Stockholm, 19 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


TATI NARASTATI TERKAPAR KARENA KEBODOHANNYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



TATI NARASTATI MINANG TERUS NYEROSCOS TANPA UJUNG PANGKALNYA TERJERAT TAKTIK YANG DIPASANG AHMAD SUDIRMAN

 

"Terus terang sy lebih suka si Akang berkomentar seperti ini jadi keliatan kwalitas abduldut-nya daripada berbicara bergaya spt orator ulung; Bung Karno dg memaparkan yg katanya sejarah dg segala bukti, fakta, dasar hukum yg menggelikan ! Jadi gak salah kan kesimpulan sy dari dulu kalo Akang itu emang psikopat sejati dilihat dari tulisannya memang pas ngomong orang yg gak terarah penuh dg prasangka dan praduga plus asaaallll !!! biasalah berpribadi ganda sebentar jadi ustadz, 3 menit kemudian jadi penjahat, beberapa menit kemudian jadi diplomat ha kha khe khe khi khi berubah-rubah pancaroba nih ye saya gak heran kalo Hasan Tiro penipu pengecut itu memberi kepercayaan penuh pada Akang utk dijadikan mentri penerangan dimilis ini habis cuma Akang satu2nya pengagum fanatik-nya (mo curi ilmu ya kang mana tau bisa spt dia jadi Wali Negara Pasundan he he) yg se-ide ama dia sama2 psikopat ngeyel dan sama penghayal plus pengarang-nya.” (Tati, narastati@yahoo.com , Sat, 18 Jun 2005 17:29:27 -0700 (PDT))

 

Tati Narastati di Jakarta, Indonesia.

 

Memang dari dulu Tati Narastati Minang ini hanya terus mencoba untuk memberikan alasan dan argumentasi tentang apa yang telah dilakukan Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya yang telah menelan Acheh, maluku Selatan dan Papua Barat, tetapi setelah digali, dibaca, diteliti, dianalisa, disimpulkan Ahmad Sudirman isinya keropos alias nihil.

 

Nah, disinilah kelemahan Tati Narastati Minang dalam memberikan tanggapan kepada argumentasi dan alasan yang disodorkan oleh Ahmad Sudirman tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat yang dianeksasi, diduduki dan dijajah oleh RI dan TNI-nya.

 

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman sering menyinggung Jenderal TNI Djoko Santoso, terutama ketika melihat Tati Narastati Minang yang sudah kepayahan dan sudah hanyut di Ciliwung. Itu memang benar adanya. Mengapa ?

 

Karena, apa yang ditulis di mibar bebas ini sampai juga kepada pihak Stafnya Jenderal TNI Djoko Santoso dan Wakilnya Letjen TNI Endang Suwarya orang Sunda satu itu, mantan Pangdam Iskandar Muda di Acheh.

 

Nah itu mang Endang Suwarya orang Sunda ini ketika bertugas di Acheh bersama Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah penantang dan penyanggah nomor satu dari Acheh untuk menghadapi tulisan dan argumentasi Ahmad Sudirman. Bahkan sekarang itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono masih berada dalam mimbar bebas ini, hanya ia tidak bisa bercuap lagi. Karena kalau Kolonel Laut Ditya Soedarsono bercuap, maka sekali dilibas, ia akan masuk ke Ciliwung juga. Apalagi sekarang tugasnya sudah dipindahkan dari Acheh entah ke Jakarta atau ke kampungnya di Jawa sana itu.

 

Jadi, Tati Narastati Minang, kalau Ahmad Sudirman menulis: "mas Djoko Santoso yang kumis-tipis-Jawa-nya naik-turun melihat Tati mak comblang meronta-ronta dibawa hanyut air keruh Ciliwung" (Ahmad Sudirman, 18 Juni 2005). Itu memang benar. Bagaimana tidak ?. Itu stafnya mas Djoko Santoso di markas AD di Jakarta terus memonitor apa yang ditulis di mimbar bebas ini. Apalagi itu Letjen TNI Endang Suwarya mantan Pangdam Iskandar Muda di Acheh, yang sekarang telah menjadi wakil-nya mas Djoko Santoso di markas AD masih geregeteun melihat Ahmad Sudirman ini. Biar sama-sama dari Sunda, tetapi lain kandang. Tetapi itu mang Endang mana bisa bicara, lebih baik ia diam saja. Kalau dulu sewaktu di Acheh, lumayan masih ada Kolonel Laut Ditya Soedarsono untuk nyeroscos di mimbar bebas ini berbicara tentang Acheh dan RI-Jawa-Yogya dalam usaha menghadapi Ahmad Sudirman.

 

Tati Narastati, itu Ahmad Sudirman berbicara melihat siapa yang diajak bicara. Kalau yang diajak bicaranya hanya model Tati Narastati Minang satu ini, mana Ahmad Sudirman samakan dengan kalau berbicara dengan Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

 

Jadi Ahmad Sudirman kalau berbicara dan menulis disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan intelektual dari orang yang diajak bicara atau yang sedang melakukan perdebatan dengan Ahmad Sudirman.

 

Karena itu, kalau orang model Tati Narastati Minang ini yang otaknya sudah kosong akan menyimpulkan: "biasalah berpribadi ganda sebentar jadi ustadz, 3 menit kemudian jadi penjahat, beberapa menit kemudian jadi diplomat ha kha khe khe khi khi berubah-rubah pancaroba nih ye"

 

Nah itulah satu tanda dan bukti bahwa Tati Narastati hanya menyimpulkan dengan otak kosong yang sudah termakan racun mbah Soekarno dengan mitos Indonesia-Jawa-nya.

 

Nah kesimpulan salah ini diakibatkan oleh ketidak mampuan dan ketidak mengertian Tati Narastati dalam hal menghadapi dan memberikan tanggapan terhadap apa yang dilambungkan dan disodorkan Ahmad Sudirman tentang Acheh, Maluku selatan dan Papua Barat.

 

Taktik dan cara Ahmad Sudirman menyodorkan dan memberikan penjelasan yang disesuaikan dengan tingkat intelektual dari orang-orang yang berdebat melawan Ahmad Sudirman inilah yang tidak bisa dimengerti dan tidak bisa dipahami oleh Tati Narastati Minang satu ini, karena memang otaknya otak udang alias otak kosong terkuras habis oleh cerita mitos mbah Soekarno tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

 

Jadi Tati Narastati Minang, walaupun sampai kalian terbujur di pinggir Ciliwung dengan ocehan kalian: "si Akang Ahmad; psikopat jalang yg ngeyel keliatan bego tolol pengarang penghayal janda kembang2". Itu ocehan kalian tidak akan bisa menghancurkan benteng argumentasi tentang Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat yang telah dibangun Ahmad Sudirman. Mengapa ?

 

Karena itu ocehan bukan suatu argumentasi dan alasan yang tepat dan benar untuk dipakai menghadapi dan melawan semua argumentasi yang disodorkan Ahmad Sudirman. Argumentasi model yang dilambungkan Tati Narastati Minang itu, belum apa-apa sudah lebur tertiup angin puyuh yang dihembuskan dari benteng pertahanan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat yang sudah dipasang Ahmad Sudirman.

 

Tati Narastati Minang, kalian sudah terbujur, lemah di pinggir Ciliwung.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sat, 18 Jun 2005 17:29:27 -0700 (PDT)

From: tati - narastati@yahoo.com

Subject: Re: TATI SERUDUK TERUS WALI NEGARA ACHEH, AKHIRNYA MASUK CILIWUNG DITEPUKIN DJOKO SANTOSO-JAWA

To: ahmad@dataphone.se, albiruny@gmail.com, alchaidar@yahoo.com, a_yoosran@yahoo.com, abu_dipeureulak@yahoo.com, ahmad_mattulesy@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id, alasytar_acheh@yahoo.com, apalambak2000@yahoo.ca, dityaaceh_2003@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, email_ichwan@yahoo.co.uk, habearifin@yahoo.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, husaini54daud@yahoo.com, jkamrasyid@aol.com, mr_dharminta@yahoo.com, mbzr00@yahoo.com

 

ach..si Akang Ahmad; PSIKOPAT JALANG yg NGEYEL keliatan BEGO TOLOL PENGARANG PENGHAYAL JANDA KEMBANG2..ck..ck..ck..bener-bener deh bikin perut mules ama tulisannya kha..kha..khe..khe..khi..khi.. emang dah dibilang kan, tulisan ANDA itu bagi saya gak lebih gak kurang buat TERTAWAAN.

 

Terus terang sy lebih suka si Akang berkomentar seperti ini jadi keliatan KWALITAS ABDULDUT-nya daripada berbicara bergaya spt orator ulung; BUNG KARNO dg memaparkan yg katanya sejarah dg segala bukti, fakta, dasar hukum ..yg menggelikan ! jadi gak salah kan kesimpulan sy dari dulu kalo Akang itu emang PSIKOPAT SEJATI dilihat dari tulisannya memang pas ngomong orang yg gak terarah penuh dg prasangka dan praduga plus ASAAALLLLL!!!biasalah..berpribadi ganda sebentar jadi USTADZ,3 menit kemudian jadi PENJAHAT,beberapa menit kemudian jadi DIPLOMAT ha..kha..khe..khe..khi..khi..berubah-rubah pancaroba nih ye..saya gak heran kalo HASAN TIRO PENIPU PENGECUT itu memberi kepercayaan penuh pada Akang utk dijadikan MENTRI PENERANGAN  dimilis ini habis cuma Akang satu2nya PENGAGUM FANATIK-nya (mo curi ilmu ya kang..mana tau bisa spt dia jadi WALI NEGARA PASUNDAN he..he..) yg se-ide ama dia sama2 PSIKOPAT NGEYEL dan sama PENGHAYAL plus PENGARANG-nya.

 

Buat murid2 pengagum si BAJINDUL AHMAD; udah deh pada sadar napa sih, ilmu si akang kan Cuma segini doang literat-nya kan ngambil di Internet ama dengar sana dengar sini (penguping) buat cerita karangan! Siapa bilang si Akang guru maha tahu, guru berhati batu iya..he..he..

 

Tati

 

narastati@yahoo.com

Jakarta, Indonesia

----------