Stockholm, 16 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA BUTA, ITU MALING YANG TERIAK GARONG ADALAH SOEKARNO-JAWA DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



WARTAWAN JAWA POS MATIUS DHARMINTA MEMANG BUTA TIDAK MELIHAT MALING YANG TERIAK GARONG ADALAH SOEKARNO-JAWA DENGAN RI-JAWA-YOGYA-NYA

 

”Bukan Muba atau para ahli sejarah nasional RI yang menipu seluruh rakyat Aceh & RI. Tapi si--Hasan d.Tiro cs - lah yang sengaja menipu diri sendiri akan sejarah, itu semua dilakukan tuk alat mem-provokasi warga untuk menunjang ambisinya tuk berkuasa dengan kata lain maling teriak garong" (Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , Thu, 16 Jun 2005 00:52:23 -0700 (PDT))

 

Dharminta di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

 

Wartawan Jawa Pos Dharminta satu ini memang buta. Ia tidak tahu bahwa itu maling yang teriak garong adalah Soekarno-Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Coba saja perhatikan, ketika Negara-RI-Jawa-Yogya lenyap digempur Beel di Yogyakarta, Soekarno dan Mohammad Hatta dibuang ke Bangka pada 19 Desember 1948, kemudian muncul Mohammad Roem sebagai wakil dari PDRI untuk berunding dengan Van Royen di Jakarta dan hasilnya ditandatangani pada 7 Mei 1949.

 

Nah, dengan berpegang pada hasil Perundingan Roem-Royen yang menyatakan bahwa turut serta dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat (NIS) dengan tidak bersyarat. Dan Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia (RI) sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat (NIS)

 

Perjanjian Roem-Royen inilah tali penyelamat Soekarno dan peniup rokh baru untuk hidupnya kembali RI-Jawa-Yogya. Dan memang betul, itu Soekarno dan Mohammad Hatta dapat keluar dari Bangka dan masuk kembali ke Yogyakarta pada 6 Juli 1949.

 

Bagaimana caranya itu rokh bisa masuk kembali kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya ?

 

Caranya adalah, mengikuti tali hasil Perundingan Roem-Royen, yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta dikembalikan ke Yogyakarta. Dan pihak pihak Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dibawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara mengembalikan mandat kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta pada tanggal 13 Juli 1949 di Jakarta.

 

Dengan dikembalikannya mandat dari PDRI kepada pihak Mohammad Hatta, maka dalam sekejap mata, masuklah kembali rokh RI-Jawa-Yogya yang pada 19 Desember 1948 telah keluar dari tubuh RI-Jawa-Yogya.

 

Nah, langkah Soekarno selanjutnya yang dilakukan selepas keluar dari Bangka adalah mensiasati hasil Perundingan Roem-Royen itu. Dimana untuk menjerat lawan-lawan politiknya yang ada di Negara-Negara dan Daerah-Daerah yang telah bergabung dalam Badan Permusyawaratan Federal yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Kalimantan Barat.

 

Kemudian, langkah pertama yang dilakukan Soekarno di Yogyakarta untuk menjalankan politik ekspansi RI-Jawa-Yogya-nya adalah dengan melakukan pendekatan kepada pihak Sultan Hamid II dan Badan Permusyawaratan Federal untuk membangun Negara Federasi yang diberi nama Republik Indonesia Serikat.

 

Dimana untuk melaksanakan siasat tipu licik-nya Soekarno ini, diadakanlah Konferensi Inter-Indonesia yang diikuti oleh pihak RI-Jawa-Yogya dan 15 Negara/Daerah Bagian yang tergabung dalam Badan Permusyawaratan Federal dibawah pimpinan Sultan Hamid II. Pertama diadakanlah Konferensi Inter-Indonesia di Ibu Kota RI-Jawa-Yogya, yaitu di Yogyakarta dari 19-22 Juli 1949. Kemudian dilanjutkan di Jakarta dari tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 1949.

 

Nah, pembicaraan dalam Konferensi Inter-Indonesia yang diikuti oleh Badan Permusyawaratan Federal dan RI-Jawa-Yogya sebagian besar hanya mencakup masalah pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Dimana dibicarakan mengenai tata susunan dan hak Pemerintah RIS dan Negara-Negara Bagian-nya. Kemudian mengenai bentuk kerjasama RIS dengan Belanda. Dan masalah kewajiban RIS dan Belanda setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada RIS. Juga dibicarakan mengenai masalah militer yaitu Angkatan Perang RIS adalah Angkatan Perang Nasional. Pertahanan Negara adalah hak Pemerintah RIS, sedangkan Negara-Negara Bagian tidak mempunyai angkatan perang sendiri. TNI menjadi inti Angkatan Perang RIS dan menerima bekas KNIL, VB (Veiligheids Bataljons) dan kesatuan Belanda lain.

 

Itulah taktik dan strategi yang dipasang Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya dalam Konferensi Inter-Indonesia. Jadi sebelum Belanda menyerahkan kedaulatan kepada RIS, itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogyanya sibuk mengurusi untuk membentuk dan membangun RIS sebuah Negara berbentuk Federasi bersama Sultan Hamid II dari Badan Permusyawaratan Federal melalui Konferensi Inter-Indonesia.

 

Kemudian, setelah RIS terbentuk, Konstitusi RIS telah ditetapkan, tinggal penandatanganan Konstitusi RIS pada 14 Desember 1949, nah, disaat itulah Soekarno mendaftarkan RI-Jawa-Yoga menjadi anggota Negara bagian RIS.

 

Selanjutnya sudah bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan oleh Soekarno penipu licik ini dalam tubuh RIS. Ketika RIS pada tanggal 27 Desember 1949 diakui dan diserahi kedaulatan tanpa syarat oleh Belanda, maka berdirilah RIS sebagai Negara berdaulat di Nusantara dengan 16 Negara/Daerah bagian-nya.

 

Tetapi, tentu saja, itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya tidak sampai hanya menerima penyerahan dan pengakuan kedaulatan oleh Belanda, melainkan itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya telah siap menjalankan operasi pembedahan dan peleburan RIS masuk kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya.

 

Dan mengenai jalur proses peleburan RIS kedalam tubuh RI-Jawa-Yogya ini telah sering dikupas oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan sebelum ini. Jadi, dalam tulisan ini tidak perlu diulang lagi.

 

Nah sekarang, kalau itu Matius wartawan Jawa Pos Dharminta, menyatakan bahwa "Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang sengaja menipu diri sendiri akan sejarah, dan itu semua dilakukan untuk alat memprovokasi warga untuk menunjang ambisinya untuk berkuasa dengan kata lain maling teriak garong"

 

Jelas, apa yang dikatakan Dharminta itu adalah betul-betul perkataan gombal yang keluar dari otak udang yang keropos termakan racun Soekarno. Mengapa ?

 

Karena, yang sebenarnya maling teriak garong  adalah bukan Teungku Hasan Muhammad di tiro, melainkan Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Coba saja perhatikan seperti yang telah dijelaskan diatas, dimana pada awal itu Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya berpura-pura setuju dengan RIS yang berbentuk federasi. Kemudian setelah RIS berdaulat penuh di Nusantara, disapunya habis lawan-lawan politiknya dari pihak federalis. Satupun tidak ada yang disisakan. Yang dipakai hanyalah para kacung-kacungnya Soekarno dari Jawa yang tergabung dalam RI-Jawa-Yogya.

 

Dan tentu saja yang paling menyakitkan, khususnya bagi bangsa Acheh adalah Soekarno dengan RIS dan RI-Jawa-Yogya-nya menelan, mencaplok dan menduduki Negeri Acheh.

 

Nah, inilah yang sebenarnya maling teriak garong, yang dirinya sendiri adalah garong. Dan itulah Soekarno-Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Jadi Dharminta, jangan hanya sekedar bercuap di mimbar bebas ini, kalau tidak tahu alasan dan argumentasi dari apa yang kalian cuapkan itu.

 

Dharminta, kalian mati kutu.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Thu, 16 Jun 2005 00:52:23 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: MUBA DIJON & PARA AKHLI SEJARAH NASIONAL RI MENIPU SELURUH RAKYAT ACHEH & RI

To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, allindo@yahoo.com, albiruny@gmail.com, aulialailil@yahoo.com, afoe@tegal.indo.net.id, azis@ksei.co.id, Agus.Renggana@kpc.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com, apalahu2000@yahoo.co.uk, agungdh@emirates.net.ae, abdul.muin@conocophillips.com, ahmedjpr@yahoo.com, ahmad_mattulesy@yahoo.com, as_fitri04@yahoo.com,Muhammad al qubra acheh_karbala@yahoo.no

 

MUBA DIJON & PARA AKHLI SEJARAH NASIONAL RI MENIPU SELURUH RAKYAT ACHEH & RI

 

Bukan Muba atau para ahli sejarah nasional RI yang menipu seluruh rakyat Aceh & RI. Tapi si--Hasan d.Tiro cs - lah yang sengaja menipu diri sendiri akan sejarah, itu semua dilakukan tuk alat mem -provokasi warga untuk menunjang ambisinya tuk berkuasa.. dengan kata lain maling teriak garong..

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

----------