Stockholm, 13 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA DIJON HANYA PAKAI ARGUMENTASI AMPAS PERASAN CERITA KOSONG SOEKARNO YANG TIDAK PUNYA KEKUATAN SEDIKITPUN

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MUBA DIJON MEMANG PANDAINYA HANYA PAKAI ARGUMENTASI AMPAS PERASAN CERITA KOSONG SOEKARNO YANG TIDAK PUNYA KEKUATAN SEDIKITPUN

 

"Kamulah yang melupakan kejadian penting dari periode RIS itu: "Dipilihnya SECARA BULAT Soekarno-Hatta sebagai Presiden-Wapres RIS oleh seluruh negara bagian yang tergabung dalam RIS, yang menyebabkan Soekarno-Hatta harus menyerahkan jabatan RI-Renville kepada Assaat". Itu hanya menunjukkan bahwa semua pimpinan negara bagian dalam RIS itu berharap RIS kembali ke RI Proklamasi 17 Agustus 1945. Dan dengan SANGAT CEPAT, hanya 8 bulan, jalan ke arah itu dimulai dengan membubarkan RIS dan membentuk NKRI pada Agustus 1950 dan KEMBALI SOEKARNO-HATTA TERPILIH menjadi Presiden-Wapres NKRI. Dan setelah itu, semuanya bahu membahu menuju cita-cita proklamasi: Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Alhamdulillah Allah merestui cita-cita itu, dan Indonesia tegak berdiri dengan kokoh sampai sekarang." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Mon, 13 Jun 2005 10:21:53 -0700 (PDT))

 

"Apa yang dilakukan bandit hasan tiro "pergi keluarnegara lagi denganjanji 6 bln dia akan pulang dengan membawa pulang alat2 perang, tapi sampai sekarang kosong" seperti yang dituliskan tengku maat, setidaknya itu adalah kali kedua. Yang pertama adalah ketika di masa pemberontakan Daud Beureuh. Ketika itu bandit hasan tiro yang modalnya hanya pernan jalan-jalan ke luar negeri saja itu, "diperintah Daud Beureuh dan dititipi dana untuk membeli senjata di luar negeri", tapi kemudian "sang bandit itu tidak pernah kembali, baik membawa senjata ataupun mengembalikan dananya"." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Mon, 13 Jun 2005 09:53:29 -0700 (PDT))

 

Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Dewan Pemilihan Presiden RIS yang melakukan sidangnya tanggal 15-16 Desember 1949 untuk mengadakan pemilihan Presiden RIS yang pertama, dan Soekarno terpilih jadi Presiden. Itu terpilihnya Soekarno sebagai Presiden RIS, bukan berarti “menunjukkan bahwa semua pimpinan negara bagian dalam RIS itu berharap RIS kembali ke RI Proklamasi 17 Agustus 1945.”

 

RIS sudah mempunyai Konstitusinya sendiri. Sedangkan RI hanya merupakan salah satu Negara Bagian RIS dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS.

 

Kalau juga ada orang yang mempunyai pikiran 15 Negara/Daerah Bagian RIS mau dimasukkan kedalam Negara RI-Jawa-Yogya, itu hanya ada dalam taktik dan strategi  Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Dan tidak ada dalam Konstitusi RIS disebutkan RIS akan dibubarkan. Dan tidak ada para Pimpinan dari setiap Negara/Daerah Bagian RIS yang membangun Negara/Daerah-nya untuk nantinya digabungkan dengan Negara RI-Jawa-Yogya.

 

Nah, hanya ada satu alasan logis yang bisa diterima, yaitu kelicikan Soekarno untuk menguasai lawan-lawan politiknya, terutama dari tiap-tiap Pimpinan Negara/Daerah Bagian RIS.

 

Dan jalan yang bisa dijadikan oleh Soekarno untuk menjerat lawan-lawan politiknya adalah melalui jalur penciptaan payung hukum. Dan dengan kelicikan dan kelihaian memainkan taktik tipu muslihat-nya, itu Soekarno lolos membuat Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950.

 

Nah dari sini saja, memang sudah bisa dilihat, bahwa memang dari sejak awal itu Soekarno masuk kedalam RIS melalui RI-Jawa-Yogya-nya untuk bisa menjerat dan sekaligus menelan Negara/Daerah Bagian RIS masuk kedalam perut Negara RI-Jawa-Yogya.

 

Dan memang itulah taktik dan strategi Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang wilayah kekuasannya di Yogyakarta dan sekitar-nya diperluas tanpa memakai sebutir pelurupun dengan cara pembuatan payung hukum UU Darurat No.11/1950.

 

Bahkan yang paling seru adalah ketika Soekarno ingin menelan Negara Indonesia Timur Dan Negara Sumatra Timur. Itu Soekarno tidak mudah untuk menipu dua pimpinan Negara Bagian RIS, yaitu NIT dan NST untuk bergabung dengan Negara RI-Jawa-Yogya.

 

Jadi, kalau digali lebih dalam apa yang terjadi dalam masa periode 14 Desember 1949 sampai 15 Agustus 1950, itu memang suatu kejadian yang sangat besar dalam sejarah Negara-Negara yang ada di Nusantara ini. Dimana 15 Negara/Daerah bagian RIS yang mereka mau hidup duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dibawah naungan Negara Republik Indonesia Serikat, telah dihancurkan oleh taktik licik dan kelihaian main tipu Soekarno dengan UU Darurat No.11/1950-nya.

 

Celakanya adalah Negeri Acheh yang berada diluar wilayah de-facto dan de-jure RIS disapu Soekarno, setelah Soekarno merasa berhasil dengan tipu muslihatnya dalam RIS. Dimana Acheh dimasukkan kedalam mulut RIS, melalui taktik sulap PP RIS No.21/1950, satu hari sebelum RIS dibubarkan, dan dibangun Negara Baru RI-Jawa-Yogya yang telah gemuk, yang seterusnya menjelma menjadi NKRI, pada 15 Agustus 1950, dengan Negeri Acheh berada didalam perut buncit-nya itu.

 

Jadi tidak benar, apa yang dikatakan Muba Dijon: ”Dan dengan SANGAT CEPAT, hanya 8 bulan, jalan ke arah itu dimulai dengan membubarkan RIS dan membentuk NKRI pada Agustus 1950 dan KEMBALI SOEKARNO-HATTA TERPILIH menjadi Presiden-Wapres NKRI. Dan setelah itu, semuanya bahu membahu menuju cita-cita proklamasi: Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke.”

 

Itulah memang taktik dan strategi Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang telah menjalankan kebijaksanaan ekspansi politiknya untuk menguasai seluruh wilayah yang ada diluar wilayah de-facto dan de-jure RI-Jawa-Yogya.

 

Kemudian, setelah RI-Jawa-Yogya yang buncit menjelma menjadi NKRI, itu tidak ada pemilihan Presiden NKRI sebagaimana yang dikatakan Muba Dijon. Itu Muba Dijon hanya berbual saja. Banyak bohongnya, itu Muba Dijon kalau bercuap di mimbar bebas ini. Soekarno tetap memegang dan menguasai dengan penuh kediktatoran-nya NKRI jelmaan RI-Jawa-Yogya yang buncit itu.

 

Muba Dijon jangan banyak cuap dan jangan banyak berbual kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman.

 

Selanjutnya, Muba Dijon masih terus saja menyinggung: ”Yang jelas, pada tahun 1976 bandit hasan tiro UJUG-UJUG dan tidak ada hujan tidak ada angin mengumumkan apa yang mereka namakan "reploklamasi Aceh".”

 

Itu yang mengatakan ujug-ujug, adalah memang orang-orang keroco pendukung Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Acheh. Kalau Teungku Hasan Muhammad di Tiro memproklamasikan ulang Negara Acheh 4 Desember 1976, itu adalah hak rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas datri pengaruh kekuasaan RI-Jawa-Yogya yang menjelma menjadi RI setelah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS.

 

Teungku Hasan Muhammad di Tiro ketika memproklamasikan ulang negara Acheh tidak mengacu kepada gerakan Teungku Muhammad Daud Beureueh.

 

Justru itu Republik Islam Acheh (RIA) jelmaan dari NII-nya Teungku Muhammad Daud Beureueh yang telah dinyatakan habis oleh Soekarno dengan menyerahnya Teungku Muhammad Daud Beureueh karena tertipu dengan umpan amnesti Soekarno, tidak dijadikan acuan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Teungku Hasan Muhammad di Tiro memproklamasikan ulang Negara Acheh yang telah dibangun oleh Sultan Iskandar Muda, yang telah membangun Kesultanan Acheh sampai mencapai puncak kejayaannya.  Jadi Negara Acheh yang diproklamasikan ulang oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro merupakan estafet dari Negara Acheh yang telah berdiri dan dibangun dan diperluas oleh Sultan Iskandar Muda.

 

Sedangkan NII-nya Teungku Muhammad Daud Beureueh hanyalah berdiri sejak dimaklumatkan 20 September 1953 yang selanjutnya menjelma menjadi Republik Islam Acheh (RIA) sampai tenggelamnya ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh berhasil dijerat Soekarno dengan amnesti dan berakhir pada bulan Desember 1962. Kalau juga ada yang meneruskan RIA, itu hanyalah nama saja. Karena secara de-facto dan de-jure memang yang namanya RIA sudah hilang lenyap.

 

Jadi tidak benar Teungku Hasan Muhammad di Tiro culas terhadap Teungku Muhammad Daud Beureueh. Karena memang tidak ada estafet kesinambungan antara Negara Acheh yang dibangun dan dikembangkan oleh Sultan Iskandar Muda dengan apa yang dimaklumatkan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh. Sedangkan Negara Acheh yang dimaklumatkan ulang oleh Teungku Hasan Muhammad ditiro 4 Desember 1976 itu merupakan estafet kesinambungan dari Negara Acheh yang dibangun dan dikembangkan oleh Sultan Iskandar Muda. Dan memang itulah yang logis dan bisa diterima.

 

Karena itu salah fatal kalau Muba Dijon menyatakan: ”Yang jelas, pada tahun 1976 bandit hasan tiro UJUG-UJUG dan tidak ada hujan tidak ada angin mengumumkan apa yang mereka namakan "reploklamasi Aceh".”

 

Jadi Muba Dijon, kalian memang sudah tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum untuk terus menguasai dan menjerat Negeri Acheh. Mengapa ? Karena itu Negeri Acheh dimasukkan oleh Soekarno secara ilegal dan sepihak.

 

Seterusnya, taktik dan strategi Teungku Hasan Muhammad di Tiro melakukan perang melawan penjajah RI dari luar sejak 29 Maret 1979, itu adalah suatu taktik dan strategi yang jitu dan tepat. Mengapa ?

 

Karena buktinya sampai detik ini, perjuangan bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan penjajah RI tetap eksis dan tetap tegar menghadapi penjajah RI.

 

Justru dengan  dibangunnya Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia adalah merupakan jalan yang tepat untuk menghadapi pihak penjajah RI. Dan taktik strategi Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah taktik dan strategi yang brilyan. Dimana sudah 5 Presiden RI, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono tidak mampu menjatuhkan kekuatan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Pemerintah Negara Acheh dan TNA-nya.

 

Jadi yang banci kalau menurut Ahmad Sudirman adalah itu Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Karena mereka itu hanyalah orang-orang Jawa budek yang lembek, kecuali itu BJ Habibie orang Bugis tetapi ikut menjadi budek karena gabung dengan orang-orang Jawa itu.

 

Kemudian itu dalam Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia tidak ada yang culas. Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah tidak culas kepada Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Justru Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah berada di bawah perintah Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi itu Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah bukan brutus. Dan hanya orang-orang yang benci dan melakukan permusuhan kepada Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah yang berusaha untuk memecah belah Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia. Contohnya adalah Muba Dijon budek Jawa satu ini.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Mon, 13 Jun 2005 10:21:53 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: MUBA DIJON & PARA AKHLI SEJARAH NASIONAL RI MENIPU SELURUH RAKYAT ACHEH & RI

To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

 

Kamulah yang melupakan kejadian penting dari periode RIS itu: "Dipilihnya SECARA BULAT Soekarno-Hatta sebagai Presiden-Wapres RIS oleh seluruh negara bagian yang tergabung dalam RIS, yang menyebabkan Soekarno-Hatta harus menyerahkan jabatan RI-Renville kepada Assaat". Itu hanya menunjukkan bahwa semua pimpinan negara bagian dalam RIS itu berharap RIS kembali ke RI Proklamasi 17 Agustus 1945. Dan dengan SANGAT CEPAT, hanya 8 bulan, jalan ke arah itu dimulai dengan membubarkan RIS dan membentuk NKRI pada Agustus 1950 dan KEMBALI SOEKARNO-HATTA TERPILIH menjadi Presiden-Wapres NKRI. Dan setelah itu, semuanya bahu membahu menuju cita-cita proklamasi: Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Alhamdulillah

Allah merestui cita-cita itu, dan Indonesia tegak berdiri dengan kokoh sampai sekarang.

 

Pembubaran RIS dan pembentukan NKRI itu berjalan sangat mulus, tanpa ada penentangan. Jika tidak, tentu masa 8 bulan tidak akan cukup. Jadi, apa yang harus dipermasalahkan? Yang jelas, pada tahun 1976 bandit hasan tiro UJUG-UJUG dan tidak ada hujan tidak ada

angin mengumumkan apa yang mereka namakan "reploklamasi Aceh". Coba bayangkan, ada apa sih di Indonesia tahun 1976 itu? Nothing, malah itu adalah suasana setahun menjelang Pemilu 1977, di mana masyarakat sangat antusias dengan Pemilu kedua di jaman Orba itu. PPP saat itu menang di Aceh dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Itu terjadi di masa

RI adem ayem. Jadi nggak jelas tujuan bandit hasan tiro mengumumkan "reploklamasi" itu, kecuali memuaskan syahwat menguasai kekayaan Aceh...

 

Kemudian, penyebutan "reproklamasi" dengan mengacu kepada gerakan Daud Beureuh, itu jelas-jelas menunjukkan bahwa sang bandit itu memang seorang BANCI, seorang INFERIOR, yang bisanya hanya bernaung di bawah ketiak Allahyarham Daud Beureuh. Siapapun, Bangsa Indonesia, menghormati Buya Daud Beureuh. Sadar akan hal itu dan sadar bahwa sang bandit hasan tiro bukan siapa-siapa (malahan culas terhadap Daud

Beureuh), maka digunakanlah kata "reproklamasi" itu.

 

Tidak heran kalau para pendukung bandit hasan tiro itu, termasuk dan terutama si Mad, adalah orang-orang INFERIOR...!!

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------

 

Date: Mon, 13 Jun 2005 09:53:29 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: HANTU MAAT MEMILIH KEDOK SIAPA YANG AKAN DIPAKAINYA To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

 

Apa yang dilakukan bandit hasan tiro "pergi keluarnegara lagi denganjanji 6 bln diaakan pulang dengan membawa pulang alat2 perang, tapi sampai sekarang kosong" seperti yang dituliskan tengku maat, setidaknya itu adalah kali kedua. Yang pertama adalah ketika di masa pemberontakan Daud Beureuh. Ketika itu bandit hasan tiro yang modalnya hanya pernah

jalan-jalan ke luar negeri saja itu, "diperintah Daud Beureuh dan dititipi dana untuk membeli senjata di luar negeri", tapi kemudian "sang bandit itu tidak pernah kembali, baik membawa senjata ataupun mengembalikan dananya". Keculasan bandit hasan tiro di jaman Allahyarham Daud Beureuh itu bukan rahasia lagi di kalangan para pemberontak separatis aceh, apapun

faksinya. Daud Beureuh dan orang-orang dekatnya sangat benci kepada bandit culas ini. Tidak heran kalau sekarangpun banyak faksi yang menentang bandit hasan tiro yang kini sudah pikun tak berdaya itu. Selain itu, pelaksana aslnf yang berinisial M dan Z, karena

pikunnya sang bandit itu, malah menjadi brutus terhadap sang bandit, dan akhirnya faksi asnlf toneel swedia itupun terpecah-pecah lagi. Contoh nyata adalah perseteruan si Mad di pihak brutus M dan Z dengan tengku maat yang berada di pihak bandit pikun hasan tiro.

 

Hukum karma nampaknya telah diterima sang bandit hasan tiro. Jika dia dulu menculasi Daud Beureuh, maka sekarang giliran dia yang mendapat culas dari M dan Z. Lumayan lah, paling tidak kayak baca novel The Sicilian karangan Mario Puzo itu. Tapi akhirnya kan clan Sicilian itu tumpas seperti diceritakan dalam film The Untouchable yang dibintangi Kevin Costner itu.

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

----------