Stavanger, 12 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA MENGAPA SAKIT HATI KALAU DIKATAKAN YUDHOYONO CS MEMBODOHI RAKYATNYA ?

Ali Al Asytar

Stavanger - NORWEGIA.



KARENA KEBENARANLAH YANG MEMBUAT KALIAN YANG BERSEKONGKOL DALAM SYSTEM INDONESIA MUNAFIQ MENJADI SAKIT HATI, BUKAN BANGSA ACHEH SUMATRA PENYEBABNYA

 

Muba zir ! Nampaknya kamu ini sudah menjadi tukang "Re" di milis ini. Apakah memang demikian caranya pembela-pembela Indonesia "Al Hipokrit" itu dalam membela diri ? Kenapa kamu senantiasa gegabah dalam menanggapi tulisan orang lain. Sepak terjang kamu mirip sekali dengan arwah Sumitro yang melawan Ustaz Ahmad Sudirman secara membabi buta.

 

Tulisan Bang Dahlan dari Australia itu begitu tepat untuk dialamatkan kepada Pejabat-pejabat Indonesia itu: "apapun istilah-nya, yang namanya NKRI itu  adalah negara dominasi jawa-jawa atau  imperialist-jawa. Kalau bukan kenapa seorang Gendral  bisa berbicara demikian, atau katakanlah bahwa  Juwono Sudarsono bodoh, kenapa pamerintah NKRI  memilih seorang menteri orang yang bodoh, demikian  juga banyak anggota DPR-nya yang sama bodohnya"

 

Mungkin Muba zir sangat sakit telinganya untuk mendengar "kata bodoh" yang dialamatkan kepada petinggi-petinggi Indonesia itu. Namun itu adalah kenyataannya hai Muba zir. Mereka memang semuanya menjadi bodoh. Hal ini disebabkan mereka senantiasa mengandalkan nafsu "Shaithannya" dalam persoalah Bangsa Acheh, West Papua dan Maluku. Akibatnya mereka tidak mampu menghadapi suatu persoalan dengan pikiran yang tenang dan benar.

 

Benar yang saya maksudkan diatas bukan berdasarkan kacamata Indon dan juga bukan kacamata Acheh, West Papua dan Maluku. Andaikata kalian tidak suka menurut kaca mata Pemilik dunia ini, dan segala isinya termasuk kalian -- disebabkan kalian menganut paham sekuler, palingkurang kita menggunakan kacamata Internasional/tim wasit. Masak pertandingan bola kaki antara kesebelasan Indonesia dan Acheh - Sumatra mau pakai wasit Indonesia segala yang sudah demikian nampak jelas dimata Internasional tidak jujur. Kita musti pakai wasit Internasional  dong.

 

Selanjutnya saya nak jelaskan kepada kalian bahwa hampir semua orang yang menimba ilmu dalam system Indonesia Hipokrit adalah bodoh, dungu dan budek pakai istilah Ustaz Sudirman.

 

Pernyataan saya ini bukan karena emosi sebagaimana Muba zir cs. Ini adalah realita. Kendatipun di university-university diajarkan disiplin-disiplin Ilmiah, namun terdapat juga suatu teaching - learning process yang mensirnakan semua disiplin-disiplin Ilmiah tadi. Yang saya maksudkan adalah teaching - learning process "Puncasilap" pakai istilah Al Qubra.

 

Masih saya gunakan kacamata Al Qubra, pada hakikatnya mereka itu tidak mengenal siapa sesungguhnya Pemilik Kebenaran. Kebenaran yang dihasilkan  manusia harus di tinjau dengan kacamata "Pemilik" kita sendiri (Khaliq), bukan dengan kacamata orang ramai (Makhluq). Justru itulah makanya kebanyakan orang-orang Indonesia menjadi "basyar - basyar", makhluk yang dikhawatiri Malaikat akan keberadaannya di permukaan Planet ini.

 

Kalau Muba zir bertambah sakit hati dengan pernyataan saya ini bukanlah saya penjebabnya, namun kebenaran Allah lah yang membuat kalian sakit hati. Keberadaan manusia di Bumi mini untuk menjalankan proses ujian sebagai filter yang digunakan Khaliq untuk menentukan siapakah diantara manusia itu yang akan menjadi basyar dan siapa yang memenuhi kriteria sebagai manusia yang sesungguhnya.

 

Billahi fi sabililhaq

 

Ali Al Asytar

 

alasytar_acheh@yahoo.com

Stavanger, Norwegia

----------

 

Date: Sun, 12 Jun 2005 03:06:24 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUHAMMAD DAHLAN: YANG BISA KITA ANDALKAN DARI NKRI ADALAH BAGAIMANA MEMBODOHI RAKYAT

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, tang_ce@yahoo.com

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

 

Dahlan... Dahlan... Bisa nggak sih ngomong agak berbobot... Dikiiiitt... aja.... Malu lah sama si Mad yang menjadi comblang kamu mem-forward ocehan tak bebobotmu itu ke mimbar ini... Apa si Mad juga sebenarnya nggak punya urat malu? Yang penting menentang "Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah

Indonesia"?

 

Perkara bobot nomor sekian lah... He he... Lihat aja murid-murid kesayangan si Mad, semuanya nggak punya otak: warwick, singamangaraja, dan omar puteh... Cuap-cuap hanya untuk memuaskan syahwat separatisme..!! Malu ah...!!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------