Stockholm, 11 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA, ITU NOER HASSAN WIRAJUDA PAKAI TAKTIK LOBI KEROPOS YANG TIDAK AKAN LAKU

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MATIUS DHARMINTA, ITU MENTERI LUAR NEGERI NOER HASSAN WIRAJUDA BAGAI CACING KEPANASAN MELIHAT ASNLF/GAM BERHASIL LOBI LUAR NEGERINYA, DAN BERHASIL MENINJU JENDERAL ENDRIARTONO SUTARTO DAN GENG KOMISI I DPR & PDIP-MEGA

 

”Tak satu pun negara anggota PBB yang mendukung separitisme di Aceh maupun Papua. Menjalin lobi dengan kedutaan asing dengan tujuan agar negara-negara seperti Inggris, AS, Jepang dan lainnya dapat terus menekan GAM. Pemerintah perlu terus minta dukungan pada negara lain agar ada tekanan terhadap GAM untuk menerima otonomi khusus sebagai penyelesaian dalam konflik di Aceh. Masyarakat tidak banyak tahu mengenai substansi pembicaraan. Negara-negara Uni Eropa memang ingin sekali masalah pemantauan penyelesaian konflik Aceh dibahas lebih dahulu sebelum memasuki substansi pembicaraan" (Menlu Noer Hassan Wirajuda, dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR yang dipimpin ketuanya Theo L Sambuaga di Jakarta.)

 

Baiklah Dharminta di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda sudah kalang kabut. Ia memasang jerat lobi  dengan para Duta Besar Asing yang ada di Jakarta, untuk mempropagandakan bahwa Acheh adalah milik mbahnya Soekarno penipu licik, yang telah menelan dan mencaplok Negeri Acheh. Sambil menyodorkan UU No.18/2001 gombal dan keropos yang penuh penipuan itu.

 

Propaganda Noer Hassan Wirajuda adalah propaganda lobi gombal yang tidak akan berhasil. Karena kenyataan berdasarkan fakta dan buktinya, itu konconya dari TNI, seperti Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Jenderal Djoko Santoso, Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra terus saja melakukan tindakan kejahatan pelanggaran hak asasi manusia di Acheh, terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Pelanggaram HAM bukan hanya membunuh, tetapi juga menyiksa, menculik, memperkosa, dan mentortir yang lebih kejam dari pada para kaum Yahudi penjajah di Palestina. Mana pernah terjadi pasukan Yahudi memperkosa wanita muslim Palestina. Tetapi itu cecunguk pasukan non-organik TNI bukan hanya membunuh, tetapi juga memperkosa wanita-wanita muslimah Acheh. Betapa bejad dan durjananya itu. Apakah perbuatan tindak pidana pelanggaran HAM di Acheh  masih terus saja mau ditutup-tutupi.

 

Jelas, itu kejahatan TNI di Acheh yang diperintahkan oleh para Jenderal TNI budek-Jawa itu sudah sampai ke negara-negara asing. Bagaimana bisa dibantah lagi.

 

Dharminta, apa yang kalian mau terus dukung dan sokong itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda, kalau kenyataannya memang benar itu Negeri Acheh ditelan, dianeksasi, diduduki, dan dijajah oleh Soekarno melalui RI-Jawa-Yogya-nya dalam bangunan RIS.

 

Coba itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda yang katanya sudah Doktor itu untuk menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh. Walaupun dari sejak munculnya mimbar bebas ini setiap tulisan Ahmad Sudirman sampai ke meja kerjanya, tetapi, ia tetap bungkam, karena memang budek dan kosong ilmunya tentang legalitas Acheh masuk kedalam sarang burung garuda pancasila RI.

 

Mana itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda memiliki pengetahuan tentang Acheh, paling hanya menjiplak dari cerita mitos yang dibuat-buat oleh mbah Soekarno-Jawa penipu licik dan para penerus budeknya itu.

 

Memang wajar, itu Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda tidak akan berani melambungkan tentang akar utama timbulnya konflik Acheh, karena memang ilmu tentang Acheh yang dimiliki oleh Noer Hassan Wirajuda adalah picik sekali, hasil kutipan dari tempat sampahnya mbah Soekarno-Jawa penipu licik.

 

Jadi Dharminta, sampai kapanpun itu taktik jerat lobi mang Noer Hassan Wirajuda tentang Acheh terhadap para Duta Besar Negara-Negara Asing yang ada di Jakarta tidak akan berhasil.

 

Karena memang dasar argumentasinya, fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya tentang Acheh dimasukkan kedalam RI sangat keropos alias gombal.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 11 Jun 2005 01:38:33 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: MENLU: SEMUA NEGARA ANGGOTA PBB TAK DUKUNG GAM

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, Agus.Renggana@kpc.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com, apalahu2000@yahoo.co.uk, agungdh@emirates.net.ae, abdul.muin@conocophillips.com, ahmedjpr@yahoo.com, ahmad_mattulesy@yahoo.com, as_fitri04@yahoo.com, Muhammad al qubra <acheh_karbala@yahoo.no>, abuguntur master <abuguntur@hotmail.com>, aneuk_pasee@yahoo.com

 

MENLU: SEMUA NEGARA ANGGOTA PBB TAK DUKUNG GAM

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

----------

 

MENLU: SEMUA NEGARA ANGGOTA PBB TAK DUKUNG GAM

 

Jakarta - Menlu Hasan Wirajuda mengatakan asumsi publik mengenai akan lepasnya Aceh dari Indonesia terlalu simpistis karena sampai saat ini semua negara anggota PBB tidak ada satupun yang mendukung separatisme di wilayah RI.

 

"Tak satu pun negara anggota PBB yang mendukung separitisme di Aceh maupun Papua," kata Menlu dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR yang dipimpin ketuanya Theo L Sambuaga di Jakarta.

 

Ia mengatakan dalam pernyataan bersama antara RI dan AS secara eksplisit disebutkan bahwa Amerika memberikan dukungan penuh atas keutuhan wilayah RI.

 

Menlu berpendapat hal yang perlu diupayakan secara terus menerus oleh pemerintah saat ini adalah menjalin lobi dengan kedutaan asing dengan tujuan agar negara-negara seperti Inggris, AS, Jepang dan lainnya dapat terus menekan GAM.

 

"Pememrintah perlu terus minta dukungan pada negara lain agar ada tekanan terhadap GAM untuk menerima otonomi khusus sebagai penyelesaian dalam konflik di Aceh," katanya.

 

Menlu mengatakan, meskipun pihaknya tak terlibat secara langsung dalam pertemuan dengan GAM di Helsinki, tapi dalam rapat-rapat kabinet pihaknya selalu memberi masukan mengenai penyelesaian Aceh tersebut.

 

Menlu menambahkan pembicaraan soal Aceh saat ini lebih menonjol pada persoalan cara penanganannya dan bukan pada substansi masalahnya.

 

"Masyarakat tidak banyak tahu mengenai substansi pembicaraan. Negara-negara Uni Eropa memang ingin sekali masalah pemantauan penyelesaian konflik Aceh dibahas lebih dahulu sebelum memasuki substansi pembicaraan," katanya.(*)

----------