Stockholm, 23 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


SAID AGIL PEMIMPIN JAMAAH KORUPTOR DEPAG MERINGKUK DALAM TAHANAN MABES POLRI NEGARA BURUNG GARUDA RI

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



MANTAN MENTERI AGAMA SAID AGIL HUSEIN AL MUNAWWAR PEMIMPIM JAMAAH KORUPTOR DEPAG MALAM INI MULAI MERINGKUK DALAM TAHANAN MABES POLRI NEGARA BURUNG GARUDA PANCASILA RI

 

Said Agil Husein Al Munawwar, keturunan Arab, mantan Menteri Agama periode mbak Megawati dalam Kabinet Gotong Royong-nya, malam ini, Kamis, 23 Juni 2005 mulai dijebloskan dalam tahanan Markas Besar Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta. Setelah terbukti keterkaitan dengan korupsi dana haji dan dijerat pasal 2 UU No.31/1999 dan pasal 3 UU No. 31/1999 jo UU No.20/2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

 

Departemen Agama merupakan sarang para mafia koruptor yang anggotanya bukan hanya yang ada dalam Departemen Agama saja, melainkan juga diluar Departemen Agama, seperti yang diungkapkan oleh kuasa hukum Said Agil, Ayuk Fadlun Sahab, keturunan Arab, bahwa uang yang dikorupsi itu adalah Dana Abadi Umat yang non-budgeter, dan dipergunakan sebagiannya untuk membiayai pergi Haji gratis, seperti kepada Jusuf Kalla dan istrinya, Bachtiar Chamsyah dan putrinya, Hatta Rajasa dan istrinya, Akbar Tandjung dan istrinya, Rohmin Dahuri dan istrinya, Priyona bersama istrinya, Sri Rejeki dan suaminya, Alimarwan Hanan dan istrinya, dan Wakil Ketua DPR Tosari Wijaya dan istrinya.

 

Sebenarnya Dana Abadi Umat dibentuk oleh Tarmidzi Taher, ketika ia menjabat sebagai Menteri Agama periode 1993-1998. Tujuan dibentuknya Dana Abadi Umat yang non-budgeter ini adalah untuk membantu ibadah haji, pendidikan, pesantren, rumah ibadah, dan mengurangi kemiskinan. Pada masa itu Tarmidzi Taher berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 249 miliar dan $ 15 juta. Dan menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Depag Sukanto bahwa Dana Abadi Umat per 29 April 2005 saldo tercatat Rp 401 miliar dan 15 juta dolar AS. Dimana sisa Dana Abadi Umat telah dilaporkan kepada pihak DPR. Dimana Dana Abadi Umat juga berasal dari dari efisiensi pelaksanaan haji dan sumber lainnya, seperti bunga dari bank. Dan Mabes Polri telah memblokir Dana Abadi Umat ini yang tersebar dalam 22 rekening bank.

 

Menurut bukti yang dikumpulkan oleh Ketua Tim Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Hendarman Supandji ditemukan bahwa Keputusan Menteri Agama Nomor 274 yang mengatur hasil pengelolaan Dana Abadi Umat dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji diakui tidak sesuai prosedur. Dan hal ini diakui sendiri oleh mantan Menteri Agama Said Agil Husein Al Munawar. Juga Keputusan Menteri Agama Nomor 274 ini dilakukan tidak sesuai prosedur karena hanya ditandatangani oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Taufiq Kamil. Sedangkan Sekjen Depag tidak menandatanganinya.

 

Dan tentu saja, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama, Taufiq Kamil (yang telah mempensiunkan diri 2 bulan yang lalu), secara resmi telah ditahan Mabes Polri 17 Juni 2005 yang lalu.

 

Nah sekarang, dengan terbongkarnya mafia koruptor dalam tubuh Depag, menunjukkan betapa keroposnya orang-orang yang ada dalam Departemen Agama ini. Kalau sudah melihat uang, mata mereka menjadi hijau, belotot, lupa daratan. Agama hanya jadi label dikening saja, dasar budek.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------