Stockholm, 20 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


DHARMINTA, ITU JENDERAL SUTARTO PAMERKAN SENJATA DI MABES TNI CILANGKAP PADA KOMISI I DPR UNTUK MENIPU

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MATIUS DHARMINTA, ITU PANGLIMA TNI JENDERAL ENDRIARTONO SUTARTO PAMERKAN SENJATA YANG KATANYA MILIK TNA/GAM PADA ANGGOTA KOMISI I DPR DI MABES TNI CILANGKAP UNTUK MENIPU

 

Rupanya, Matius Dharminta wartawan Jawa Pos budek ini tidak puas dengan hanya mengutip cerita propaganda TNI Mayjen Supiadin Yusuf Adi Saputra dari Acheh saja, melainkan juga mengutip gambar Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang sedang memamerkan senjata yang dikatakannya sebagai senjata hasil rampasan TNA/GAM di Markas Besar TNI Cilangkap kepada para anggota Komisi I DPR yang diketua oleh Theo L Sambuaga dari Golkar, dan para keroconya seperti Permadi dari PDI-P dan Efendy Choirie dari PKB-nya Gus Dur, pada Rabu, 8 Juni 2005 yang lalu.

 

Dimana dalam gambar yang dilampirkan Dharminta itu kelihatan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mundar-mandir didepan para anggota Komisi I DPR, Sekretaris Menko Polhukam, Sekretaris Jenderal Dephan, dan pejabat Mabes TNI, sambil tangan kirinya memegang tongkat pentungan-TNI-nya menunjuk-nunjuk pada senjata-senjata dan peluru yang menurut ceritanya disita dari tangan TNA/GAM yang diklaimnya mencapai 2.330 pucuk senjata selama 2 tahun dibawah bendera payung hukum Darurat Militer dan Darurat Sipil di Aceh.

 

Nah, itu propaganda Jenderal TNI Endriartono Sutarto di Mabes TNI Cilangkap itu adalah dalam usaha untuk mempertahankan pasukan non-organik TNI budek-Jawa-nya di Acheh selama masa Tertib Sipil, yang ditetapkan pada tanggal 18 Mei 2005 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2005 pukul 00:00.

 

Jadi, itu propaganda Jenderal TNI Endriartono Sutarto di Mabes TNI Cilangkap itu dihadapan para anggota Komisi I DPR agar supaya pasukan non-organik TNI tetap dipertahankan di Acheh yang sudah tidak memiliki lagi kekuatan hukum, karena Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2005 Tentang Penghapusan Keadaan Bahaya dengan Tingkatan Keadaan Darurat Sipil di Acheh, yang isinya tidak menunjang dan tidak menyebutkan masalah pasukan non-organik TNI budek-Jawa di Acheh.

 

Nah, ini disebabkan karena masalah Tertib Sipil diatur oleh penguasa sipil, dimana pihak militer, dalam hal ini TNI dibawah Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Jenderal Djoko Santoso dan Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra tidak memiliki kewenangan yang penuh sebagaimana pada masa Darurat Militer dan Darurat Sipil.

 

Jadi, kalau Ahmad Sudirman melihat, bahwa itu Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang melakukan propaganda melalui pamer senjata yang katanya hasil rampasan selama dua tahun di Acheh dihadapan para anggota Komisi I DPR di Mabes TNI Cilangkap tidak mencapai sasaran dan gagal total.

 

Komisi I DPR yang dipelopori oleh orang-orang PDI-P ini ternyata hanya sampai kepada teriakan dan cuapannya saja. Karena dalam realitanya, justru Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan apakah itu dicabut Darurat Sipil atau tidak. Dan memang buktinya, itu PP No.2/2004 tentang Darurat Sipil digantikan dengan PP No.38/2005 tentang pencabutan Darurat Sipil.

 

Nah sekarang, kekuatan pihak TNI secara politis sudah terkapar di Acheh. Tetapi, pihak Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto terus berusaha untuk tetap mempertahankan pasukan no-organik TNI budek-Jawa-nya untuk menduduki Acheh. Sambil dibantu dengan propaganda budek dan gombal dari pihak Mayjen TNI Supiadin Yusuf Adi Saputra, seperti pembebasan para tahanan simpatisan TNA/GAM, dan usaha propaganda anti Perundingan ASNLF-RI di Helsinki.

 

Dharminta, cara propaganda kalian tidak laku disodorkan kehadapan bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Dharminta, kalian dan TNI budek-Jawa mati kutu di Acheh.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Sun, 19 Jun 2005 22:08:55 -0700 (PDT)

From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Subject: Re: SYAITAN JAWA ICHWAN KETURUNAN SNOUCK HORGRONJE

To: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, "Ichwan .S" <email_ichwan@yahoo.co.uk>, muba zir <mbzr00@yahoo.com>, muhammad dahlan tang_ce@yahoo.com

 

Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto tengah memamerkan senjata yang disita dari tangan gerilyawan GAM kepada anggota Komisi I DPR di Markas Besar TNI Cilangkap. TNI mengaku telah menyita 2.330 pucuk senjata selama 2 tahun pemberlakuan status darurat di Aceh.

 

Matius Dharminta

 

mr_dharminta@yahoo.com

Manado, Sulawesi Utara

----------