Stockholm, 25 Juni 2005

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.


MUBA MASIH TERUS BERGELIAT DENGAN GAYA UJUG-UJUG & SANTOKAN-NYA

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.



HANTU MUBA DIJON MASIH KELIHATAN TERUS BERGELIAT DENGAN GAYA UJUG-UJUG & SANTOKAN-NYA

 

“Hm Begitu ya ternyata apresiasi kalian kepada Allahyarham Abu Daud Beureuh, sesepuh masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Nggak pas lah kamu kalau mengatakan "menyantok" kepada beliau. Aku pernah hidup di Jawa Barat cukup lama, jadi tahu lah istilah nyantok itu. Itu istilah sindiran yang cukup kasar. Baiklah. Hasan tiro memang benar-benar bandit. Setelah dibesarkan Abu Daud Beureuh, dia kemudian menghianati beliau dengan menilep uang buat senjata itu. Dan setelah itu hidup senang. Dua puluh empat tahun kemudian, ujug-ujug muncul ide kotornya untuk dapat lebih memanjakan perutnya dengan bermimpi menguasai NAD (waktu itu namanya Daerah Istimewa Aceh). Lupa kacang kepada kulitnya, "reproklamasi" tahun 1976 itu tidak dikaitkan kepada Abu Daud Beureuh, mantan patronnya yang dihianatinya itu, tetapi kepada tokoh yang lebih tinggi lagi maqamnya, Sultan Iskandar Muda. Aku heran kenapa nggak sekalian saja "reproklamasi" yang jelas ujug-ujug itu dikaitkan si bandit hasan tiro nan banci itu kepada Nabi Adam a.s.? Ha ha." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Fri, 24 Jun 2005 16:14:07 -0700 (PDT))

 

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

 

Hantu Muba Dijon sudah menggelupur, tidak ada lagi hasil pungutan alasan sampah dan argumentasinya untuk bisa dijadikan benteng pertahanan tanah Negeri Acheh yang dianeksasi, diduduki dan dijajah mbah Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Lihat dan perhatikan, tipu daya Soekarno dengan amnesti dan abolisi-nya yang disodorkan kehadapan Teungku Muhammad Daud Beureueh dan berhasil menggaet dan menjebloskan Teungku Muhammad Daud Beureueh kedalam jaringan RI-Jawa-Yogya-nya, terus dijadikan alasan dan argumentasi oleh hantu Muba untuk dijadikan alat penggebuk Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Negara Acheh-nya penerus Negara Acheh yang dibangun dan mencapai kejayaannya semasa Sultan Iskandar Muda.

 

Nah, itu hantu Muba ingin membeberkan maslah Teungku Muhammad Daud Beureueh menelan umpan amnesti Soekarno tahun 1962, dan menjadikan sebagai dasar lambungan hantu Muba untuk memberikan panggilan  "sesepuh masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya".

 

Apa hubungannya Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan panggilan "sesepuh masyarakat Indonesia" ? Sejak kapan dinyatakan Teungku Muhammad Daud Beureueh sebagai "sesepuh masyarakat Indonesia" ? Apakah sejak Teungku Muhammad Daud Beureueh menyatakan ya atas umpan amnesti yang disodorkan Soekarno Jawa penipu licik dengan RI-Jawa-Yogya-nya ? Apakah Teungku Muhammad Daud Beureueh digelarkan "sesepuh masyarakat Indonesia" sebelum beliau menelan dan menyantap amnesti sodoran mbah Soekarno Jawa penipu licik dari RI-Jawa-Yogya ?

 

Hantu Muba Dijon, akal bulus kalian, tidak akan mempan untuk disodorkan kehadapan bangsa Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan RI-Jawa-Yogya yang dikontrol dari Jakarta.

 

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman menyatakan: "Ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh menyerah kepada Soekarno dengan cara memakan atau menyantok amnesti yang disodorkan Soekarno tahun 1961 dan disantoknya tahun 1962, itu menyatakan secara de-jure Pemerintahan NII yang telah menjelma menjadi RIA sudah dimasukkan kedalam sangkar negara burung garuda pancasila RI dan hilang musnah dilebur dalam usus negara sekuler RI-Jawa-Yogya-nya Soekarno."

 

Itu istilah disantoknya atau dimakannya atau ditelannya atau diterimanya, sama semua artinya. Tidak ada istilah disantok itu kasar. Coba tunjukkan dalam tata bahasa Sunda bahwa disantok itu merupakan istilah sindiran yang cukup kasar ?

 

Hantu Muba Dijon, tidak pelu kalian mengkutak-katik tata bahasa dan istilah Sunda, kalau memang kalian hanya sekedar pernah hidup di wilayah Sunda. Kalau hanya sekedar pernah hidup di wilayah Sunda tanpa mempelajari, menggali, mendalami tata bahasa Sunda, kalian hanya menyantap dari tempat sampah obrolan dipinggir jalan dan warung kopi saja, hantu Muba Dijon.

 

Kemudian, karena Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan Reepublik Islam Acheh jelmaan NII-nya sudah meleyur kedalam usus RI-Jawa-Yogya melalui amnesti Soekarno 1962, maka itu tanah Acheh tetap berada dalam aneksasi, dan jajahan RI-Jawa-Yogya.

 

Apakah kalian hantu Muba dengan ditelannya amnesti Soekarno oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh itu tanah negeri Acheh secara legal berhasil menjadi wilayah RI-Jawa-Yogya secara sah berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum ?

 

Jelas, sampai detik ini tidak ada sedikitpun fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang bisa dijadikan dasar argumentasi oleh pihak RI-Jawa-Yogya yang menyatakan tanah Acheh secara sah dan legal masuk kedalam wilayah de-facto dan de-jure RI-Jawa-Yogya di bawah Soekarno.

 

Kalau memang ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tetang legalitas tanah Acheh masuk kedalam wilayah de-facto dan de-jure RI-Jawa-Yogya, maka sudah berbondong-bondong akhli sejarah nasional Jawa melambungkan pendapatnya di mimbar bebas ini. Tetapi kenyataannya, sampai detik ini tidak ada seorangpun akhli sejarah nasional di negara sekuler burung garuda pancasila RI yang menampilkan pendapat dan pikirannya itu.

 

Nah, disini menunjukkan dan menggambarkan bahwa memang benar itu tanah Acheh dimasukkan kedalam wilayah de-facto dan der-jure RI-Jawa-Yogya sejak 14 Agustus 1950 hanyalah mitos cerita budek dan gombal buatan mbah Soekarno Jawa penipu licik saja.

 

Jadi hantu Muba Dijon, kalau Teungku Hasan Muhammad di Tiro mendeklarasikan ulang Negara Acheh 4 Desember 1976, itu bukan berarti mengkhianati Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan RIA jelmaan NII-nya yang sudah menyerah karena menelan pil pahit amnesti Soekarno 1962.

 

Justru bangsa Acheh menyayangkan dan mempertanyakan mengapa Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan mudah mau saja menelan, menyantok, menyantap, memakan, mengunyah, memasukkan, menerima amnesti model Soekarno 1962, padahal kalau dibandingkan dengan Imam NII SM Kartosoewirjo jauh berbeda sekali. Mana Imam NII SM Kartosoewirjo mau menelan amnesti Soekarno Jawa penipu licik.

 

Apakah Imam NII SM Kartosoewirjo tidak diberi gelar sesepuh masyarakat Indonesia, sebagaimana gelar kalian diberikan kepada Teungku Muhammad Daud Beureueh ?

 

Apakah karena Imam NII SM Kartosoewirjo yang tidak pantang menyerah kepada Soekarno dan TNI budek Jawa Siliwangi-nya, sehingga kalian hantu Muba tidak memberikan gelar sesepuh masyarakat Indonesia kepada Imam NII SM Kartosoewirjo ?

 

Coba kalian hantu Muba Dijon kalau berani memberikan gelar kepada Imam NII SM Kartsosoewirjo dengan panggilan  gelar sesepuh masyarakat Indonesia ?

 

Sampai kiamat kalian hantu Muba tidak akan berani memberikan gelar sesepuh masyarakat Indonesia kepada Imam NII SM Kartosoewirjo. Mengapa ?

 

Karena Imam NII SM kartosoewirjo adalah salah satu musuh utama Soekarno yang pantang menyerah dan tidak mau menyantok amnesti Soekarno.

 

Seterusnya, itu kalian hantu Muba Dijon menyatakan: "Hasan tiro memang benar-benar bandit. Setelah dibesarkan Abu Daud Beureuh, dia kemudian menghianati beliau dengan menilep uang buat senjata itu. Dan setelah itu hidup senang. Dua puluh empat tahun kemudian, ujug-ujug muncul ide kotornya untuk dapat lebih memanjakan perutnya dengan bermimpi menguasai NAD (waktu itu namanya Daerah Istimewa Aceh)."

 

Nah, itu hantu Muba sudah berapa kali Ahmad Sudirman menyatakan di mimbar bebas ini untuk memberikan fakta dan bukti hukum atas tuduhan "menilep uang buat senjata" yang digembar gemborkan melalui cerita Fauzi Hasbi. Dan sampai detik ini, itu hantu Muba tidak pernah menuliskan fakta dan bukti hukum atas tuduhannya itu. Kalau hanya sekedar menuliskan "menilep uang buat senjata", itu setiap orang di mimbar bebas ini bisa menuliskan kata-kata itu. Tetapi, ketika dimintakan fakta dan bukti hukumnya, mana sanggup membeberkannya fakta dan bukti hukumnya itu.

 

Coba hantu Muba tanyakan kepada orang yang menyebarkan tulisan itu agar menyertakan fakta dan bukti hukumnya untuk kita bahas secara bersama-sama di mimbar bebas ini, agar supaya persoalannya menjadi jelas, terang, benar dan berdasar hukum.

 

Seterusnya, kalau hantu Muba menyatakan: "kenapa nggak sekalian saja "reproklamasi" yang jelas ujug-ujug itu dikaitkan si bandit hasan tiro nan banci itu kepada Nabi Adam a.s.? Ha ha."

 

Hantu Muba, kalian memang kalau memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman asal cuap dan cekikikan saja. Mengapa ?

 

Karena, itu hantu Muba Dijon memang telah tertipu dengan racun mitos Soekarno tentang Acheh masuk dalam sangkar RI. Apa hubungannya antara Nabi Adam dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro bersama Negara Acheh-nya ? Jelas tidak ada hubungan sejarah, fakta, bukti dan dasar hukumnya.

 

Jadi hantu Muba, alasan yang kalian tampilkan di mimbar bebas ini, jelas isinya keropos dan hanya sampah saja.

 

Selanjutnya, itu hantu Muba menulis: "kaitannya dengan RI, dipertahankanlah Renville 1948 yang nyata-nyata efektivitasnya hanya 2 tahun, hancur dihempas NKRI tahun 1950 dengan dukungan nyata PBB melalui penerimaannya sebagai anggotanya."

 

Nah disinilah kelihatan dengan jelas dan terang, itu hantu Muba memang matanya buta dan telinganya budek. Mengapa ?

 

Karena, kalau yang dijadikan alasan NKRI tahun 1950 menghempaskan Perjanjian Renville 17 Januari 1948 guna dipakai alat menelan, mencaplok, menduduki, menganeksasi, menjajah Acheh, maka alasan yang dilambungkan hantu Muba ini adalah alasan budek dan gombal.

 

Sudah jelas, itu Perjanjian Renville adalah dasar hukum lahirnya Perjanjian Roem-Royen, KMB, dan penyerahan kedaulatan dan pengakuan kedaulatan dari Belanda kepada RIS atau Republik Indonesia Serikat.

 

Apakah itu Republik Indonesia Serikat mau diklaim sebagai RI dengan dihilangkan S-nya ? Jelas sampai kiamat tidak mungkin. Mengapa ? Karena yang namanya RI itu adalah RI-Jawa-Yogya yang wilayah-nya secara de-jure dan de-facto di Yogyakarta dan sekitarnya, dan pada tanggal 14 Desember 1949 telah mendaftar diri menjadi anggota Negara Bagian RIS.

 

Jadi, dimanakah letak posisi dan hukumnya, bahwa itu Acheh merupakan wilayah de-facto RI-Jawa-Yogya dan juga merupakan wilayah de-facto dan de-jure RIS ?

 

Sampai kiamat itu hantu Muba Dijon tidak akan sanggup dan tida akan mungkin bisa membuktikannya secara fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum. Mengapa ?

 

Karena memang wilayah de-facto RI-Jawa-Yogya hanya di Yogyakarta dan sekitarnya, begitu juga wilayah de-facto RIS tidak mencakup Acheh.

 

Jadi hantu Muba Dijon, alasan kalian inipun adalah alasan budek dan gombal yang hanya hasil kumpulan dari tempat sampah mitos Soekarno dengan RI-Jawa-Yogya-nya.

 

Kalian hantu Muba Dijon mati kutu. Dan kalaupun kalian berjingkrak-jingkrak di mimbar bebas ini, itu hanyalah merupakan bayangan hantu saja, yang tidak akan bisa memberikan kekuatan sedikitpun untuk bisa dijadikan alasan mempertahankan wilayah tanah Acheh dalam wilayah RI-Jawa-Yogya ini.

 

Terakhir, kalau hantu Muba menyatakan: "Sudahlah Mad, bagi orang waras mimpi hasan tiro menguasai NAD itu hanyalah utopia belaka, persis seperti mimpi Bokassa menjadi seorang Kaisar atau mimpi Hittler menguasai Eropa."

 

Jelas, yang utopia adalah hantu Muba dan para keroco Jawa di RI-Jawa-Yogya. Disuruh menyampaikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh dimasukkan kedalam wilayah RI-Jawa-Yogya sampai detik ini tidak pernah muncul. Dasar budek Jawa kowe model hantu Muba Dijon.

 

Dan tentu saja, yang bermimpi terus memeluk Acheh adalah itu para penerus Soekarno seperti Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI budek-Jawa-nya Djoko Santoso dan Endriartono Sutarto. Dan mereka lah yang bermimpi sebagaimana Hitler dengan Germanika Aria-budek-nya. Atau kalau di RI-Jawa-Yogya dikenal dengan sebutan Jawa-Aria-budek-nya mbah Soekarno Jawa penipu licik.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*


Wassalam.


Ahmad Sudirman


http://www.dataphone.se/~ahmad

www.ahmad-sudirman.com

ahmad@dataphone.se

----------

 

Date: Fri, 24 Jun 2005 16:14:07 -0700 (PDT)

From: muba zir mbzr00@yahoo.com

Subject: Re: HANTU MUBA KEHABISAN AKAL UNTUK TERUS PERTAHANKAN TANAH ACHEH DALAM SANGKAR RI

To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar alchaidar@yahoo.com

 

Hm... Begitu ya ternyata apresiasi kalian kepada Allahyarham Abu Daud Beureuh, sesepuh masyarakat Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Nggak pas lah kamu kalau mengatakan "menyantok" kepada beliau. Aku pernah hidup di Jawa Barat cukup lama, jadi tahu lah istilah nyantok itu. Itu istilah sindiran yang cukup kasar...

 

Baiklah... Hasan tiro memang benar-benar bandit. Setelah dibesarkan Abu Daud Beureuh, dia kemudian menghianati beliau dengan menilep uang buat senjata itu. Dan setelah itu hidup senang. DUA PULUH EMPAT TAHUN kemudian, UJUG-UJUG muncul ide kotornya untuk dapat lebih memanjakan perutnya dengan bermimpi menguasai NAD (waktu itu namanya Daerah Istimewa Aceh). Lupa kacang kepada kulitnya, "reproklamasi" tahun 1976 itu tidak dikaitkan kepada Abu Daud Beureuh, mantan patronnya yang dihianatinya itu, tetapi kepada tokoh yang lebih tinggi lagi maqamnya, Sultan Iskandar Muda. Aku heran... kenapa nggak

sekalian saja "reproklamasi" yang jelas UJUG-UJUG itu dikaitkan si bandit hasan tiro nan banci itu kepada Nabi Adam a.s.? Ha ha...

 

Benar-benar karya toneel tahun 1976 yang sangat lucu dan mempesona, penuh dengan khayalan dan inferioritas, HUA HA HA.... Sementara itu, kaitannya dengan RI, dipertahankanlah Renville 1948 yang nyata-nyata efektivitasnya hanya 2 tahun, hancur dihempas NKRI tahun 1950 dengan dukungan nyata PBB melalui penerimaannya sebagai anggotanya.

 

Sudahlah Mad, bagi orang waras mimpi hasan tiro menguasai NAD itu hanyalah utopia belaka, persis seperti mimpi Bokassa menjadi seorang Kaisar atau mimpi Hittler menguasai Eropa...

 

Muba ZR

 

mbzr00@yahoo.com

Dijon, Bourgogne, Perancis

----------