Stockholm, 7 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MENHAN SUDARSONO JADIKAN KALLA SEBAGAI KAMBING HITAM & LUPA REALITA PERUNDINGAN ASNLF-RI SUDAH JADI FORMAL

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MENTERI PERTAHANAN JUWONO SUDARSONO MENJADIKAN JUSUF KALLA SEBAGAI KAMBING HITAM & LUPA REALITA PERUNDINGAN ASNLF-RI SUDAH MENJADI FORMAL

 

“Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri tidak terlibat dalam proses pertemuan Helsinki. Itu prakarsa dari Wapres yang saya anggap masih valid dalam rangka menangani teater politik yang namanya kepedulian internasional terhadap Aceh." (Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin, 6 Juni 2005)

 

Dengan hembusan dari mulut orang-orang F-PDIP-Mega yang duduk di Komisi I DPR, seperti Permadi, Tjahjo Kumolo, dari F-KB-Gus Dur, seperti AS Hikam, Ali Masykur, dari Fraksi PAN-Amien Rais, seperti Djoko Susilo, Dradjad Hari Wibowo dan Fuad Bawazier yang menghembuskan penyetopan perundingan damai di Acheh kemuka Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, sehingga Juwono Sudarsono melancarkan gerakan pertahanan diri dengan menyudutkan dan mengkambing-hitamkan Jusuf Kalla sebagai otak dari perundingan ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finlandia untuk mencapai solusi damai di Acheh.

 

Walaupun banyak yang menolak, tetapi ada sebagian yang mendukung Perundingan ASNLF-RI ini seperti dari Koalisi Kerakyatan, yaitu dari Fraksi Demokrat (PD), seperti Soekartono Hadiwarsito, Sutan Bhatoegana, dan Muhammad Nadjib, dari Fraksi Partai Golkar, seperti Andi Mattalata, dan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti Untung Wahono, Zoelkieflimansyah, Nasir Djamil.

 

Kelihatan dengan jelas, bagaimana itu orang-orang penerus Soekarno yang duduk dalam Komisi I DPR yang diwakili orang-orang dari PDI-P-nya Megawati, orang-orang dari PKB-nya Gus Dur, dan orang-orang dari PAN-nya Amien Rais, yang ingin terus menduduki dan menjajah Acheh, tidak ingin timbulnya perdamaian di Acheh.

 

Para keroco dari Komisi I DPR yang tidak ingn perundingan untuk perdamaian dan penentuan nasib sendiri rakyat Acheh ini sudah tidak melihat lagi kenyataan yang ada, yaitu bahwa sebenarnya Perundingan ASNLF-RI adalah bukan lagi perundingan yang sifatnya informal sebagaimana yang dipropagandakan dan digembar-gemborkan oleh pihak RI, melainkan telah menjadi Perundingan yang sifatnya formal.

 

Dan Perundingan ASNLF-RI untuk mencapai solusi damai di Acheh ini telah mendapat dukungan dunia internasional, khususnya dari Uni Eropa untuk membantu menyelesaikan proses jalannya perdamaian di Acheh ini.

 

Nah, dengan adanya realita bahwa Perundingan ASNLF-RI telah menjadi formal dan telah menjadi masalah internasional, maka dari sebagian besar pihak DPR, Jenderal-Jenderal TNI, dan dari kalangan sebagian anggota Kabinet Susilo Bambang Yudhoyono, seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, dan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) M Ma’ruf terus mencari jalan untuk menggagalkan Perundingan ASNLF-RI yang sedang berjalan prosesnya di Helsinki ini, dan memojokkan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai kambing hitamnya.

 

Disini menunjukkan bahwa ternyata usaha-usaha untuk menciptakan perdamaian di Acheh dan memberikan kebebasan kepada rakyat Acheh untuk menentukan nasib mereka sendiri dengan mentah-mentah ditolak oleh sebagian besar dari anggota DPR, Jenderal-Jenderal TNI, dan para penyokong penganeksasian Acheh yang dijalankan oleh para penerus Soekarno seperti yang terkumpul dalam PDI-P-Mega, PKB-Gus Dur, dan PAN-Amien Rais.

 

Memang dengan adanya upaya penggagalan perundingan damai ASNLF-RI di Vantaa, Helsinki, Finladia ini adalah dengan tujuan agar supaya tetap Negeri Acheh berada dalam dekapan selimut dan kurungan kerangka tubuh NKRI jelmaan RI-Jawa-Yogya yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Tetapi tentu saja perjuangan rakyat Aheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri ini akan terus melangkah dengan derap langkah yang kuat guna meraih kembali tanah Negeri Acheh yang telah dianeksasi dan diduduki oleh RI lebih dari setengah abad ini.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------