Stockholm, 17 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


BAMBANG HUTOMO-JAWA DARI PT REKAYASA INDUSTRI KASIH SARAN PADA TATI-MINANG UNTUK TUTUP MULUT

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



BAMBANG HUTOMO-JAWA DARI PT REKAYASA INDUSTRI MENGASIH SARAN PADA TATI-MINANG UNTUK TUTUP MULUT JANGAN PETENTENGAN DIDEPAN AHMAD SUDIRMAN

 

"Jeng Tati, kenapa mesti nanggepi mr dirman ????  beliau ini apapun tanggapan member milis ini akan senang-2 aja, karena prioritas utama si 'bajindul' ini untuk selalu memberikan gambaran "negatif" atau mendiskreditkan apapun tentang NKRI dan sebisa mungkin meng "Internasionalkan" berbagai persoalan di NKRI, bisa selalu muncul di milis dengan "uptodate" setiap data atau counter attack email yg berlawanan dan berusaha meng'gol'kan ide-2 "kreatif"nya dengan mempengaruhi semua pihak. Jadi pepatah "Diam adalah Emas" lebih cocok untuk 'beliau."(Bambang HW & Rahmat Santoso, bambang_hw@rekayasa.co.id , Wed, 15 Jun 2005 14:16:07 +0700)

 

Baiklah Bambang HW & Rahmat Santoso di Jakarta, Indonesia.

 

Bambang Hutomo hatinya dag-dig-dug ketika melihat dan membaca Tati-Minang terus-terusan membuka mulutnya untuk memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini.

 

Karena Tati-Minang dalam memberikan tanggapannya itu tidak memakai dasar argumentasi yang kuat, apalagi dengan didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat, melainkan hanya sebagai hasil pungutan dari tempat sampah yang beserakan didekat kantor BIN-nya Syamsir Siregar, maka itu Bambang Hutomo dari PT Rekayasa Industri naik pitam, tetapi dengan nada suara yang ditekan kejengkelannya, terbaca dari apa yang disarankannya itu: "Jeng Tati, kenapa mesti nanggepi mr dirman ????  beliau ini apapun tanggapan member milis ini akan senang-2 aja, karena prioritas utama si 'bajindul' ini untuk selalu memberikan gambaran "negatif" atau mendiskreditkan apapun tentang NKRI dan sebisa mungkin meng "Internasionalkan" berbagai persoalan di NKRI, bisa selalu muncul di milis dengan "uptodate" setiap data atau counter attack email yg berlawanan dan berusaha meng'gol'kan ide-2 "kreatif"nya dengan mempengaruhi semua pihak. Jadi pepatah "Diam adalah Emas" lebih cocok untuk 'beliau."

 

Tetapi, saran dari Bambang Hutomo ini isinya seperti orang yang menutupi kejahatan yang dilakukan mbah Soekarno dengan kain hitam. Walaupun tidak tampak karena tertutup kain hitam, tetapi terasa dan terlihat dari akibat yang dihasilkan oleh kebijaksanaan politik ekspansi-nya mbah Soekarno yang telah menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat dimasukkan kedalam usus RI-Jawa-Yogya.

 

Bambang Hutomo, seharusnya kalian itu berusaha untuk menggali, mencari, mengubrak-abrik, bahan argumentasi untuk bisa dijadikan sebagai alat pematah argumentasi yang disodorkan Ahmad Sudirman tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat yang dianeksasi oleh mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Karena kalau kalian Bambang Hutomo mendiamkan saja, itu artinya sama dengan  kalian terus menutupi dan membiarkan kejahatan yang telah dilakukan Soekarno terus berjalan dan menimbulkan konflik yang tidak selesai-selesai.

 

Kemudian, itu yang kalian katakan: "karena prioritas utama si 'bajindul' ini untuk selalu memberikan gambaran "negatif" atau mendiskreditkan apapun tentang NKRI dan sebisa mungkin meng "Internasionalkan" berbagai persoalan di NKRI" adalah sangat salah sekali.

 

Ahmad Sudirman tidak memberikan gambaran "negatif" atau mendiskreditkan apapun tentang NKRI, melainkan Ahmad Sudirman menampilkan fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah yang menyangkut Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya menelan dan mencaplok 15 Negara/Daerah Bagian RIS ditambah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Apakah dengan menampilkan semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang aneksasi Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat oleh pihak Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya adalah merupakan suatu gambaran "negatif" ?

 

Justru dengan diketahuinya apa yang sebenarnya dilakukan oleh Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya terhadap Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, itu menandakan bahwa kebenaran tidak bisa terus menerus disembunyikan dan ditutupi dengan kain hitam.

 

Dan sebenarnya seharusnya dari pihak kalian tidak tutup mulut, melainkan harus tampil dengan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat untuk dijadikan sebagai lawan argumen, guna mematahkan apa yang telah disodorkan oleh Ahmad Sudirman.

 

Tetapi, kenyataannya, sampai detik ini kalian itu tidak mampu sedikitpun untuk menghadapi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang disodorkan oleh Ahmad Sudirman. Mengapa ?

 

Karena setiap argumentasi yang kalian sodorkan, setelah Ahmad Sudirman bahas dan analisa, ternyata isinya hanya merupakan sampah saja.

 

Jadi bagaimana bisa kalian terus menerus mempertahankan pendudukan dan penjeratan di Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, kalau dasar argumentasi kalian itu sangat lemah.

 

Selanjutnya, itu soal data yang uptodate memang itu ada sumbernya, dan bisa dipertanggung jawabkan. Tinggal dari pihak kalian untuk mengujinya. Tetapi, kalian sendiri mana bisa mengujinya, karena memang kenyataan dan fakta buktinya benar.

 

Jadi, Bambang Hutomo, dalam hal mempertahankan dan terus-terusan menjerat dan menduduki Acheh, kalau kalian hanya diam, maka itu tandanya memang benar apa yang kalian lakukan di Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat itu.

 

Karena itu pepatah yang kalian lambungkan: "Diam adalah Emas" untuk menghadapi Ahmad Sudirman dalam hal pendudukan dan penjajahan RI di Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat adalah sangat salah sekali. Mengapa ?

 

Karena kalau kalian mendiamkan itu artinya sama dengan kalian mengakuinya secara jujur dan benar. Dan itulah kegombalan kalian dalam usaha menutupi kebohongan dan akal bulus yang dilakukan oleh mbah kalian Soekarno-Jawa dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Wed, 15 Jun 2005 14:16:07 +0700

From: "Bambang HW" bambang_hw@rekayasa.co.id

To: "tati -" <narastati@yahoo.com>, <ahmad@dataphone.se>, <albiruny@gmail.com>, <alchaidar@yahoo.com>, <a_yoosran@yahoo.com>, <abu_dipeureulak@yahoo.com>, <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, <alasytar_acheh@yahoo.com>, <apalambak2000@yahoo.ca>, <buramu@plasa.com>, <dityaaceh_2003@yahoo.com>, <editor@jawapos.co.id>, <email_ichwan@yahoo.co.uk>, <habearifin@yahoo.com>, <hasan_saleh1945@yahoo.com>, <husaini54daud@yahoo.com>, <jkamrasyid@aol.com>, <mr_dharminta@yahoo.com>, <mbzr00@yahoo.com>, <nur-abdurrahman@telkom.net>, om_puteh@hotmail.com

Subject: Re: TATI, ITU MASUKNYA ACHEH KEDALAM RI BUKAN KARENA KESADARAN TETAPI DITELAN, DICAPLOK, DIJAJAH RI-JAWA-YOGYA

 

Jeng Tati, kenapa mesti nanggepi mr dirman ????  beliau ini apapun tanggapan member milis ini akan senang-2 aja... karena prioritas utama si 'bajindul' ini untuk selalu memberikan gambaran "NEGATIF" atau mendiskreditkan apapun tentang NKRI dan sebisa mungkin meng"Internasionalkan" berbagai persoalan di NKRI, bisa selalu muncul di milis dengan "uptodate" setiap data atau counter attack email yg berlawanan dan berusaha meng'gol'kan ide-2 "KREATIF"nya dengan mempengaruhi semua pihak.

 

Jadi pepatah "Diam adalah Emas" lebih cocok untuk 'beliau.

 

Tks

 

Bambang HW & Rahmat Santoso

 

bambang_hw@rekayasa.co.id

Jakarta, Indonesia

----------