah sadar.

 

Saat saya masih di Acheh pernah menyaksikan sebuah truk penuh dengan TNI nya memasuki suatu desa (operasi), mengarahkan senjatanya kedalam kerumunan lembu di jalanan. Kemudian  seorang TNA  melepaskan tembakan AK 47nya persis menghantam batok kepala sang TNI paling belakang. Lalu hampir seluruh TNI yang ada dalam truk tersebut menembakkan senjatanya kesegala arah tanpa sasaran sambil memutar truknya untuk kabur kembali kemarkasnya. Itu kira-kira satu banding 27. TNI baru berani satu banding seratus macam sekarang ini.

 

Taukah kalian Muba kenapa kejadiannya demikian ? Sebabnya TNI itu berperang demi isi perut, bukan karena kebenaran. Sementara TNA berperang demi membebaskan diri dan  bangsanya dari penjajahan Indonesia Munafiq. Justru itu mustahil bagi TNA untuk menyesal sebagaimana ngingauan kamu Muba.

 

Saya kira sudah cukup sekian saja dulu semoga masih ada orang di kepulauan Melanesia itu yang sadar untuk meluluhlantakkan Indonesia Munafiq itu kelak, amin ya Rabbal 'alamin.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Muhammad Al Qubra

 

acheh_karbala@yahoo.no

Sandnes, Norwegia.

----------