Stockholm, 4 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


TEUNGKU MAAT SUDAH TERKAPAR DI GOTEBORG SAMBIL DIUSUNG OLEH PARA CECUNGUK-NYA TNI-JAWA DJOKO SANTOSO

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



KELIHATAN MAKIN JELAS ITU TEUNGKU MAAT SUDAH TERKAPAR DI GOTEBORG SAMBIL DIUSUNG OLEH PARA CECUNGUK-NYA TNI-JAWA DJOKO SANTOSO

 

”Baik lah bung Ahmad tolol, tgk bukan perna berdiskusi masalah bagai mana masalah atau langkah yang diterap kan, dan bukan secara pribadi, tapi secara terbuka. Sebab perjuangan Atjé adalah bukan perjuangan pribadi. Kalau bung tidak membiar kan diri bung di kuasai oleh kebodohan bung silakan kunjungi medlemsfre dan dengar sendiri. supaya bung tahu bagaimana hakikat perjuangan Atjéh.” (Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk , Fri, 3 Jun 2005 22:55:13 +0100 (BST))

 

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Goteborg, Swedia

 

Nah barulah sekarang terbongkar bahwa sebenarnya yang menamakan dirinya Teungku Maat yang suka mondar mandir Arvika-Stockholm-Goteborg adalah banyak membualnya. Mengapa ?

 

Karena ketika Ahmad Sudirman menanyakan: ”apakah Teungku Maat selama ada di Arvika atau di Stockholm atau di Goteborg pernah langsung berdiskusi, membicarakan, memikirkan, menganalisa, merencakan tentang langkah dan derap perjuangan ASNLF/GAM dengan Teungku Hasan Muhamamad di Tiro secara pribadi ?”

 

Lalu dijawab Teungku Maat: ”Baik lah bung Ahmad tolol, tgk bukan perna berdiskusi masalah bagai mana masalah atau langkah yang diterap kan, dan bukan secara pribadi, tapi secara terbuka. Sebab perjuangan Atjé adalah bukan perjuangan pribadi. Kalau bung tidak membiar kan diri bung di kuasai oleh kebodohan bung silakan kunjungi medlemsfre dan dengar sendiri. supaya bung tahu bagaimana hakikat perjuangan Atjéh.”

 

Nah, kan kelihatan bagaimana budek dan tolol-nya yang mengaku Teungku Maat ini. Dan kelihatan belangnya, yang memang didukung oleh para keroco TNI budek-Jawa Djoko Santoso dan Sofyan Ali orang Peureulak Acheh yang menghancurkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

 

Teungku Maat, kalau hanya cerita di mimbar PPDI dan Lantak yang tidak menentu ini, itu bukan langsung berdiskusi, membicarakan, memikirkan, menganalisa, merencakan tentang langkah dan derap perjuangan ASNLF/GAM dengan Teungku Hasan Muhamamad di Tiro secara pribadi.

 

Jadi, memang benar kelihatan itu Teungku Maat hanya bercuap diluaran saja alias diluar garis. Bagaimana Teungku Maat selalu menyebut-nyebut perkataan Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengenai perjuangan ASNLF/GAM sedangkan berjumpa pun tidak pernah. Kalau hanya menulis di milis diskusi Yahoo group saja, itu bukan membicarakan perjuangan, melainkan Teungku hanya terus saja main serodok sesama bangsa Acheh, ikutan Sofyan Ali yang telah dijadikan kacung-nya TNI budek-Jawa Djoko Santoso.

 

Itu kalau Teungku Maat membicarakan secara langsung dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dalam hal derap langkah perjuangan ASLNF yang dipimpin langsung oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, bukan membicarakan masalah peribadi. Tetapi langsung dengan pribadi Teungku Hasan Muhammad di Tiro sambil tatap muka, dan mengenal satu sama lain. Ini kan tidak, Teungku Maat celoteh tanpa isi alias kosong di Yahoo group Lantak dan PPDI.

 

Masa dengan cara begitu yang namanya mau berjuang bersama membangun Acheh, bertemu dengan pemimpin tertinggi ASNLF saja tidak pernah. Ini menunjukkan bahwa Teungku Maat hanyalah sekedar bercuap mengatasnamakan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Jadi, dengan mudah Teungku Maat ditunggangi oleh para keroco TNI budek-Jawa Djoko Santoso dan milisi Sofyan Ali orang Pereulak itu. Apakah Teungku sama juga datang dari Peureulak bersama-sama dengan Sofyan Ali dan Sofyan Djalil kacung-nya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla ?

 

Teungku Maat, Teungku sudah dijadikan alat oleh para keroco TNI budek-Jawa di Goteborg sekarang ini. Tetapi, karena Teungku Maat buta, itu keroco TNI budek-Jawa tidak kelihatan oleh Teungku Maat. Teungku Maat terus saja menyeruduk rakyat Acheh lainnya, sama seperti yang dilakukan oleh Sofyan Ali pemimpin milisi yang anti ASNLF/GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

 

Jadi Teungku Maat, tidak perlu Teungku banyak bicara di mimbar bebas ini, kalau hanya sekedar mengatasnamakan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, padahal bertemu dan bergabung pun tidak pernah. Ini sama seperti itu keroco-nya TNI budek-Jawa Djoko Santoso.

 

Kemudian, itu yang paling pertama membocorkan keluar dari ruangan Perundingan di Vantaa, Finlandia itu adalah tim juru runding RI sendiri, yaitu Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil kepada salah seorang wartawan Kompas, Abun Sanda yang ada di Paris, pada tanggal 29 Mei 2005. Mereka langsung berceloteh melalui telepon kepada wartawan Kompas itu. Dan itu langsung dimuatnya di Kompas pada tanggal 30 Mei 2005. Kemudian siangnya Ahmad Sudirman menerima kutipan berita tersebut dari seseorang. Dan tentu saja Ahmad Sudirman langsung memberikan komentar terhadap berita bocoran Awaluddin dan Djalil itu.

 

Jadi Teungku Maat, bukan Ahmad Sudirman cepat melambungkan berita, melain itu keroco-keroco-nya Teungku Maat  yang dari Kompas itu yang mendapat berita bocoran langsung dari Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil dari Vantaa, dari tempat mereka berunding.

 

Karena mereka sendiri yang telah membocorkan, jelas Ahmad Sudirman tidak bisa tinggal diam. Dan itu telah menyalahi perjanjian bersama, untuk tidak memberitakan keluar masalah-masalah yang sedang dirundingkan dan belum disepahami.

 

Nah, kalau Teungku Maat tertipu dengan cerita bocoran Hamid Awaluddin dan Sofyan Djalil kemudian bercuap itu Self-Government tidak sama dengan merdeka, atau Self-Government sama dengan otonomi khusus, maka Teungku Maat hanya terjebak oleh kelakuan taktik busuk pihak RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dengan TNI budek-Jawa-nya.

 

Jelas, Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu dengan cerita bocoran tim juru runding RI itu. Karena itulah mengapa langsung hari itu juga Ahmad Sudirman memberikan komentar untuk mematahkan propaganda gombal pihak RI. Padahal masalah-masalah yang dilontarkan pihak Awaluddin dan Djalil itu belum disepahami sampai sekarang juga.

 

Jadi, Ahmad Sudirman menghadang dan merobohkan taktik Awaluddin dan Djalil yang menggiring kepada masalah otonomi khusus dengan UU No.18/2001.

 

Selanjutnya, ternyata Teungku Maat, ketika ditanya: ”Apakah Teungku Maat sudah membaca dengan mata sendiri itu konsep self-government yang disodorkan oleh pihak ASNLF ? Ataukah hanya membaca dan mendengar dari para keroco TNI budek-Jawa-nya Jenderal TNI Djoko Santoso dan kacung-milisi-nya TNI Sofyan Ali ?”

 

Teungku Maat tidak bisa menjawab. Karena memang Teungku Maat hanya membaca konsep Self-Government dari hasil bocoran Awaluddin dan Djalil saja. Alias dari kacung-kacung-nya TNI budek-Jawa Djoko Santoso.

 

Nah, disinilah itu Teungku Maat mudah ditiup dan ditarik hidungnya tanpa disadari oleh itu keroco TNI budek-Jawa. Tanpa dipikir panjang, langsung saja disantoknya itu cerita yang digombalkan oleh tim juru runding RI. Padahal isinya penuh propaganda yang keropos alias yang belum tentu benarnya dan yang belum tentu disepahami.

 

Jadi, Teungku Maat, kalau Teungku Maat mengatakan bahwa Ahmad Sudirman memojokkan bangsa Acheh kedua kali berdasarkan komentar Ahmad Sudirman terhadap bocoran dari Awaluddin dan Djalil melalui Abun Sanda wartawan Kompas dari Paris yang telah dimuat di Kompas 30 Mei 2005, itu tandanya Teungku Maat adalah seorang yang buta dan keropos otaknya. Hanya tertiup oleh hembusan racun propaganda kosong pihak RI dan TNI budek-Jawa-nya saja.

 

Kemudian, itu orang-orang Sunda sekarang sedan berjuang dan tetap terus berjuang. Nah karena mata Teungku Maat tidak bisa melihatnya karena selalu memakai kacamata hitam mbah Soekarno Jawa, maka itu perjuangan bangsa Sunda yang telah berlangsung lama tidak kelihatan. Dasar Teungku Maat hanya mudah ditipu keroco TNI budek-Jawa Djoko Santoso dan milisi Sofyan Ali saja. Jangan banyak bercuap Teungku Maat tentang orang-orang Sunda yang sedang berjuang sekarang.

 

Kalau ada orang Sunda yang sudah ditarik hidungnya oleh TNI budek-Jawa Djoko Santoso, sama juga seperti orang-orang Acheh yang ditarik hidungnya oleh TNI budek-Jawa dan Susilo Bambang Yudhoyono, seperti Sofyan Ali orang Peureulak itu, atau Sofyan Djalil, atau Nazaruddin Sjamsuddin orang Acheh dari KPU itu.

 

Terakhir, Teungku Maat sudah terkapar di Goteborg sambil diusung oleh para keroco TNI budek-Jawa dan cecunguknya Susilo Bambang Yudhoyono yang ada di sekitar Goteborg.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 3 Jun 2005 22:55:13 +0100 (BST)

From: Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk

Subject: Re:<<PPDi>> BUNG AHMAD MENGHEMBUS NAFAS TERAHIR

To: ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com

Cc: ahmad ahmad@dataphone.se

 

“Nah, yang jadi pertanyaan, apakah Teungku Maat selama ada di Arvika atau di Stockholm atau di Goteborg pernah langsung berdiskusi, membicarakan, memikirkan, menganalisa, merencakan tentang langkah dan derap perjuangan ASNLF/GAM dengan Teungku Hasan Muhamamad di Tiro secara pribadi ? Jawab dulu pertanyaan Ahmad Sudirman ini.” (Ahmad Sudirman, 3 Juni 2005)

 

Tgk

Baik lah bung Ahmad tolol, tgk bukan perna berdiskusi masalah bagai mana masalah atau langkah yang diterap kan, dan bukan secara pribadi, tapi secara terbuka. Sebab perjuangan Atjé adalah bukan perjuangan pribadi. Kalau bung tidak membiar kan diri bung di kuasai oleh kebodohan bung silakan kunjungi medlemsfre dan dengar sendiri. supaya bung tahu bagaimana hakikat perjuangan Atjéh.

 

Bung

”Seterusnya, Apakah Teungku Maat sudah membaca dengan mata sendiri itu konsep self-government yang disodorkan oleh pihak ASNLF ? Ataukah hanya membaca dan mendengar dari para keroco TNI budek-Jawa-nya Jenderal TNI Djoko Santoso dan kacung-milisi-nya TNI Sofyan Ali ? Jawab juga pertanyaan Ahmad Sudirman ini.”

 

Tgk

Bung ini benar2 idiot, apa yang hendak bung sembunyikan......???? GAM-M-Z datang ke Helsinki hanya untuk megatur pembahagian hasil bumi Atjéh, pemilihan lokal, bendera Atjéh masalah HAM dan lain lain lagi.

 

sekarang bung jelaskan.

Apa itu merdeka......??? Apa itu seft-gevernment.....???Apa bzanya seft-gevernment dengan merdeka....??? kalau bung tidak tahu menjawab get loss jangan banyak ngomong.

 

Bung

Dan coba tunjukkan dimana letak dan posisi Ahmad Sudirman memojokkan bangsa Acheh kedua kali ? Dan bila yang pertama kalinya ? Jangan hanya membuat fitnah yang seenak perut sendiri.

 

Tgk

Bung melambungkan berita di Helsinki begitu cepat dari pada seorang jurnalis. Dan menyokongnya dengan begitu bersemangat tampa mengetahui bagai mana situasi dilapangan khususnya mereka yang memegang senjata. Anggota GAM-M-Z melambungkan berita ke lapangan bukan seft-Gevernment tapi merdeka dan begtujuga kepada rakyat awam.

 

Bung

Itu bangsa Ahmad Sudirman adalah bangsa Sunda yang memiliki sejarah tua dan tersendiri. Coba tunjukkan dan buktikan, apa yang dimaksud Teungku Maat dengan menyatakan: bangsa bung Ahmad yang tidak bermaruah. Teungku Maat jangan hanya bercuap seenak perut sendiri mengikuti itu kelakuan Jenderal Djoko Santoso-Jawa dan kacung-milisi-nya TNI Sofyan Ali, yang pandainya hanya main tuduh seenak udel sendiri.

 

Tgk

Barajuta orang sunda dan bependidikan tinggi tapi kenanpa tidak ada yang sedar, yang bahwa bangsa Sunda hidup di bawah penjajahan RI. Apaka semua bangsa Sunda sedang asyik menik matikan jamu mbak Mega yang begitu enak da lazat. Kenapa dengan sejarah.....bangsa Sunda mahu hidup dengan sejarah tua mereka. Apa sejarah kuno mereka membuat mereka bebas atau merdeka dari pada NKRI....??? Bung tolong banugun kan mereka yang sedang enak dan lazat dengan jamu mbak mega dong. Bung kan orang pintar....

 

Salam dari

Tgk di Tiro

 

tgk_maat@yahoo.co.uk

Goteborg, Swedia

----------