Stockholm, 3 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA, ITU ANGGOTA DPR & PARA JENDERAL TNI-JAWA KEROPOS TIDAK PUNYA LAGI PEGANGAN DI ACHEH

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON, ITU ANGGOTA DPR & PARA JENDERAL TNI-JAWA KEROPOS TIDAK PUNYA LAGI PEGANGAN DI ACHEH

 

"Sudah paham sekarang, Mad budek? Itulah sebabnya para perwira TNI dan Ketua/anggota DPR yang patriotik dan nasionalis itu menentang "perundingan" ini. Mereka sama dengan pemikiran orang waras lainnya: "GAM harus berhenti mengganggu kedamaian NAD atau minum racun.!!". Begitu juga yang disampaikan Prof. Sumaryono yang khawatir ulah celeng tna asuhan pemain toneel asnlf ini menjadi terinternasionalisasi. Sebab memang nggak masuk akal jika sampai terinternasionalisasi. Wong cuma gerombolan celeng merambah kebun singkong penduduk, trus ditembaki.Apa yang salah? Itu kebun bukan milik Swedia atau

negara lainnya, itu milik rakyat NAD, salah satu propinsi RI.” (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 3 Jun 2005 09:35:38 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Muba Dijon budek, kalian memang dari awal sudah keropos, masih saja petentengan menampilkan hasil ampas perasan otak udang kalian. Dasar kunyuk rawun. Alasan kalian itu Muba Dijon budek adalah alasan gombal.

 

Kalian dan keroco kalian dari kelompok budek anggoa DPR terutama dari kelompok PDI-P dan Golkar adalah semuanya hanya mengembek saja. Tidak ada seorangpun dari kalian yang benar-benar otaknya bersih dari racun gombal mitos budek dan gombal hasil cerita mbah kalian Soekarno penipu licik dari Jawa sana itu.

 

Muba Dijon budak, kalau kalian hanya terus-terusan memegang alasan gombal akar utama timbulnya konflik adalah: ”GAM atau GAM-MZ itu cuma segelintir orang dengan nafsu kekayaan yang besar, nafsu yang merupakan metamorfosa dari sakit hati akibat dicabut status WNI-nya. Sadar atas kekuatannya yang cuma segelintir itu, para pemain toneel ini lantas membodoh-bodohi rakyat NAD dengan iming-iming gaji, pangkat jenderal, kekayaan, dan lain-lain, dengan harapan ada rakyat NAD yang mau jadi tna celeng dan memberontak.”

 

Itu alasan yang benar-benar kosong, gombal, dan keropos. Apakah kalian Muba Dijon budek tidak meminta kepada Guru Besar kalian yang katanya  akhli hukum internasional, Sumaryo Suryokusumo. Dari pada kalian hanya bercuap kosong tidak tentu arah. Membuat malu saja orang-orang di Negara sekuler pancasila. Ngaku sudah memakan bangku di ITB dan UI. Tetapi otak kosong dimakan rayap racun mitos Soekarno-Jawa penipu licik.

 

Muba Dijon budek, bagaimana bisa kalian terus saja menduduki dan menjajah Acheh, kalau memang fakta dan buktinya memang benar, bahwa mbah Jawa kalian Soekarno yang telah menelan dan mencaplok Acheh. Lalu kalian pelintir dengan cerita gombal dan alasan gombal diatas. Dasar Jawa budek.

 

Muba Dijon budek, apakah kalian tidak ada wakil dari KBRI di Paris yang mampu untuk tampil di mimbar bebas ini membantu kalian yang budek ini. Membuat malu saja. Coba itu suruh salah seorang staf dari KBRI di Paris untuk membantu kalian memberikan penjelasan bagaimana sebenarnya itu proses terbentuknya Negara sekuler RI dihubungkan dengan Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan dengan terperinci, jelas dan terang. Jangan dibiarkan pegawai Staf KBRI Paris cengar-cengir saja, kasih dia kerja untuk peras otak, Muba Dijon budek jawa kowe.

 

Ini kalau hanya kalian Muba Dijon yang terus-terusan tampil di mimbar bebas ini, hanya menyampah saja di HD Ahmad Sudirman, dasar Jawa kowe budek tidak pernah mau belajar dengan baik, pandainya hanya mengembek dan menjiplak, pantas saja budek salamanya.

 

Muba Dijon budek, itu pasukan non-organik TNI budek-Jawa yang katanya sudah dilatih yang telah berjubel lebih dari 50.000 pasukan gombal di Acheh itu, kenyataanya hanyalah orang-orang keropos saja. Atau hanya memanfaatkan untuk dilatih dan melatih membunuh orang-orang muslim Acheh yang telah sadar. Kalian itu Muba Dijon dan pasukan budek TNI di Acheh kejahatan dan keganasannya lebih ganas dari pasukan Yahudi penjajah di Palestina. Dasar Jawa budek.

 

Dan kejahatan pasukan non-organik TNI budek-Jawa dan Polri-nya itu adalah memang sudah melebihi kejahatannya kaum Yahudi penjajah di Palestina. Itulah memang ketakutan kalau di Acheh menjadi aman dan damai. Tidak ada tempat lain yang bisa dijadikan tempat melakukan pembunuhan yang sekaligus sebagai tempat latihan membunuh. Dasar Jawa budek semuanya. Kalau Acheh aman damai, itu pasukan gombal TNI mau melakukan latihan membunuh dimana ? di tempat kalian di Pacitan itu, Muba Dijion budek

 

Kalian dan TNI/Polri kalian di Acheh memang ditugaskan untuk membunuh rakyat muslim Acheh oleh para Jenderalnya itu. Jadi, memang fakta dan buktinya sudah jelas, sehingga dunia internasional serentak bangun untuk menyetop pembunuhan yang dilakukan oleh TNI/Polri di Acheh. Tetapi, karena kalian Muba Dijon budek, mana itu kalian mengerti, kalian kerjanya hanya mengekor saja itu Jenderal TNI budek-Jawa saja.

 

Yang merampok, membunuh, memperkosa, menyiksa, itu adalah pasukan non-organik TNI budek-Jawa dan Polri-nya, kalau kalian tidak tahu Muba Dijon budek. Dasar Jawa kowe, terus saja budek.

 

Yang kalian cuapkan dimimbar bebas ini Muba Dijon budek, mana ada lagi orang yang pecaya, itu  dunia ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi, Muba budek. Dipikir kalian itu Acheh masih bisa ditutup-tutupi lagi. Mana bisa itu. Semua sudah teruka. Kejahatan pasukan non-organik TNI dan Polri di Acheh itu secepat kilat sampai keluar Acheh. Jadi mau dengan apalagi kalian tutup-tutupi. Kalian mau membantah dan menyangkalnya. Mana bisa lagi, Muba Dijon budek. Orang budek mungkin bisa kalian bohongi. Tetapi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, mana bisa lagi dibohongi dengan cerita gombal model kalian dan TNI budek-Jawa-nya Djoko Santoso.

 

Walaupun kalian menjerit-jerit menyangkal, tetapi karena memang fakta dan bukti menunjukkan kelakuan pasukan non-organik TNI budek-Jawa dan Polri-nya yang melakukan pembunuhan dan penyiksaan serta pemerkosaan rakyat Acheh, tetap saja jeritan kalian tidak ada guna dan manfaatnya. Kalian bisa saja memutar balik fakta dan bukti, tetapi kenyataannya dilapangan menunjukkan bahwa karena ulah jahat dan bejad dari pasukan non-organik TNI budek-Jawa dan Polri itulah sehingga di Negeri Acheh menjadi terus-terusan tidak aman.

 

Itu Dewan Sekretaris Uni Eropa dan Komis Eropa adalah wakil-wakil dari Negara-Negara anggota Uni Eropa, Muba Dijon budek. Mana mereka bisa dengan mudah dibohongi. Mereka itu wakil-wakil dari Negara-Negara anggota Uni Eropa, yang telah mengetahui apa yang sedang berlangsung di Acheh. Mereka tidak bisa ditipu dan dibohongi dengan model propaganda gombal TNI kalian itu. Kejahatan pelanggaran hak hak asasi manusi di Acheh itu sudah merasuk masuk kedalam anggota Negara-Negara  dalam Uni Eropa. Jadi, mereka itu sudah memeiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi di Acheh.

 

Tetapi, karena kalian dan pimpiann negara kalian seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla serta para keroco anggota Komisi I DPR budek seperti Permadi, Theo L Sambuaga dan ketua DPR Agung Laksono pada budek semua, akhirnya mereka itu kena batunya. Dan wajar saja mereka kena batunya, karena memnag budek semuanya. Mereka tutup tutupi kejahatan TNI di Acheh, setelah pintu Acheh terbuka, baru kelihatan apa yang terjadi di Acheh. Dasar orang Jawa ini memang budek.

 

Dan karena kegombalan pimpinan kalian dan Jenderal-Jenderal TNI budek–Jawa itu yang menyebabkan para anggota Komisi Uni Eropa mengetahui bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Acheh.

 

Muba Dijon budek, kalian tidak bisa lagi menyembunyikan kejahatan pasukan non-organik TNI budek-Jawa dan Polri-nya di Acheh ini. Semua sudah terbuka dan terbongkar. Mau sembunyi kemana Muba Dijon budek Jawa kowe ?

 

Muba Dijon budek, dari hasil perundingan di Helsinki, Finlandia ini nanti akan kelihatan siapa sebenarnya yang budek dan gombal ? Siapa yang tidak mau aman dan damai di Acheh ?

 

Itu point-point yang telah ada kesepahaman berarti sudah bisa dijadikan sebagai dasar pegangan untuk dijadikan sebagai bahan dasar pegangan penyelesaian damai di Acheh.

 

Nah, apa yang terjadi di RI sekarang setelah berakhir Perundingan putaran ke-4 di Vantaa, Finlandia itu ? Ternyata para keroco anggota DPR termasuk Ketua DPR budek Jawa Agung Laksono kegerahan berjingkrak-jingkrak seperti cacing kepanasan. Apalagi itu para cecunguk dari PDI-P dan Golkar meloncat-loncat karena sudah terbuka belang kalian, bahwa memang itu di Acheh akan timbul perdamaian, dan tanah Negeri Acheh akhirnya akan dapat diraih kembali oleh seluruh rakyat Acheh.

 

Apapun yang kalian lakukan Muba Dijon budek, akhirnya akan terbongkar kejahatan Soekarno yang menelan dan mencaplok tanah Negeri Acheh. Kalian tidak bisa lagi menutup dan menyembunyikan kejahatan Soekarno itu Muba Dijon Jawa budek. Hak rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri. Dan sekarang kalian dan keroco budek dari PDI-P dan Golkar kalian pada tersungkur. Dasar Jawa kowe.

 

Apapun yang kalian namakan kepada pasukan non-organik TNI budek-Jawa, Polri dan para Jenderal TNI budek-Jawa-nya, tetap saja tidak akan menolong, karena itu Negeri Acheh adalah hasil rampokan, caplokan, aneksasian, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan Soekarno budek-Jawa itu.

 

Itu pemikiran dari Guru Besar kalian orang Jawa Sumaryo Suryokusumo yang mau mencoba-coba menghunuskan pedang hukum internasional kehadapan Pemerintah Swedia, mana bisa berhasil. Sampai kiamat tidak akan berhasil, karena memang fakta dan bukti hukumnya adalah gombal. Dasar Guru Besar keropos Jawa. Contohnya saja setahun yang lalu, berapa banyak itu akhli hukum dari UI yang dipakai untuk menjerat para petinggi ASNLF, tetapi hasilnya nol besar. Karena memang pada budek semua.

 

Terakhir yang menjadi Abu Jahal-Abu Jahal yang membuat kerusakan di bumi Acheh adalah para Jenderal TNI-Jawa dan para pemimpinnya dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono yang kesemuanya hampir orang-orang Jawa budek.

 

Mati kutu kalian Muba Dijon budek dengan para Jenderal TNI-Jawa itu. Negeri Acheh akan diraih kembali oleh seluruh rakyat Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 3 Jun 2005 09:35:38 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA, ITU SUMARYONO SURYOKUSUMO BUKAN HANYA LUGU TETAPI BUDEK-JAWA

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

 

Ah... ini anak ingusan, tong kosong, anak budek dan tolol, tetep aja nggak sadar-sadar... Gini deh, Mad... gue bilangin sekarang... Semua orang sudah tahu bahwa GAM atau GAM-MZ itu cuma segelintir orang dengan nafsu kekayaan yang besar, nafsu yang merupakan metamorfosa dari sakit hati akibat dicabut status WNI-nya. Sadar atas kekuatannya yang cuma segelintir itu, para pemain toneel ini lantas membodoh-bodohi rakyat NAD dengan

iming-iming gaji, pangkat jenderal, kekayaan, dan lain-lain, dengan harapan ada rakyat NAD yang mau jadi tna celeng dan memberontak.

 

Para pemain toneel ini paham bahwa tna celeng tak terdidik hasil bujuk rayu dan tipu daya ini bukan lawan seimbang TNI/Polri yang profesional dan gagah perkasa, kecuali mereka (tna celeng) hanya pandai ngumpet di hutan-hutan atau di kerumunan rakyat NAD yang tetap setia kepada Republik Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tapi memang mengumpankan tna celeng tak terdidik kepada TNI/Polri yang profesional itu adalah salah satu tujuan para pemain toneel: semakin banyak korban di pihak tna akan semakin baik, karena bangkai celeng tna itu akan dipalsukan sebagai rakyat sipil dan kemudian daftar bangkai itu disebarkan ke seluruh penjuru dunia sebagai "rakyat sipil korban TNI/Polri"...!! Untuk lebih meningkatkan jumlah korban dan juga untuk membuat NAD tidak aman, para pemain toneel yang hanya belasan orang itu menghentikan bantuan logistiknya sehingga tna itu lalu benar-benar menjadi celeng: menarik upeti, merampok, merambah tanaman rakyat, bahkan menyandera demi tebusan uang jutaan malahan milyaran rupiah.

 

Akhirnya rakya NAD benar-benar berhadapan dengan tna celeng itu, membuat NAD jadi sarang kriminalitas. Kriminalitas itu sendiri kemudian kembali dipalsukan dan didengang-dengungkan sebagai perbuatan TNI/Polri. Culas banget kan kalian?

 

Ternyata ada juga lembaga internasional yang termakan dengan usaha kotor dan menjijikan para pemain toneel asnlf ini, dan mereka lalu menawarkan diri untuk menjadi perantara "perundingan" antara GAM dengan RI. Di dalam "perundingan" yang ganjil inipun kalian

pemain toneel asnlf itu tetap saja culas dan melakukan serangkaian tipu muslihat. Tujuannya jelas, agar "perundingan" itu berlangsung lama dan berlarut-larut, apalagi kalau "masalah" ini bisa diinternasionalisasi. Keculasan para pemain toneel dalam "perundingan" ini nampak jelas dengan diusungnya usulan karet "self-government" dan "mengesampingkan" kemerdekaan, walaupun kepada media massa eropa kalian bilang "tidak membuang cita-cita kemerdekaan". "Umpan" usulan karet "self-government" itu mudah bagi kalian untuk dilambungkan di meja perundingan, toh kalaupun mengarah ke sana kalian bisa membatalkannya mengingat prinsip "perundingan" ini adalah "all or nothing". Benar-benar culas kan?

 

Sudah paham sekarang, Mad budek? Itulah sebabnya para perwira TNI dan Ketua/anggota DPR yang patriotik dan nasionalis itu menentang "perundingan" ini. Mereka sama dengan pemikiran orang waras lainnya: "GAM harus berhenti mengganggu kedamaian NAD atau minum racun..!!". Begitu juga yang disampaikan Prof. Sumaryono yang khawatir ulah celeng tna asuhan pemain toneel asnlf ini menjadi terinternasionalisasi. Sebab memang nggak masuk akal jika sampai terinternasionalisasi. Wong cuma gerombolan celeng merambah kebun singkong penduduk, trus ditembaki...Apa yang salah? Itu kebun bukan milik Swedia atau

negara lainnya, itu milik rakyat NAD, salah satu propinsi RI.

 

Jadi, sampai kapan kamu mau jadi congornya Abu Jahal modern yang menitis di tubuh tiro banci itu? Sebenarnya kamu itu bukan anak jaman jahiliyah, kan? Ulah ngerakeun kolot maneh teh...!!! Bangkarwarah siah..!!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------